- Menjaga Nous
Bapa philokalia bernama St. Aisea sisoiteri menulis 27 cara untuk menjaga nous semuanya tidak di kupas, tetapi ada beberapa poin yang di bagikan untuk kita semua. Dia berkata begini di antara nafsu, ada nafsu kemarahan dari nous atau mata batin kita. Kemarahan sesuai dengan natur kita tanpa amarah seseorang tidak dapat memperoleh kemurnian, dia harus merasa marah atas semua yang di taburkan di dalam dirinya oleh musuh. Di lanjutkan tentang hati nurani : “Mari kita berdiri teguh dengan takut akan Allah dengan keras mempraktekan kebajikan dan tidak memberikan hati nurani kita yang menyebabkan itu tersandung dalam takut akan Allah biarkan kita menjaga perhatian kita tetap dalam diri kita sampai hati nurani kita mencapai kebebasannya kemudian akan ada persatuan antara hati nurani dan kita, dan kelak itu akan menjadi wali kita, menunjukan kepada kita setiap hal yang harus kita cabut.”
Tapi jika kita tidak menuruti hati nurani kita itu akan meninggalkan kita dan kita jatuh ke tangan musuh yang tidak akan membiarkan kita lepas. inilah yang Tuhan ajarkan kepada kita ketika Dia berkata: Segeralah engkau berdamai dengna lawanmu sementara dia ada di dekat jalan supaya lawanmu itu jangan meneyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dna engkau akan di lemparkan ke dalam penjara Mat 5:25. Ada seorang penatua yang melayani penderitaan kusta di India bernama Gabriella dia berkata : Logismoi itu seperti lalat yang memasuki ruangan kosong, jika tidak ada yang bisa mereka makan di ruangan kosong tersebut maka tidak ada yang bisa menarik maka lalat itu akan pergi.
St. Simeon theolog baru menganggap bahwa menjaga hati terhadap logismoi penting untuk menumbuhakan hubungan kita dengan Kristus. Dia menulis : jika kita tidak menjaga nous kita maka kita tidak mencapai kemurnian hati sehingga di anggap layak untuk melihat Allah. Tanpa pengawasan seperti itu maaka kita tidak akan miskin di dalam roh/berduka/lapar/haus akan kebenaran/ benar-benar berbelas kasih/murni hatinya/membawa damai/dianiaya demi keadilan Mat 5:3-10. Dia melanjutkan : Nous menjaga hati ketika berdoa ia harus selalu berpatroli kedalam hati karena perintah Tuhan kita untuk membesihkan bagian dalam cawan sehingga bagian luar juga menjadi bersih. Meninggalkan semua kerja bentuk spritual lainnya dan berkonsetrasi sepenuhnya pada satu tugas yakni menjaga hati ini dengan demikian melalui praktek ini mereka akan juga memiliki setiap kebajikan lainnnya.
Jadi orang bisa menjaga hatinya maka kebajikan-kebajikan lainnya akan mengikuti sedangkan tanpa berjaga-jaga maka tidak ada kebajikan lain yang kuat. Tanpa berjaga-jaga tidak ada kemurnian hati, tampaknya kita tidak bisa melihat Allah. Bagi seseorang yang menginginkan kelahiran kembali secara rohani langkah pertama menunju cahaya/terang adalah menjaga hati karena tanpa itu nafsu akan selalu menguasai dirinya. St. Yohanes the leader dia menawarkan cara untuk menjaga hati : tutp puntu lidah kita untuk berbicara dan gerbang batin anda kepada roh-roh jahat.
Gregori Palamas : jika kita meneliti pikiran-pikiran kita setiap hari dengan menjaga hati, Allah tidak perlu memeriksa kita ketika kita muncul di hadapannya dan jangan biarkan bagian tubuh/jiwa kita terbuka. Dengan cara ini kita akan menguasai roh-roh jahat yang menguasai/ menyerang diri kita dan kita akan berani mendekatkan diri kita kepada-Nya yang berhak memeriksa hati dan pikiran Mz 7:29. St. theodoros the greek asketik : pentingnya berpegang teguh kepada Tuhan dalam berdoa ketika kita menjaga hati Luk 15:5 dia berkata : mustahil berbicara dengan berbagai jerat yang mereka buat di dalam spritual memanfaatkan indera, pikiran, dan nous pada kenyataannya segala sesuatu yang ada jika ia yang membawa domba terhilang di pundaknya tidak dalam perawatannya yang tak terbatas melindungi mereka yang berbalik kepadanya. Tidak ada satu jiwapun yang akan melarikan diri.
Ada tiga hal yang harus di lakukan kata Theodoris
- Memandang kepada Allah dengan segenap jiwa kita untuk meminta bantuan dari pada-Nya
- Memanggil Dia melalui doa puja Yesus “jesus prayer”
- Meminta blaskasihan-Nya secara terus menerus tanpa berhanti.
St. Talasius menjelaskan empat langkah yang akan mengangkat nous kita kepada Allah.
- Keheningan
- Doa
- Kasih
- Pengendalian diri
St. Maximus merenungkan cara-cara pikiran yang di ijinkan masuk ke dalam nous dan mau tidak mau menyebankan tubuh jatuh ke dalam dosa. Dan ketika kita melihat nous kita di penuhi dengan dosa dan kita tidak mau memeriksanya maka mungkin tubuh kita tidak lama lagi akan masuk kedalam dosa. Maximus mengutip jagalah hatimu dalam segala kewaspadaan karena di situ terpancar/mengalir kehidupan Ams 4:23. St. filter dari Damascus tanpa perhatian dan kewaspadaan nous kita tidak bisa di lepaskan dan di selamatan dari iblis yang berjalan di sekitar kita, dia seperti singa yang mengaum mencari mangsa yang ia telan 1 Petrus 5:8.
Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya berjaga-jagalah dan berdoalah agar kamu tidak masuk dalam pencobaan roh memang penurut tetapi daging lemah Mat 26:41. Filotheos mendesak kita untuk memusatkan nous kita yang terpencar-pencar melalui pikiran akan kematian dan mengingat akan mana Yesus. Hajar jiwamu dengan pikiran maut dan melalui ingatan akan Yesus kristus (fokuskan nousmu yang terpencar). Efagryos : menunjukan hasil yang di berkati dan menjaga pikiran dan hati dalam ketenangan batin itu adalah dengan berdiri berjaga-jaga dan lindungi nous kita dari logismoi saat kita berdoa, kemudian nous kita akan menyelesaikan doannya dan melanjutkannya dalam keheningan (ketenangan yang alami baginya). Kewaspadaan dan itu akan mengembalikan ketenangan batin.
Rasul Paulus menggambarkan pertempuran batin setiap orang kristen adalah untuk melawan logismoi. Ef 6:20-26 rasul Paulus menyuruh kita memakai perlengkapan senjata Allah. Senjata Allah yang paling efektif adalah doa puja Yesus “Jesus prayer”. Pentingnya kita menjaga indera kita seperti memotong pikiran yang masuk dengan mengalihkan pikiran kita kepada Allah (Yesus Kristus). Maka itu mengurangi kekuatan si jahat dan mengusirnya dari nous kita.
- Kontra Bicara
Kita perlu berkata kembali pada logismoi kita dan hal ini sama seperti waktu Yesus di cobai oleh iblis. Melalui kontra bicara kita menutup mulut dengan setan/iblis dan membuka pintu terhadap suara Allah. Bapa philokalia berkata : ketika seseorang tinggal dalam sel doanya (sering di sebut ruang doa yang kecil). Suatu saat ada seorang yang mengujunginnya malam itu dan berkata : bagaimana saya bisa di selamatkan? Lalu, Bapa philokalia berkata masuklah dalam sel doamu dan ia akan mengajari kamu segala sesuatu. Ibu padang gurun bernama Silentika ia berasal dari mesir yang hidup pada tahun 390-470 ia menawarkan contoh antiresis : ketika iblis menggoda kita untuk menjadi sombong ia menyembunyikan dosa-dosa kita dari kita, tetapi ketika ia menggoda kita kehilangan harapan dia menyebutkan dosa-dosa kita di hadapan kita dan menyarankan karena kamu telah melakukan semua dosa ini pengampunan apa yang akan ada? jawabnya tidak ada.
Kepada yang lain ia berkata : karena kamu begitu rakus bagaimana kamu bisa di selamatkan. Bagaimana kita menanggapi keputusan iblis yang menyedihkan seperti itu. Silentika menjawab : jiwa-jiwa yang telah terguncang harus di simpul dengan cara berikut : Rahab adalah pelacur tetapi dia di selamatkan melalui iman. Paulus adalah seorang penganiaya tetapi dia menjadi instrumen yang di pilih. Matius adalah penangih/pemungut pajak tetapi tidak ada yang tau tentang Anugerah yang di berikan kepadanya. pencuri itu dan pembunuh tetapi ia adalah seorang pertama yang membuka pintu sorga. Itulah sebabnya kamu jangan menyerah untuk jiwamu sendiri.
- Berkata Tidak
Pada abad ke -5 ada seorang pertapa yang menceritakan cerita yang sangat menarik : Ada seorang penatua yang di kunjungi oleh seorang pemuda, dan pemuda itu berkata mengapa di dalam pikiran saya selalu ada hal-hal yang buruk yang muncul di dalam benak saya. Dan hal itu sering kali membawa saya dalam masalah. Kemudian penatua ini menyuruh pemuda itu berdiri ke arah angin dan mendorong dia dengan dada mu tetapi pemuda itu berkata bahwa ia tidak bisa melakukannya. Akhirnya penatua ini menjawab sama halnya dengan pikiran-pikiran buruk dalam benakmu sehingga kamu tidak bisa mencegah hal itu terjadi. Karena pikiran-pikiran itu muncul dan sekarang tugas kamu adalah berkata tidak.
Pikiran jahat ini akan menggoda/mendorong kita untuk membuat kita jatuh. Ketika Logismoi datang dengan mengetuk pintu hati kita dengan tegas berkata tidak. seseorang tidak akan nyaman tinggal di rumah jika tuan rumah itu tidak menginginkannya begitu juga dengan pikiran-pikiran jahat ia tidak akan masuk ke dalam pikiran kita kalau kita tegas menolaknya untuk masuk. Pikiran-pikiran datangnya dari otak dan masuk ke perut. Perut kita di rancang Tuhan untuk mengeluarkan hal-hal yang buruk seperti muntah. Ketika pikiran-pikiran mulai muncul ada satu kata yang paling penting dari seribu kata : “ Tidak”
Fransiscus Alexandrer ia menggambarkan : penolakan kita terhadap iblis di awali dengan penolakan dan tantangan. Menurut phitagoras kata Ya dan Tidak adalah kata yang pendek yang membutuhkan pemikiran. Untuk bertumbuh dan menjadi dewasa di dalam Kristus adalah dengan berani dan tegas berkata Tidak kepada iblis dan berkata Ya kepada Tuhan
Ringkasan :
Cara menjaga nous/hati kita dari pikiran-pikiran jahat (logismoi)
- Kita punya lawan bicara.
- Punya kemarahan terhadap yang namanya dosa/ pikiran-pikiran jahat (logismoi) yang muncul.
- Mengatasi pikiran-pikiran jahat (logismoi) di mulai dari hati nurani. Jika hati nurani kita sudah mulai menuduh bahwa ini adalah hal yang salah maka itu harus cepat-cepat di matikan kata St. Aisea. Pikiran-pikiran jahat (logismoi) ini seperti benih jika di biarkan maka akan tumbuh menjadi rumput liar yang menggerogoti hati dan jiwa kita. Hati bagaikan ladang yang subur dan di situ akan muncul berbagai macam benih. Tuhan Yesus pernah menceritakan gandum dan lalang di satu ladang yang sama. Jadi perlu kita sadari di dalam hati ada pertempuran batin antara gandum dan ilalang antara hukum Allah dengan hukum daging.