Ringkasan The Spisituality of Desert fathers (Part III)

“Hambatan Silents”

Ketika kita melakukan silents, humility dan attempt the salvation ditengah – tengah itu pasti selalu ada hambatan. Ada beberapa hal yang perlu kita pikirkan baik di dalam sel atau hati yang dinamakan Logismoi atau pikiran jahat. Logismoi menjadi benih dari timbulnya hawa nafsu. Logismos adalah sebuah pikiran yang dihasilkan dari jiwa dan roh kita. Jadi, ini bukan timbul dari pikiran – pikiran atau kerja otak, tetapi pikiran yang timbul dari kerja batin atau hati kita. Manusia terdiri dari jasmaniah dan batiniah.

Didalam batin ada perangkat yang disebut Nous. Jika di tubuh kita, otak menjadi chip atau pengendali tubuh kita. Nous menjadi otak dari tubuh dan hati kita. Nous inilah yang mengendalikan seluruh perangkat jiwa atau batin manusia. Perangkat jiwa inilah yang memiliki berbagai macam fakulti sehingga manusia memiliki perasaan, emosi, berpikir, beragumen, berlogika, dan memiliki keinginan yang pada akhirnya disalurkan kepada tubuh kita yaitu melalui mata, tubuh, perut dan organ kelamin. Ini merupakan kinerja dari keinginan yang muncul. Jika Nous dalam kondisi yang baik maka akan menimbulkan suatu logismoi yang baik.

Tetapi, ketika Nous itu tergoda oleh yang Perasmos (Godaan), maka akan berdialog dengan Nous dan jika Nous itu kalah, maka perasmos tadi yang muncul dari mata melihat sesuatu yang tidak baik, timbul sebuah perasmos yang akan masuk dan menyerang ke dalam otak dan nous kita. Maka terjadiah sebuah peperangan. Jika Nous kita kalah, maka perasmos itu akan masuk menyerang hati kita. Jadi, ketika hati kita dikuasai godaan dari iblis atau stimulus yang masuk melalui panca indera kita, maka hati kita ini akan dikuasai oleh segala macam nafsu. Dari sinilah timbul Logismoi atau Dialogismoi sehingga dari hati yang dikuasai iblis timbul segala pikiran jahat (DIALOGISMOI) baca Markus 7:21; Matius 15:19.

Dialogismoi ini merupakan bagian dari Nous. Pikiran yang jahat akan menimbulkan sebuah keinginan atau nafsu (Lust; Passion; EPHITUMIA) yang jahat dan jika keinginan itu dibuahi maka akan melahirkan dosa (Yak. 1:14-15) artinya jika keinginan itu dilakukan oleh kita yang sadar maka, akan melahirkan dosa. Dialogismoi juga merupakan sebuah kinerja Nous yang sudah tercemar. Lalu logismoi seperti apa yang diserang oleh Bapa Padang Gurun (Desert Fathers)? Ada dua faktor yang ditekankan oleh para Bapa Desert Fathers.

  • Pertama Akedeya seperti pikiran – pikiran depresi, tidak punya pengharapan, pikiran negatif, dan kekuatiran yang berlebihan.
  • Kedua Pornea pikiran nafsu atau sex. Ini merupakan pikiran yang timbul dari luar yaitu dari panca indera.

Logismoi muncul dari hati, posisinya Nous sudah dikuasai oleh Perasmos sehingga menghasilkan logismoi. Logismoi inilah yang menjadi benih timbulnya hawa nafsu atau disebut EPHITUMIA. Ketika hawa nafsu itu dibuahi dengan kehendak kita maka akan melahirkan dosa. Tetapi ketika masih berwujud logismoi. Sebenarnya, kita bisa mencegahnya dengan kehendak bebas yang kita miliki. Tetapi, ketika kita melakukannya dengan kesadaran kita maka itulah yang akan melahirkan suatu dosa. Nous merupakan benteng pertahanan dari hati (KARDIA) kita supaya kita tidak dikuasai oleh Perasmos. Nous diibaratkan seperti jenderal perang kita. Nous, kardia, serta berjaga-jaga merupakan benteng dari pertahanan Nous kita. Jadi sel, silent, dan hesychasm merupakan benteng dari pertahanan hati kita.

Ada beberapa cara untuk menjaga hati kita dari serangan iblis antara lain:

  1. Berdoa, khususnya “Doa Puja Yesus”
  2. Mengingat akan nama Yesus
  3. Mengingat akan pengorbanan / gairah Tuhan
  4. Mengingat akan kematian
  5. Mengingat penghakiman akhir
  6. Berjaga – jaga
  7. Berusaha untuk melaparkan hawa nafsu
  8. Askesis atau melawan Pornea dan Akedeya yang timbul dll

Jadi, ketika para bapa padang gurun sudah mencapai silent mereka tidak pasif, tetapi menjadi aktif untuk melwan serangan dari iblis. Ketika Bapa padang gurun sudah mencapai silents dan menjadi repost atau menyingkir dari kehidupan dunia, itulah yang disebut keselamatan segera (Immediate Salvation).

Anthony pernah berkata bahwa : “Tidak seorang pun tidak dicobai, ketika dia akan masuk dalam kerajaan surga. Hanya saja bagaimana kita menyingkirkan Temptation (Godaan), sehingga kita dapat diselamatkan. Evagrius juga mengatakan bahwa : “Ketika kita bisa menyingkirkan godaan maka kita bisa diselamatkan. Jadi, tidak ada seorang pun yang dapat diselamatkan apabila dia tidak bisa mengalahkan perasmos itu.” Inilah yang dikerjakan oleh Bapa-bapa padang gurun. Bagian yang penting dalam logismoi yaitu Porneia. Jadi, Porneia adalah sesuatu yang dialami oleh  desert didalam sel mereka.

Mereka biasanya memiliki Akedeya yang liar tentang sexual atau erotis. Kita harus mengalami sebuah pertobatan (Repentance). Logismoi timbul dari kemalasan. Kita bisa mengalami itu karena kita tidak waspada. Perkataan dari 464 dari NN (No Name) “Kita bisa merasakan manisnya Allah ketika kita menikmati pahitnya dunia.” Inilah yang harus dikerjakan selama hidup kita yaitu melawan segala kenikmatan dunia sehingga kita dapat merasakan manisnya kasih Allah. Kita harus menyadari kita memiliki Nous yang selalu Silents agar tidak diserang oleh porneia maka kita harus masuk ke dalam Sel sehingga dapat Repost. Tidak ada yang masuk kedalam kerajaan surga jika belum di godai atau dicobai.

Akedeya ini merupakan satu pikiran,dimana seseorang itu Restless atau tidak bisa fokus, memikirkan hal – hal yang liar, sampai akhinya mengalami depresi. Mereka yang tinggal di gurun, menghadapi 3 perjuangan yaitu

  • Hearing(Mendengar),
  • Speaking (Berbicara) dan
  • Seeing (Melihat).

Ada godaan lagi bernama Akedeia (Accidie) yaitu pikiran yang hampa atau tidak punya gairah hidup ini dapat diatasi dengan menenangkan hati supaya dapat mengontrol hati. Anthony juga pernah mengalami hal seperti itu. Dia bertapa dan juga melakukan latihan rohani atau askesis tetapi, dia merasa apa yang dikerjakannya itu sia – sia. Dia juga menghadapi yang namanya Akedeya. Dorothy menjelaskan bahwa, “Akedeya ini suatu pikiran atau dosa yang tidak punya tujuan, tidak bisa menikmati apapun, tidak peduli apapun, tidak memiliki gairah, tidak memiliki kehidupan yang pasti mau kemana, dia hanya sekedar hidup atau ada. itulahyang terjadi pada dirinya sehingga pikirannya menjadi jahat. Dia mendapat serangan dari Logismoi atau pikiran jahat.” Bapa Makarius mengatakan : “Ketika saya muda, saya juga mengalami suatu akedeya.”  Bapa Philokalia mengajarkan, ketika kita mengerjakan segala sesuatu dengan hati. Hati inilah yang bisa mengatasi Akedeya ini.

Akedeya ini suatu logismoi yang kita atasi dengan cara berdoa yakni “Doa Puja Yesus”, memiliki kerendahan hati, dan meminta belas kasihan dari Allah. Kita bisa bertarung didalam sel kita. Intinya, kita tetap berada didalam sel. Bagaimana cara mengatasi akedeya itu? Seorang Bapa Desert Fathers yaitu Moses berkata: “Tetaplah didalam sel mu, itulah yang mengajari mu tentang segala sesuatu.” Ibu Theodora mengatakan, “Akedia ini merupakan suatu pikiran jahat yang melemahkan tubuh kita.” Ketika kita mau mencoba sel yang serius dihadapan Allah. Anonymous Advice mengatakan : “Kita semua pasti mengalami Accedia, tetapi kita tidak boleh menyerah, kita harus bertarung di dalam nous. Allah akan memampukan kita dengan kerendahan hati kita dan carilah pertolongannya. Tuhan itu tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan kita.” Marilah kita menerapkan Berdoa atau Hesychasm, Silents. Mintalah kasih karunia Tuhan secara terus menerus. Tetaplah didalam sel, dan mari membangun sel doa kita.

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai