Amsal berkata : seperti apa nousmu/seperti apa hatimu itulah yang mencerminkan hatimu. Jadi ketika kita ingin tau siapa diri kita cukup lihat bagaimana kondisi hati kita (nous). Nicodemus dari gunung athos menyeburkan philokalia itu merupakan satu perbendaharaan waspada, seperti pemeliharaan nous atau sekolah doa atau hati, satu tulisan yang sangat dalam ( menyelami tentang hati kita). Kalistos Ware Penerjemah teks philokalia dalam bahasa aslinya bahasa yunani di terjemahkan ke dalam bahasa ingris. Dia seorang uskup di ingris, seorang orthodox lalu ia menerterjemahkan buku ini dalam 5 folum namun Dia menawarkan sebuah defenisi tentang nous. Nous ini adalah kata yang sangat sulit di terjemahkan. Jika anda mengatakan Nous itu pikiran maka itu adalah terjemahan yang sagat kabur.
Dalam terjemahan yang di gunakan oleh Ware ini ragu bagaimana menggunakan kata nous ini yang diterjemahkan. Sehingga ia memilih kata intelek. Nous di praktekan melalui berdoa, ibadah dan lain sebagainya dan ini merupakan satu latihan untuk memupuk nous. Nous satu spritual yang memungkinkan kita mengenali kebenaran. Nous ini di kembangkan melalui doa, puasa, ibadah dan melalui praktis lainnya karena nous ini sesuatu yang lebih tinggi dari otak yang berpikir dan lebih dalam dari emosi begitu kata Kalistos Ware.
Nous sesuatu peristiwa yang memungkinkan kita mengenal suatu kebenaran. Karena nous dari manusai telah jatuh ke dalam dosa seperti adam dan hawa nous itu cenderung berubah menjadi menyembah berhala melakukan kejahatan yang tak terkendali dengan begitu secara fisik nous manusia jauh dari kemuliaan Tuhan. Sehingga nous itu menjadi seperti iblis atus jahat seperti yang katakan Rasul Paulus ada hukum daging dan hukum roh. Jika nous kita di kuasai oleh nafsu maka kita picik dan egoisme seperti yg di katakan Yesus kita menjadi manusia gelap. Nous sebagai egemonikon (penguasa/pemimpin/raja) dalam hidup kita. Melalui Anugrah dan spritual rohani kita memunyai satu kesempatan untuk melawan epitumua(nafsu).
Bapa Philokalia Hesekios mengatakan nous sama seperti kepemimpinan musa, musa di anggan sebagai sang pemberi hukum dalam PL dan musa itu di ikonkan seperti nous. Dalam kel 3:2 :14-17 di katakan ketika musa melihat Allah dari semak yang terbakar wajahnya bersinar dengan kemuliaan. Musa memiliki kekuatan ilahi untuk melawan firaun, yang mengguliti seorang mesir dengan pisaunya, yang memimpin Israel keluar dari perbudakan dan memberikan hukum taurat. Egemonikon beberapa bapa gereja mengangap seperti nousnya Kristus yang kita terima ketika kita mengenakan Kristus dalam baptisan.
Nous fakulti tertinggi dalam jiwa/roh manusia yang melaluinya jika nous kita di sucikan akan mengenal Tuhan tidak seperti pikiran manusia, tetapi nous ini yang konek dengan sang Ilahi. Nous ini aspek terdalam dari hati, nous adalah organ konteplasi dari mata hati begitu kata Makarius.
Bapa-bapa gereja yang lain berkata : St. Antonius Agung dia adalah bapa seorang pendiri biara di abad yang ke 3 dan 4. Antonius Agung memberitahukan kepada kita bahwa tidak semua orang mempuyai nous Tuhan telah menetapkan bahwa jiwa harus di penuhi dengan nous pada saat tubuh tumbuh sehingga manusia dapat membedakan/memilih mana yang baik/jahat sesuai kehendak Tuhan. Jiwa yang memilih tidak baik tidak memiliki nous karenanya semua tubuh memiliki jiwa tetapi tidak setiap jiwa memiliki nous. Nous yang menikmati cinta Tuhan akan hadir dalam diri yang di kontrol yang suci, yang murni, yang baik dan berbelah kasih juga saleh. Kehadiran nous membantu manusia menunju kepada Tuhan.
Antonius Agung membedakan nous dan jiwa. Nous bukanlah jiwa tetapi Anugrah Allah yang menyelamatkan jiwa, nous yang sesuai dengan kehendak Allah akan menasehati jiwa supaya jiwa itu membenci apa yang fanah, meterial yang dapat rusak dan mengubah semua keinginan jiwa itu menunju pada hal-hal yang kekal. Menurut bapa gereja lain :St. Gregorius dari sinai menyebut nous itu adalah mata spritual sama seperti yang di ajarkan Yesus dalam Mat 6:22-23. Nous itu kata Gregorius lidahku seperti pena dalam mazmur 45:1. Bukannya tintah tetapi cahaya, begitu menceberuhkan nous kedalam cahaya sehingga menjadi terang, nous akan di bimbing oleh Roh kudus menuliskan hal-hal Ilahi dalam hati yang murni kemudian nous itu akan menangkap kita di hadapan Allah. Gregorius melanjutkan nous harus bersinergy dengan Allah karena nous dengan Roh Allah yang bisa konek bukan otak kita, pengetahuan dan lain sebagainya. Gregorius melanjutkan ketika nous itu di sucikan maka jiwa kita akan memandang Allah dan menerima hal-hal yang Ilahi dari Allah.
Menurut bapa gereja St. Maximus mengatakan nous sebagai sesuatu yang memiliki kekuatan untuk memilih. Nous kita terletak di antara malaikat dan iblis mereka masing-masing berkerja untuk tujuannya sendiri. Nous memiliki kekuatan untuk menolak/menerima apa yang di inginkannya. menurut Maximus nous suatu organ kebijaksanaan dan pengetahuan dari roh kita. Jika nous kita bisa membedakan pikiran-pikiran dan dalam kemurnian memberikan persekutuan hanya kepada hal-hal Ilahi. Jadi kalau nousnya memandang Allah maka terangnya Allah akan terpancar melalui nous kedalam hati kita. Lalu hati kita akan menjadi terang dan kita bisa melakukan perbuatan-perbuatan yang terang.
Bapa gereja lain bernama St. Talasius berkata : Nous dapat mennundukkan nafsu, nous yang bijak menahan jiwa menjaga tubuh agar tunduk dan menjadikan hawa nafsu sebagai pelayannya. Nous yang bijaksana akan di kendalikan oleh Tuhan dan juga di penuhi oleh Roh kudus. St. Petrus dari Damascos Nous seperti gambar Allah yang ada di dalam diri kita. Kita harus memandang manusia dengan kebenaran dan sadar bahwa nous adalah gambar Allah. St. Basil memuji nous sebagai rumah harta, pikiran seperti rumah harta yang telah menyimpan semua pikiran dan pikiran ini apakah baru dan lama dalam nous dan akan mengexpresikan dalam bahasa kata-kata meskipun kata-kata selalu berasal dari nous tidak pernah habis.
Nous selalu berkerja untuk menghasilkan banyak pikiran-pikiran dan akan menyimpang banyak kenangan.
Logismoi adalah pikiran, kata ini sering sekali di pakai bapa-bapa philokalia sebagai pikiran-pikiran yang jahat. Logismoi perlu kita jaga karena dia merupakan bibit dari nafsu. Jika Logismoi ini di biarkan akan menghasilkan nafsu dan nafsu akan menghasilkan dosa. St. Gregory dari sinai : Logismoi itu adalah pikiran-pikiran jahat. Logismoi muncul dari nous yang suci yang sudah tertropokasi oleh godaan, ketika godaan itu masuk melalui panca indra maka ia akan menyerang ke hati. dan jika nous kita kalah maka akan menghasilkan logismoi dan jika terus di biarkan maka akan memunculksn satu namaya mindset.
Logismoi harus kita cegah sebelum menjadi sebuah mindset terus menerus kita lakukan oleh Sebab itu St. Gregory mengatakan bahwa pikiran-pikiran jahat itu kita harus mengerti bahwa itu bisikan dari iblis dan perintis dari hawa nafsu. St. Efraim dari sriya membandingkan logismoi inii seperti ombak yang terus menerus memukuli bebatuan samudera. maka setiap hari kita akan di serang oleh yang namanya Logismoi/pikiran-pikiran jahat seperti ombak yang tidak pernah berhenti. Kapan dan di mana kita bisa di serang. Ini strategi dari iblis untuk menghancurkan kita. Logismoi tidak bisa kita hindari di maan dia selalu ada seperti ombak di laut.
Kita punya strategi bagaimana Logismoi tidak menjadi hawa nafsu, tetapi kita juga harus tau apa yang menjadi strategi dari iblis ini. pertama di akan mencoba membuat kita nyaman dia mulai dengan meyakinkan kita bahwa tidak ada yang salah ketika kita melakukan dosa tertentu dan bagaimanapun Allah itu berbelas kasihan dan bagaimanapun juga Dia akan mengampuni kita. Dan setelah kita melakukannya maka baru timbul rasa ke penyesalan. Dan kita mencoba mendekat kepada Tuhan dan iblis memakai strateginya dengan berkata Tuhan tidak mengmpuni saya karena dosa yang saya lakukan, dia menutup pintu hati kita kembali kepada Tuhan dan menanam benih-benih keputuasaan.
Bapa philokalia St. Irenius mengatakan rayuan kepada iblis tidak prnah di katakan dalam bentuknya yang telanjang jangan sampai terkena, dia harus segera terdifeksi namun godaan itu di buat dalam bentuk rapi dalam gaun yang menarik. sehingga membuatnya tampak kepada orang yang tidak berpengalaman/konyol, penampilan yang tampak benar yang cantik sehingga kita tergoda. dan kita lupa akan kebenaran Firman Tuhan. St. Antonius menambahkan iblis biasanya menyembunyikan rayuannnya di balik penampilannya yang manis untuk menghindari iteksi dan mengarah ilusi indah untuk di lihat yang dalam kenyataannya tidak sama seperti yang di lihat.
Bagaimana setan mencuri hati/doa/nous kita ada satu buku yang menarik tentang the wife of the greem (perjalanan seorang peziarah) tentang pergumulan dia secara berdoa, doa tanpa henti. Suatu kali ia mengikuti ibadah di gereja dan pendeta itu berbicara tentang doa tanpa henti yang ia kutip dalam surat rasul Paulus. Ketika ia dengar ia meresa gelisa dan berkata dalam dirinya apa shi artinya doa tanpa henti itu? bukankah setelah setelah saya berdoa bisa konsetrasi lagi. Doa saya sering di curi oleh iblis di mana memunculkan sesuatu yang menarik atau kesibukan sehinga saya lupa doa.
Bapa Gereja bernama St. Theophan merekomendasikan kepada kita bagainama kita mengendalikan Logismoi yang selalu menyerang kita. Ia menulis begini : pikiran terus mendesak-ndesak pendengaran anda seperti nyamuk. Dengan menghentikan desakan ini kita harus mengikat pikiran dengan satu pikiran atau hanya memikirkan Tuhan. Doa yang sering di ajarkan bapa-bapa greja ini adalah Jesus prayer “ Tuhan Yesus Anak Allah kasihanlah kami orang yang berdosa ini”. Bapa philokalia pentingnya menekankan nous hingga benar-benar hadir untuk tugas yang ada, mereka terus menekankan dimanapun nous kita berasal maka di sana kita berada dan di manapun nous kita tidak ada maka di situ kita tidak ada.
Logismoi bibit dari nafsu (Patos) berarti penderitaan/penyakit bagi jiwa. Ini di sebut penyakit karena ini akan menggerogoti jiwa kita. Logismoi bukan hanya pikiran-pikiran yang jahat ttapi emosi dan perasaan yang jahat. Logismoi itu kuat. St. Maximus pertama-tama kita tidak buat dalam pikiran (logismoi) kita tidak akan pernah berbuat dosa dalam perbuatan. kata amsal berkata seperti dia di dalam hatinya begitu juga dia. Seorang penulis yang tidak di kenal berkata : cuaca di benak anda yang menentukan iklim saat itu artinya ubah pikiran anda dan anda akan mengubah dunia anda. Apa yang terjadi pada anda sat ini bergantung pada pikiran anda di mana pikiran anda akan membawa anda.
Ringkasan :
Hati merupakan karunia Tuhan yang di berikan kepada kita untuk di jaga karena itu tempat penyimpanan memori kita, pengalaman kita ada di situ. Walaupun di dalam pikiran kita sudah lupa tapi itu semua tercatat dalam hati kita.
Logismoi adalah pikiran, kata ini sering sekali di pakai bapa-bapa philokalia sebagai pikiran-pikiran yang jahat. Logismoi perlu kita jaga karena dia merupakan bibit dari nafsu. Jika Logismoi ini di biarkan akan menghasilkan nafsu dan nafsu akan menghasilkan dosa.
Sumber : Youtube Hendi Wijaya link : https://www.youtube.com/watch?v=wM18K8wJ3rk&t=38s
Nama : Elizabeth Situmorang
Semester : 6
Dosen : Dr. Hendi Wijaya S,s
Mata Kuliah : Spirituality of Philokalia