Paskah Menurut St. Evagrios
Paskah adalah perjalanan yang tidak terburu-buru seperti bangsa Israel yang memutar- mutar untuk memperoleh Tanah Kanaan. Hal ini mengajarkan kepada kita untuk tetap bersabar sehingga kita akan memperoleh anugerah. Jadi anugerah Allah itu adalah sebuah sikap yang ditunjukan manusia supaya memiliki kesabaran. Dalam Yohanes 7:38 dikatakan bahwa air hidup itu tidak pernah berhenti. Mengapa? karena jika kita menerima Kristus, kita sama seperti menerima air sungai yang tidak pernah berhenti. Orang yang merasakan anugerah artinya mereka merasakan energi Allah atau kehadiran Allah. Api mewakili anugerah Allah dan besi menandakan manusia. Jika besi itu dibakar atau dipanaskan menjadi merah panas, hal ini diakibatkan karena besi meresapi natur api tersebut. Namun yang menarik adalah besi itu tidak berubah menjadi api. Tetapi di dalam besi itu terdapat panas api. Siapakah besi yang berapi itu? itulah diri kita yang dipanaskan oleh Anugerah Allah sehingga kita dapat merasakan Anugerah Allah.
Kita bukanlah besi rongsok melainkan besi yang memiliki energi panas. Bagaimana kita menyadari kita sudah memiliki Anugerah dari Allah? Kita perlu membatasi kebutuhan kita sehingga kita memiliki kebutuhan yang ekstra. Sama seperti, uang yang tidak memiliki limit (batas) atau nilai nol nya. Apabila kita diberikan uang senilai satu juta dan kita membatasi kebutuhan kita dengan uang tersebut, maka pasti kita memiliki kelebihan. Kita menyadari bahwa waktu kita diberikan anugerah sebagai makhluk sosial untuk menjalankan sakramental. Kehadran kita di dunia ini adalah untuk mempersembahkan hidup kita kepada Allah dan orang lain. Allah menciptakan dunia ini untuk menghidupi sakramen (Sacramental life). Gereja adalah sebuah kerajaan yang tersusun karena adanya sakramen. Sebab itu, gereja yang akhirnya mensakramen semua makhluk yang ada didunia ini termasuk dunia itu sendiri. Sakramen bukan hanya didalam gereja tetapi diseluruh dunia. Seperti kisah Para Rasul yang rela membagikan makanan kepada orang miskin. Demikian pula Gereja ada untuk mensakramental semua dunia atau disebut dengan Alternative society yang berarti sebuah pengalaman hidup bersama Allah. Tuhan menginginkan kita untuk rajin meminta belas kasihan-Nya.
Announcation : Inkarnasi (Firman jadi Manusia)
Inkarnasi terjadi ketika daging dari tubuh Maria diambil Kristus untuk diilahikan. Jika Kristus menjadi Adam Kedua maka daging itu yan awalnya harus disucikan. Maria mengandung Kristus dengan kedagingannya. Kehadiran Kristus menjadi daging atau manusia disebut yang mulanya tidak ada menjadi ada. Seperti manusia yang awalnya tidak ada menjadi ada. Sama seperti Inkarnasi yang awalnya tidak ada menjadi ada. Matius 16:24 menjelaskan dalam minggu Pemuliaan Salib kita memperingati salib Kristus.
Adam yang pertama diusir dari Firdaus karena pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Namun Kristus datang memberikan salib (tipologi dari kayu yang menjadi pohon) yang memberikan kehidupan bagi manusia. Jika Adam ketika di taman Eden datang untuk dihukum dengan mengenakan pakaian dari kulit binatang. Hal ini disebabkan oleh sebuah pohon manusia yang masuk ke dalam Hades, namun dengan Kayu Salib manusia diselamatkan. Tongkat kayu yang digunakan oleh Musa melambangkan nubuat dari Salib Kristus. Ini merupakan tipologi dari Salib yang menghancurkan Hades. Seperti kisah Yunus yang digambarkan sebagai manusia yang telah ditelan oleh ikan raksasa. Dia merentangkan tangannya sehingga membentuk sebuah salib agar Allah dapat melihat dan menyelamatkannya. Hal ini berarti, dalam kondisi apapun kita sedang mengingatkan keselamatan kita sendiri. Apabila kita menghormati Salib hari ini itu berarti kita menghormati Kristus yang sudah menang atas dosa atau iblis. Ketika di dalam Firdaus Adam pertama yang ditipu oleh ular. Sekarang, di Golgota Kristus menipu ular supaya ular masuk ke dalam alam maut. Tujuan hidup orang Kristen adalah aktualisasi diri tehadap kebangkitan Kristus dalam hidupnya. Jika kita membaca tentang lectionary (doa sehari-hari) dapat ditemukan banyak sekali kisah kehidupan atau kebajikan utama yaitu hidup yang menang dari dosa sampai kisah para martir.
Menyucikan Pikiran
Tidak ada kesucian dalam diri orang yang berpikir jahat. Membebaskan diri dari nafsu jahat. Karena manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Maka nafsu jahat juga harus dibebaskan dari nafsu jahat dan roh. Level tubuh yang harus dibebaskan yaitu jiwa dan roh. Pada level tubuh nafsu jahat yang dibebaskan adalah semua keinginan daging yang dilakukan oleh tubuh misalnya mata, mulut, pikiran kita anggota tubuh yang lain. Ada satu perputaran tubuh yang menjadi kebajikan jiwa. Pada level inilah pertobatan dan doa merupakan perbuatan kebajikan kita.
