Spritual Philokalia ini berbicara tentang masalah hati. Di dalam hati Tuhan memberi kita yang namanya nous dan inilah yang menjadi hegemonikon atau penguasa di dalam hati kita. Penguasa ini yang ada di dalam hati kita harus kita jaga supaya dia bisa memilih sesuatu hal yang baik. Di dalam hati ada hukum daging dan roh (berasal dari kerja nous kita menerima Anugerah/belaskasihan/pengetahuan spritual yang kita peroleh waktu kita beribadah dan hal-hal rohani lainnya dan itu masuk kedalam hati kita dan menjadi hukum Allah atau hukum roh ) kedua hukum ini saling berlawanan/bertentangan. Hukum roh harus di proses untuk memperoleh logismoi dan di buahi menjadi buah buah roh. Hukum roh ini seperti benih yang di tanam di dalam hati kita dan di kelola supaya menghasilkan buah perbuatan-perbuatan baik.
Proses ini tidaklah gampang selalu ada gulma/godaan seperti perumpamaan lalang dan gandum. Tugas dari nous adalah menangkal/melawan setiap musuh yaitu hukum daging. Jika nous kalah maka hukum daging yang berkuasa menghasilkan logismoi lalu menghasilkan keinginan danging dan jika di buahi maka akan menghasilkan perbuatan daging (dosa). Nasehat-Nasehat bijaksana dari bapa philokalia langkah pertama adalah 1. Pertobatan (Repetance)/ ini merupakan langkah awal dimana kita membuka pintu hati kita dan mempersilahkan Roh kudus menyalurkan Anugrah Allah untuk masuk ke dalam hati kita untuk menguasai, menjaga dan melinndungi nous itu. Pertobatan ini dengan rendah hati mengakui dosa-dosa kita membuka hati kita supaya energy Ilahi bisa masuk. pertobatan ini di kerjakan setiap hari.
Pertobatan (Repetance) salah satu cara kita merawat/menjaga/melindungi benih ilahi itu (nous). St. Aisean : Untuk mengerjakan pertobatan itu berjaga-jagalah terhadap dirimu sendiri, kita tahu bahwa tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah dan jangan engkau berkata bagaimana saya bisa menjaga hati ini karena saya seorang pendosa. Ketika seseorang berkata saya tidak bisa bertobat dari dosa-dosa saya dan saya tidak bisa kembali kepada Allah. Nah, di situlah kita perlu pertobatan karena di situ di katakan kepada kita untuk bertobat maka akan melahirbarukan kita/memperbaharui hidup kita sepenuhnya. St. Efagrios : Sampai seseorang berubah itu di mulai dari pertobatan, pertobatan akan mengubah orang itu sepenuhnya, dia akan bijaksana ia akan selalu mengingat dosa-dosannya dengan satu kesedihan dengan satu air mata dan disitulah dia akan terus meminta terang Ilahi menerangi hatinya.
Dilanjutkan lagi, St. Efagrios : Pertobatan itu berarti kita selalu mengingat dosa kita dengan satu air mata (soul kesedihan). Mars Diaketik : ada dosa yang akan menghasilkan kematian jika tidak ada pertobatan. Segala dosa akan di ampuni tetapi ada satu dosa yang membawa kita pada kematian yaitu ketika kita tidak melakukan pertobatan. St. Hesekios : Setiap jam/hari kita harus memperhatikan/mengukur tindakan kita kemudian pada sore/malam hari kita mau membebaskan diri kita dari segala macam beban pikiran dengan kelelahan dunia ini dengan cara datang kepada Tuhan dengan satu cara yaitu melakukan pertobatan. Jika kita ingin Tuhan aka menolong kita dengan memberi kita satu pertolongan jika kita sungguh-sungguh meminta pertobatan kepada Dia.
Pertobatan yang di sampaikan oleh bapa gereja harus di sertai dengan skill air mata/ kesedihan yang sungguh-sungguh dan ini bisa di kerjakan setiap hari serta di barengin dengan Jesus prayer. St. Efagrios mengatakan : ketika jiwa di murnikan melalui keberjagaan intelek kita sehingga intelek ini akan meresponi hukum rohani yang kita pelajari dan akan membuat atau menghasilkan satu yang namanya kebajikan yaitu pertobatan. Air mata sangat berharga di hadapan Allah. di lanjutkan lagi, doa yang di sertai air mata pertobatan itu merupakan suatu kebajikan dari intelek kita. Jika kita rindu dari pertobatan ini maka kita menjadi asing dari dosa. Pertobatan itu harus di sertai :
- Purification : pemurnian jiwa• berkata tidak pada dosa/ melupakan/ tidak membayang-bayangkannya di dalam pikiran kita. • melepaskan kita dari segala godaan/cobaan
- Doa atau keberjagaan batin St. Efagrios melanjutkan lagi : janganlah kita berdoa/bertobat hanya sebagai ritual/tampilan seperti orang Farisi tetapi dengan takut dan gemetar di hadapan Allah sehingga intelek kita akan sadar betapa pentingnya prayer itu. Ketika kita melakukan doa ini berdoalah seperti biarawan mengapa? karena meninggalkan semua hal-hal yang duniawi dan fokus kepada sel doanya. Sehingga Tuhan memberi kita sayarat-sayarat bagaiman kita mengatasi dosa kita. Jika doamu penuh dengan duniawi itu tidak akan membawa apapun tetapi jika kamu berdoa fokuskanlah perhatianmu kepada ingatan-ingatan dosa dan mulailah meminta dengan rasa takut tadi untuk melakukan/jijik terhadap dosa itu dan buatlah dirimu dengan senantiasa merasa berdiri di hadapan Allah. Doa memberi kita satu kekuatan untuk melawan hawa nafsu atau memberi kita dispasien ( ketersapihan) dari hawa nafsu. Doa dan pertobatan menolong kita untuk mencapai ketersapihan. Jika kamu adalah ahli seorang theolog kamu akan berdoa dengan sungguh-sungguh dan jika kamu berdoa dengan sunggu-sungguh maka kamu adalah sorang ahli theologia. Intelek (nous) yang di berkati adalah doa tanpa henti yang di sertai kerinduan yang mendalam akan Allah dan doa itu di kerjakan dengan sungguh-sungguh dan terbebas dari hal-hal duniawi. Bapa philokali mengajarkan lagi tentang
- Keheningan batin/ stillnes ini merupakan salah satu cara mengerjakan doa yang terus menerus tanpa terganggu. St. Talasius mengerjakan kita dalam buku philokalia volum yang kedua : keheningan dan doa adalah senjata terbesar dari kebajikan sebab doa dalam keheningan inilah yang memurnikan intelek kita dan memberikan kita pengetahuan spritual. Latiahan yang tekun yaitu pengendalian diri, kasih, kesabaran atau keheningan batin itu akan menghancurkakn doa-doa yang tersembunyi di dalam diri kita. St. Diadokos dari potikis : pengetahuan spritual yang datang melalui doa keheningan yang mendalam dan pertobatan yang sunggu-sungguh akan mendatangkan hikmat dan hikmat ini akan membuat kita meiliki strategi untuk terus bersama dnegan Anugrah Allah itu untuk menjawab segala pikiran-pikiran jahat atau logismoi yang timbul. St. Simeon the theologia : beberapa bapa gereja lain bberkata kita harus mlatih keheningan hati atau keteduhan hati, yang lain mengatakan berjaga-jaga dan lain mengatakan keberjagaan hati. Atau kita harus menjaga keberjaan (melawan ) dan lain mengatakan kita harus mengintefesigasi/ menyelidiki pikiran-pikiran laogismoi dan menjaga intelek. Semua itu saa kerjanya hanya ada di dalam hati dan harus di kerjakan. Hati merupakan tempat menerima/memberi makan oleh mana sorgawi. St. Nikita nitatos : keheninan adalah keadaan intelek yang tidak terganggu. Jiwa yang bersukacita dan teduh hati yang stabil berkonteplasi di dalam terang, memperoleh pengetahuan spritual meencapai yang namanya hikmat melalui nous yang suci, menangkap nous itu dan berbicara kepada Allah. St. Gregori dari sinai : keheningan akan menghasilkan konteplasi Nasehat Praktis doa, pertobatan dan sirenes dalam kehidupan sehari-hari yang di tulis oleh bapa-bapa philokalia :1. Salju tidak pernah bisa memadamkan api, air tidak pernah bisa mengeluarkan api, semak duri tidak pernah menghasilkan buah ara hanya saja hatimu tidak pernah bebas dari pikiran, kata-kata dan tindakan yang menindas sampai ia memurnikan dirinya secara internal, awasi hatimu selalu terus jalankan doa “ Tuhan Yesus Kristus kasihanilah aku ” jadilah rendah hati dan atur jiwa anda dalam keheningan Ada seorang biarawa bertanya kepada guru besar bapa Nestro : Apa yang saya lakukan untuk yang terbaik dalam hidup? dan ia menjawab semua perkerjaan tidak setara. Kita menyatakan bahwa Abraham ramah dan Allah menyertainya di katakan juga Elia menyukai ketenangan dan Allah menyertainya di katakan juga Daud rendah hati dan Allah menyertainya. Jadi apapun yang di temukan/dirindukan jiwamu dalam lakukanlah itu dan selalu jaga integritas. Bapa Antoni berkata : siapapun yang duduk di dalam keheningan dan dia telah lolos dalam 3 peperangan mereka yang mendengar, melihat dan berbicara maka hanya ada satu perang untuk bartarung dan itu adalah hatimu sendiri.4. Amasara pernah berkata : jika saya berdoa kepada Allah bahwa semua orang harus menyetujui perilaku saya, saya harus menenukan diri saya menyesal tanpa henti di depan pintu masing-masing manusia. Saya tidak akan menanyakan ini sampai saya berdoa bahwa hatiku murni bagi semua orang. 5. bapa Filemon : Awasi diri anda dengan hati-hati jangan biarkan diri anda terhanyut oleh oksesi eksternal gerakan jia yang kacau khususnnya dapat di buat tenang oleh keheningan nammun jika anda terus mendorong dan mengsimulasi mereka maka mereka akan meneror anda dan mengganggu seluruh hidupmu, begitu mereka memegang kendali maka begitu sulit bagimu untuk mengontrol diri 6. John climacus : tetapkanlah pikkiranmu menurut jalan hagios sukailah gaya hidup yang sederhana dan sukailah pakaian hidup yang biasa-biasa saja dan sukailah makanan-makanan sederhana dan berperilaku dengan cara yang tidak terpengaruh dan jangan berdiri seolah-olah anda penting dan berbicaralah dari hatimu. 7. John climcus Jika kita di babtis kita mengalami dua baptisan yang pertama adalah babtisan air itu tandanya bahwa kita meninggalkan manusia lama kita, menyucikan dosa-dosa kita dan yang kedua adalah baptisan air mata dimana ketika kita sudah menjadi orang kristen maka ada banyak perjuangan-perjuangan yang akan kita lawan (melawan daging). Air mata merupaka karunian dari Allah 8. Rahap orang persia : Tuhan kita menturuh kita berdoa secara rahasia dan memerintahkan kita menutup pintu dalam Mat 6:6. Pintu yang kita tutup mulut tetapi hidup kita adalah bait suci di mana Kristus tinggal seperti yang di katakan rasul kamu adalah bait Allah 1 Kor 3:16 9. Afarat orang persia : dari saat anda berdoa angkatlah hatimu keatas dan arahkanlah matamu kebawah (melihat kehidupan kita) fokuskan pada diri anda yang paling dalam dan berdoa kepada bapamu yang di sorga secara rahasia. 10. Afarat orang persia : sbelum anda berdoa pertama-tama ampuni semua orang yang telah menyinggung anda dengan demikian doamu akan naik ke hadirat Tuhan. 11. Afarat orang persia : saat anda berdoa berhati-hatilah bahwa anda berada di hadirat Tuhan mempersembahkan korban imamat bukanlah hal yang memalukan anda mempersembahkan korban yang cacat . jadi saat andda berdoa maka pertama-tama ampuni mereka yang telah menyinggung kamu. 12. Marc deaketik : seorang anak sapi mudah mengembara setelah merumput segar dan akhirnya menemukan dirinya terdampar di antara jurang yang menakutkan begitu juga dalam jiwa karena pikiran jahat lambat laut menyesatkannya 13. john of appamea : jika kita menyucikan diri dari kejahatan maka kita melihat kenyataan yang tidak terlihat. 14. Macario digrit : seorang murid harus mengingat akan Allah di dalam dirinya sebab ada tertulis engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan sepenuh hati Ul 6:5. Jadi letakkan Tuhan di hatimu supaya kamu selalu rindu kepada Tuhan dan melakukan apa yang Dia mau. 15. Marc deaketik : jika nous anda dapat berdoa tanpa gangguan maka hati anda akan cepat melembut dalam kerendahan hati. Pemahaman • Didalam hati kita ada hukum daging dan hukum roh • .Tugas dari nous adalah menangkal/melawan setiap musuh yaitu hukum daging. Jika nous kalah maka hukum daging yang berkuasa menghasilkan logismoi lalu menghasilkan keinginan danging dan jika di buahi maka akan menghasilkan perbuatan daging (dosa). • Nasehat-Nasehat bijaksana dari bapa philokalia langkah pertama adalah 1. Pertobatan (Repetance)/ ini merupakan langkah awal dimana kita membuka pintu hati kita dan mempersilahkan Roh kudus menyalurkan Anugrah Allah untuk masuk ke dalam hati kita untuk menguasai, menjaga dan melindungi nous itu. Pertobatan ini dengan rendah hati mengakui dosa-dosa kita membuka hati kita supaya energy Ilahi bisa masuk. pertobatan ini di kerjakan setiap hari. Pertobatan (Repetance) salah satu cara kita merawat/menjaga/melindungi benih ilahi itu (nous) • Pertobatan yang di sampaikan oleh bapa gereja harus di sertai dengan skill air mata/ kesedihan yang sungguh-sungguh dan ini bisa di kerjakan setiap hari serta di barengin dengan Jesus prayer. Air mata sangat berharga di hadapan Allah. Jika kita rindu dari pertobatan ini maka kita menjadi asing dari dosa. Pertobatan itu harus di sertai :
- 1. Purification : pemurnian jiwa
- 2. berkata tidak pada dosa/ melupakan/ tidak membayang-bayangkannya di dalam pikiran kita.
- 3. melepaskan kita dari segala godaan/cobaan. Doa atau keberjagaan batin Jika kamu adalah ahli seorang theolog kamu akan berdoa dengan sungguh-sungguh dan jika kamu berdoa dengan sunggu-sungguh maka kamu adalah sorang ahli theologia. Intelek (nous) yang di berkati adalah doa tanpa henti yang di sertai kerinduan yang mendalam akan Allah dan doa itu di kerjakan dengan sungguh-sungguh dan terbebas dari hal-hal duniawi. 3. Keheningan batin/ stillnes ini merupakan salah satu cara mengerjakan doa yang terus menerus tanpa terganggu. Aplikasih Setiap manusia selalu melakukan yang namanya kesalahan atau perbuatan yang menghasilkan dosa. Tetapi tidak tertutup kemungkinan bagi setiap kita untuk datang di hadirat Tuhan menangisi dosa-dosa kita dan mau hidup di perbaharui oleh Tuhan. Dan ditambah lagi doa puja Yesus. Dimana kita meminta blaskasihan Tuhan. Pertobatan di sini bukan hanya sebagai lambang atau tampilan tetapi harus di kerjakan dengan sungguh-sungguh dengan airmata. Pertobatan ini dengan rendah hati mengakui dosa-dosa kita membuka hati kita supaya energy Ilahi bisa masuk.
Aplikasi yang saya dapatkan dari pembahasan ini adalah mari kita belajar untuk tetap berjaga – jaga dan meimnta belas kasihan dari Tuhan Yesus serta bertobat dari segala dosa yang kita lakukan.
Sumber :
Nama : Elizabeth Situmorang
Mata Kuliah : The Spirituality of Desert Fathers
Dosen : Dr. Hendi Wijaya S, s