Didalam kitab suci kita harus melihat apa yang tersurat dan tersirat. Kemudian kita bisa mengerti apa arti yang ditimbulkan dari teks itu. Kita harus meklakukan studi secara linguistik dan secara historis. Kitab kidung agung membicarakan bagaimana hubungan Allah dengan Gereja. Dari segi teologis hubungan manusia awalnya baik, kemudian terputus karena adanya dosa kemudian Kristus datang dan menyelamatkan manusia, sehingga hubungan manusia kembali terjalin dengan Allah. Inilah yang disampaikan oleh kitab Kidung Agung. Tujuan kita mempelajari kitab Kidung Agung adalah untuk mengetahui hubungan manusia dengan Allah. Kitab suci itu sama seperti kita manusia yang memiliki tubuh, jiwa dan roh. Sama seperti Bible (Alkitab) apa yang tersirat dan tersurat. Misalnya yang ilahi dan manusia.Kristus adalah Theantrophos artinya Dia adalah Allah dan manusia yang sejati. Krisostom mengatakan bahwa:Kristus itu adalah Theantropos maka Kitab Suci itu juga Theantrhopos yaitu tersirat dan juga tersirat. Kitab suci juga sama, Dia kelihatan dan juga tidak kelihatan sekaligus. Origen mengatakan istilah yang bagus yaitu “Teks yang kelihatan itu sama seperti tubuh kita dan teks yang tidak kelihatan itu seperti roh atau jiwa kita.” Origen membagi kitab suci dalam tiga lapisan yaitu literal sensenya kemudian sarkic. Kitab suci punya tubuh yaitu teks- teks itu sendiri. Ada juga teks yang tidak kelihatan atau biasa disebut Psychic atau moral dan Spiritual atau kerohanian.
Inilah tiga level yang harus kita pelajari dalam mengkesegese alkitab.Clement mengatakan ada 4 yaitu ditambah dengan Analogic atau Eskatological.
Jadi ada 3 lapisan makna alkitab yaitu:
- Historia (makna historis / literal/sejarah; sarkic )
- Theoria (makna spiritual; noetic;mystical)
- Moral (Ketaatan; physchic;good works)
Jadi, dalam mempelajari Alkitab bukan hanya lapisan luarnya saja tetapi dalamnya juga. Mari kita mempelajari kitab suci bukan hanya di level satu (Historia) tetapi juga dilevel 2,3 dan 4 juga. Kitab suci adalah firman Allah. Dalam 2 Timotius 3:15 “ Ingatlah juga bahwa engkau sudah mengenal kitab suci berarti Timotius sudah mempelajari kitab suci, yang dapat memberi hikmat kepadamu berarti memperoleh hikmat pengetahuan itu berarti sudah masuk ke level 2. dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” akhirnya Timotius ketemu dengan keselamatannya. Bukan hanya sekedar teks sejarah tetapi ditulis oleh orang – orang yang pernah hidup di dalam historis tertentu, teks itu diberikan untuk menuntun hidup mereka kepada Kristus dan keselamatan. Menurut Clement kita harus menemukan kata – kata yang mengandung keselamatan. Keselamatan artinya kamu dirubah menjadi serupa dengan Kristus, memiliki relasi yang dekat dengan Allah itulah pada akhirnya. Inilah yang harus kita sampaikan kepada orang lain lewat studi eksegesis (Studi yang dapat dipertanggungjawabkan). Lapisan pertama yaitu Historia berarti kita mempelajri literal meaningnya dan konteks historisnya. Kita harus punya satu konsep yaitu menuntun kita kepada keselamatan. Tetapi untuk mengenal kitab suci, kita harus mengenal teksnya terlebih dahulu. Pada level pertama kita hanya sekedar membaca dan bisa memahaminya. Level dua adalah level menggelisahkan jiwa kita, dimana setelah kita membaca teks kitab suci kemudian harus mendalaminya dan berpikir bagaimana dapat mengerjakannya. Roh adalah lapisan yang ketiga jadi Level tiga, semakin dibaca semakin menemukan jati dirinya. Didalam kitab suci itu terdapat serangkaian fakta ada pesan dari Allah kepada manusia lewat bahasa-bahasa manusia.
Beberapa langkah-langkah eksegesis:
- Teks asli, (PB: Nestle Aland edisi 28 atau Bynzantine text form edisi 25; Pl : Septuaginta (LXX) atau Ibrani Versi The Biblia Hebraica Stuttgarntensia edisi Masoretic Text of the Hebrew Bible.
- Syntatic Form/ Surface Structure (Struktur teks)
- Terjemahan Literal
- Syntatic Content (Isi sintaksis berupa klausa – klausa dari terjemahan literal)
- Konteks historis (Latar belakang sejarah penulisan)
Level Historia
Nama Kitab : Kidung Agung
ditulis oleh : Salomo
Tahun penulisan : 900 BC atau tahun 965-960 BC
Tema : “Kasih antara Suami dan Isteri”
Dalam tradisi Yahudi berarti merayakan kasih Allah kepada manusia. Tema ini merupakan satu simbolik atau alegori (Typological/Metafor) ini merupakan hubungan Kristus dan gerejanya. Jika Kristus adalah mempelai laki-laki maka gereja adalah mempelai perempuannya.
Latar belakang sejarahnya : Suatu kitab puisi yang merupakan tipikal dari kitab puisi Middle Eastern (Kitab Timur Tengah).
Kristus dan gerejannya merupakan spiritual meaning yang tersembunyi didalam gerejanya didalam teks itu. Artinya kitab suci yang kita baca, sebagai orang percaya ini adalah Foreshadowing of christ atau bayangan Kristus. Ketika Timotius mempelajari kitab Pl itu menuntun dia kepada Kristus. Pada saat membaca kitab suci yaitu 2 Korintus 3 :13-16 penghalang-penghalang kita yang menuntun kita kepada Kristus itu dibuka pada akhirnya. Spiritual meaning artinya ada Kristus dibalik teks itu. Jika PB maka itu menunjuk kepada Kristus dan gerejanya.
Level Theoria
Teoria itu adalah teks itu mengandung Spritual Vision. Ketika kita membaca teks itu mata kita itu bukan mata jasmani lagi tetapi mata rohani yang bisa menembus dibalik teks tersebut. Artinya kita bisa dinyatakan kepada Kristus didalam kesaksian kitab suci yang membuat kita bisa melihat Kristus. Bagaimana kita mempelajari kitab suci dan menemukan the hidden meaning of the text.
Alegoris itu artinya keniscayaan didalam kitab suci. Kristus saja memakai Alegoris. Mengapa Kristus memakai Alegori? Supaya gampang dimengerti. Contoh Matius 7:24-27 orang yang membangun rumah diatas batu dikatakan adalah orang yang bijaksana sedangkan orang yang membangun rumah diatas pasir adalah orang yang bodoh. Secara alegoris orang bijaksana sama dengan orang yang mendengar dan melakukan firman Tuhan. Orang bodoh sama dengan orang yang mendengar perkataan itu tetapi tidak melakukannya. Spiritual meaningnya yaitu membangun rumah berarti membangun pekerjaan atau berkarya dan membangun hidup kita. Lalu diatas batu alegorisnya dasar dari bangunanya atau dasar dari kehidupan kita. Fondasi batu berarti Kristus 1 Kor. 3:11 “Tidak ada dasar lain yang diletakan oleh Allah yaitu Yesus Kristus” Paulus menggunakan Alegoris bisa emas, batu, jerami berarti ini sedang membicarakan tentang material yang dipakai. Lalu datang badai hujan dan banjir. Itu adalah hari penghakiman atau hari Tuhan. Berarti bisa terjadi di dunia atau didalam hidup ini ada puncaknya yaitu hari Tuhan. Jika rumahnya tidak roboh berarti dia lolos dari penghakiman itu. Kalau kita membangun rumah diatas fondasi Kristus pasti juga menghadapi badai. Jadi, Kristus itu menimpa siapa saja dan bencana itu juga bisa menimpa siapa saja. Jadi ,diunia ini ada dua jenis orang yaitu orang bodoh dan orang bijaksana.
Jika dia bisa bertahan hidup dirumahnya berarti dia lolos dari ujian atau lolos dari hari Tuhan. Apa arti dari Fondasi Kristus? Fondasi batu itu adalah Kristus sedangkan fondasi pasir berarti diluar Kristus. Fondasi Kristus berarti mendengar dan melakukan perkataan Kristus. Fondasi diluar Kristus berarti mendengar tetapi tidak melakukan perkataan Kristus. Yohanes mengenal Kristus berarti mengenal pribadinya.
Orang yang sudah Mengenal Tuhan berarti mengenal pribadi dan firmannya. Jika kamu mendengar dan melakukan perkataan Tuhan Yesus orang yang siap berjaga-jaga sebelum kedatangan krisis.
Semantic content : orang bijaksana adalah orang yang membangun perkerjaannya diatas fondasi Kristus adalah orang yang sudah siap sehingga, dia selalu mengantisipasi atau berjaga- jaga di hari Tuhan.
Konsep Teologis : Orang yang bijaksana adalah orang yanbg berkaryadan membangun hidupnya diatas fondasi Kristus.
Menjadi orang bijaksana itu:
- Membangun fondasi Kristus yang artinya kamu mengenal dia dan mendengar firmannya. Bagaimana melakukan firmannya berarti bersinergi dengan Dia.
Ringkasan : Mengenal Dia berarti harus masuk kedalam hati.
Moral
Langkah akhir atau Aplikasinya yaitu apa yang harus kita kerjakan dengan segenap kekuatan kita untuk melakukan perbuatan – perbuatan baik. (2 Timotius 3:17).
Anagogic / Eskatologis
Lapisan terakhir berkaitan dengan kesempurnaan orang percaya menjadi serupa dengan Kristus yaitu mencapai kekudusan yang sesungguhnya (Roma8:29;).
Contoh dalam Kidung Agung 1:8 yang termasuk dalam alegorisnya yaitu jelita, wanita, jejak – jejak domba, anak – anak kambing, para gembala ini merupakan alegoris yang perlu dicari. Ini merupakan figuratif alegoris.
Tipologis Yesus Kristus adalah orang yang bijaksana. Kamu harus menjadi sama dengan Dia. Kamu harus menjalani ketaatan yang sempurna. Listening dan obedience inilah yang telah dilakukan oleh Kristus. Inilah hikmat orang yang bijaksana. Alegoris itu bisa bentuk cerita bisa bentuk figuratif tetapi pada endingnya tipological alegoris.
Nama : Elizabeth Situmorang
Mata Kuliah : Kidung Agung
Dosen : Dr. Hendi Wijaya S,s
Sumber : Youtube Hendi Wijaya