Dengan berpuasa dan berdoa kita melatih lapar dan haus yang dapat kita tukar dengan lapar dan haus akan Allah. Tubuh membersihkan keinginan daging seperti yang diterangkan dalam Galatia 5:19 inilah berbagai keinginan daging yang memuaskan daging kita. Seperti makanan yang memuaskan perut kita. Keinginan itu sendiri sebenarnya ada pada level tubuh. Keinginan daging timbul dari logismoi atau pikiran jahat. Jika kita memiliki pikiran jahat maka kita harus menangkis. Pengosongan diri merupakan cara atau metode untuk mengikis keinginan daging. St. Simeon menjelaskan bahwa, dengan membersihkan diri dari pikiran jahat merupakan tujuan utama dari sebuah pertapaan (hidup membiara).
Comentar For JOHN THE SOLITARY: Letter to Hesychius
- Bagaimana kita membersihkan keinginan daging kita sehingga mencapai pemurnian jiwa? Perlu diketahui bahwa yang menajiskan tubuh kita adalah pikiran jahat (logismoi). Dari pikiran jahat timbul segala keinginan daging yang bertentangan dengan hukum Allah. Bagaimana kita mencapai pengosongan diri? Berbagai macam latihan harus kita kerjakan. Kita akan membahas bagaimana hati bisa di bersihkan dari keinginan daging? Kita mengalami penderitaan dalam tubuh kita sehingga tubuh kita yang mengalami kekotoran maka yang keluar adalah hal-hal yang kotor. Jika yang menderita dalam diri kita adalah batin kita maka tubuh kita juga sedang mengalami penderitaan. Jika intelek kita jahat maka mulut kita juga akan menjadi jahat. Sama seperti mulut kita yang diperintahkan oleh jiwa yang kotor maka mulut kita juga kotor. Jadi, pembersihan batin ini yang membebaskan diri kita dari keadaan kita. Apa yang terjadi di dalamnya kita membutuhkan sebuah corong yaitu anggota tubuh kita. Seperti pintu yang akan masuk ke dalam batin kita. Misalnya, pintu itu terbuka lalu ada suara-suara yang masuk. Ini adalah godaan yang jahat, maka suara-suara itu akan mengotori ruangan atau pikiran kita sehingga akhirnya akan mengeluarkan hal atau perbuatan yang kotor.
Hati harus dijaga dalam keheningan. Seperti mulut yang menjadi corong dari dalam tubuh, maka keheningan haruslah lahir dari dalam hati yang tenang. Jadi maksudnya jika hati kita tenang, (tidak terpengaruh kepada hal-hal yang jahat) maka hati kita tidak menjadi kotor. Contohnya seperti orang yang sedang berbuat jahat kepada kita dan kita membalas perbuatan jahat mereka maka kita sama jahatnya dengan mereka. Tujuannya yaitu Liberation from the Passion (membebaskan diri dari semua hal jahat). Mengapa kita harus mengosongkan diri karena tubuh kita ini harus dibersihkan dari kotoran.
2. Kita tidak bisa menghindari suatu ketidakseimbangan. Tetapi ingat kita sudah diinfus dari kasih Kristus.
3. Pada akhrinya mintalah belas kasihan Allah. Jika kita mengalami hal yang tidak mengenakkan, maka mintalah belas kasihan kepada Allah. Hati tidak bisa diam, karena naturnya yang selalu menerima. Untuk itu penting bagi kita untuk mencapai stillness (keheningan batin).
4. Seperti saringan yang harus diletakan dalam hati untuk menyaring kotoran-kotoran yang menyangkut di hati. Segala pikiran jahat yang masuk ke dalam pikiran kita, jika hati kita tidak disaring, maka kita akan melakukan kejahatan (Roma 15). Artinya, kita menerima kejahatan namun kita dapat menangkisnya dengan kebaikan atau ketaatan.
5. Walaupun kita tidak bisa menghindari segala pikiran jahat maka kita bisa berhati-hati terhadap tipuan dari iblis.
6. Berpuasalah, berjaga-jagalah dan berhati-hatilah terhadap keinginan daging kita. Hati kita dibungkus dalam meditasi diatas inkarnasi Kristus. Bagaimana menjaga hati? Hal ini bisa dikerjakan dengan membaca firman Tuhan serta tulisan bapa-bapa gereja. Jadi, milikilah keinginan roh seperti Kristus. Atau kita dapat melakukan meditasi yang juga dilakukan oleh Kristus. Oleh karena itu kita harus belajar untuk bersyukur tanpa henti kepada Allah.
Source:
and Youtube : Hendi Wijaya/ John of Apamea: Letter to Hesychius (Part 2) link: https://www.youtube.com/watch?v=Z3-Xk-jDidI
Book : Sebastian Brock – The Syriac Fathers on Prayer and the Spiritual Life-Cistercian Publications (1987)
Pak Hendi, Saya telah membaca dan mengomentari wordpress bapak sebanyak 7 artikel, membaca lectionary sebanyak 5 kali, serta sembahyang 5 kali.