Transfigurasi artinya perubahan wujud atau pemuliaan, suatu peristiwa terang yang tidak tercipta tetapi termanifestasi oleh tubuh manusia sehingga tubuhnya mengalami pemuliaan. Jika Yesus mengalami transfigurasi berarti ada suatu sinar atau terang dari tubuhnya supaya tubuhnya yang mencapai Theosis. Manusia di dalam Kristus akan mengalami transfigurasi sama seperti Kristus. (Fil.3:20). Terang akan mengubah tubuh kita menjadi ilahi. Di mana Kristus hadir ada terang yang seperti surga. Tabernakel artinya kediaman Allah, kehadiran Kristus itulah surga. Awan menunjukkan kehadiran Allah. Tabernakel juga diibaratkan dengan demikian. Surga ditunjukkan menjadi tanda kehadiran Allah. Transfigurasi terjadi sebelum penyaliban Kristus. Allah Bapa memberi kesaksian kepada Rasul Petrus, Yakobus dan Yohanes karena mereka akan bersama dengan Kristus. Ketika Yesus hendak dikhianati Bapa menurunkan sinar kemuliaan supaya mereka (para rasul) tidak takut ketika hendak mengetahui sinar yang berasal dari surga. Kenapa tranfigurasi dialami sebelum penyaliban ? hal ini menjadi sebuah keyakinan atau sebuah pennguatan diri agar para rasul dan murid Kristus kuat untuk menghadapi penderitaan yang akan dialami sama seperti Kristus ketika memberitakan firman Tuhan.
Pemahaman
Terang yang terpancar dari Kristus akan mengubah kita sehingga menguatkan kita untuk menghadapi berbagai macam penderitaan.
Transfigurasi memancarakan sinar kemuliaan kebangkitan. Sehingga kita juga berharap akan mengalami kebangkitan sama seperti Kristus.
Dengan usaha manusia tidak dapat mencapai sinar kemuliaan Kristus tetapi dengan sinar kemuliaan Kristus kita dapat menjadi terang sama seperti Kristus Matius13:43.
Kristus seperti matahari yang memberi sinarNya kepada kita.
Tuhan ingin menunjukkan bahwa Ia adalah Tuhan bagi orang yang hidup dan mati.
Musa yang menunjukkan hukum Allah sedangkan nabi itu marupakan utusan Allah.
Ketika Kristus bertransfigurasi saat malam, itu menunjukkan bahwa Ia mengubah kegelapan menjadi terang. Matius 17:7 = Yesus menyentuh mereka serta mengatakan jangan takut. Karena Kristus yang datang untuk menjadi manusia sehingga manusia dapat disentuh.
Imanuel artinya Tuhan inkarnasi menjadi manusia supaya Dia serupa dengan natur kita.
Kristus yang unchangeable lalu mengambil daging manusia dari Maria sehingga menjadi manusia untuk bersama dengan kita. Sebuah kondisi yang membuat kita dibersihkan oleh sentuhan Allah.
Manusia sangat membutuhkan sumber cahaya yaitu Bapa sedangkan cahayanya itu adalah Anak sedangkan kehangatannya itu adalah Roh Kudus.
Terang Kristus itu menerangi seluruh bumi, kita butuh cahaya itu untuk menguduskan diri.
Kesaksian dari Allah Bapa kepada Para Rasul bahwa anak-Nya menjadi manusia. Manusia melihat suatu keajaiban yang hanya terjadi sekali. Petrus juga memberikan kesaksian demikian. Kehadiran Allah itu nyata dan membuat manusia menjadi takut, sehingga disebut takut akan Allah. Ketakutakan kita bukan lah sebuah terror tetapi ketakutan yang membuat teriluminasi atau semakin terang.
(Matius 17:5) ini merupakan stempel bahwa Allah Bapa bersaksi jika Yesus adalah anakNya.
Demikian Kristus bertransfigurasi kita manusia juga akan bertransfigurasi dan menjadi dasar serta pola cetak kita sebagai manusia.
Posisi Roh Kudus ada ketika kemuliaan Allah hadir, saat ada di kemuliaan Allah.
Allah yang adalah manusia memancarkan terang yang akan ada selamanya. Terang Allah akan selalu ada dan tidak akan berubah. Ketika Kristus belum disalib Dia masih memiliki terang itu tetapi tidak di tunjukkan kepada para murid. Ketika telah diunjukkan kepada para muridNya maka hal itu bertujuan untuk menguatkan para murid dalam menghadapi penderitaan.
Komentar Bapa – bapa Gereja
ST THEODOROS THE GREAT ASCETIC
A Century of Spiritual Texts
3. When we keep Christ’s commandments we do not benefit
Him in any way, since He is in need of nothing and is the bestower
of every blessing. It is ourselves that we benefit, since we win for
ourselves eternal life and the enjoyment of ineffable blessings.
Komentar
Kehidupan Kristus tidak bergantung pada manusia tetapi apabila manusia yang hidup bergantung kepada Kristus, maka akan memperoleh hidup kekal.
2. Maximos The Confessor
Four Hundred Texts on Love
First Century
14. A soul filled with thoughts of sensual desire and hatred is unpurified.
Komentar
Kekudusan merupakan karakter rohani yang dimulai dari mengikis segala pola pikir yang jahat (Logismoi) serta mengendalikannya dengan Hegemonikon atau pengendalian pikiran dengan selalu berjaga – jaga dan berdoa.
3.ST THEODOROS THE GREAT ASCETIC
A Century of Spiritual Texts
3 7. I have heard from elders experienced in the practice of the virtues that evil thoughts are engendered in the soul by showy clothes, the belly’s repletion and bad company.
Komentar
Asal mula pikiran jahat atau Logismoi dihasilkan dari godaan iblis yang sudah mengintip didepan pintu kemudian menggoda pikiran manusia supaya memuaskan hawa nafsu seperti kesombongan akan materi yang dimiliki, kepuasan yang berlebihan, sampai tidak ada kasih terhadap sesama manusia sehingga ketika manusia sudah melakukan tindakan jahat yang ada dalam pikirannya maka ia sudah berdosa. Oleh karena itu meminta belas kasihan dari Allah menjadi kunci utama dalam menghadapi pikiran jahat dan hal itu diperoleh dengan takut akan Allah, melakukan firmanNya serta berpengharapan penuh akan belas kasihanNya.
4. St. Maximos The Confessor third century of love
6. Some of the passions produce licentiousness, some hatred, while others produce both dissipation and hatred.
Komentar:
Hawa nafsu yang jahat dapat sesekali menggoda iman kita untuk melakukannya jika kita lakukan maka kasih akan menghilang dari jiwa kita. Kebencian yang telah ada dalam diri kita harus segera diobati seperti luka yang tergores oleh pisau yang tajam maka kebencian harus juga dibersihkan dengan pengampuan yang kita minta baik kepada Tuhan maupun sesama.
5. St. Maximos The Confessor third century of love
81. Five things make a soul cut itself off from sin : fear of men, fear of judgment, hope of future reward, love of God and, lastly, the prompting of conscience.
Komentar
Kesalahan manusia pada Allah menimbulkan hubungan yang tidak haromnis antara kita dengan Allah. selalu ada cara untuk kembali kepada pangkuan kasihNya dengan cara: Berdamai dengan Allah, takut akan FirmanNya, penghakimanNya, selalu berharap akan mahkota dari surga, serta meminta belas kasihannya sepanjang waktu dengan hati yang menangis akan dosa yang telah kita sesali membuat Allah berbelas kasihan sehingga Ia mengampuni manusia serta menyelamatkan manusia dari jurang maut yang dalam.
6. St. Thalassios First Century
85. A good heart produces good thoughts : its thoughts correspond to what it stores up in itself.
Komentar
Karakter seseorang dapat dinilai dari tingkah laku juga bagaimana ia menjalani kehidupan. Segala sesuatu yang di ucapkan, dilakukan bahkan dipikirkan bersumber dari kondisi hati yang paling dalam. Seperti hukum tabur tuai jika yang ditabur itu baik maka hasilnya juga akan baik tetapi jika tidak maka hasilnya tentu juga tidak baik.
7. St. Thalassios First Century
93. If you want to be free of all the passions, practise self, control, love and prayer.
Komentar:
Dosa bersifat mengikat dan menghancurkan, sama seperti lumut yang tinggal pada batu-batu yang kuat, tetap akan terkikis dan hancur jika tidak dibersihkan. Itulah yang akan terjadi jika kita tidak bisa melepaskan hawa nafsu kita. Mari belajar untuk menguasai diri, melampiasakan hawa nafsu kita dengan mengasihi sesama, serta berjaga – jaga dengan berdoa hali ini merupakan tindakan yang dapat dilakukan agar kita lepas dari godaan atau hawa nafsu yang selalu ada.
Kasih merupakan energi Allah yang diberikan kepada manusia. Menurut seorang Bapa Gereja St. Ishak dari Siria menyatakan bahwa, Allah yang penuh dengan kasih dapat di dekati melalui keheningan atau kesendirian. Kuncinya terletak pada kehidupan Solitary (tempat menyendiri) dengan kehidupan inilahseseorang bisa mencapai pemurnian kasih. Dalam bahasa aslinya istilah Hesychasm banyak ditemui dalam Manusiab Suci. Oleh karena itu, dia menjelaskan bahwa kehidupan membiara paling efektif untuk mendekati serta memperoleh kasih Allah. Untuk menyatu dengan Allah seseorang hanya perlu menjalankan kehidupannya dengan meninggalkan kenikmatan duniawi. Hal ini hanya dapat diperoleh dengan hidup membiara atau menyendiri. Namun Bapa Ishak juga mengatakan bahwa, tidak semua orang dapat dipanggil untuk hidup membiara. Ada cara lain yang digunakan untuk menyatu dengan Allah yaitu melakukan Askesis (Latihan Rohani) dengan cara menarik diri dari hawa nafsu yang diganti dengan kasih Allah (Kehendak Ilahi). Jadi, kasih Allah hanya dapat diperoleh jika orang percaya mau mengerjakan pertobatannya dengan kehidupan Askesis yaitu mengikis segala keinginan daging dan kenikmatan dunia.
Menjalani kehidupan Solitude (kesendirian) itu sangat menyakitkan, bahkan sangat menderita. Kondisi ini menyebabkan dimanapun orang itu berada, ia tidak bisa lepas dari pengalaman-pengalaman yang menderita untuk mengikis kesenangan dunianya. Contohnya, pengalaman dari doa-doa yang selalu dipanjatkan namun tidak pernah dijawab, sulit untuk mengendalikan pikiran yang selalu digoda untu memikirkan hal yang tidak berguna, mengontrol lidah untuk tidak menimbulkan dosa, semua perkataan yang diucapkan harus diganti dengan perkataan Allah. Mengapa Bapa-bapa Gereja sangat mengedepankan untuk menjalani Solitary Life? Ketika seorang anak manusia lahir di dunia ini sendiri, kelak anak yang telah tumbuh dan berkembang itu ketika mati juga akan sendiri.
Dalam kesendiriannya hati manusia yang paling dalam menyimpan ruang yang dilukiskan seperti lautan yang hampa dan tidak terukur. Semakin dalam hatinya semakin diam atau sendiri (tenang) kondisi hatinya. Kondisi hati yang hening menimbulkan kerinduan akan kehadiran Allah. Hanya Allah yang dapat memuaskan hati manusia. Materi, jabatan bahkan harta tidak akan pernah memuaskan jiwa. Seperti uang yang dibuang ke laut, maka laut itu selalu siap untuk menampung. Hati yang telah mengalami kesendirian (solitude) hanya dapat dipuaskan oleh kehadiran Allah.
Suatu kepenuhan hidup hanya dapat diperoleh oleh Allah. Solitude bukan keadaan yang pasif (kaku/tidak bergerak), namun Solitude adalah sebuah keheningan saat manusia merasakan hadirat Allah. Pengalaman ini ada untuk mencapai kepenuhan Allah. Mengapa hanya keheningan yang dapat memuaskan jiwa manusia? Karena di dalam keheningan Allah itu hadir. Keheningan membuat diri manusia mencapai kepenuhan hidup di dalam Allah. Allah yang penuh kasih itu bukan hanya menciptakan dunia tetapi Dia juga suka bersekutu dengan manusia. Pencipta dan yang dicipta menjadi satu kesatuan yang utuh. Jadi, manusia merupakan buah kasih Allah yang penuh kasih. Sehingga, Dia menciptakan semua makhluk hidup seperti manusia bukan untuk berjalan sendiri tetapi bersatu dengan diri-Nya.
Kasih merupakan warisan dari hati Allah yang penuh belas kasih. Apa itu hati yang penuh belas kasih? Semua manusia memperoleh kasih menurut gambar dan rupa Allah. Begitu juga dengan binatang, hanya saja binatang tidak memiliki roh. Mengapa Allah tidak pernah menolak untuk mengasihi manusia? Karena Allah memiliki Air Mata Belas Kasihan. Manusia diciptakan dari Allah yang penuh belas kasih sehingga ciptaan-Nya manusia juga diciptakan untuk mencapai the perfect love yaitu likeness to God seperti Allah Tritunggal yang saling mengasihi, maka manusia saling mengasihi,
Perbuatan manusia dalam bentuk mengasihi dtandai hati yang penuh belas kasih seperti Allah, dan apa itu kasih yang penuh belas kasih? yaitu hati yang selalu terbakar untuk orang lain seperti Allah dan Kristus yang selalu berkorban untuk semua ciptaan-Nya; dan bahan bakar untuk membakarnya adalah air mata sehingga hati ini menjadi penuh belas kasih, tidak tahan melihat penderitaan orang lain; dan untuk hati yang demikian maka dia selalu punya doa air mata seperti yang Allah miliki yaitu doa air mata untuk semua makhluknya.
Allah dan manusia akan bertindak melindungi karena ada belas kasih yang terus membakar di dalam hati. Jadi, manusia sama seperti Allah karena manusia dibuat menurut gambar dan rupa Allah; jika Dia punya hati belas kasih maka manusia juga; sehingga tidak heran sekarang Kristus memerintahkan manusia untuk mengasihi semua orang bahkan termasuk musuh-musuh. Hal ini dikarenakan kasih itu melampaui semua kondisi yang berasal dari Dia yang melampaui segala hal dan kondisi.
2.Inkarnasi Allah memperbaiki kodrat manusia.
Inkarnasi menurut St. Ishak adalah pewahyuan atau penyataan diri Allah yang baru, sebelum inkarnasi manusia tidak bisa kontemplasi dan mendengar Allah, setelah inkarnasi ini menjadi mungkin. Inkarnasi menandai penciptaan baru di dalam kodrat Adam yang baru bagi seluruh umat manusia yang dilahirkan baru dalam baptisan. Inkarnasi terjadi karena kasih Allah bagi ciptaan-Nya sama seperti ketika penciptaan terjadi karena kasih Allah. Alasan-alasan inkarnasi adalah semata-mata kasih bukan untuk penebusan dosa, supaya manusia bisa kembali kepada Bapa-Nya, jadi memang keselamatan manusia itu banyak menurut bapa-bapa gereja seperti perumpamaan Anak yang hilang lalu kembali ke pangkuan bapaknya karena kasih Allah yang begitu besar kepada manusia (Yoh. 3:16) yang diresponi dengan pertobatan manusia yang dimulai dengan pertobatan manusia yang dimulai dengan percaya pada Anak-Nya, Yesus Kristus.
Ada perbedaan yang sangat jelas antara kodrat manusia Yesus dan kodrat ilahi Kristus; kodrat manusia itu seperti pakaian bagi kodrat ilahinya. 2 Kodrat 1 Pribadi dalam Kristus sama seperti pendapat yang di nyatakan St. Nyssa dan beberapa pandangan Church fathers lainnya. Dalam 2 Kodrat 1 Kristus ini berlaku:
1. Unconfused = tidak kacau = kedua kodrat jelas masing-masing dari satu sama lain
2. Undivided = tidak dibagi = kedua kodrat tidak bisa dibagi dari satu sama lain
3. Unchanged = tidak berubah = kedua kodrat tidak berubah dari keadaan masing-masing
4. Unseparated = tidak terpisahkan = kedua kodrat tidak bisa dipisahkan dari satu sama lain.
Sama seperti Kristus yang naik kepada Bapa, maka keselamatan manusia adalah proses dinamis naik kepada yang ilahi bersama dengan seluruh ciptaan Allah. Melalui Inkarnasi Kristus, manusia naik kepada Allah, seperti sering ditemukan dalam doa-doa St. Ishak, “O Mystery exalted beyond every word and beyond silence, who became human in order to renew us by means of voluntary union with the flesh, reveal to me the path by which I may be raised up to your mysteries …”
St. Ishak menegaskan bahwa kasih Allah yang tidak terbatas baik di dalam penciptaan maupun keselamatan seluruh ciptaan-Nya dapat diperoleh melalui Inkarnasi Kristus. Kristus menyerap kodrat manusia dan mati di kayu salib untuk memperbarui kodrat manusia. Sehingga, kodrat itu dapat terbuka dan masuk ke dalam Allah. Selain itu kodrat tersebut dapat naik kepada terang dan kasih Allah seperti Kristus naik kepada Allah.
Seperti inilah proses pengilahian kodrat manusia itu. Kasih Allah yang menciptakan manusia, maka ketika manusia jatuh ke dalam dosa, hanya kasih Allah yang bisa menyembuhkan luka-luka manusia karena dosa. Inkarnasi Kristus sama artinya dengan kasih Allah yang jadi daging bukan lagi sekedar Firman, tetapi nyata dicurahkan oleh Roh Kudus ke dalam diri manusia yang percaya dan kemudian hidup menarik diri dari dunia/nafsu dosa. Sehingga kasih Allah itu bisa bekerja di dalam batinnya dan melahirkan sebuah kasih yang “luminious love” (habba sapya) untuk sesamanya jadi bukan sekedar “natural love” seperti pada manusia dan binatang pada umumnya melainkan kasih itu berubah menjadi supernatural love yang lahir dari kasih Allah yang bekerja di dalam jiwanya.
3.Theosis Allah membuka tingkap Surga
Perjalanan hidup manusia seperti naik kepada Allah. Namun ada juga istilah Ascension to Christ atau naik kepada Allah. Hal ini merupakan gambaran manusia supaya dapat naik kepada Allah. Dalam Allah yang kasih. St. Ishak memikirkan semua hal demikian karena Allah yang kasih yang menebus dunia ini dengan pengorbanan Anak-Nya. Ini merupakan kasih yang tanpa batas. Sehingga dunia ini boleh ada dan keselamatan ini boleh berlangsung karena kasih yang tanpa batas. Supaya semua bangsa dapat diselamatkan. Kasih yang tanpa batas bukan di dalam penciptaan, tetapi di dalam seluruh keselamatan penciptaan-Nya. Maka baginya seluruh ciptaan dapat menyerap dan naik kepada Allah. Kasih Allah dapat dialami oleh manusia yang dirasakan oleh manusia dalam perasaan sukacita dan penyesalan. Seperti firman Tuhan yang mengatakan bahwa takutlah kepada Dia yang membunuh jiwa bukan tubuh. Ini berarti manusia harus bertobat setiap hari dalam tangisan air mata manusia. manusia disucikan karena pertobatan manusia bukan karena perbuatan baik manusia.
Neraka merupakan kondisi keadaan manusia yang tidak bertobat, atau tidak hidup dalam penyesalan. Jika manusia melihat pemikiran Ishak, Kristus menyedot pemikiran manusia untuk naik kepada Allah. Orang-orang yang tidak diselamatkan akan tinggal di bawah tanah. Bumi yang bulat ini juga datar yang memiliki ruang yang dinamakan Sheol atau dunia orang mati, namun di atas bumi terdapat Firdaus yaitu menunggu kebangkitan manusia tubuh dari Kristus.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa dalam bukunya The Spiritual World Of Isaac The Syrian, St. Ishak yang belajar dari Theodore of Mopsuestia dan Diodore, melanjutkan ajaran ini yaitu membedakan dengan jelas kodrat ilahi dan manusia dari 1 pribadi Kristus. 2 Kodrat 1 Kristus juga diajarkan oleh Nyssa dan Church Fathers yang lain. Dalam 2 Kodrat 1 Kristus ini berlaku:
1. Unconfused = tak terkacaukan = kedua kodrat jelas masing-masing dari satu sama lain
2. Undivided = tak terbagi = kedua kodrat tidak bisa dibagi dari satu sama lain
3. Unchanged = tak berubah = kedua kodrat tidak berubah dari keadaan masing-masing
4. Unseparated = tak terpisahkan = kedua kodrat tidak bisa dipisahkan dari satu sama lain
Untuk itu, jika kedua kodrat Kristus itu dibedakan secara jelas bagaimana dengan keselamatan yang mencapai kesempurnaan atau Theosis, pengilahian kodrat manusia supaya manusia menyatu dengan Allah digambarkan seperti besi yang sedang membara. St. Ishak tidak memakai istilah teologi Alexandrian dan tidak mengenal istilah penyatuan atau pengilahian. Namun bukan berarti dia menolak ajaran Theosis. Hanya saja menyatakannya dengan cara yang berbeda namun pengertiannya tetap sama yaitu setelah Kristus mati, bangkit, dan naik ke Surga itu berarti Dia membuka kodrat manusia supaya bisa naik ke Surga/Bapa untuk mencapai Theosis. Sama seperti Kristus yang naik kepada Bapa, maka keselamatan manusia adalah proses dinamis untuk naik kepada Allah bersama dengan seluruh ciptaan Allah. Hal ini hanya dapat dilakukan melalui Inkarnasi Kristus, supaya manusia dapat naik kepada Allah.
Referensi:
Book of Hilarion Alfeyev, The Spiritual World of Isaac The Syrian (Minnesota: Liturgical Press, 2008)
and
Pak saya sudah membaca dan mengomentari wordpress bapa sebanyak 7 kali dan melakukan 7 kali sembahyang serta membaca 5 lectionary. Terima kasih Pak Gbu
Mengosongkan hati artinya segala indera yang ada dalam hati dibersihkan, sehingga keadaan hati menjadi kosong supaya dapat memiliki Ihidaya (Kemanunggalan hati) serta mencapai stillness (Keheningan). Hati memiliki jaringan yang disebut dengan Nous (Inti Jiwa). 1 Petrus 3:15 mengatakan, hati adalah sesuatu yang tersembunyi (nous). Inilah yang menguduskan hati. “Kuduskanlah Allah dan juga hati mu.” Menurut St. Theopan, perkataan ini mengandung arti bahwa, kita harus tunduk pada perintah Allah. Dikuduskan memiliki arti sesuatu yang harusnya dikhususkan. Pengudusan juga berarti tidak tercampur atau membaur pada hal-hal yang lainnya. Damaskus mengatakan ada 7 latihan badani.
Pertamakeheningan artinya menjalani kehidupan tanpa gangguan serta jauh dari semua godaan duniawi. Jadi, pengertiannya adalah hati ini dikhususkan, seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus yaitu hati ini seperti tempat yang tersembunyi yang dapat menguduskan hati. 1 Petrus 3:4 manusia batiniah yang tersembunyi tugasnya menguduskan Tuhan di dalam hati.
Kita diciptakan oleh Tuhan sebagai manusia yang misteri dibalik sebagai manusia yang kelihatan. Pada dasarnya manusia terdiri dari manusia batin dan manusia jasmani. Manusia batiniah bertugas untuk menguduskan Kristus di dalam batin. John Apamea mengatakan, kosongkan hati mu, lalu berhati-hati, berjaga-jaga, serta waspada terhadap segala godaan yang ada. Bagaimana kita mengosongkan hati? Kita harus menyaring segala keinginan daging. Manusia yang tersembunyi (batiniah) tadi harus di antisipasi dari berbagai godaan, supaya tidak tergoda oleh hawa nafsu. Sehingga ketika orang-orang bisa melakukan hal-hal yang jahat atau berperilaku buas kepada sesama, maka itu berasal dari hati yang tidak menjaga manusia misteri yang ada dialam hatinya.
Rasul Paulus mengatakan bahwa, Hati diciptakan untuk menguduskan Tuhan. Oleh karena itu seseorang harus menjaga hatinya. Mereka harus menjaga dari pikiran-pikiran jahat yang coba untuk tinggal di dalamnya, serta pikiran yang penuh dengan nafsu, dan tidak takut kepada Allah. Hal ini bisa terjadi karena kita tidak menjauhkan diri dari pikiran jahat. Nous tidak dapat dilihat namun keberadaannya tidak dapat dipungkiri. Manusia batin itu harus menjalani kehidupan tanpa gangguan dari kekacauan iblis. Pusatnya adalah bagaimana caranya supaya manusia dapat melakukan kehendak Tuhan.
Apabila hati kita tidak pernah melakukan antisipasi terhadap godaan, maka kita pasti tidak pernah takut kepada Allah untuk melakukan kejahatan. Inilah yang membuat pengudusan itu tiada. Jadi keheningan merupakan sebuah kehidupan yang tanpa gangguan, jauh dari semua perhatian godaan duniawi, serta melakukan kehendak Allah. Jadi keheningan merupakan perbuatan untuk memusatkan perhatian kepada Allah dan menjauhkan dari perilaku dunia.
Manusia memiliki intelek tentang Allah (The Knowledge of God). Namun disisi lain perhatikan dan tetap jagalah pikiran-pikiran jahat. Menurut Damascus, pusat perhatian manusia harus difokuskan kepada melakukan kehendak Tuhan, mengenali cara kerja iblis serta menilai kesalahan yang ada pada diri sendiri. Dengan mengenali sifat dan kelemahan sendiri, ini merupkan sebuah cara untuk manusia dapat mengucap syukur kepada Allah. Semua tindakan yang dilakukan ini memiliki tujuan untuk mencapai keheningan.
2. Selain itu kita juga harus berpuasa, puasa memiliki arti seseorang mengatur makanannya dengan: harus makan sekali sehari, makan secukupnya dan jangan sampai kenyang, pilih makanan yang sederhana, kalau bisa makanan yang tidak disukai. Apabila merasa haus, usahakan untuk mengonsumsi air putih sesedikit mungkin. Karena dengan cara ini kita bisa memakan makanan yang tidak kita sukai dan mengontrol diri. Tidak ada makanan yang haram dan halal di dunia ini yang ada hanya makanan yang menimbulkan kerakusan atau ketamakan. Kerakusan serta ketamakan dapat menimbulkan kesalahan atau dosa. Demikian pula kehausan juga harus cukup dan tidak boleh berlebihan. Semua hal yang dilakukan semata-mata hanya untuk menjauhkan diri dari ketamakan dan kerakusan yang mendatangkan dosa dan melahirkan maut.
3. Bentuk ketiga yaitu Nepsis yaitu berjaga-jaga. Artinya, kita menggunakan waktu setengah malam untuk tidur, serta setengah malam lagi untuk Tuhan dengan membaca Mazmur, dan doa-doa (Lectionary). Maksudnya, untuk mengajarkan kepada tubuh supaya tidak malas. Keinginan tubuh apabila berelebihan akan menjadi sebuah gangguan.
4. Bentuk disiplin keempat tubuh adalah Pembacaan Mazmur yaitu dalam doa yang diungkapkan secara jasmani melalui Mazmur dan sujud ini adalah untuk membangkitkan semangat tubuh dan merendahkan jiwa, agar musuh kita iblis-iblis itu dapat melarikan diri dan sekutu kita. Melalui Latihan badan jasmani ini kita dapat melatih tubuh kita supaya menolak dari segala macam godaaan untuk melawan godaan-godaan yang kotor. Para biarawan itu dikenal dengan pembacaan Mazmur.
5. Kelima adalah Doa Spiritual. Artinya, doa yang berasal dari nous dan bebas dari pikiran jahat. Bukan lagi doa yang dipersembahkan dari kata-kata mulut melainkan dari nous (batin) yang terkonsentrasi pada setiap Mazmur yang dibaca. Sebaiknya mari belajar untuk membaca Kitab Suci Galatia 5:19-23.
6. Bentuk keenam disiplin tubuh terdiri dari membaca tulisan dan kehidupan para bapa gereja. Sehingga tidak berfokus kepada doktrin yang sesat atau orang lain terutama bidat. Dengan demikian kita akan dipenuhi oleh pikiran-pikiran Roh Kudus. Kita memperoleh ilham dari Tuhan berasal dari tulisan kisah hidup Para Bapa Gereja. Rasul Petrus mengatakan bahwa saat ini manusia belum layak sehingga harus diajar oleh Roh Kudus. Sehingga seseorang dapat belajar dari Tulisan-Tulisan Bapa Gereja. Untuk membaca kitab suci ada dua metode yaitu berasal dari teori dan yang kedua berdasarkan pengalamannya.
7. Ketujuh yaitu memberi pertanyaan kepada mereka yang memiliki pengalaman supaya dapat menilai semua perbuatan kita. Membayangkan kita tahu seperti yang sebelumnya kita tahu. Contohnya ketika kita menjadi sombong, kita perlu menanyakan bagaimana orang yang bijak dan berpengalaman itu mau untuk menilai diri kita. Harus ada ketaatan dan kerendahan hati untuk dapat belajar dari orang lain. Apapun yang terjadi, kita harus merenungkan dan merendahkan diri kita dan mencari Kehendak Tuhan. Semua hal yang dilakukan untuk kembali lagi kepada bagaimana kita mencapai keheningan. Nous akan melihat kesalahan yang ada dalam batin kita sehingga semakin kita melihat bahwa banyak kesalahan yang kita pernah kita perbuat. Semakin banyak kita belajar untuk menilai diri kita maka semakin banyak pelajaran yang kita peroleh sehingga semakin banyak kesalahan yang kita jumpai untuk kita perbaiki. Semua kesalahan yang kita lakukan, seperti butiran pasir.
Dalam Matius 5 menjelaskan tentang khotbah Yesus di bukit tentang Ucapan Bahagia atau berkat itu penuh dengan roh, lapar akan kebenaran, cinta akan belas kasihan, pencuri damai, ini semua melambangkan hati Kristus. Kapan kita bisa memiliki semuanya itu? Ketika kita semakin lama semakin menyadari banyak kesalahan yang kita perbuat. Dari sinilah kita bisa melihat penerangan jiwa. Sehingga, jiwa menyesal kemudian baru bisa memahami berkat Allah seperti yang difirmankan dalam Kitab Suci. Pada akhirnya ketika kita membaca dalam Matius 5, terdapat berbagai kebajikan-kebajikan yang membuat kita seperti menaiki tangga untuk mencapai kesempurnaan (Theosis). Hal ini bertujuan untuk menyadari bahwa, di dalam jiwa manusia harus semakin rendah hati semakin lemah. Dengan demikian, manusia semakin menyadari banyak sekali kesalahan yang pernah diperbuat, dan sehingga ia tidak dapat menunjukkan kesombongannya.
Referensi:
Lapor Pak, Saya sudah membaca dan mengomentari Artikel WordPress sebanyak 7 Artikel serta, 7 Lectionary, dan 6 kali sembahyang. Terima Kasih Pak Hendi, God Bless 😊.
Paskah adalah perjalanan yang tidak terburu-buru seperti bangsa Israel yang memutar- mutar untuk memperoleh Tanah Kanaan. Hal ini mengajarkan kepada kita untuk tetap bersabar sehingga kita akan memperoleh anugerah. Jadi anugerah Allah itu adalah sebuah sikap yang ditunjukan manusia supaya memiliki kesabaran. Dalam Yohanes 7:38 dikatakan bahwa air hidup itu tidak pernah berhenti. Mengapa? karena jika kita menerima Kristus, kita sama seperti menerima air sungai yang tidak pernah berhenti. Orang yang merasakan anugerah artinya mereka merasakan energi Allah atau kehadiran Allah. Api mewakili anugerah Allah dan besi menandakan manusia. Jika besi itu dibakar atau dipanaskan menjadi merah panas, hal ini diakibatkan karena besi meresapi natur api tersebut. Namun yang menarik adalah besi itu tidak berubah menjadi api. Tetapi di dalam besi itu terdapat panas api. Siapakah besi yang berapi itu? itulah diri kita yang dipanaskan oleh Anugerah Allah sehingga kita dapat merasakan Anugerah Allah.
Kita bukanlah besi rongsok melainkan besi yang memiliki energi panas. Bagaimana kita menyadari kita sudah memiliki Anugerah dari Allah? Kita perlu membatasi kebutuhan kita sehingga kita memiliki kebutuhan yang ekstra. Sama seperti, uang yang tidak memiliki limit (batas) atau nilai nol nya. Apabila kita diberikan uang senilai satu juta dan kita membatasi kebutuhan kita dengan uang tersebut, maka pasti kita memiliki kelebihan. Kita menyadari bahwa waktu kita diberikan anugerah sebagai makhluk sosial untuk menjalankan sakramental. Kehadran kita di dunia ini adalah untuk mempersembahkan hidup kita kepada Allah dan orang lain. Allah menciptakan dunia ini untuk menghidupi sakramen (Sacramental life). Gereja adalah sebuah kerajaan yang tersusun karena adanya sakramen. Sebab itu, gereja yang akhirnya mensakramen semua makhluk yang ada didunia ini termasuk dunia itu sendiri. Sakramen bukan hanya didalam gereja tetapi diseluruh dunia. Seperti kisah Para Rasul yang rela membagikan makanan kepada orang miskin. Demikian pula Gereja ada untuk mensakramental semua dunia atau disebut dengan Alternative society yang berarti sebuah pengalaman hidup bersama Allah. Tuhan menginginkan kita untuk rajin meminta belas kasihan-Nya.
Announcation : Inkarnasi (Firman jadi Manusia)
Inkarnasi terjadi ketika daging dari tubuh Maria diambil Kristus untuk diilahikan. Jika Kristus menjadi Adam Kedua maka daging itu yan awalnya harus disucikan. Maria mengandung Kristus dengan kedagingannya. Kehadiran Kristus menjadi daging atau manusia disebut yang mulanya tidak ada menjadi ada. Seperti manusia yang awalnya tidak ada menjadi ada. Sama seperti Inkarnasi yang awalnya tidak ada menjadi ada. Matius 16:24 menjelaskan dalam minggu Pemuliaan Salib kita memperingati salib Kristus.
Adam yang pertama diusir dari Firdaus karena pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Namun Kristus datang memberikan salib (tipologi dari kayu yang menjadi pohon) yang memberikan kehidupan bagi manusia. Jika Adam ketika di taman Eden datang untuk dihukum dengan mengenakan pakaian dari kulit binatang. Hal ini disebabkan oleh sebuah pohon manusia yang masuk ke dalam Hades, namun dengan Kayu Salib manusia diselamatkan. Tongkat kayu yang digunakan oleh Musa melambangkan nubuat dari Salib Kristus. Ini merupakan tipologi dari Salib yang menghancurkan Hades. Seperti kisah Yunus yang digambarkan sebagai manusia yang telah ditelan oleh ikan raksasa. Dia merentangkan tangannya sehingga membentuk sebuah salib agar Allah dapat melihat dan menyelamatkannya. Hal ini berarti, dalam kondisi apapun kita sedang mengingatkan keselamatan kita sendiri. Apabila kita menghormati Salib hari ini itu berarti kita menghormati Kristus yang sudah menang atas dosa atau iblis. Ketika di dalam Firdaus Adam pertama yang ditipu oleh ular. Sekarang, di Golgota Kristus menipu ular supaya ular masuk ke dalam alam maut. Tujuan hidup orang Kristen adalah aktualisasi diri tehadap kebangkitan Kristus dalam hidupnya. Jika kita membaca tentang lectionary (doa sehari-hari) dapat ditemukan banyak sekali kisah kehidupan atau kebajikan utama yaitu hidup yang menang dari dosa sampai kisah para martir.
Menyucikan Pikiran
Tidak ada kesucian dalam diri orang yang berpikir jahat. Membebaskan diri dari nafsu jahat. Karena manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Maka nafsu jahat juga harus dibebaskan dari nafsu jahat dan roh. Level tubuh yang harus dibebaskan yaitu jiwa dan roh. Pada level tubuh nafsu jahat yang dibebaskan adalah semua keinginan daging yang dilakukan oleh tubuh misalnya mata, mulut, pikiran kita anggota tubuh yang lain. Ada satu perputaran tubuh yang menjadi kebajikan jiwa. Pada level inilah pertobatan dan doa merupakan perbuatan kebajikan kita.
Dengan berpuasa dan berdoa kita melatih lapar dan haus yang dapat kita tukar dengan lapar dan haus akan Allah. Tubuh membersihkan keinginan daging seperti yang diterangkan dalam Galatia 5:19 inilah berbagai keinginan daging yang memuaskan daging kita. Seperti makanan yang memuaskan perut kita. Keinginan itu sendiri sebenarnya ada pada level tubuh. Keinginan daging timbul dari logismoi atau pikiran jahat. Jika kita memiliki pikiran jahat maka kita harus menangkis. Pengosongan diri merupakan cara atau metode untuk mengikis keinginan daging. St. Simeon menjelaskan bahwa, dengan membersihkan diri dari pikiran jahat merupakan tujuan utama dari sebuah pertapaan (hidup membiara).
Comentar For JOHN THE SOLITARY: Letter to Hesychius
Bagaimana kita membersihkan keinginan daging kita sehingga mencapai pemurnian jiwa? Perlu diketahui bahwa yang menajiskan tubuh kita adalah pikiran jahat (logismoi). Dari pikiran jahat timbul segala keinginan daging yang bertentangan dengan hukum Allah. Bagaimana kita mencapai pengosongan diri? Berbagai macam latihan harus kita kerjakan. Kita akan membahas bagaimana hati bisa di bersihkan dari keinginan daging? Kita mengalami penderitaan dalam tubuh kita sehingga tubuh kita yang mengalami kekotoran maka yang keluar adalah hal-hal yang kotor. Jika yang menderita dalam diri kita adalah batin kita maka tubuh kita juga sedang mengalami penderitaan. Jika intelek kita jahat maka mulut kita juga akan menjadi jahat. Sama seperti mulut kita yang diperintahkan oleh jiwa yang kotor maka mulut kita juga kotor. Jadi, pembersihan batin ini yang membebaskan diri kita dari keadaan kita. Apa yang terjadi di dalamnya kita membutuhkan sebuah corong yaitu anggota tubuh kita. Seperti pintu yang akan masuk ke dalam batin kita. Misalnya, pintu itu terbuka lalu ada suara-suara yang masuk. Ini adalah godaan yang jahat, maka suara-suara itu akan mengotori ruangan atau pikiran kita sehingga akhirnya akan mengeluarkan hal atau perbuatan yang kotor.
Hati harus dijaga dalam keheningan. Seperti mulut yang menjadi corong dari dalam tubuh, maka keheningan haruslah lahir dari dalam hati yang tenang. Jadi maksudnya jika hati kita tenang, (tidak terpengaruh kepada hal-hal yang jahat) maka hati kita tidak menjadi kotor. Contohnya seperti orang yang sedang berbuat jahat kepada kita dan kita membalas perbuatan jahat mereka maka kita sama jahatnya dengan mereka. Tujuannya yaitu Liberation from the Passion (membebaskan diri dari semua hal jahat). Mengapa kita harus mengosongkan diri karena tubuh kita ini harus dibersihkan dari kotoran.
2. Kita tidak bisa menghindari suatu ketidakseimbangan. Tetapi ingat kita sudah diinfus dari kasih Kristus.
3. Pada akhrinya mintalah belas kasihan Allah. Jika kita mengalami hal yang tidak mengenakkan, maka mintalah belas kasihan kepada Allah. Hati tidak bisa diam, karena naturnya yang selalu menerima. Untuk itu penting bagi kita untuk mencapai stillness (keheningan batin).
4. Seperti saringan yang harus diletakan dalam hati untuk menyaring kotoran-kotoran yang menyangkut di hati. Segala pikiran jahat yang masuk ke dalam pikiran kita, jika hati kita tidak disaring, maka kita akan melakukan kejahatan (Roma 15). Artinya, kita menerima kejahatan namun kita dapat menangkisnya dengan kebaikan atau ketaatan.
5. Walaupun kita tidak bisa menghindari segala pikiran jahat maka kita bisa berhati-hati terhadap tipuan dari iblis.
6. Berpuasalah, berjaga-jagalah dan berhati-hatilah terhadap keinginan daging kita. Hati kita dibungkus dalam meditasi diatas inkarnasi Kristus. Bagaimana menjaga hati? Hal ini bisa dikerjakan dengan membaca firman Tuhan serta tulisan bapa-bapa gereja. Jadi, milikilah keinginan roh seperti Kristus. Atau kita dapat melakukan meditasi yang juga dilakukan oleh Kristus. Oleh karena itu kita harus belajar untuk bersyukur tanpa henti kepada Allah.
Matius 19:21, Kata Yesus kepadanya: ”Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
Dalam menafsirkan ayat ini seorang pemuda bernama Antoni The Great menjual semua hartanya karena telah mendengar homily (Khotbah) saat dia masih berumur belasan tahun serta menafsirkannya secara harfiah sehingga ia benar-benar menjual hartanya yang diperoleh berkat dari warisannya serta membagikannya kepada orang miskin. Ketika ia tidak memiliki apa-apa, ia mulai menjauh dari dunia sehingga ia menemukan sebuah tempat untuk dapat tinggal dan bertapa disana. Dari pertapaannya ia dapat mengikut Kristus dan hidup membiara. Namun tafsiran lain yang menanggapi ayat ini juga berbeda, salah satunya dari Bapa Gereja bernama Klemen melihat teks ini secara rohani sehingga sangat berbeda dengan Antoni yang menafsirkannya secara literal.
Ada satu tafsiran yang baik saat kita melihat teks ini, yaitu dari St. Basil The Great, suatu pendekatan yang saling bersinergi baik dengan pendekatan monastic atau figuratif dari klemen. Inilah yang dikatakan oleh St. Basil, “Sebenarnya, Kristus sedang mengajarkan hukum kasih kepada orang kaya itu, tentang bagaimana dapat mengasihi Allah dan sesama. Orang kaya ini memiliki harta yang berlimpah, namun mengapa ia dikatakan sebagai orang bodoh? Memiliki harta itu baik adanya, namun dibalik hidup orang kaya ini apabila ia juga hidup berdampingan dengan orang yang sangat miskin dan tidak mau membagikan hartanya untuk menolong orang miskin itulah yang membuat orang kaya itu melakukan pelanggaran terhadap hukum kasih. Inilah yang membuat Kristus menegur pemuda kaya itu yang tidak mentaati hukum kasih tersebut. Kristus melihat bahwa kehidupan yang sedang dijalani oleh orang kaya tersebut harus seimbang antar sesamanya. Hal ini juga yang disebut dengan mengasihi sesama. Sehingga, apapun yang kita miliki merupakan kelebihan yang harus kita bagi kepada sesama.” Oleh karena itu, Kristus memberikan “Mandat Distribusi” yaitu sebuah tindakan yang harus dilakukan manusia untuk menjalankan hukum kasih Allah dengan menjaga keseimbangan antar sebuah komunitas.
Allah kita merupakan Allah yang penuh dengan kasih yang sempurna. Bagaimana kita tahu bahwa Allah merupakan kasih yang sempurna? Ini terlihat dari energi-Nya yang keluar dari dalam pribadi-Nya yang ekstra sehingga dapat dibagikan kepada manusia. Kita adalah orang percaya yang telah menerima Kasih dan Anugerah dari Allah. Jika kita memiliki Anugerah itu maka kita juga harus memberikannya kepada sesama. Bagaimana kita menyalurkan kasih Allah? Mari mulai dengan memberikan pertolongan kepada sesama yang berasal dari Allah. Ketika kita telah menerima anugerah Allah maka kita telah memperoleh iman. Mari berikan iman kita kepada orang-orang yang miskin atau orang yang tidak maupun yang belum percaya kepada Allah. Orang yang memiliki anugerah Allah apabila tidak menggunakannya atau hanya menyimpannya hanya untuk dirinya sendiri, ini artinya dia tidak melakukan mandat distribusi yang diperintahkan Allah.
Berbicara tentang harta itu artinya kita sedang berbicara tentang kebutuhan yang harus dipenuhi untuk melangsungkan kehidupan kita sebagai manusia. Manusia sejatinya memiliki kebutuhan yang ekstra bahkan tidak terbatas. Hal ini mengakibatkan manusia selalu merasa tidak puas akan kebutuhan yang seharusnya hanya digunakan dengan bijak. Oleh karena itu penting bagi kita untuk membatasi diri kita terhadap kebutuhan, supaya apa yang kita miliki dan jika itu melebih kebutuhan yang kita miliki maka kita memberikannya kepada orang lain yang membutuhkan dengan ini kita dapat belajar untuk mengasihi sesama kita.
Dalam Lukas 12:13-21, dikisahkan bahwa orang kaya ini memiliki banyak ekstra untuk memberikan kasihnya kepada sesama. Lumbung padi merupakan kebutuhan manusia. St. Basil menyatakan, menyimpan harta yang ekstra itu seperti pencuri dan pembunuh. Jika yang kaya itu hanya berpangku tangan dan tidak melihat saudaranya untuk menolongnya maka orang kaya itu merupakan seorang pembunuh. Dengan menjalankan mandat distribusi ini manusia memperoleh upaya untuk menjalankan ketahanan. Komunitas yang bertahan itu merupakan komunitas yang menjalankan mandat distribusi.
Penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan. Jika kita memiliki sebuah penghasilan yang lebih maka kita belajar untuk membatasi diri bagi orang lain. Bagi yang miskin mari miliki karakter supaya tidak meminta-minta kepada orang kaya atau tidak memiliki mental miskin. Ini merupakan mental yang sangat tidak disukai oleh Allah karena manusia tidak meminta belas kasihan-Nya untuk menolongnya keluar dari kemiskinan. Dengan adanya mandat distribusi yang kita lakukan bagi sesama diharapkan dapat melatih kehidupan rohani dengan berbagai kebajikan, seperti memberi sedekah kepada orang miskin, memberikan berkat yang kita miliki ketika praktik pelayanan, serta menceritakan Injil kepada orang yang sedang putus harapan dan yang hendak bunuh diri dll. Hal inilah yang dapat kita lakukan untuk menyatakan hukum kasih Allah itu dan benar-benar nyata dalah kehidupan kita sebagai gambar dan rupa Allah. Sehingga kita akan menjadi sempurna seperti Kristus yang juga sempurna dihadapan Allah.
Bibliography
Book: Sebastian Brock – The Syriac Fathers on Prayer and the Spiritual Life-Cistercian Publications (1987)
Youtube:
and
Pak, Saya sudah membaca 7 artikel wordpress. Terima kasih atas artikelnya Tuhan Yesus memberkati 🙏
Ikon merupakan gambaran atau ilustrasi serta potret Allah yang di buat oleh manusia ke dalam sebuah bingkai atau (Foto) untuk menghormati Allah sebagai pencipta. Dengan adanya Ikon juga mengingatkan kita kepada wajah Kristus sebagai manusia yang dapat dipotretkan atau dilukiskan. Ikon bersifat misteri karena mengandung misteri, Orang Ibrani memiliki ikon dalam wujud tertulis. Rasul Lukas merupakan orang yang pertama kali mencetuskan Ikon. Ditengah perjalanan, ikon mengalami kemunculan aliran yaitu aliran ikonoklas yang bertujuan untuk menyembah patung berhala. Dalam perjalanan sejarah gereja, mereka cenderung memakai patung serta lukisan. Namun karena adanya Reformasi, hal itu dilarang untuk memakai ikon atau patung.
Tanpa kita sadari bahwa kita sendiri, maupun firman Tuhan adalah sebuah ikon. Manusia merupakan gambar dan rupa Allah maka manusia merupakan ikon. Bahkan Tuhan Yesus sendiri menggunakan roti dan cawan yang melukiskan sebuah ikon. Jadi, semua alat menunjukkan atau materi ciptaan Allah yang dapat memuliakan Tuhan dapat disebut dengan Ikon. Sehingga, inilah yang menjadi alat kita untuk menyembah Allah.
Mengapa kita harus menggambar ikon? Padahal kita tidak pernah melihat Allah secara langsung? Kristus merupakan gambar Allah yang menjadi manusia. Artinya tidak ada seorangpun yang dapat melihat Allah yang menjadi manusia (daging/alat). Damascus mengatakan, Allah tidak pernah dilihat namun dapat dilukiskan. Lent atau puasa merupakan persiapan diri kita menuju paskah. Saat kita menggunakan ikon Allah, tujuan hidup kita telah berubah yaitu untuk menjadi segambar dan serupa dengan Allah. Matius 13:43 kiat menjadi terang itu semata-mata hanya anugerah-Nya. St. Benediktus melakukan latihan rohani yang ekstrim saat menghadapi godaan pikiran saat memikirkan perempuan. Yaitu dengan mengguling-gulingkan dirinya supaya tubuhnya terluka.
Nous merupakan the essence of the soul yang terletak di hati. Nous, spirit, soul merupakan satu kesatuan yang utuh di dalam hati. Ini merupakan gambaran Allah Trtunggal menurut Palamas. Nous bisa berupa pikiran, perasaan, dan kehendak. Roh akan diperbaharusi jika kita sudah dibaptis. Namun masih ada kemungkinan bahwa hawa nafsu juga yang akan menjerat kita ke dalam dosa untuk itu kita harus berjaga-jaga. Seperti halnya subjection, atau pikiran yang selalu harus kita paksa untuk mentaati perintah Allah. Maka kita harus belajar untuk mentaati perintah Allah supaya bekerja atau melatih kehidupan rohani kita sehingga menghasilkan sebuah kerohanian. Kristus mengatakan bahwa orang bijak akan mendirikan rumahnya diatas batu karena dia mendengar dan melakukan perintah Allah. Kapan pekerjaan kita mnejadi spiritual? Yaitu ketika kita sampai kepada tujuan, yaitu jika kita menjadi manusia yang bercahaya. Jika kita membaca Church Fathers maka bacaan kita menjadi rohani sehingga makin hari kita semakin se-gambar dan se-rupa dengan Kristus. Ini merupakan usaha kita untuk mencapai latihan rohani. Contohnya pekerjaan kita sehari-hari belajar, berarti itulah yang menjadi kehidupan rohani kita yang mengubah kehidupan kita yang alami.
Jika kita mengerjakan sesuatu namun tidak menggunakannya untuk mengubah pekerjaan kita menjadi kehidupan rohani maka kita disebut orang bodoh. Apa yang kita baca bukan hanya menjadi sebuah pengetahuan tetapi harus menjadi pengetahuan akan kerohanian. Apa yang kita ketahui kemudian kita pelajari lalu kita kerjakan, inilah yang disebut pekerjaan rohani dan ini juga yang disebut orang bijaksana. Namun orang yang tidak mendengar dan tidak mengerjakan pekerjaan rohani disebut orang bodoh.
Ada tiga golongan manusia yaitu, natural (manusia alamiah), flesh (Daging/orang yang bertentangan dengan hukum Allah), dan spiritual (orang yang mengerjakan hukum Allah atau kehidupan rohani. Passion merupakan sebuah keinginan seperti, seks dan segala hal yang menimbulkan kesalahan atau dosa. Bagaimana mengubah seks menjadi sesuatu yang rohani? hal ini dapat kita pikirkan secara rohani di mata Allah, contohnya seperti sebuah pernikahan, karena ketika pasangan sudah menikah maka mereka boleh melakukan hubungan seks.
Discourse 12
Book Of Steps
Ketika kita lahir baru, kita diberi makanan agar dapat bertumbuh dan menjadi besar. Makanan tersebut ada dua macam, yaitu keras dan lembut. Makanan ini diberikan sesuai dengan perkembangan atau usia seseorang. Jika makanan lembut itu sebuah praktik yang dikerjakan sehari-hari namun menjadi sebuah hal yang spiritual. Tetapi ada juga yang disebut dengan makanan yang keras seperti perintah yang keras, contohnya pengosongan diri Kristus.
Kemudian bagaimana kita mengerjakan sebuah baptisan yang visible (kelihatan) serta melakukan praktek yang tidak kelihatan atau invisible? Tubuh dapat dilihat sehingga menjadi bait Allah yang kelihatan. Namun, didalam tubuh terdapat hati yang menjadi altarnya. Secara jasmani kita memakan makanan yang keras. Namun secara rohani (tidak kelihatan) makanan rohani itu berupa askesis (latihan rohani). Tubuh harus mengalami hal yang sama seperti hal-hal materi. Contohnya puasa yang tidak kelihatan seperti puasa akan pikiran jahat, puasa untuk tidak marah. Namun puasa yang kelihatan yaitu puasa yang tidak makan dan minum. Ini merupakan usaha kita untuk menjalankan perintah Allah. Kita berdoa bukan hanya secara jasmani dan rohani seperti Kristus.
Komentar-komentar BOOK OF STEPS, Discourse XII: On the ministry of the hidden and the manifest Church
Jika kita lihat Kristus yang memecahkan roti sehingga membagi-bagikannya kepada para murid-Nya secara jasmani, Dia memang memecahkan roti. Namun jika dilihat secara rohani. kita pelajari bahwa Kristus sedang memberkati para murid-Nya. Seperti kita yang taat pada kitab suci yaitu taat kepada hal-hal yang spiritual. Jadi, sama halnya ketika kita berpuasa secara jasmani tetapi tidak diiringi secara rohani maka, itu artinya kita sedang tidak berpuasa. Mengapa kita harus berpuasa? Karena tubuh merupakan bait Allah yang tersembunyi dan berada dalam hati yang juga tersembunyi. Seperti altar yang secara fisik ada di gereja, maka tubuh kita juga demikian. Karena tubuh dan hati adalah bait yang tersembunyi sehingga Roh Kudus berdiam di dalam hati kita. Oleh sebab itu, kita harus menjaga altar hati dan tubuh yang kelihatan serta yang tidak kelihatan.
Bukan tanpa alasan Tuhan kita membuat sebuah altar dalam hati dan tubuh kita, ini semua memiliki tujuan untuk membuat altar tubuh dan hati kita menjadi tidak kelihatan. Jika kita mengerjakan hal-hal yang kelihatan, itu akan menimbulkan hal-hal yang tidak kelihatan. Sesuatu yang kelihatan itu jika tidak kita kerjakan maka kita tidak akan menghasilkan sebuah hal-hal yang tidak kelihatan. Ada gereja yang dapat dilihat oleh semua orang. Namun, ada juga gereja yang juga tidak kelihatan tetapi dapat kita kerjakan. Hal-hal yang kelihatan itulah yang sedang Allah kerjakan. Contoh gereja yang dibangun Allah melalui darah Kristus yang disebut gereja yang tidak kelihatan (1 Korintus 6:19). Kita harus rajin dalam gereja yang kelihatan sehingga kita menghasilkan gereja yang tidak kelihatan.
Gereja ini dengan altar dan baptisan yang memberikan pertumbuhan kepada laki-laki dan perempuan sebagai anak. Jika kita memakan roti yang kelihatan mungkin akan tidak memuaskan tubuh kita. Namun jika kita makan roti yang tidak kelihatan maka kita tidak akan kelaparan lagi. Efesus 3:18-19 ini merupakan sesuatu yang tidak kelihatan. Namun kita butuh sesuatu yang kelihatan atau yang praktis yang harus kita kerjakan bagi Allah. Kita tidak boleh mengesampingkan gereja yang keihatan dan tidak kelihatan, jadi kedua gereja ini penting bagi kita untuk mengerjakannya.
Ada tiga gereja yaitu gereja yang kelihatan (Visible), gereja yang ada dihatimu (Invisible), serta gereja yang di Surga (Church of Heaven). Ketiga gereja ini ada untuk melengkapi diri kita. tanpa gereja yang kelihatan ini maka tidak ada gereja dihati maupun di Surga. Gereja keihatan ada supaya gereja yang tidak kelihatan ada. Setelah gereja yang tidak kelihatan hadir maka lahirlah sebuah gereja yang berasal dari hati. Jika seseorang itu terpisah dari gereja yang kelihatan tetapi melayani di gereja yang tidak kelihatan maka dapat dikatakan orang itu sesat.
Gereja yang kelihatan itu seperti ibu yang melayani anak dan mengurus anaknya sampai bertumbuh. Ini artinya, jika kita meninggalkan gereja yang kelihatan maka kita tidak dapat bertumbuh. Jika seorang ibu yang memiliki banyak anak namun memiliki usia yng berbeda maka makanannya juga harus berbeda. Apa yang harus dilakukan untuk mengerjakan gereja yang kelihatan seperti berdoa atau membaca alkitab maka itu akan membuat kita bertumbuh dalam gereja yang tidak kelihatan. 1 Korintus 5:9; 9:22; Kis. 10:28; Fil. 2:3. Paulus merupakan gereja yang kelihatan bagi orang-orang yang memiliki gereja yang kelihatan.
2 Tesalonika 3:10-12 dalam nats ini, bukan berarti kita tidak bekerja untuk memperoleh makanan, namun karena kita percaya Kristus akan menurnikan makanan dari Surga. Namun, Rasul Paulus memberitahu bahwa ini merupakan sebuah makanan yang keras artinya harus dipahami dengan rohani Kolose 3:1-2 perkara diatas berarti perkara yang merupakan perintah Allah. Yohanes 21:15-17 semakin kita dewasa semakin kita memiliki single minded atau pikiran yang manunggal dengan Kristus, seperti Petrus yang ditanya oleh Kristus sebanyak 3x apakah dia mengasihi Kristus? Mengapa Petrus ditanyakan hal demikian? Karena Petrus merupakan pemimpin para rasul selama tiga tahun lebih dan hatinya memiliki visible church yang dia kembangkan menjadi sebuah invisible church.
Jika kita berusaha dalam gereja yang kelihatan dan tidak kelihatan maka kita akan masuk ke dalam Gereja yang ada disurga (Church of the heart). Jika kita ingin masuk ke dalam gereja yang di Surga kita harus mengalami pemurnian hati (Efesus 6:12) untuk masuk ke dalam Surga kita harus perang kepada roh-roh yang ada di angkasa. Mereka yang telah murni hatinya maka merekalah yang akan melihat Allah.
Source:
and
Book: Sebastian Brock – The Syriac Fathers on Prayer and the Spiritual Life-Cistercian Publications (1987)
Note:
Pak, Saya sudah mengomentari Artikel WordPress sebanyak 7 Komentar, Terima Kasih untuk Artikelnya Pak Gbu.
Hari ini adalah dimulainya lent atau puasa. Kita sudah memulai dari minggu pengampunan. Artinya kita saling meminta maaf kepada sesama kita. Hari ini memasuki masa puasa. Puasa terdiri dari puasa ketat seperti Tuhan Yesus selama 40 hari dan 40 malam. Mengapa Tuhan berpuasa dan dalam tradisi gereja harus berpuasa? Disebabkan Adam yang pertama tidak taat kepada makanan atau tidak berpuasa karena digoda oleh iblis. Kristus datang sebagai Adam kedua untuk memperbaiki Adam pertama yang akan menjadi nenek moyang kita. Jika Adam yang pertama tidak benar maka seluruh keturunnanya juga tidak benar. Adam pertama gagal terhadap godaan dan kuasa dan diusir dari Taman Eden namun Adam kedua berhasil memasukkan oranng-orang kedalam Firdaus dengan kematian di atas kayu salib. (lih. WordPress).
Puasa merupakan sebuah latihan rohani yang penting. Ini menjadi penentu kita bisa mentaati Allah atau tidak dalam segala hal. Contohnya makanan, Kristus sebagai manusia Dia bisa mengatasinya dalam puasa 40 hari dan 40 malam sebagai putra Allah yang taat kepada Allah. kemudian datang iblis yang menggodanya dengan mengatakan menggunakan kuasa untuk mengubah batu menjadi roti.
Beginning Great Lent
Matius 6:14-16 mengatakan, pengampunan itu mengajarkan kepada kita untuk mengampuni orang lain. Diakibatkan manusia pertama telah diusir dari Taman Eden oleh karena itu kita harus berpuasa. Allah megampuni kita lewat kedatangannya, kematiannya, keselamatannya sertapengampunannya. Pengampunan itu adalah kasih Allah kepada kita. Oleh sebab itu kita wajib berpuasa untuk memperoleh pengampunan dari Allah.
Mengampuni orang lain artinya kita sudah diampuni oleh Allah. Apa hubungannya kita mengampuni sesama kemudian kita diajak oleh Tuhan untuk berpuasa. Adam yang pertama itu jatuh ke dalam doa karena tidak berpuasa. Adam yang kedua harus belajar berpuasa untuk dapat diampuni oleh Allah. Karena manusia sudah diampuni, maka perintah Allah harus kita penuhi yaitu berpuasa. Artinya kita sedang meminta pengampunan dari Allah. Jika kita tidak memperoleh pengampunan dari Allah maka kita tidak dapat memiliki kekuatan untuk mengampuni sesama. Sebelum menjalani puasa maka kita harus membereskan hubungan dengan Tuhan dan sesama.
Puasa yang dijalani Kristus merupakan puasa yang berlangsung selama 40 hari artinya selama 5 hari x 7 hari (seminggu) = 35 hari. Kemudian kemana 5 harinya? 5 hari digunakan untuk mempersiapkan diri dalam menjalani puasa. Dimasa puasa ini banyak sekali doa-doa yang memusatkan perhatian kita kepada Allah. Dalam doa dia berkata, “Janganlah palingkan wajahmu dari pada ku ya Tuhan.” Mengapa kita harus mengatakan demikian? Dalam doa St. Efraim kita harus meminta pengampunan dari Allah. Masa puasa adalah masa kita berdamai dengan Allah dan sesama. Kemudian kita diajak kembali ke taman Eden. Mengapa kita butuh pengampunan atau rekonsiliasi?
Ada sekumpulan yang menganggap bahwa puasa itu merupakan kegiatan diet selama setahun. Hal ini merupakan pemulian/pengudusan kemanusiaan kepada Allah. Oleh sebab itu, kita diajak sebelum berpuasa jangan seperti orang Farisi yang menganggap puasa adalah kewajiban moral. Namun dalam ibadah vesper dikatakan “jika kami berpuasa sebagai salah satu kewajiban agama maka puasa itu akan sia-sia.” Inilah yang disebut dengan puasa seperti orang Farisi. Pengampunan merupakan pusat dari iman kekristenan dan kehidupan kita. Tidak ada kekristenan tanpa pengampunan dari Allah.Pengampunan menyingkapkan kepada kita bahwa pengampunan lahir dari kasih. Sama seperti Adam yang lahir dari kasih Allah. Dari relasi kita yang bermusuhan menjadi relasi kita yang bersaudara. Itulah mengapa ada perayaan minggu pengampunan. Ini merupakan usaha kita untuk merekonsiliasi dengan Allah melalui puasa yang sungguh-sungguh untuk menjalani asketisisme (latihan rohani).
1 Korintus 9:26, Bukan hanya disiplin tubuh tetapi kita juga harus mengontrol tubuh. Seperti pelari atau petinju, Rasul Paulus ingin mengatakan bahwa, dia tahu bahwa ketika masuk arena tinju maka dia sudah harus siap untuk meninju. Jika kita diam maka kita yang ditinju. Sama seperti Tuhan yang telah mengajak kita untuk masuk ke arena tinju atau surga. Asketisme itu adalah sebuah tindakan ketika kita sedang masuk ke dalam arena tinju atau biasa disebut Ring.
Rasul Paulus menjelaskan asketisme sebagai subjection atau memaksa pikiran untuk melawan musuh. Hal ini membutuhkan sebuah keharusan yang dipaksa untuk menguasai tubuh. Intinya tubuh kita memang harus dilatih jika perlu dipaksa. Sehingga ketika kita melawan hawa nafsu kita dapat melawan dengan aturan yang ada (2 Timotius 2:5), ini artinya kita harus mengusahakan diri kita untuk layak dihadapan Allah. Dalam tradisi gereja selalu ada tentang kebangkitan atau paskah. Hubungan puasa dengan doa yaitu tubuh kita akan menjadi lapar dan haus kepada Allah bukan kepada makanan jasmani yang bersifat sementara.
2. EPHREM, Hymns Preserved in Armenian, no. I
Apa hubungan doa dengan iman? Artinya doa menjadi perwakilan kita untuk berdamai dengan Allah. Doa itu seperti membuka pintu kekayaan. Tetapi kita harus bijaksana.
Doa itu seperti membelah laut merah. Dalam spiritual, artinya doa kita menyelamatkan diri kita serta membunuh para musuh. Doa menurunkan manna dari surga (Keluaran 14:28). Arti spiritualnya waktu kita berinteraksi dengan Kristus apakah Kristus itu dapat mengenyangkan perut kita? Jadi, doa itu harus mengenyangkan orang yang lapar dan memuaskan dahaga kita. Doa membutuhkan pemahaman yang lebih dalam serta membuat kita kenyangs secara rohani.
Terberkatilah orang yang berfokus kepada pertemanan dalam iman dan doa. Dia yang memiliki ibidaya atau hati yang tunggal kepada Allah. Doa seperti memadamkan murka Allah.
Hubungan doa dan iman. Dapatkah iman dapat menghentikan matahari? Tembok Yerikho yang rubuh? Melawan bangsa Amalek? Dengan iman yang disertai dengan doa maka mukjizat terjadi atas kita.
Doa dapat menyelamatkan bangsa-bangsa dari pertolongan Allah namun, juga dapat menghancurkan bangsa-bangsa.
Doa itu menyehatkan dan memberi gizi pada tubuh kita. Jika kita tidak berdoa, berkat surga itu sepertinya juga akan terhalang. 1 Raja-raja 18:38 mengatakan bahwa, doa ini mendatangkan api dari Surga. Surga Allah itu tidak tinggal diam dalam permasalahan yang dihadapi oleh umat-Nya.
Selama 40 hari Musa berdoa di gunung Horeb. Kemudian menyuruhnya naik ke gunung. Ini berarti dengan doa kita memperoleh sukacita.
Doa Daniel yang berkuasa untuk mengatupkan mulut singa. Jadi jika kita berdoa, maka hasilnya sama seperti Api yang tidak menghanguskan kita melainkan menyelamatkan diri kita. Dalam kitab Samuel juga dikatakan, Doa Hana yang dapat membuka rahimnya melalui pertolongan Allah.
St. Ephraim: Kidung Surgawi
Kita tenggelam dalam kitab suci maka perasaan kita juga seperti mengalami keindahan yang dapat kita cicipi seperti kita mencicipi indahnya kerajaan surga. Seperti kita yang masuk ke dalam Taman Firdaus. Kita yang miskin dapat melihat semua keindahan yang dapat mempesona kita. Semua hawa nafsu kita yang sudah di tinggalkan memancarkan keindahan.
Kematian bukanlah memisahkan kita dari Firdaus tetapi melahirkan kita ke dalam Firdaus. Mati dari penderitaan merupakan kelahiran di Firdaus. Seperti Kristus yang mulia yang sedang mengendarai Firdaus. Demikianlah Firdaus diciptakan untuk manusia supaya dapat menikmati manisnya Firdaus. Dalam gereja Kristus menambahkan firman Tuhan, ini merupakan paralel dengan pohon kehidupan yang ada di taman Eden. Adam pertama tidak mengindahkan perkataan firman Allah maka dia binasa. Dalam taman Firdaus tidak ada lagi orang yang cacat baik secara jasmani dan rohani.
Source:
Book : Sebastian Brock – The Syriac Fathers on Prayer and the Spiritual Life-Cistercian Publications (1987)
Saya telah membaca 7 artikel wordpress pak, Terima kasih artikelnya Gbu.
Kita percaya bahwa kitab suci telah memberikan beberapa kisah menarik untuk melihat tujuan yang ditulis. Tujuannya yaitu jika dalam perjanjian lama maka ini merupakan bayangan dari Kristus. Dalam perjanjian baru kita dapat melihat wujud nyata dari Kristus. Sebagaimana Tuhan dari pangkuan Sang Bapa telah diberikan bagi kita demi keselamatan kita; demikian Yusuf dari pangkuan Yakub, ayahnya, diutus untuk menanyakan kabar saudara-saudaranya.
Sebagaimana saudara-saudara Yusuf yang begitu kejamnya, saat melihat dia mendekat kepada mereka, dirancangkannya kejahatan kepada dia, meskipun ia membawa damai bagi mereka. Dari bapa yang sama, demikian pula orang Yahudi, saat melihat Sang Mukhalis, mereka mengeraskan hati: Dia inilah sang pewaris, marilah kita habisi, dan kita ambil semua warisan ini. Ini merupakan sebuah tipologi yang sama dan akan terjadi kepada Kristus
Seperti yang telah dikatakan saudara-saudara Yusuf begini: Marilah kita lihat nanti, bagaimana nasib si pemimpi. Dengan cara yang sama, berkatalah orang Yahudi: Marilah kita bunuh dia, dan rebut warisan ini. Sambil makan, saudara-saudara Yusuf, menjualnya, hendak membunuhnya dengan sengaja, Demikian pula orang Yahudi yang penuh rasa benci, Sambil makan Paskah membunuh Mukhalis dengan keji.Turunnya Yusuf ke Mesir adalah suatu tanda, turunnya ke dalam bumi Sang Juru Selamat kita. Hal ini menunjukkan tanda bahwa Kristus dapat menebus dosa manusia. Sebagaimana kamar pengantin yang Yusuf memasukinya, menginjak-injak seluruh kekuatan dosa. memakai hadiah kemenangan yang cerah, mengalahkan perempuan Mesir, nyonyanya. Demikian juga Tuhan Juruselamat kita, turun ke alam maut dengan tangan kanan-Nya, di sana hancur segala kekuatan ketakutan dan perbudakan yang tak terkatakan.
Ketika Yusuf menaklukkan dosa, dia dipenjara hingga masa penobatannya. Demikian juga Tuhan kita masuk ke dalam kubur membawa dosa-dosa dunia. Sekian waktu Yusuf menghabiskan waktu di dalam penjara, melewatkan hari-harinya dalam kasih yang tak terkira. Demikian juga Tuhan, tiga hari di dalam kuburnya, Dengan kuat kuasa-Nya tak mengalami binasa. Atas perintah Firaun, Yusuf dibawa keluar dengan mulia, sebagai contoh yang sesungguhnya; ketika dengan mudahnya ia menafsirkan mimpi, memberitahukan banyaknya gandum yang akan terjadi. Demikian juga Tuhan kita, bangkit dari mati, dengan kuasa-Nya mempermalukan dunia orang mati. Mempersembahkan kepada Bapa kemerdekaan kita, memberitakan kebangkitan dan hidup tak binasa. Di atas kereta Firaun, Yusuf mengambil tempat duduknya, atas seluruh tanah Mesir ia telah menerima kuasa. Jurus Slamat kita, di atas awan-awan naik ke sorga, Duduk di sebelah kanan Bapa dalam kemuliaan sebagai Anak Tunggal-Nya.
la memerintah atas tanah Mesir seluruhnya, memiliki kuasa melawan musuh-musuhnya, saudara-saudaranya datang dengan sukarela, sebelum pengadilan orang mati menjumpai mereka. Dengan rasa takut dan gentar mereka sujud di hadapannya, di depan orang yang mereka jual supaya menemui ajalnya; dengan rasa takut mereka sujud di hadapannya, orang yang tak diharapkan menjadi raja atas mereka. Tetapi Yusuf mengenali mereka, dengan satu kata menyingkapkan jati diri mereka; dan tersadarlah mereka, berdiri menganga, dengan rasa malu, tiada berucap apa-apa.
Tak punya apa-apa sebagai pembelaan mereka, mengetahui segala dosa yang diperbuatnya; ketika dijualnya dia yang dipikirnya ada di dunia bawah, sekejap saja didapati sedang memerintah mereka. Begitu juga ketika hari yang menakutkan itu tiba, ketika Tuhan datang berada di awan-awan di udara, dan Dia duduk di takhta kerajaan-Nya; semua musuhnya datang di hadapan bema-Nya, mereka yang menolak pemerintahan-Nya, dalam keterikatan oleh para malaikat mereka dibawa. Orang Yahudi yang tak beradab berpikir tanpa akal, jika la disalibkan, Ia mati sebagai manusia biasa. Si malang itu tak sadar bahwa Tuhan telah datang. demi keselamatan, untuk menyelamatkan jiwa kita. Dengan berterus terang Yusuf telah berkata-kata membuat gentar dan takut saudara-sudaranya; Akulah Yusuf yang telah kamu jual sebagai hamba, sekarang aku menjadi raja tanpa kamu menginginkannya,
Demikian juga Tuhan telah menunjukkan salib-Nya, dengan terang kepada mereka yang menyalibkan-Nya; dan mereka mengenali salib-Nya, dan Anak Allah yang telah disalibkan oleh mereka.
Pengajaran iman kita bukanlah sebuah ikatan. Sabda Kehidupan diterima dengan kehendak bebas tanpa paksaan. Tetapi barangsiapa ingin mendengarkan pengajaran iman, hendaknya ia menyucikan kehendak bebas dalam dirinya terlebih dahulu, sehingga benih sabda yang ditaburkan tidak jatuh di antara tanaman berduri, yaitu rasa keingin-tahuan yang sia-sia. Jika engkau ingin mendengar Sabda Kehidupan, lepaskanlah dirimu dari segala kejahatan, sebab tidak ada gunanya seseorang mendengarkan sabda itu jikalau ia masih terikat oleh dosa. Yang pertama-tama dari semuanya itu, percayalah kepada Allah dan perhatikanlah hukumhukum-Nya. Engkau tidak dapat mendengarkan sabda-Nya jikalau engkau tidak mengenal dirimu sendiri, dan kalau engkau menjaga ketetapan-ketetapannya tetapi pengertianmu jauh dari pada-Nya, siapakah yang akan memberi upah kepadamu pada waktunya?
Engkau telah dibaptis di dalam nama-Nya, yang satu dalam tiga hypostasis, Sang Bapa, Sang Putra serta Sang Roh Kudus, yang ketiganya menjadi penjagamu dari perpecahan dan perseteruan. Jangan meragukan kebenaran, karena ketika engkau meragukannya, maka ia akan berbalik membinasakan engkau. Engkau telah dibaptis dengan air dan telah dijubahi dengan Kristus, meterai Tuhan ada di dalam dirimu dan tanda meterai-Nya ada di dahimu. Jagalah dirimu agar engkau tidak terpengaruh dengan hal yang lain, sebab engkau tidak memiliki tuhan yang lain. Esalah Dia yang telah membentuk kita dengan rahmat pengasihan-Nya, esalah Dia yang telah menebus kita di atas kayu salib. Dialah yang membimbing hidup kita, Dialah yang memiliki kuasa atas kelemahan-kelemahan kita, Dialah yang menggenapi kebangkitan kita, Dialah yang memberi rahmat sesuai dengan perbuatan kita. Terberkatilah orang yang mengakui Dia dan melaksanakan segala perintah-Nya. Hai, anak-anak manusia, engkaulah anak-anak dari Allah Sang Penguasa segalanya. Jagalah dirimu agar engkau tidak membuat murka Bapamu yang baik dan penuh rahmat dengan segala perbuatanmu.
Ketika engkau marah kepada sesamamu, engkau marah kepada Allah. Ketika engkau memikul kuk kemarahan dalam hatimu, maka keangkuhan hatimu itu adalah kepada Allah. Ketika engkau menegur seseorang disertai dengan rasa dengki, maka teguranmu adalah kekejian. Ketika engkau memiliki kasih, maka tentulah engkau tidak akan mempunyai musuh di dunia ini. Ketika engkau adalah anak perdamaian sejati, maka engkau tidak akan menimbulkan amarah di hati sesamamu. Ketika engkau bertindak adil dan benar, maka engkau tidak akan melakukan hal-hal yang salah terhadap saudaramu.
Jikalau engkau senang akan kemarahan, marahlah terhadap setiap kesesatan. Jikalau engkau senang akan perseteruan, sesungguhnya iblislah yang menjadi seterumu. Jikalau engkau senang membenci, maka perlihatkanlah kebencian dan caci-makimu kepada roh-roh kejahatan.
Jikalau engkau menghina gambar pemimpinmu, engkau akan dihukum. Jikalau engkau membenci seseorang, maka sesungguhnya gambar Allah itulah yang engkau benci. Hargailah sesamamu, dan lihatlah, sesungguhnya engkau sedang menghargai Allah. Jikalau engkau ingin menghina Allah, maka hinalah sesamamu manusia dalam segala amarah angkara murkamu!
Inilah perintah yang pertama: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Tanda bahwa engkau mengasihi Allah adalah bahwa engkau mengasihi sesamamu Jikalau engkau membenci membenci sesamamu maka sesungguhnya kebencianmu adalah kepada Allah.
Ini adalah sebuah hujatan ketika engkau berdoa kepada Allah sedangkan hatimu dalam kemarahan, dan lebih daripada itu, hatimu akan menuduh engkau sedang berdoa dengan kata-kata yang sia-sia. Hati nuranimu akan menuduh dengan mengatakan bahwa doadoamu itu tidak membuahkan sesuatu apapun. Kristus yang digantung di atas salib itu bersyafaat bagi penjahat yang ada di sampingnya; dan engkau yang berasal dari debu-tanah, anak-anak dari tanah, dikuasai oleh angkara murka, menyimpan amarah kepada sesamamu, dan dengannya engkau masih ingin berdoa? Noda dari ketidak-adilanmu akan mengotori orang yang ada di sampingmu, yang tidak ada kena-mengena dengan amarahmu, dan karenamu doa mereka tidaklah didengarkan. Buanglah amarahmu lalu berdoalah, jikalau tidak, maka engkau akan terus tergoda dalam amarahmu. Tahankanlah amarahmu dan mulailah memohon kepada Tuhan. Jikalau sesamamu tidak menemui engkau dalam angkara murka, maka usirlah hal itu dari tubuhmu sebab angkara murka diikat oleh percabulan.
Engkau memiliki kodrat rohani, dan jiwa adalah gambar dari Sang Khalik. Hormatilah gambar Allah itu dengan menjadi satu hati dan satu pikiran dengan sesamamu. Ingatlah hari kematianmu, dan janganlah lekas menjadi marah, sehingga damai sejahteramu tidak terhalang.
Selama engkau hidup, bersihkanlah jiwamu dari angkara murka. Sebab jika tidak, maka ia akan mengikuti engkau sampai ke dunia bawah, dan olehnya engkau masuk ke dalam alam maut. Jangan menyimpan amarah dalam hatimu dan angkara murka dalam jiwamu, engkau tidak memiliki kuasa apapun atas jiwamu sendiri selain berbuat segala hal yang baik.
Engkau telah dibeli dengan darah ilahi, engkau telah ditebus dengan kesengsaraan Kristus, yang demi engkaulah la telah mengalami kematian sehingga engkau dapat mati demi dosamu Wajah-Nya telah diludahi sehingga engkau tidak menjadi ciut oleh cemoohan. Ia telah meminum cuka dan anggur asarn sehingga engkau tidak menerima murka. Ia telah memperoleh banyak deraan di tubuh-Nya sehingga engkau tidak mengalami penderitaan.
Jikalau engkau adalah hamba Allah sejati maka engkau akan takut dan gentar dengan Tuanmu yang suci itu. Jikalau engkau adalah murid yang sejati maka engkau akan berjalan mengikuti langkah gurumu. Bertahanlah dalam cemoohan dan sesamamu sehingga engkau dapat menjadi teman seperjalanan Kristus. Jangan perlihatkan kemarahanmu kepada sesamamu sehingga engkau tidak akan dipisahkan dari penebusmu.
Jikalau engkau tidak mengenali mengenali martabatmu dan kehormatanmu sebagai seorang manusia, debu-tanah dari bumi dan saudara dari tanah, serta anak dari kebinatangan yang buas, maka pisahkanlah dirimu darinya bukan dari perkataan tetapi dari perbuatan. Jikalau engkau senang dengan pertengkaran, maka engkau sama dengan iblis. Jikalau engkau menghina dan mengejek sesamamu, maka engkau adalah perpanjangan mulut setan. Jikalau engkau suka akan penghinaan akan kekurangan dan cacat sesamamu, maka engkau telah mengambil tempat iblis dengan cara paksa. Jauhkanlah dirimu dari segala hal ini, hai manusia! Hal ini adalah pencideraan. Jikalau engkau ingin hidup baik, maka duduklah jauh-jauh dari pencemooh. Jikalau tidak, maka engkau akan menjadi sahabat sejati dalam kejahatannya dan penghukumannya.
Bencilah segala macam ejekan, penghinaan dan pesta pora. Ketika engkau mendengar hal itu secara tidak sengaja, maka buatlah tanda salib yang gemilang itu dan menyingkirlah daripadanya seperti rusa yang berlari. Tempat setan berdiam maka Kristus tidak akan tinggal di situ luas dan lebar tempat kediaman setan pada mereka yang suka menghina sesamanya.
Hati seorang pengejek dan pencemooh adalah istana si iblis, dan penuhlah kejahatannya tanpa perlu iblis menambahkan ke dalamnya. Ejekan dan cemoohan adalah persediaan kebutuhan iblis di tempat kediamannya, kantong dan perut iblis takkan pernah menjadi puas dan merasa cukup dengan segala perbuatan ini, Dengan tawanya, orang fasik ditaklukkan dan tidak tersadar bahkan tidak mengetahuinya. Borok ini tidak tersembuhkan dan kesakitan ini tidak ada akhirnya, dan obat apapun tidak pernah dapat menghilangkan rasa perihnya. Aku tidak punya keinginan apapun untuk menasihati orang semacam ini. Kekurangajaran dan rasa malu itulah yang pantas bagi orang seperti itu. Diberkatilah mereka yang tidak mendengarkan cemoohan orang semacam ini, dan diberkatikah mereka yang tidak mengenal orang semacam ini. Semoga mereka tidak menyusup ke dalammu, ya Gereja, sebab mereka adalah ragi yang jahat dari setan.
Sempitlah jalan kehidupan dan lebarlah jalan kebinasaan. Doa dapat memimpin seseorang ke kerajaan Sorga. Inilah pekerjaan yang sempurna, yaitu doa murni yang bebas dari segala kejahatan. Kebenaran manusia tidak ada artinya pada saat diperhadapkan dengan Allah. Apalah pekerjaan manusia itu? Semuanya sampah tak ada gunanya! Hanya melalui rahmat ilahi-Mu saja, ya Tuhan, keberadaan kami menjadi baik. Kepada-Mu sajalah segala kebenaran dan di dalam kebenaran itu sajalah kami dibenarkan. Kepada-Mulah segala belas kasihan dan rahmat sehingga kami yang diambil dan diciptakan dari debu ini boleh memantulkan gambar diri-Mu. Berikan kekuatan kepada kehendak kami sehingga kami tidak tenggelam dalam dosa.
Karuniakanlah ingatan akan Engkau, ya Allah, ke dalam lubuk hati kami sehingga boleh kiranya kami menghormati-Mu setiap waktu. Bangunkanlah kebenaran-Mu dalam pikiran kami sehingga kami tidak binasa dalam keragu-raguan. Tenggelamkanlah pikiran kami dengan pengertian akan hukum-Mu sehingga kami tidak terjebak dalam pikiran yang sia-sia. Pimpinlah tubuh kami sehingga kami tidak menyakiti diri kami.
Dekatkanlah dirimu kepada Allah maka iblis akan lari dari padamu. Usirlah hawa nafsu kedagingan dari hatimu maka engkau akan membuat musuhmu lari tunggang-langgang. Bencilah dosa dan pelanggaran maka iblis akan menyingkir dari engkau. Ketika engkau berbuat dosa maka engkau telah memiliki berhala secara diam-diam, ketika engkau mencintai pelanggaran maka engkau sedang melayani roh-roh kejahatan. Ketika engkau berseteru dengan sesamamu maka iblis akan tinggal dalam kedamaian, ketika engkau iri dengki kepada sesamamu maka engkau sedang memberi salam kepada iblis. Ketika engkau sedang menyatakan kebusukan dari sesamamu yang tak hadir bersamamu maka lidahmu menjadi harpa yang indah bagi rohroh kejahatan. Kapan saja kebencian bersarang di hatimu, maka iblis si pendusta itu sedang tidur nyenyak dengan tenang. Kapan saja engkau mencari pujian sanjungan orang, maka apapun yang kauperbuat menjadi sampah tak ada gunanya. Ketika engkau mencintai khotbah fasih yang membuat senang telingamu, engkau sedang membuat jamuan bagi roh-roh kejahatan. Inilah penyembahan berhala dan wujud nyata dari hawa nafsu kedagingan.
Ketika engkau memberikan sesuatu dalam keangkuhan maka pemberian itu bukan dari Allah. Ketika engkau merasa tersanjung atau terangkat karena pengetahuanmu dan kepandaianmu maka sesungguhnya engkau sudah menolak rahmat ilahi. Ketika engkau miskin dan angkuh, maka engkau akan mati dalam penderitaanmu. Ketika engkau melarat dan angkuh, maka engkau sedang menuju kebinasaan. Ketika kebutuhanmu adalah makanan tetapi yang kauinginkan adalah haus akan kekayaan materi, maka masalahmu adalah dengan si miskin dan penderitaanmu adalah dengan si kaya.
Ketika matamu penuh dengan percabulan dan menginginkan isteri sesamamu, maka bagian yang pantas bagimu adalah dengan para pezinah dan nerakamu adalah bersama dengan orang cabul. Biarlah air matamu adalah milikmu sendiri dan engkau hanya minum dari sumurmu sendiri. Janganlah membiarkan orang lain sampai minum dari padanya.
Inginkanlah kemurnian tubuhmu seperti engkau mengingini istrimu sendiri, engkau tidak ingin istrimu berzinah dengan lelaki lain dan engkau tidak berzinah dengan perempuan lain. Bencilah perzinahan dan berdirilah jauh-jauh dari padanya. Kemurnian adalah milik isterimu dan kesuciannya adalah mahkotanya. Suami adalah hukum dan keadilan adalah mahkotanya. Jangan mengingini tempat tidur sesamamu seperti engkau tidak ingin sesamamu mengingini tempat tidurmu. Jagalah pernikahanmu tetap dalam kesucian, kemurnian dan kekudusan. Hati nurani akan menegur mereka yang telah menajiskan kesucian pernikahan orang yang berzinah. Kegelapan lebih dekat dan bukan terang bagi mereka yang tidak hidup dalam kesucian.
Dia secara diam-diam melakukan perzinahan akan berdiri dengan rasa takut di setiap waktu, dan saatnya akan tiba ketika semua akan dibukakan dan perbuatan yang dilakukan dengan tersembunyi akan dinyatakan. Dengan mata seperti apa yang engkau pakai untuk melihat Allah di dalam doamu? Tangan seperti apakah yang engkau tadahkan kepada Tuhan ketika ketika memohon pengampunannya. Malulah, hai engkau yang tak tahu budi pekerti! Ketika engkau menjadi malu ketika melihat isteri sesamamu, pikirkan betapa malunya engkau terhadap Allah yang melihat segala sesuatunya? Engkau seperti babi dalam kotoran. Jikalau engkau tidak menjaga pikiranmu, maka matamu akan menyeret engkau kepada dosa, dan jikalau engkau tidak menjaga telingamu, maka dalam pendengaran itulah engkau akan berbuat pelanggaran.
Hati seorang pezinah penuh dengan nafsu berahi yang nampak melalui perkataan kotor yang diucapkannya. Seorang yang ingin berzinah telah mengenakan jubah yang memalukan, yang melalui jubah itu percabulan masuk dan diam di dalam hatinya. Jangan mengoyakkan jubah Kristus dengan jubah lain secara ceroboh. Jangan memandang seorang perempuan sundal dan engkau terperangkap oleh jerat keelokan parasnya.
Pencabulan bagaikan anjing liar dan gila, orang yang mengikutinya tak punya rasa malu dan kesusilaan. Terimalah percabulan ini dengan ludahan dan burulah ia dengan tombak dan gada layaknya seekor anjing gila. Tolaklah segala perkataan manisnya sehingga engkau tidak terperangkap olehnya. Larilah dari padanya sehingga ia tidak mengoyak-ngoyak tubuhmu, sebab percabulan adalah putri dari ular beludak.
Janganlah memfitnah sesamamu, jikalau tidak, maka engkau sama saja dengan iblis. Jikalau engkau membenci fitnah, jangalah dekat-dekat dengan perbuatannya. Jikalau engkau senang dengan perbuatannya, janganlah lekas marah kepada orang yang menyebutmu: tukang fitnah.
Perhatikanlah hewan dan burung-burung di sekelilingmu, mereka hanya menetap dengan jenisnya; oleh sebab itu menjadi satu pikiran dan satu hatilah dengan isterimu.
Janganlah bersukacita dengan kemalangan sesamamu sehingga engkau tidak menjadi iblis bagi sesamamu. Jikalau suatu kemalangan menimpa orang yang membencimu, janganlah engkau bersukacita atasnya sehingga engkau jatuh ke dalam dosa . Berdukacitalah ketika musuhmu mengalami kemalangan.
Dengan penuh kerajinan, jagalah hatimu agar hatimu tidak melakukan dosa secara tersembunyi, yang dari padanyalah perbuatan dosa akan mengikuti. Biarlah tanganmu bekerja dengan giat dan hatimu memanjatkan doa dengan tenang.
Janganlah menyukai khotbah kosong sebab khotbah yang baik adalah yang berguna menerangi jiwa dan tubuhmu yang giat bekerja.
Jikalau ada seorang miskin yang mengetuk pintu rumahmu, bukalah pintu rumahmu dan segarkanlah ia apabila ia letih, dan hiburkanlah hatinya yang sedih sebab engkau tahu akan dera kemelaratan itu dari pengalamanmu sendiri.
Akhirnya, janganlah menerima hal lain selain Kristus sendiri di dalam rumahmu, dan jangan sampai engkau mengusir orang miskin yang datang ke rumahmu.
Saudara-saudaraku, bangunlah suatu kebiasaan yang bijaksana sehingga lawan-lawanmu tidak menertawakanmu. Berjaga-jagalah atas segala sikapmu sehingga engkau tidak menjadi bulan-bulanan orang bebal. Jadilah lurus dalam sikapmu, berhatihatilah dalam lakumu. Jadilah bijaksana dan sederhana, biarkanlah tubuhmu tetap dalam keheningan dan sukacita. Biarlah salammu tetap sederhana dan obrolanmu singkat namun penuh kebijaksanaan. Jangan terlalu banyak bicara walaupun perkataanmu bijaksana, sebab perkataan yang terlalu banyak walaupun penuh kebijaksanaan akan menimbulkan kekhawatiran. Jadilah seorang bapa dalam rumahmu, anggaplah engkau sebagai orang yang paling kecil dan hina serta kurang berharga bagi semua orang. Jagalah rahasiamu hanya dengan sahabatmu, yaitu mereka yang engkau tahu adalah orang yang setia. Perhatikanlah agar tidak ada perkataan sia-sia ditengah-tengahmu dan sahabat-sahabatmu, sehingga mereka tidak menyingkapkan rahasiamu dan semua orang mendengar dan melihat engkau sebagai orang yang suka membuat masalah. Jangan muka bertengkar dan berbantah-bantahan dengan orang yang membencimu, dalam perbuatan maupun dalam hati, sebab musuh satu-satunya adalah iblis. Jadilah orang yang memahami terhadap isteri yang engkau nikahi dan biarkanlah ia melakukan apa yang seharusnya ia perbuat sebab yang kuat harus siap menolong ia yang lebih lemah. Ketika engkau marah, jadilah seperti burung rajawali , yang ketika amarahnya pergi, maka ia menjadi tegas dan tetap bersukacita, kedua hal ini menyatu walaupun berbeda.
Di hadapan para presbiter Gereja hendaklah engkau tetap tenang dan hormat kepada mereka. Hormatilah mereka dengan kerajinan sebagaimana mereka menjadi penjaga yang baik dari rumah Allah. Hargailah mereka dan janganlah mencari kelemahan perbuatan mereka. Mereka adalah malaikat dalam jawatan tetapi manusia dalam perbuatan. Oleh rahmat biarlah ia menjadi pengantara antara Allah dan manusia.
Janganlah suka mencari-cari kelemahan sesamamu, jangan membuka dosa sesamamu dan jangan mengungkit-ungkit kejelekan sesamamu. Sebab engkau bukanlah hakim dari segenap ciptaan, engkau tidak akan pernah menjadi penguasa bumi. Ketika engkau mencintai kebenaran, hakimi dirimu sendiri, tegurlah kesalahanmu sendiri, dan jangan secara keji mencari-cari kesalahan orang lain, sebab ketika engkau berbuat hal ini, niscaya kemalanganmu tidak akan pernah berkurang dari padamu. Jangan seketika percaya dengan apa yang didengar oleh telingamu, sebab banyak sekali penipu. Janganlah seketika percaya berita-berita kosong, sebab banyak sekali kabar burung.
Janganlah percaya dan memiliki jimat-jimat, takhayul dan ramalan sebab ini adalah persekutuan dengan setan. Jangan suka berbisik-bisik walaupun itu benar, dan janganlah mengatas-narnakan dirimu dalam setiap pembicaraan. Larilah dari pembicaraan kosong seperti engkau lari dari perampok kejam. Tolonglah orang miskin sesuai kemampuanmu. Jangan mengejek orang bebal, tetapi berdoalah agar engkau tidak seperti dia. Janganlah menyalahkan orang yang berbuat dosa supaya dosa tidak mencobaimu dengan cara yang sama. Jadilah seorang pembimbing dan penolong mereka yang sedang bertobat dari dosa dan doronglah mereka untuk bangkit. Tolonglah mereka sehingga mereka tetap berpegang teguh dalam pengharapan kepada Allah dan dosanya diampuni. Kunjungilah mereka yang sakit dan jangan engkau mencari-cari perhatian dari banyak orang sehingga mereka mencari engkau. Kenalilah yang berduka dan jangan menjadi orang asing bagi yang bergembira. Bangunlah tembok di sekitar mulutmu dan awasilah bibirmu. Jangan suka mabuk anggur sehingga akan berlipat ganda kekuranganmu. Sahabat yang baik dalam kesusahan akan menyatakan dirinya kepada orang yang dikasihi. Dalam kasih, hiburkanlah mereka yang berdukacita, dan berdoalah agar mereka memperoleh istirahat dengan damai di dalam Allah.
Ketika engkau berdoa, berserulah dengan segenap jiwamu: “Berbelaskasihlah kepadaku, orang yang berdosa dan lemah ini! Kasihanilah, ya Allah, setiap kelemahanku dan anugerahkan kekuatan agar aku dapat menaikkan doa yang seturut kehendak-Mu. Jangan menghukum lawan-lawanku dan jangan membalas mereka yang membenci aku tetapi kirimkanlah rahmat kasih karunia-Mu kepada mereka agar dapat melaksanakan kehendak-Mu.” Ucapkanlah doa ini pada saat engkau berdoa dengan bersujud di hadapan Allah Yang Mahakuasa.
Jangan menghardik kejahatan sebab seseorang yang menjadi jahat adalah berasal dari yang jahat. Berikanlah apa yang layak mereka terima, sehingga apabila mereka binasa, engkau luput dari tuduhan. Jangan menghormati seseorang berdasarkan apa yang menjadi miliknya dan harta bendanya, anggaplah hal ini tidak ada dan tetaplah berpikir bahwa Allah adalah segala-galanya. Jikalau engkau meminta kepada sesamamu dan ia tidak memberikan apa yang engkau minta, janganlah engkau melawan dia dengan kata-kata yang penuh kepahitan. Buanglah dukacita dan kesedihan dari pikiranmu dan bersedihlah karena dosa-dosamu. Walaupun engkau berlimpah harta, janganlah pernah berhenti bekerja dan berusaha sebab orang yang malas akan menerima rasa bersalah berlipat ganda karena kemalasannya.
Cintailah kesederhanaan dan inginkanlah kesabaran. Jikalau engkau mendapat keduanya maka engkau adalah ahli waris dari halhal di tempat tinggi. Jangan mencemooh mereka yang miskin. jangan sampai mereka mengutuk engkau, sebab teriakan orang miskin didengar oleh Allah terhadap orang-orang yang mencemooh mereka. Jika pakaiannya kotor, cucilah pakaiannya dengan air yang kauperoleh dengan cuma-cuma.
Sudahkah orang miskin masuk ke dalam rumahmu? Jikalau sudah, ketahuilah bahwa Allah sudah berkunjung ke rumahmu dan la tinggal di tengah-tengahmu. Seseorang yang kaulepaskan dari masalah akan melepaskan engkau juga ketika engkau mendapatkan masalah.
Sudahkah engkau membasuh kaki orang asing? Jikalau demikian engkau sudah membasuh dosa-dosamu.
Sudahkah engkau menjamu orang miskin? Jikalau sudah maka Allah duduk bersamamu, dan Kristus minum bersamamu serta Roh Kudus berisitrahat bersamamu.
Apakah orang miskin sudah kaukenyangkan dan kausegarkan? Ketahuilah bahwa engkau sudah menjamu para malaikat dan ia akan bersaksi bahwa engkau sudah menghilangkan laparnya dan dahaganya.
Betapa baiknya Tuhan itu! Betapa tidak terukurnya kasih setia-Nya! Diberkatilah ia yang diakui-Nya sebagni milik kepunyaan-Nya. Celakalah mereka yang ditolak oleh Dia, api yang kekal telah tersedia untuk mereka. Berharaplah dalam sukacita, hai anak-anakku, taburkanlah benih yang baik dan janganlah menjadi khawatir. Cintailah benih yang baik itu dan tetaplah berharap kepada tuaian yang baik.
Janganlah mengerjakan apapun tanpa diiringi oleh doa, meteraikanlah segala yang kaukerjakan, hai anakku, dengan tanda salib yang memberi hidup itu. Janganlah engkau keluar dari rumahmu tanpa engkau membuat tanda salib di tubuhmu, baik ketika engkau makan dan minum, ketika engkau sedang tidur dan terjaga, ketika engkau sedang berada di rumah ataupun dalam perjalanan, ketika engkau sedang rekreasi, janganlah mengabaikan atau melupakan untuk membuat tanda salib, sebab tiada pelindung yang dapat melindungimu seperti tanda salib. Tanda salib adalah tembok yang kuat yang melindungimu dan segala sesuatu yang kaukerjakan. Ajarlah anak-anakmu untuk membuat tanda salib sehingga mereka terbiasa untuk melakukannya.
Ikatkanlah dirimu dengan hukum Allah sehingga engkau menjadi mereka dalam kebenaran. Biarlah jiwamu hanya menginginkan hukum Allah. Berapa banyak perintah yang harus kutulis dan berapa banyak hukum yang harus kuukir. Jikalau engkau merindukan untuk belajar mengenai kemerdekaan dan jikalau engkau mencintai kekudusan, tentulah engkau akan mengajarkannya kepada orang lain.
Alkitab membawaku ke pintu gerbang Firdaus, dan pikiran yang rohani berdiri dengan takjub dan heran ketika masuk. Pengetahun, akal menjadi pusing dan lemah karena indera tidak lagi mampu menampung harta karunnya karena begitu megahnya mereka untuk membedakan penikmatnya dan menemukan perbandingan untuk warna-warnanya, atau mengambil keindahannya untuk menuliskannya dengan kata-kata.
Lidah tidak dapat menghubungkan penjelasan sorga yang paling dalam, juga tidak cukup dengan bagian luarnya, bahkan perhiasan sederhana oleh pagar Firdaus tidak dapat dihubungkan dengan cara yang berkenan; sebab warna-warni sorga penuh dengan sukacita aromanya yang paling harum, keindahannya yang paling diinginkan dan kelezatannya yang mulia. Tidak ada cermin yang memada untuk memantulkan keindahannya, bahkan cat warna yang bisa melukiskannya.
Saya telah membaca dan mengomentari artikel dari bapak sebanyak 7 artikel wordpress, terima kasih atas artikelnya Tuhan Yesus memberkati
Singleness of heart atau hati yang tunggal adalah sebuah kondisi hati yang memiliki tujuan untuk fokus kepada satu pribadi yaitu kepada Allah. Istilah ini digunakan untuk menemukan Kerajaan Allah dalam diri sendiri. Jika sang Allah ada di dalam dirimu, maka juga Kerajaan-Nya ada di dalam dirimu. Disinilah Kerajaan Allah – didalam dirimu. Masuklah ke dalam dirimu, carilah dengan tekun dan tanpa kerja keras engkau tidak akan menemukannya. Kerja keras yang dimaksud adalah melakukan pertapaan atau Asketisme. Berikut beberapa perspektif doa menurut St. Ephrem :
Single of heart adalah cara bagaimana manusia mencari Allah melalui iman dalam doa sehingga melahirkan sebuah keheningan atau keberdiaman batin. Keberdiaman batin artinya, kita sedang berbicara kepada Allah bukan melalui suara tetapi di dalam batin. Iman perlu menggunakan suara, seperti yang diucapkan St. Ephrem, “aku memanjatkan imanku dengan suara ku.” Doa dan permohonan harus dikandung dalam pikiran lalu dilahirkan dalam keheningan tanpa menggunakan suara.
Jika rahim sang ibu tidak mau melahirkan bayi, atau rahim itu , maka yang terjadi adalah ibu dan anaknya akan mati karena rahimnya. St. Ephrem juga mengatkan, “Semoga mulutku tidak menahan iman ku.” Mulut itu sebagai iman, sehingga hasilnya kita tidak binasa atau Roh Allah tidak pergi dari kita. Jika mulut kita menutup iman kita, maka kita akan binasa. Jadi iman melahirkan doa, seperti rahim yang melahirkan anak.
Jika pohon menahan ranting yang harusnya dialiri makanan, maka yang terjadi ranting itu akan layu dan mati sehingga buahnya juga tidak akan tumbuh dari ranting. Demikian pula iman yang mengalirkan makanan kepada tubuh kita melalui doa.
Jika Benih yang ditanam dan dipupuk di dalam tanah yang subur, maka akan menghasilkan buah-buah yang lebat. Dapat dilihat bahwa St. Ephraim menghubungkan iman dan doa. Imanlah yang pertama harus dimunculkan seperti pohon atau benih yang ditabur, lalu menghasilkan buah-buah yang penuh dengan buah-buah yang bermekaran.
Ikan dapat bertelur dan beranak di dalam laut. Ketika ikan yang bertelur itu berenang di tempat yang dalam, maka musuh tidak dapat menangkap mereka. Sama seperti iman kita yang tidak tersesat jika kita sudah masuk ke dalam batin yang sudah hening atau silence. Sama seperti pikiran kita yang sduah menjadi Illuminous silence, maka pikiran kita sudah terhubung dengan Allah sehingga akan menjadi sebuah singleness of heart.
Doa itu seperti sebuah kata-kata yang masuk ke dalam kamar pengantin, jika kita berakhir melalui atau menguasai mulut kita, maka kita tidak akan tersesat didalamnya. Jadi, kamar batin kita adalah stillness, dan silence. Dua hal inilah yang menjadi penjaga kamar pintu hati saat kita terjaga. Stillness, silence adalah penjaga yang terpercaya dari pintu kamar itu. Seperti seorang perwira atau kasdim kerajaan yang menjaga raja siang dan malam demikian kita juga doa yang terus menjaga hati serta iman kita. Tetapi yang menjaga hati kita harus mencapai kondisi stillness dan silence (keheningan batin).
Doa itu seperti kita yang sedang berdoa dengan suara melahirkan seorang putra raja lewat iman kita. Artinya, doa itu bukan berartib teriak-teriak supaya terdengar, tetapi melalui suara mulut kita yang turun ke kamar pengantin (hati) dan masuk ke dalam iman (Nous) kita. Suara itu makin turun ke dalam kamar pengantin dari telinga kita. Apa yang kita dengar turun ke dalam hati. Inilah yang menjadi doa sehingga melahirkan kemurnian hati. Jadi, kita seperti pasangan pengatin antara kita dengan putra raja atau kepada Kristus. Kita harus berkuasa atas diri kita sendiri melalui doa. Melalui doa kita berkuasa atas hati. Tetapi dengan iman yang didengar dan diucapkan tidak sia-sia sehingga bisa turun ke dalam hati. Seperti Jesus Prayer “Lord Jesus Christ Son Of God Have Mercy On Me,” ketika kita mendoakan doa ini, maka kita memanjatkan doa ini lewat mulut sehingga terdengar suara lalu masuk ke telinga kemudian ke dalam hati. Hasilnya, doa ini dapat berkuasa di dalam hati kita.
Doa atau suara-suara yang kita dengar harus masuk ke dalam hati, namun ada banyak suara-suara yang pada akhirnya menggagalkan itu. Walaupun hatinya mengaku kepada Kristus, tetapi mereka sebenarnya menyangkal Dia. Seperti ketika kita memanjatkan Doa Puja Yesus dengan sungguh, tetapi sebenarnya hati kita menyangkal kuasaNya. Inilah yang disebut Dishonoured Faith (Iman yang tidak berharga). Kita kadang percaya doa itu penting tapi kita menyangkal kuasa-Nya.
Seperti Nabi Yunus yang berdoa dengan hening (Silence) ketika dia berada didalam perut ikan. Dalam Yunus pasal 2 dikisahkan bahwa, dia berdoa di dalam silence dan Tuhan mendengar doanya karena doa yang dipanjatkannya sudah mencapai silence sehingga ketika Yunus berdoa seperti teriakan atau permohonan kepada Allah. hasilnya, Tuhan mendengarnya. Tuhan tidak membutuhkan suara kita tetapi suara yang ada di dalam hati kita.
Apa hubungan doa dan iman? Doa selalu silence sedangkan iman selalu dinyatakan. Seperti Doa Puja Yesus yang lahir dari iman, tetapi belum tentu lahir dari silence. Doa yang lahir dari iman yang diucapkan harus melahirkan silence. Artinya diucapkan dengan tidak sia-sia. Doa yang lahir dari iman berasal dari suara mulut atau iman y ang harus dimasukkan ke dalam hati yang akan menjadi hening dan tersembunyi. Seperti perintah Kristus yang mengatakan tentang doa, “Masukklah ke dalam kamarmu!”. Doa itu ada yang tersembunyi, yang artinya doa untuk telinga Allah yang tersembunyi. Doa kita didengar oleh Allah yang tersembunyi. Apa yang mereka ucapkan dimasukkan ke dalam hati. Tetapi iman itu adalah telinga yang kelihatan bagi sesama. Jadi, ketika kita berdoa kita menyatakan iman kepada sesama serta menjadi silence bagi kita. Maka Rasul Paulus mengatakan, “Jika tidak ada orang yang menyatakan bagaimana bisa iman itu ada?” Jadi, iman artinya, kita percaya kepada kuasa Allah seperti yang dikatakan oleh St. Ephraim. “Apabila ada agama lain yang berdoa puja Yesus namun tidak percaya atau beriman kepada Tuhan Yesus apakah doa itu berkuasa? Tentu tidak karena dia telah menyangkal Kristus, karena ia tidak beriman kepada Kristus. “Jadi, hubungan iman dan doa adalah iman itu melahirkan suara sedangkan doa melahirkan keheningan.
Doa itu seperti rasa yang ada dalam diri memberikan keharuman dari iman. Iman jika tidak diiringi dengan doa maka tidak ada rasa. Jadi, jika kita beriman dalam doa maka akan memberikan wangi atau rasa yang kaya. Doa seperti minyak wangi yang bekerja di dalam tubuh yang bau menjadi wangi. Keharuman iman itu akan menghasilkan keharuman akan tindakannya. Sehingga semua tindakannya mengikutinya selama manusia itu hidup. Jadi, iman itu menghasilkan wewangian yang berasal dari iman serta perbuatan baik.
Kebenaran dan cinta adalah seperti dua sayap yang tidak dapat dipisahkan. Kebenaran tidak akan bisa terbang tanpa kasih. Sama juga seperti kuk yang tidak bisa terpisahkan karena saling memikul. Dalam Matius 7 dikatakan, “kita mendengar dan melakukan.” Mendengar adalah kebenarannya sedangkan melakukan adalah kasih.
Doa itu juga seperti 2 mata pupil yang melihat bersamaan, tetapi hidung tidak bisa terpisah dari mata. Bahkan kedipan yang sedikit pun berasal dari salah satu mata yang tidak bisa melepaskan dari perhatian kita.
Kaki dan mata menunjukkan kita adalah pribadi yang utuh. Tetapi hati seperti lembu yang membajak dan bekerja keras. Sepert hati yang selalu bekerja keras yang memikul kuk yang benar dan tidak benar atau tidak adil. Bapa Philokalia mengatakan bahwa, Hati kita itu seperti memikul kuk Allah dan kuk daging.
Seperti orang yang mau membajak hati namun dibalik itu ada musuh yang menabur benih jahat. Tanah yang subur dapat ditanami benih yang jahat.
Oleh karena itu marilah berdoa karena itu dapat membersihkan diri kita dari dalam. Sedangkan iman dapat membersihkan diri kita dari luar. Biarlah pikiran kita yang terpecah (jahat) dapat dikumpulkan kembali menjadi satu dihadapan Allah. Jadi, kita harus membersihkan pikiran kita dari pikiran-pikiran jahat.
Refleksi
Mari lakukan langkah praktis untuk mengerjakan iman dan doa dengan Jesus Prayer maupun dengan doa-doa lainnya. Sehingga iman dan doa kita dapat kita rasakan. Serta pada akhirnya akan menghasilkan sebuah parfum yang wangi dihadapan Allah, Amen!
Komentar Saints yang telah saya baca ada 7 artikel Pak Terima kasih Gbu
Source :
Book : Sebastian Brock – The Syriac Fathers on Prayer and the Spiritual Life-Cistercian Publications (1987)
Aspek gereja menurut Lossky ada dua. Mengapa ada dua? Karena gereja adalah karya Kristus dan Roh Kudus. Karya Kristus itu berupa inkarnasi-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya serta kenaikan Dia ke Surga. Karena Kristus datang berinkarnasi memiliki dua kodrat atau dua natur berarti Dia memiliki 2 kehendak atau dua operasi atau dua energi yaitu ilahi dan manusia. Dua kodrat ini saling bersinergi untuk mengerjakan, mendirikan dan membangun gereja. Sehingga gereja merupakan karya dari sinergi dua kodrat itu. Sehingga kita yang berasal dari dua kodrat itu lalu harus bersinergi. Seolah – olah kita punya dua kodrat yaitu manusia dan ilahi. Secara Ontologi kita adalah satu kodrat tetapi secara Eklesialogi kita sedang menyatu dengan Kristus. kemanusiaan inilah yang harus diilahikan untuk menjadi manusia ilahi dan bukan daging. Inila yang dipandang secara Kristologi aspek.
Ada Sacramental Union ketika kita menikmati tubuh dan darah Kristus dalam perjamuan ini harus menjadi bagian dari kehidupan Sacramental life. Inilah yang disebut Kristologi Aspect. Untuk mengerjakan sacramental life itu harus ada aspek kedua yaitu Pneumatological Aspect yang berarti kita yang adalah anggota tubuh Kristus bersinergi dengan Roh Kudus melalui karya atau energi dari Roh Kudus atau anugerah/ kasih karunia, belas kasih dan rahmat ini semua merupakan energi dari Roh Kudus untuk mengerjakan Sacramental Life.
Secara Hstorigical Aspect dan Pneumatologi Aspect tujuan kita ada didalam gereja adalah bagaimana dua natur itu bisa saling bersinergi. Pneumatologi Aspect of Church itu berakar didalam misteri Pentakosta. Perbedaan dari dua aspek itu adalah Kristus menyediakan Sakramen-Nya. Misalnya tubuh dan darah-Nya, dan Roh Kudus menguduskan-Nya, menyucikan-Nya dan memberikan-Nya kepada kita.
Lossky mengatakan dalam Christology Aspect, kita adalah anggota tubuh-Nya Kristus. Secara Pneumatologycal Aspect, berarti tubuh Kristus itu, bersinergi satu dengan yang lain kemudian mengerjakan apa yang menjadi objective atau tujuan dari Kristus. sehingga gereja ini seperti organisasi yang hidup. Gereja itu bukanlah bangunan tetapi sebuah organisasi yang hidup didalam dua kodrat tadi. Berarti gereja merupakan sesuatu yang ilahi. Gereja bukan hanya sekedar kumpulan orang-orang percaya lalu beribadah bersama, melakukan kegiatan bersama atau mission trip. Atau sekedar belajar atau PA (Pendidikan Alkitab) bersama, atau saling membantu sesama, melainkan suatu Hipostasis yaitu tubuh Kristus tadi yang bersifat ilahi. Oleh karena itu kita bisa hidup kekal karena yang kekal itu ilahi. Mengapa kita bisa hidup kekal? karena kita Union atau menyatu didalam-Nya.
Didalam Christology Aspect gereja mencapai perfect stability dalam Efesus 2:20-22. Kristus merupakan fondasi atau menjadi pemersatu antara Allah dan manusia. Gereja menjadi kuat dan kokoh dalam Kristus.
Oleh karena itu manusia dapat hidup kekal karena keilahian atau menyatu didalam Kristus. (Efesus 2:22) Dalam aspek gereja merupakan bangunan yang kokoh. Batu penjuru atau Kristus artinya menjadi pemersatu antara manusia dan Allah. Sehingga menjadi stabilitas yang sempurna. Secara Aspect Pneumatologi ada Roh Kudus yang bersemayam dalam tubuh menjadi makhluk hidup.
Gereja memiliki karakter dinamis yang akan mencapai tujuan akhir yaitu menyatu dengan Allah. Secara Krisologi ini merupakan tubuh Kristus. Tubuh yang hidup ini dipandang dengan aspek Pneumatologi. Rasul Paulus mengatakan bahwa ini menunjukkan kepada gambar penyatuan oleh Kristus dan gerejanya. Kristus seperti mempelai laki-laki dan kita adalah mempelai perempuan (Efesus 5:31). Inilah yang disebut dengan penyatuan yang misteri. Paulus juga mengatakan penggambaran penyatuan itu bisa diibaratkan seperti mempelai laki-laki dan perempuan, sehingga gereja itu satu tubuh tetapi banyak anggotanya. Dalam perjanjian lama yaitu di kitab agung bagaimana hubungan intim manusia dengan Allah. Contohnya para martir perempuan seperti Pelagia yang mengganggap bahwa memperlai laki-lakinya ialah Kristsus itu sendiri.
Peran Roh kudus inilah yang memateraikan serta menguduskan. Kristus yang adalah mempelai laki-laki dan kita adalah mempelai perempuan. Roh kudus yang berperan sebagai satu kodrat atau berhipostasis dari satu gereja itu adalah manusia. Sehingga jika kita baca kitab Kidung Agung yang adalah kitab keintiman dengan kekasih. Ini merupkan sebenarnya relasi kita dengan Bapa, Anak dan Roh Kudus. Bagaimana kita bisa dapat menyatu dengan Allah ? yaitu dengan menyatu dengan Kristus. Hanya didalam gereja kita dapat menyatu dengan Allah. Ini merupakan suatu misteri ilahi yang besar. Pada akhir zaman semua orang percaya akan menerima tubuh yang tidak lagi binasa. Ketika kodrat telah dicipta, maka tidak akan menyatu dalam pribadi manusia sehingga kita menjadi satu hipostasis yang berlangsung pada akhir zaman.
Sasaran gereja adalah manusia yang sempurna bersama dengan Allah. Mengapa orang percaya banyak mengalami penderitaan? Padahal sudah menyatu dengan Kristus? Penderitaan yang dialami serta kematian dan alam maut merupakan bagian penderitaan yang diikuti dari teladan Kristus atau menjadi jalan masuk untuk mencapai kekekalan. Satu contoh yang nyata dalam pengudusan yaitu secara sukarela yaitu bunda Maria sehingga ia diangkat melalui tubuh-Nya.
Apa yang terjadi pada Maria, kematian tidak lagi menghalanginya, ia seperti anak-Nya diangkat ke surga. Ini merupakan perfect human (manusia yang sempruna). Kristus menjadi manusia yang dicipta dan telah mencapai keilahian. Kematian tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Bunda Allah merupakan manusia yang diciptakan dan menjadi manusia yang digemari. Oleh karena itu tidak ada yang dapat menjelaskan kehadirannya.
Komentar Bapa-bapa Gereja St. Thalassios
Second Century No. 8-15
8. You were commanded to keep the body as a servant, not to be unnaturally enslaved to its pleasures.
Kita tidak dapat memerintahkan tubuh untuk berhenti memuaskan nafsu itu tetapi kita dapat mengontrol diri untuk tidak jatuh kedalam nafsu tersebut.
9. Break the bonds of your friendship for the body and give it only what is absolutely necessary.
Mengikis keinginan daging sama seperti kita memtuskan tali pertemanan dengan nafsu yang membuat kita jatuh kedalam dosa.
10. Enclose your senses in the citadel of stillness so that they do not involve the intellect in their desires.
Hesychasm menjadi jalan alternatif apabila kita diserang dari keinginan dan nafsu yang jahat. Ini dlakukan secara terus menerus supaya kita terbebas dari bahayanya dosa yang mendatangkan maut.
11. The greatest weapons of someone striving to lead a life of inward stillnesses are self-control, love, prayer, and spiritual reading.
Beberapa senjata yang dapat kita jadikan alat untuk tinggal dalam keheningan yang kita perkuat yaitu dengan penguasaan diri, kasih, berdoa serta membaca Alkitab.
12. The intellect will go on looking for sensual pleasure until you subjugate the flesh and devote yourself to contemplation.
Yang membuat hawa nafsu menjauh dari jiwa kita adalah penaklukan dari keinginan daging yang terus-menerus dikikis dengan latihan rohani yang mendatangkan anugerah Allah.
Gereja merupakan tempat orang-orang percaya untuk mencari kesempurnaan seperti Allah atau disebut dengan Theosis. Dengan penderitaan manusia dapat menjalani pengudusan untuk mencapai kekekalan. Kematian merupakan jalan untuk menuju kepada jalan Kristus. Kematian merupakan awal atau pintu masuk dari kebangkitan. Sehingga gereja selalu punya proses untuk mencapai pengudusan melalui Roh Kudus. Gregory of Nyssa mengatakan bahwa, gereja adalah gambaran dari kodrat ilahi yang artinya kita sedang berproses dalam kodrat ilahi. Gereja merupakan gambaran dari Allah tritunggal. Selain hipostasis dia juga merupakan Coleptiviy yang artinya gereja yang universal.
Gereja telah mengambil kodrat ilahi melalui persekutuan dengan Roh Kudus. Ireneus mengatakan gereja merupakan akses kepada Roh Kudus. Karena Kristus datang melalui Roh Kudus. Kita tidak bisa sampai kepada Bapa melalui Kristus dan kita tidak bisa menemukan Kristus tanpa Roh Kudus. Jadi, Kristus datang untuk kita dan kita menerima Kristus untuk menjadi segambar dan serupa dengan Allah melalui Roh kudus. Gereja itu menyatu dengan Roh Kudus melalui anugerah dari Roh Kudus. Roh Kudus hadir secara universal tetapi secara indiviudal Roh Kudus mulai bekerja dan menguduskan manusia rohani. Manusia rohani yang awalnya manusia daging yang makin lama harus dikikis oleh Roh Kudus. Jadi ketika kita menerima anugerah kita tidak menjadi pasif. Artinya kita harus bersinergi dengan Allah dan dikerjakan.
Gereja sebagai firdaus di dunia artinya mansuia dengan Allah dapat dengan bebas berkomunikasi dengan Allah. Kehadiran Roh Kudus merupakan syarat utama saat kita menjadi ilahi. Jika kita pasif dan tidak mengerakan anugerah itu maka anugerah itu juga akan pasif. Tetapi jika kita aktif maka anugerah itu juga menjadi aktif. Anugerah itu selalu bersifat dinamis atau terus bekerja. Rasul Palus mengatakan, aku terus bekerja melalui anugerah. Semakin kita bekerja maka anugerah itu semakin menyatu dengan Allah. Semakin kita disempurnakan kita harus semakin mengerjakan anugerah itu termasuk untuk bebas dari segala dosa. Semakin kita ingin menyatu dengan Allah maka kita harus siap untuk mengerjakan anugerah itu. Makanya ada sakramaen atau ekaristi ini merupkan realisasi untuk menyatu dengan Kristus.
Sakramen merupakan misteri untuk menyatukan kodrat kita dengan Kristus. Chrysostom mengatakan bahwa sakramen merupakan sebuah cara untuk menyatu dengan Kristus yang dipahami secara misteri. Inilah yang dimaksud dengan penyatuan tubuh sehingga kita bisa jadi satu dimana Dia adalah kepalanya dan kita adalah tubuh-Nya. Sakramen dapat terus-menerus mengilahikan atau menguduskan kita. Ekaristi menjadi satu gambatran dari kodrat tunggal persekutuan kita dengan Kristus. St Simeon mengatakan, Engkau telah menyelamatkan aku ya Tuhan, kami yang fana ini bisa menyatu dengan tubuh Mu yang kudus, darah kami yang fana ini bisa menyatu dengan darah Mu. Sehingga aku yang fana ini diubahkan menjadi ilahi oleh darah dan tubuh-Nya sehingga menjadi kekal. Jadi, Simeon mengatakan, ekaristi merupakan karakter orang Kristen yang terus diilahikan dan itu gambaran nyatanya ada di sakramen ekaristi.
Ketika kita minum, kita seperti memperoleh api ilahi dari Kristus. Seperti semak atau jerami yang menerima api ilahi yang dapat hidup kekal. Melalui gereja atau sakramen kita mengambil kodrat ilahi. Kemanusiaan kita akhirnya bukan jadi alat tetapi menjadi tujuan akhir kita yaitu mengambil bagian kemanusiaan ilahi. Dalam gereja, natur kita masuk ke dalam kodrat ilahi. Tetapi, St. Simeon mengatakan kodrat kita belum mencapai kesempurnaan sehingga harus masih terus diperbaharui. Kodrat kita harus menyatu dengan kodrat Kristus. Kehidupan sakramen di gereja merupakan sebuah kehidupan manusia untuk mengorbankan dirinya. Rasul Paulus mengatakan bahwa kehdiupan Kristus itu mengorbankan nyawa-Nya sama seperti kita yang juga harus mengorbankan nyawa kita (Yoh. 3:16).
Kita adalah manusia yang memiliki 2 natur yaitu manusia dan ilahi. Jadi mengapa harus ada pujian di dalam kerajaan Allah? Ini merupakan gambaran ibadah dalam kerajaan Surga. Gambaran dari kerajaan Allah merupakan gambaran dari gereja. Matius 12:30 mengatakan bahwa, dia yang tidak bersama Kristus maka dia akan bercerai-berai. Ini merupakan gambaran untuk menyatu dengan Kristus sehingga kita butuh anugerah. Kita tidak dapat menjadi ilahi tanpa Roh Kudus. Gereja merupakan tubuh dan kepalanya tetapi tetap berfungsi oleh gereja. Satu di dalam Kristus tetapi berbeda-beda dalamRoh kudus. Satu tubuh Kristus tetapi banyak anggota dalam anggota Roh Kudus. Anugerah dari Roh Kudus akan memaksimalkan potensi dari anggota tubuh.
Dalam satu Kristus terdapat banyak karunia dari Roh kudus. Kodrat tunggal yang menyatu dalam Kristus. Gereja bukan dua melainkan satu secara universal. Kesatuan kita di dalam Kristus merupakan penyatuan di dalam sakramen. Penyatuan Ekaristi merupakan penyatuan tubuh dan darah Kristus. Tetapi kehidupan sakramen menyatukan kehidupan individu. Tiap anggota tubuh memiliki karunianya masing-masing. Sacramentalunion merupakan menyatukan anggota tubuh. Tetapi secara universal merupakan kesatuan anggota tubuh. Rasul Paulus mengatakan, jemaat yang di iikat dalam satu kepenuhan Kristus. Satu tetapi terdiri dari banyak anggota. Gereja merupakan gambaran dari Allah Tritunggal. Jadi sang Bapa memberikan Roh hikmat-Nya kepada orang-orang untuk diwariskan. Roh Kudus memperkenalkan karya Kristus kepada manusia sehingga dapat dipersatukan dalam Kristus yang sama juga dipersatukan di dalam Allah.
Secara Kristologi manusia akan menjadi se-gambar dengan Kristus tetapi secara Pneumatologi Roh Kudus menolong untuk memperkenalkan anggota untuk menguduskannya dan membawanya segambar dan serupa dengan Kristus. Gereja merupakan tempat manusia merekapitulasi atau mencipta kembali. Ketika kita berbuat salah kita harus langsung bertobat bersama dengan Roh kudus yang dapat dibuang atau dihilangkan. Dengan air mata pertobatan kita bisa menjadi se-gambar dengan serupa dengan Allah. Anggota tubuh memiliki tugas untuk bertobat. Semakin lama keegoisan kita semakin hilang sehingga kita memiliki anugerah dari Roh kudus tetapi Dia tidak mengendalikan kita. Ada 3 hukum yang melekat pada manusia seperti dikatakan Rasul Paulus yaitu hukum Allah, hukum dosa dan hukum nous.
Anugerah dari Roh kudus bukan mendahului atau mengalahkan kuasa, tetapi menjadi penolong yang lain artinya Roh Kudus yang diutus oleh Anak. Waktu kita menyatu dengan Roh Kudus artinya kita memiliki kodrat yang mengosongkan manusia kedagingan kita yang di isi dengan keilahian Kristus. Menyatu dengan Kristus berarti kita memiliki hukum daging dan hukum Roh yang tidak dapat terpisahkan. Roh kudus menytakan dirinya kepada setiap orang untuk mewarisi hal-hal yang ilahi. Setiap anggota tubuh memiliki fungsi masing-masing untuk menyatu dengan Allah. Tetapi setiap orang tidak dapat memiliki dua kodrat karena roh kudus akan bekerja menurut kehendak kita. Sama seperti anak yang turun menurut kerelaannya. Disinilah Roh Kudus bekerja. Seandainya firman Allah tidak berinkarnasi maka tidak ada inkarnasi. Kita dipanggil untuk menggenapi dan dan membangun Roh Kudus. Jadi, fondasinya adalah Yesus Kristus. Dengan kata lain ini merupakan kita yang dicipta menjadi yang tidak tercipta melalui kasih. Kasih bukan hanya sekedar perbuatan baik tetapi kekal adanya. 1 Korintus 13:12 mengatakan terdapat iman, pengharapan dan kasih dari ketiga itu yang paling besar adalah kasih.
Dasar dari kasih merupakan pengharapan, dasar dari pengharapan yaitu iman. Jika kamu mengasihi maka kamu adalah murid-Ku. Kasih menunjukkan bahwa kita adalah manusia. Jadi yang menunjukkan manusia itu tidak sia-sia adalah kasih. Untuk menyatu dengan Kristus kita harus dipenuhi oleh Roh kudus. Hal inilah yang disebut dengan sinergi.
Komentar Bapa-bapa Gereja St. Thalassios
Second Century No. 1-7
If you want to be freed from all the vices simultaneously, renounce self-love, the mother of evils.
Egois atau mencintai diri sendiri merupakan puncak dari nafsu yang dapat membuat manusia jatuh ke dalam dosa. Egois merupakan ibu dari si jahat karena sifatnya yang tidak pernah puas untuk memuaskan nafsu manusia yang tidak pernah habisnya. Oleh karena itu hanya Kristus yang dapat memuaskan jiwa kita. Dan dari Dialah kita akan mengalami kepuasan untuk mencukupkan diri kita dengan cinta yang dari Tuhan.
2. The soul’s health consists in dispassion and spiritual knowledge; no slave to sensual pleasure can attain it.
Dibutuhkan konsistensi untuk mengikis hawa nafsu serta komitmen untuk berjaga-jaga supaya tidak jatuh ke.dalam dosa sehingga hal ini harus dikerjakan secara berulang-ulang. Jiwa yang terus dilatih untuk mengikis keinginan jahat akan mengalami pertumbuhan iman yang sehat serta tidak akan lagi diperbudak oleh hawa nsfsu yang jahat.
3. Patient self-control and long-suffering love dry up the pleasures of soul and body.
Menaiki tingkat yang lebih tinggi lagi untuk menghilangkan hawa nafsu yaitu dengan cara menguasai diri sehingga bisa bersabar dari penderitaan yang menghasilkan kasih. Tindakan ini dapat di jangkau dengan mulai meminta anugerah Allah untuk mencapai kasih yang sempurna seperti Dia.
4. Self-love – that is, friendship for the body – is the source of evil in the soul.
Mengasihi diri sendiri itu baik adanya karena kita belajar untuk menerima diri kita dengan segala kekurangan yang kita miliki. Hal ini membuat kita dapat menghargai siapa kita sebenarnya. Namun konteks ini menjelaskan bahwa mengasihi diri dengan memuaskan atau melampiaskannya dalam bentuk pesta pora, menjadi egois dan tidak peduli dengan sesama membuat kita jatuh ke dalam dosa yang mengikat jiwa kita kepada si jahat atau iblis. Kenal dan sadari apakah kita sedang mengasihi diri atau mengasihani diri dengan memuaskan hawa nafsu itu sendiri.
5. The intelligence by nature submits to the Logos and disciplines and subjugates the body.
Intelek oleh penyerahan yang alami kepada firman dan disiplin dan menaklukan tubuh.
Menyerahkan inti roh atau Nous kita kepada Tuhan serta disiplin dalam melatih diri kita untuk mengikis keinginan daging kita merupakan hala yang harus dikerjakan setiap waktu untuk mencapai pengudusan serta menjadi serupa dengan Kristus.
6. It is an insult to the intelligence to be subject to what lacks intelligence and to concern itself with shameful desires.
Dia adalah sebuah penghinaan kepada intelegensi menjadi subjek untuk kekurangan intelegensi dan untuk fokus kepada diri sendiri dengan keinginan yang memalukan
Memusatkan perhatian intelek kita kepada Kristus merupakan tujuan akhir hidup kita untuk mencapai gambar dan rupanya yang nyata dalam hidup kita. Oleh karena itu penting untuk memiliki intelek berfokus kepada Allah dan bukan kepada diri sendiri.
7. For the deiform soul to abandon the Creator and worship the body is an act of depravity.
Memuaskan hawa nafsu merupakan penyembahan berhala yang dilakukan oleh intelek atau nous kepada diri kita sendiri. Tindakan ini menghasilkan sikap dari egoisentris yang memusatkan pada perhatian yang berlebihan kepada diri sendiri dan menyingkirkan tujuan akhir untuk menjadi segambar dan serupa dengan Kristus. Oleh karena itu, sikap ini harus disingkirkan karena dapat memutuskan hubungan dengan Allah yang merupakan pencipta dari kehidupan kita yang utuh dimilikinya dengan cara memusatkan perhatian kepada Allah mencegah penyembahan berhala kepada diri kita sendiri menjadi berpusat kepada Allah.