Terang Allah

Nama               :Elizabeth Situmorang

Tingkat            :2 (Semester 4)

Tugas               : Pertama

Dogmatika 3

Kehidupan kita seperti sumur didalam dasar yang gelap dan itu adalah  lambang dari Dosa. Allah itu terang dan kasih. Dosa mengakibatkan manusia lepas dari terang dan kasih Allah. (Roma 3:23) semua orang telah berbuat dosa semua orang hilang terangnya Allah. Lalu bagaimana caranya supaya menjadi terang kembali? (Efesus 2:1) kamu dahulu telah mati. Manusia mati secara Roh. Harus ada usaha dari atas yaitu pertolongan Allah. allah harus memberikan tangga Ilahi supaya bisa manjat dan keluar. Tangga itulah Kristus yaitu firman yang jadi manusia (Yohanes 14:6). Jika tidak ada tangga maka kita akan mati. Setelah kita diberi tangga maka kita harus menaiki tangga tersebut. Oleh sebab itu tangga inilah Kasih Allah atau Anugerah Allah.

Ketika kamu memegang tangga itu dan manjat itulah iman dan keselamatan (Efesus 2:8). Anugerah adalah tangga itu sedangkan iman adalah tindakan menaiki tangga itu satu per satu sampai menuju kepada Allah yaitu pemilik terang dan kasih. jika iman tidak disertai perbuatan pada dasarnya mati (Yakobus 2:17). Harus ada perbuatan yaitu memanjat dan naik satu per satu. (2 Petrus 1:5-7) kebajikan ditambahkan kebajikan, pengetahuan,  penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara dan kasih akan semua orang. Kebajikan  adalah perbuatan yang baik dilakukan. Pengetahuan yaitu belajar tentang pengetahuan untuk mendapatkan keselamatan sehingga terang Allah memancar dan kita bisa menaiki tangga untuk menuju Allah serta  iman kita semakin bertumbuh.

Perlunya penguasaan diri, ketekunan, kesalehan (ibadah), Tuhan menginginkan kita hidup aktif. Supaya hidup didalam tangga kita harus hidup didalam Kristus yaitu kita harus mengalami  hidup Baru menuju pada Allah atau sama seperti Kristus (1 Yohanes 3:2) proses inilah yang disebut Theosis. (1 Yohanes 1:1-3) Rasul Yohanes mengalami tangga itu dan memegangnya, dan menaikinya, bersaksi untuk memberitakannya pada orang lain. Penting sekali untuk kita memberitakan Injil. Supaya pada akhirnya kita bersama-sama bersukacita. Persekutuan kita adalah persekutuan dengan Bapa dan Anak (Yohanes 17:3) hidup kekal itu mengenal satu-satunya Allah yang benar dan kudus. Jalan keselamatan hanya satu yaitu Tuhan Yesus Kristus (Matius 24:24) ada mesias – mesias palsu dan nabi-nabi palsu yang menyesatkan.

Kenapa hanya ada satu Tuhan? Kenapa tidak banyak cara supaya banyak orang diselamatkan?

KRISTUS SEBAGAI PENGGENAPAN HUKUM TAURAT

(Efesus 2:15) pada zaman dahulu hukum taurat tidak diperhatikan lagi sedangkan kelompok lain masih memberlakukan hukum taurat. Yesus tidak pernah menunjukan secara legalistic hukum taurat. (Matius 5:17-20) Yesus datang bukan meniadakan hukum taurat kedatangannya karena hukum taurat. Menggenapi hukum taurat artinya menjalani hukum taurat secara legalistic awalnya bayang-bayang sekarang menjadi realita. Yesuslah yang menggenapi seluruh jani-janji hukum taurat. Inti dari agama Israel ibadah-ibadah dalam bait Allah dan ibadah berhenti pada tahun 70 Masehi. Korban ibadah Israel boleh diadakan satu tempat ibadah Israel. Ulangan 40:36 tujuan kemah suci kyaitu kehaidran Allah ditengah-tengah bangsa Israel. Allah menghancurkan bait Allah supaya tabernakel yang baru yaitu Yesus akan datang.

(Maleakhi 3:1) menurut Yehezkiel dipersiapkan jalanNya Kristus mealui kemah tubuh bunda Maria. Yesus menyatakan diri-Nya. (Yohanes 1:14) Didalam manusia Yesus Kristus bertabernakel atau berkemah (shekinah/skino) didalam tubuh manusia yang diambil dari Maria menjadi bait Allah yang baru menggenapi bait lama Allah (Yohanes 2:19). Mengapa bait Allah diizinkan hancur karena Yesus sendirilah bait Allah itu. (Yohanes 1:14). Didalam tubuh Yesus para nabi yaitu Yakobus Petrus dan Yohanes melihat kemuliaan itu (Matius 17:1-2). Melihat Yesus berarti melihat kemuliaan Allah. Yesus bukan manusia biasa. Hukum taurat itu digenapi oleh Yesus Kristus.

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai