Pengajaran I : Pembaruan Manusia Baru -Nous

Nama : Elizabeth Situmorang

Tingkat : 2 (Semester 6)

Mata Kuliah : Essay Spirituality of Philokalia

Dosen : Dr. Hendi Wijaya S,s

Pengertian Philokalia

Philokalia adalah suatu kumpulan spiritualitas yang berasal dari di timur yang dimulai dari abad ke – 4 sampai ke -15 dan dikompilasi oleh St. Nikodemus dan St. Makarios ada banyak hal yang ada didalam spiritualitas philokalia ini, seperti menjadi manusia baru, bagaimana menjadi manusia baru, bagaimana berjaga – jaga , berpuasa dll. Phillokalia berasal dari bahasa Yunani fillos artinya mencintai dan khalia itu hal – hal yang bagus atau cantik. Jadi, Philokalia memiliki arti bagaimana kita mencintai keindahan, kecantikan dari Tuhan Yesus Kristus yang diajarkan kepada para rasul. Inilah yang ditulis oleh bapa – bapa gereja. Setelah kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus apa yang akan kita lakukan sebagai orang Kristen?

1. Menjadi Manusia Baru

Dalam Galatia 3 : 27 kata telah mengenakanpakaian Kristus artinya kita mengenakan Manusia baru dan selalu diperbaharui untuk menjadi manusia yang serupa dengan Kristus. Dalam bahasa Yunani kita menjadi ikon (gambar dan rupa) Kristus (baca Roma 8 : 29.) Dalam surat Kolose 3:10 dan Roma 8:29 Alkitab telah menjelaskan kepada kita setelah kita mengenakan manusia baru, kita menjadi orang percaya kita mengenakan pakaian Kristus, dan kita harus terus – menerus diperbarui supaya kita menjadi segambar dengan Kristus serupa dengan Kristus. Inilah yang menjadi tujuan orang bergereja. Didalam 1 Yohanes 3:2 dikatakan kita tidak hanya menjadi segambar dengan Kristus tetapi juga pada akhirnya nanti kita akan diubah menjadi serupa dengan Kristus.

Kristus yang merupakan Firman Allah yang berinkarnasi menjadi manusia mengenakan daging supaya kita yang daging ini menjadi seperti Dia yaitu menjadi ilahi seperti Dia. Nanti pada akhir zaman, kita akan menjadi serupa dengan Kristus. Inilah yang menjadi tujuan akhir hidup kita. Dalam 1 Yohanes 3:3 Kita harus menaruh pengharapan itu sama seperti Tuhan Yesus Kristus yang adalah suci. Inilah yang harus kita pahami. kita yang sudah diselamatkan dan telah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tidak begitu saja percaya, tetapi juga harus menyucikan diri sama seperti Kristus kita juga harus menyucikan diri. Apa itu penyucian diri dan bagaimana caranya kita menyucikan diri?

Dalam 1 Korintus 13:11 ketika kita percaya kita tidak otomatis menjadi dewasa. Rasul Paulus mengajak kita untuk berpikir mulai dari kanak- kanak aku berpikir seperti kanak- kanak ketika aku menjadi dewasa aku berpikir secara dewasa. Dewasa ini maksudnya disini bukan berbicara tentang fisik tetapi spiritualitas atau kerohanian, artinya spiritualitas itu bertumbuh dari kanak- kanak sampai dewasa. Proses pertumbuhan inilah yang dinamakan proses penyucian. Rasul Paulus juga mengatakan dalam Efesus 4:13 berarti ketika kita menjadi segambar dan serupa dengan Kristus kita harus mengalami pertumbuhan itulah proses penyucian diri.

Penyucian diri artinya penyucian dari dosa dan semakin hari kita menanggalkan dosa dan semakin hidup seperti Kristus hidup. Pada akhirnya, kita akan menjadi segambar dan serupa dengan Kristus bukan hanya spiritualitas kita yang harus bertumbuh dan semakin disucikan, tetapi tubuh jasmani yang fana ini juga akan diubah oleh Tuhan menurut kuasa-Nya sehingga kita akan mengenakan tubuh yang mulia sama seperti Kristus. Karena Kristus yang adalah Firman yang mengenakan daging kemanusiaan kita sehingga Dia bisa menebus kita. Begitu juga ketika kita sudah menjadi percaya dan bertumbuh, lalu kemudian diproses untuk disucikan. 

Kemudian pada akhirnya tubuh yang fana ini akan dibangkitkan dan diberikan tubuh yang baru seperti Kristus. Sehingga kita menjadi sama seperti Kristus dan kita adalah manusia yang sejati yang memiliki roh, yang tidak akan pernah binasa. Ini merupakan rencana keselamatan Allah yang besar dan luar biasa dan ini sangat penting bagi kita orang percaya (Baca Filipi 3:21). Ketika tujuan kita menjadi serupa dengan Kristus, ada beberapa proses yang harus diajalani yaitu : Pembaruan, Penyucian Diri,  Pertumbuhan, Kedewasaan. Semua ini adalah proses memperbarui manusia baru. (Baca Kolose 3:10) kata diperbarui yang digunakan adalah bentuk pasif. 

Diperbarui artinya Allah-lah yang mengerjakan pembaruan tersebut tetapi kita juga diajak bersinergi dengan Kristus sehingga kita tidak pasif. Ini artinya kita diajak untuk ber-Sunergeo atau bekerjasama dengan Kristus. Proses ini menghasilkan adanya pertumbuhan yang serupa dengan Kristus. Semua proses ini berasal dari dalam atau dari hati manusia. Sebab berasal dari dalam hati pembaruan ini dimulai yaitu dari dalam hati inilah pembaruan harus dikerjakan (Baca Filipi 3:13). Mengapa harus dari dalam? (Baca Markus 7:20-21 dan Matius 13 :25) Kata Perbendaharaan ini berbicara tentang apa yang berasal dari dalam. Apa yang seharusnya terjadi dialam hati ini? Spiritualitas Philokalia sangat mengajarkan tentang ini.

Baca Roma 12 :2 “jangan menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu” pembaruan dari dalam berarti pembaruan budimu. Kata akal budi dalam bahasa Yunani diterjemahkan dengan kata Nousatau diterjemahkan oleh LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) adalah budi atau akal budi. Sebenarnya kata Nousini sulit untuk diterjemahkan oleh Alkitab. Maka kita pakai tetapi kita mengikutinya maka Nous ini lebih tepat diterjemahkan sebagai mata rohani atau seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, Nous berarti Mata Tunggal atau mata batin. Dalam Matius 6:22-23 kata Mata dalam bahasa aslinya oftalmos disitu bentuk tunggal, bukan jamak. Kata ini bukan berbicara tentang mata jasmani tetapi mata rohani,atau hati kita.

Nous ini boleh dikatakan mata ketiga yang kita miliki selain kedua bola mata jasmani kita. Selain mata jasmani, kita juga memiliki mata rohani atau disebut Nous (Mata tunggal) inilah yang diajarkan Tuhan Yesus kepada jemaat. Mata rohani inilah yang menentukan gelap terangnya tubuh kita. Oleh sebab itu Nous ini menjadi sesuatu yang penting bagi kita untuk mengerjakan pembaruan manusia baru. Supaya kita semakin serupa dengan Kristus. Gelap Terangnya tubuh kita bergantung pada Nous kita. Kita baca1 Korintus 2 :16 dikatakan, kita harus memiliki pikiran Kristus atau Nousnya Kristus. Jadi, yang dimaksud pembaruan Nous artinya pembaruan yang menyerupai Nous Kristus.

Nous Kristus ini berfungsi  menjaga batin kita dengan baik. Ketika nous kita telah dijaga dengan baik maka terpancarlah terang itu dari tubuh kita atau hidup kita menjadi terang.

Dalam Filipi 2:5 menggunakan Nous Kristus artinya perasaan Kristus ada didalam kita. Memperbarui manusia baru ini artinya kita memperbarui Nous kita. Kita mulai mengerjakannya mulai dari hati. Froneo artinya hati atau pola pikir manusia. Kita disuruh memiliki Froeno (akal budi) seperti Kristus sehingga ketika kita memperbarui manusia baru ini berartikita memperbarui nous. Agar nous kita ini menghasilkan Froneo,seperti Kristus maka tahapannya adalah:

  1.  Percaya kepada Tuhan Yesus Kritus
  2.  Beriman kepada Tuhan Yesus Kristus
  3.  Dibaptis 
  4. Mengenakan pakaian Kristus atau menjadi manusia baru
  5. Mengerjakan pembaruan manusia baru mulai dari hati
  6. Mengerjakan dari hati sampai kepada Nous
  7. Mengerjakan sampai kepada Froneo yang dapat melihat gelap terangnya Tubuh

8 langkah ini merupakan cara yang harus dilakukan untuk mengetahui mata rohani  yang kita miliki apakah gelap atau terang. Ketika kita memiliki Froneo atau mindset bukan berarti kita memiliki pikiran dunia, baca Roma 12:1. Roma 8:5 memikirkan hal-hal yang dari daging dan roh. Daging bertentangan dengan roh, daging yang dimaksud bukan daging secara fisik tetapi yang bertentangan dengan roh. Baca Roma 8:13 memikirkan hal – hal yang dari daging akan binasa memikirkan hal – hal dari roh akan hidup ini artinya froneo Kristus itu artinya kita diarahkan kepada keinginan roh bukan keinginan daging. Kita diajak untuk memikirkan hal – hal dari roh. Froneo Kristus itu memikirkan hal – hal yang rohani.

Seperti apa wujud dari Nous Kristus? Wujud dari nous Kristus merupakan pikiran atau mindset atau froneo Kristus. Memikirkan pola Kristus berarti memikirkan apa yang ada dari Roh, Roh disini berbicara mengenai Roh Kudus. Froneo itu kata benda kalau Froneuma itu kata sifat. Ada 2 pola pikir froneuma disini, yaitu pertama Froneuma Neumatos atau pikiran rohani dan kedua Froneuma Sarkos atau pola pikir daging. Walaupun kita sudah menjadi orang percaya kita sudah memiliki Roh Kudus, tetapi jika keinginan daging yang ada didalam diri kita berlebihan, maka harus roh kita harus diperbarui. Froneuma Neumatos atau pola pikir manusia rohani itu seperti apa? Kolose 3:1-2 kita diajak untuk memiliki pola pikir Kristus. Apa artinya kita memiliki Froneuma Pneumatos atau memiliki pola pikir rohani? kita diajak untuk memikirkan apa yangTuhan Yesus pikirkan. 

Froneuma pneumatos ini ada didalam batin, atau ada didalam hati kita. Pola kerja nous yang kita miliki ketika melihat Kristus harus sama. Artinya kita harus memikirkan hal-hal yang diatas atau dimana Kristus berada. Hal – hal yang menghasilkan buah – buah roh. Froneumatos Pneumatos inilah yang mematikan perbuatan – perbuatan daging kita. Dikatakan dalam Roma 8:13 oleh Roh (Roh Kudus) inilah yang akan mematikan Froneuma Pneumatos ini oleh karya Roh Kudus akan mematikan perbuatan – perbuatan daging kita dan konsekuensinya kita akan mati secara rohani.

 Sedangkan Nous yang baik yang sama dengan pikiran Kristus itu hidup menurut Roh kudus, artinya mendatangkan perbuatan baik – baik atau perbuatan roh. Rasul Paulus mengatakan itu buah – buah roh. Jika Nous atau mata batin kita kita jahat, maka yang muncul adalah perbuatan daging. Jika kita memikirkan hal – hal tentang Kristus, maka yang muncul adalah pikiran Kristus.

Ada beberapa poin yang penting: 

  1. Nous yang jahat sama artinya mendatangkan perbuatan yang jahat atau perbuatan daging.
  2.  Nous yang baik artinya hidup menruti perbuatan yang baik atau perbuatan yang sesuai dengan buah – buah roh. Seorang bapa gereja yaitu

Personal

Dari pengajaran manusia baru ini saya menyadari bahwa kita sebagai orang percaya belajar untuk memperbarui manusia baru kita atau nous kita. Mulai dari hati ke pikiran sampai kepada Nous dan pada akhirnya ke froeneo pneumatos.

Saya juga belajar untuk memperbarui nous yang saya miliki diperlukan sebuah pikiran yang mendatangkan kerohanian atau buah – buah roh. Seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan , kebaikan, kesetiaan, kelemah – lembutan, dan pengusaan diri. Kemudian penting bagi perjalanan kerohanian ini penting untuk dipelajari bapa gereja St Basil the Great mengatakan pentingnya nepsis atau berjaga-jaga saat dia menulis:
Kita harus memperhatikan hati kita dengan penuh kewaspadaan tidak hanya untuk menghindari kehilangan pemikiran tentang Tuhan atau mengecilkan ingatan akan keajaibannya dengan imajinasi sia-sia, tapi juga untuk mewujudkan pikiran suci Tuhan yang dicap di atas jiwa kita sebagai segel yang tidak dapat diampuni dengan ingatan terus-menerus dan murni … jadi orang Kristen mengarahkan setiap tindakan, kecil dan besar, sesuai kehendak Tuhan, melakukan tindakan pada saat bersamaan dengan perhatian dan ketepatan, dan mengingat pemikirannya kepada Dia yang memberinya pekerjaan yang harus dilakukan Dengan cara ini, dia memenuhi pepatah, “Saya selalu mengatur Tuhan di hadapan saya, karena dia ada di tangan kanan saya, bahwa saya tidak tergerak” dan dia juga mengamati ajarannya, “Apakah Anda makan atau minum atau apapun yang Anda lakukan , lakukan semuanya untuk kemuliaan Tuhan. “… Kita harus melakukan setiap tindakan seolah-olah di bawah pengawasan Tuhan dan memikirkan setiap pikiran seolah-olah diawasi olehNya

Ecclesial

Menurut bapa – bapa gereja saat kita telah menjadi manusia baru ada yang harus kita kerjakan dalam aspek kehidupan kita seperti : menjaga hati kita dengan berdoa dan berjaga-jaga di dalam hati dan pikiran. Kita harus memperhatikan pikiran kita yang terpencar-pencar yang membawanya kembali lagi dan lagi pada kata-kata yang sedang kita doakan. Ini digambarkan dengan indah dalam liturgi dimana kata-kata “Lagi dan lagi mari kita berdoa kepada Tuhan” memanggil kita untuk mengumpulkan perhatian kita yang terpencar dan memusatkan kembali pada Tuhan. Seruan untuk memperhatikan dengan kata-kata “berulang-ulang” ini ditujukan kepada kita berkali-kali selama liturgi. Ini adalah panggilan untuk nepsis, perhatian.
Seperti halnya seorang Operator radio di Titanic terus menerima pesan gunung es di depan, tapi dia meletakkannya di bawah kertas kertas di mejanya karena dia terlalu sibuk mendengarkan hasil balapan perahu layar internasional. Dia tidak pernah mengirim mereka ke kapten. Tuhan terus-menerus mengirimkan firmanNya kepada kita, mendesak kita untuk mempersiapkan diri, memperingatkan kita tentang gunung es di depan. Kita perlu mengembangkan keutamaan perhatian, mendengarkan dengan kudus saat Tuhan berbicara kepada kita.

Obedience

Mari kita belajar untuk memiliki pola pikir rohani atau memiliki Fronema Pneumatos. Dengan cara melihat pribadi Tuhan Yesus Kristus yang memiliki kasih dan semua perbuatan – perbuatan yang mendatangkan kebaikan.

St. Symeon the New Teolog menulis tentang pentingnya menyatukan perhatian dengan doa: Perhatian harus begitu dipersatukan dengan doa karena tubuh adalah untuk jiwa … Perhatian harus maju dan mengamati musuh seperti pramuka, dan pertama-tama harus terlibat dalam pertempuran dengan dosa, dan melawan pikiran buruk yang datang kepada jiwa. Doa harus mengikuti perhatian, membuang dan menghancurkan sekaligus semua pikiran jahat yang perhatian sebelumnya telah diperangi, karena dengan sendirinya perhatian tidak bisa menghancurkan mereka.Yesus menghubungkan perhatian dengan doa, “Karena itu berjaga-jagalah, berjaga-jagalah …”

Kesimpulan

Mengenakan manusia baru artinya kita harus memperbaharui nous kita setiap hari proses yang harus kita alami mulai dari Percaya kepada Tuhan Yesus Kritus, Beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, Baptis, Mengenakan pakaian Kristus atau menjadi manusia baru, Mengerjakan pembaruan manusia baru mulai dari hati, Mengerjakan dari hati sampai kepada Nous, Mengerjakan sampai kepada Froneo yang dapat melihat gelap terangnya Tubuh dan inilah yang kita kerjakan setiap hari. Kiranya nama Tuhan dipuji dan dipermuliakan.

Sumber : Youtube Hendi Wijaya “Pengajaran I: Pembaruan manusia baru – Nous” /https://www.youtube.com/watch?v=RBQrL3qLGx0

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai