Ringkasan Orthodoxy dan Heterodoxy Part I

Kita akan mempelajari doktrin kita sendiri dan diluar doktrin serta hal – hal yang heresi atau doktrin yang kita percayai. Kita akan belajar dari kalangan kita yaitu internal tapi kita juga akan belajar secara eksternal artinya diluar kekristenan. Jika didalam kekristenan itu tentang The Orthodoxy (Doktrin yang lurus) atau Truth Faith/ Core Belive. Nanti kita juga akan mempelajari Heterodoxy artinya doktrin-doktrin yang menyimpang dari Orthodoxy berarti ini Internal dan juga agama – agama diluar kekristenan. Ketika Allah mencipta manusia dia menggambar. Gambar dan rupa manusia yaitu adam dan hawa. Lalu gambar dan rupa Allah ini berinkarnasi diberi nama Yesus Kristus Dia jadi manusia. Manusia tetap menjadi manusia, tetapi Yesus Kristus akan meneladani manusia sebab Dia adalah manusia yang sempurna (The perfect man). Pola kita diciptakan itu adalah manusia yang sempurna.

Berarti manusia yang kudus tanpa dosa. Nanti kita akan menjadi manusia yang kudus tanpa berdosa. Tetapi namanya manusia, ada gambar dan rupa Allah didalamnya. Berarti didlam tubuh manusia ada semacam benih atau gambaran tentang dirinya yang sempurna. Seperti apa? dan Bagaimana? Kita tidak sedang berbicara tentang kekristenan, kita berbicara manusia pada umumnya. Karena manusia adalah gambar dan rupa Allah, berarti setiap manusia itu mempunyai gambaran tentang apa dirinya. Dia bisa mereka -reka dirinya, dan mencari – cari. Seperti apa gambar dan rupa Allah supaya menjadi sempurna dan selamat? Makanya tidak heran muncul berbagai doktrin atau ajaran baik didalam kekristenan sendiri atau diluar.

Jika kita bertanya kepada orang yang dibaptis, apa artinya keselamatan? Atau apa artinya menjadi manusia yang selamat atau yang sempurna? Jawabannya akan berbeda dengan kita tanya dengan orang Islam, dan Hindu. Orang Hindu akan mengatakan ‘kamu harus berhenti reinkarnasi kamu tidak usah dilahirkan kembali akhirnya kamu masuk kedalam ruangan yang kosong.” Jika kamu bertanya pada orang yang dibaptis, maka mereka akan menjawab “Kamu masuk Surga.” Jika kamu bertanya pada orang yang beraliran Orthodox adalah mengalami Theosis (Pemuliaan) yang pada akhirnya saya menjadi serupa dengan Kristus. Kenapa jawabannya berbeda – beda? Karena kita masih segambar dan serupa dengan Kristus yang masih samar – samar dan masih bertumbuh mencari kesempurnaannya.

Sehingga Adam itu tidak diciptakan langsung Ilahi tetapi diciptakan harus dari gambar dahulu baru rupa. Artinya belum dewasa, atau masih anak – anak masih diproses sehingga menjadi sempurna. Manusia mengajarkan berbagai macam Doktrin, Aliran , Filsafat, Ajaran Agama, dan Kitab Suci yang sekarang ada. Manusia itu mencari gambar dan rupa Allah. Sehingga manusia bertanya  Siapakah saya sesungguhnya? Sehingga manusia mencari esensi dari dirinya. Tapi sekarang gambar dan rupa Allah yang menjadi pola ciptaan kita menjadi manusia lalu mengajarkan doktrin tentang siapa dirinya, tentang siapa Allah, bagaimana keselamatan itu bisa terjadi, lalu mendirikan gereja yang disebut gereja dengan murid – muridnya yaitu Para Rasul, dan gereja itu berkembang sampai sekarang.

Manusia juga mengajarkan doktrin yang disebut dnegan Dogma, yaitu Didaskalia untuk mencari tahu siapa dirinya, siapa saya, dan bagaimana saya bisa selamat. Ada yang mengatakan hidup ini hanya sekali tetapi ada juga yang mengatakan hidup ini berkali – kali atau reinkarnasi. Ada juga yang mengatakan tidak perlu untuk mencari Tuhan yang penting kita hidup baik dan nanti kita kan menemukan keselamatan. Pada akhirnya juga manusia akan mencari gambar dan rupanya sendiri lalu bertemu dengan Tuhan Yesus, kemudian memberitakan Firman Tuhan atau doktrin yang ada didalam gereja. Jadi, apa yang dicari oleh manusia selama ini sudah turun dari surga ke bumi lalu mengajarkan, sehingga kita lebih percaya yang mana, ajaran Allah atau manusia itu sendiri?

Kita akan belajar Doktrin baik yang benar atau Orthodoxy maupun versi yang umum. Istilahnya ada Wahyu Umum atau manusia sendiri yang mencari kebenaran itu dan ada Wahyu Khusus kebenaran itu sudah turun menjadi manusia. Yang spesial adalah Allah sendiri yang menyatakanNya kepada manusia. Berarti ajaran ini ada 2 yaitu Orthodxy (Komplit) dan ada ajaran Heterodoxy (Inkomplit). Dengan kita mempelajari kesalahan maka kita bisa memperbaiki kesalahan. Kita harus tahu ajaran yang komplit supaya kita bisa mengajarkan kebenaran atau doktrin yang komplit. Apakah kita harus bersikap bermushan ketika mengetahui bahwa ajaran itu tidak benar ? Tidak apakah kita harus mengatakan kamu sesat? Tidak!!! kita harus menghindari bahasa – bahasa itu. Kita harus memberi masukan kepada ajaran lain supaya ajaran itu komplit.

Ada ajaran yang melenceng jauh, dan ada juga yang mirip. Bagaimana kita bisa menempatkan ajaran – ajaran yang ada atau bagaimana kita menyeimbangkan ajaran – ajaran yang ada. Sehingga ajaran yang inkomplit ini menjadi komplit. Bukan kita merasa paling benar lalu kita sombong, tetapi kita harus memandang ajaran yang inkomplit itu dengan kerendahan hati. Mintalah belas kasihan dari Tuhan supaya mereka juga menemukan kebenaran itu. Terkadang kita dalam hidup ini konsen dengan kebenaran. Katakanlah jika kamu menjadi seorang kasir. Ketika kamu mengembalikan uang itu harus dengan jumlah yang tepat. Seorang perawat juga seperti itu ketika dia menyuntikan obat harus dengan dosis yang tepat. Seorang guru sejarah dia juga harus memastikan tanggal dan tempat itu harus tepat dan benar. Tetapi ketika kita membicarakan soal doktrin, kita menganggapnya remeh dan msing-masing punya iman atau kepercayaannya sendiri. Masing – masing punya cara untuk menyembah Tuhan dan menjadi relatif, ini yang disampaikan oleh Danik. Mengapa kita perlu belajar tentang Doktrin? 1 Yohanes 4:1-2 ; 1 Yohanes 5:1; 1 Yohanes 1 mengatakan bahwa gambar dan rupa Allah itu sendiri menjadi pribadi. Berarti ketika kita berbicara tentang doktrin berarti kita berbicara tentag kebenaran. Yang manusia cari adalah sifatnya yang pribadi. Yang dicari oleh manusia itu sudah menjadi manusia. Yohanes 14:6 “Akulah jalan kebenaran dan hidup.” Bahwa Kristus itu adalah kebenaran atau kebenaran itu adalah Kristus. Doktrin yang kita cari adalah  pribadi Tuhan Yesus Kristus. Karena Kristus adalah gambar dan rupa yang dicari oleh manusia.

Mengapa menangkap ini penting? Karena, tadi kitab suci mengatakan, barangsiapa salah memahami doktrin yang benar, maka dia tidak berasal dari Allah. Mereka salah memahami Kristus, berarti didalam lingkup gereja sendiri itu juga bisa salah memahami. Ada yang memahami Kristus itu bukan datang sebagai manusia, atau Kristus itu hanya Allah dan bukan manusia. Dia hanya Allah dan bukan manusia. Ada yang mengatakan Yesus itu bukan Mesias? Salah memahami tentang Kristus artinya kita bukan berasal dari Allah. Dalam (1 Yohanes 4 : 1) Jika kita tidak dapat memahami firman, maka kita tidak berasal dari Allah. 1 Yohanes 4:15 menjelaskan tentang siapa Yesus. Waktu Tuhan Yesus menyatakan diriNya banyak yang salah menangkap apa maksud dari firman ini.

Banyak nabi – nabi palsu yang mengajarkan yesus-yesus yang lain misal : (1Yoh.4:1) berarti ada yang tidak berasal dari Allah, yaitu nabi – nabi palsu itu. Jika kita salah memahami siapa Pribadi Tuhan Yesus maka kita tidak bisa diselamatkan atau binasa. Mengenal doktrin itu sama dengan kita mengenal Yesus Kristus yang sejati. Bahkan ada nabi – nabi yang menyangkal Bapa dan Anak (1 Yoh 2:22). Ada nabi – nabi palsu dan antikristus yang mengajarkan Yesus bukan anak Allah, Mesias atau Kristus. Kita harus tahu Kebenaran, Pribadi, Doktrin, Orthodoxy dan yang sesungguhnya. Orthodoxy artinya, ajaran yang lurus dan lawannya yaitu nabi – nabi palsu atau disebut Heterodoxy /menyimpang /berbelok. Ada yang mengajarkan yang lurus yaitu tentang pribadi Tuhan Yesus Kristus. Tetapi yang pertama saja sudah menyimpang surat 1 Yohanes saja sudah hampir mau masuk ke abad ke -2.

Para penyimpang ajaran atau doktrin ini sudah ada sejak dahulu. 1 Yoh. 4 Dia datang sebagai manusia, ada yang tidak percaya tentang hal ini. Tuhan Yesus datang sebagai anak Allah hal ini juga ada yang tidak percaya. Berarti, percaya pada Yesus saja tidak cukup, tetapi juga harus mengenal Orthodoxy atau ajaran yang lurus. Ajaran yang mengajarkan Yesus adalah Mesias, Kristus, Anak Allah, datang sebagai manusia. Kita harus tahu semua doktrin ini. Didalam kekristenan juga muncul banyak ajaran heterodoxy yang mesti kita waspadai dan kita kenal. Jika kita tidak kenal atau tahu maka nanti kita bisa terjebak didalamnya. Ada yang muncul yaitu Allah Tritunggal itu tidak ada dan mengajarkan pribadinya berbeda – beda. Allah yang satu itu adalah  yang Esa yaitu Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah manusia yang sedang mencari gambar dan rupanya walaupun Tuhan Yesus sudah dinyatakan.

Pada saat sudah dinyatakan, gambar dan rupa Allah itu dihidupkan manusia itu kembali lagi gambar dan rupa Allah, dipikirkan lagi dan dia cari lagi gambar dan rupa Kristus itu seperti apa, tapi sayangnya Inkomplit (belum lengkap). Memahami Yesus yang tidak komplit kita harus menunjukkan sikap kerendahan hati. Tetap saja mereka gambar dan rupa Allah itu. Ini merupakan bukan hukum relativitas yang menyatakan salah tetap salah dan benar tetaplah benar. Kita yang adlah mansuia dalam bentuk komplek tidak bisa mengatakan jika kamu tidak percaya Tuhan Yesus maka kamu tidak diselamatkan, kita tidak bisa berkata seperti itu. Kita tidak bisa mengatakan Doktrin itu relatif. Kebenaran itu tentang siapa dan seperti apa. Salah mendalami doktrin maka kita akan binasa. Yohanes 17 :3 mengenal Allah dan Kristus itulah baru mengenal hidup kekal. Jika kita salah memahami Yesus Kristus itu maka kita salah mengenal tentang Allah. Ini menyangkut kehidupan kita kelak.

Ingat nabi – nabi palsu itu sudah menyebar dimana – mana. Baik keristenan itu secara umum atau diluar nanti. Selalu ada statement atau pernyataan yang umum pada akhirnya merelatifkan semua agama itu sama. Bagaimana kita meresponi itu? Kita harus percaya pada apa yang kita yakini dan meyakini apa yang kita yakini untuk dikatakan kepada orang lain, tetapi dengan cara yang humble (ramah). Apa yang kamu percayai? Lalu, bagaimana kamu membuat satu perbedaan? Substansi berasal dari natur itu sendiri (Yoh 17:3). Bagaimana kita bisa mengenal pribadi Tuhan Yesus Kristus itu sendiri (Yoh 1:18; Yoh 17:22-23). Jika kita salah jalan, maka kita tidak sampai pada tujuan. Manusia itu hanya mereka – reka jalannya sendiri tetapi tidak tahu tujuannya. Ternyata jalan atau kehidupan itu bukan penegtahuan atau ajaran dan filsafat tetapi kehidupan pribadi Tuhan Yesus Kristus.

Ada yang mengatakan “Saya percaya pada Tuhan Yesus, tetapi saya tidak mau mengikuti Dia.” Itu bukan mengenal Kristus yang sesungguhnya. Yesus berbicara “Kamu harus makan daging dan minum darah Ku.” Doktrin adalah Pribadi Kristus yang menyelamatkan manusia. Sebab, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh. 14:6). Sekarang, jalan kebenaran itu datang ke dunia menyebarkan kebenaran, kebenaran itulah yang harus kita ikuti. Kita harus mau mengikuti Pribadi dan Doktrin dari Tuhan Yesus. Yesus mengatakan sesuatu, berarti Dia sedang mengajar pribadiNya yang adalah jalan, kebenaran dan kehidupan. Oleh sebab itu, Kristus ini adalah pribadi yang sekaligus juga doktrin atau kabar baik. Dalam (1 Yohanes 1:1-2) jika Dia menjadi seorang pribadi, Dia juga adalah historycal (sejarah yang bisa dibuktikan) Rasul Yohanes mengatakan “Dia bisa dilihat, diraba, dan disentuh.

Kemudian pribadi ini katanya kami beritakan supaya kamu juga beroleh persekutuan dengan kami, menyatu dengan kami yaitu Dia yang jadi satu pribadi ini supaya kita bisa menyatu dengan Bapa. Tapi Dia juga tidak menjadi pribadi tetapi Para Rasul mencatat, menuliskan, yaitu doktrin jadi pribadi ini mengatakan sesuatu itulah yang diberitakan atau diajarkan. Injil itu adalah kabar baik atau biasa disebut Evangelion / Message atau pesan yang baik kenapa baik? Karena ada keselamatan, yaitu berupa pesan dan pribadiNya yang juga sama baiknya inilah yang disebut dengan Injil. Injil itulah yang memberi keselamatan. Injil itulah yang menjadi kekuatan Allah yang menyelamatkan (Roma 1:17). Jadi, kalau kita menerima pribadiNya, doktrin itu tidak menjadi pribadi, tetapi juga ajaran sekarang yang dituliskan salah satu contohnya Alkitab yang didalamnya tertulis dari Kejadian – Wahyu. Alkitab merupakan doktrin yang tertulis.

Pribadi itu menyelamatkan dalam bentuk Injil. Kenapa harus doktrin? Yohanes 5:29 berarti jika kita menolak Kristus, kita akan mengalami Suffering (menderita) atau Punishment (hukuman). Ajaran yang diluar Kristus itu berbahaya bagi kita. Sebab ini menentukan dimana kita nantinya apakah kita dibangkitkan untuk hidup yang kekal, atau dihukum. 1 Yohanes 1 ini doktrinnya adalah pribadi, karena bisa dirasakan, dan diraba. Jadi, pribadi itu untuk menyatu dengan Tuhan. (1 Yoh. 1 :3) Apa yang kami dengar, kami beritakan, lalu kami tuliskan, baik secara tulisan maupun lisan yang sering di sebut sebagai tradisi atau paradosis. Didalamnya ada doktrin baik lisan maupun tulisan. Lalu lisan dan tulisan ini yang disebut Doktrin itu yang mana dan untuk apa juga? Sama dengan pribadi tadi yaitu ayat 3 tadi supaya kamu memperoleh persekutuan dengan kami.

Jadi, ini menentukan the Next Life kita. Doktrin itu menentukan masa depanmu. Jadi Doktrin itu menentukan kekekalan kita, bangkit untuk dihukum atau bangkit untuk hidup didalam kehidupan kita yang akan datang. Ada istilah teknis yang perlu dipahami. Jika Orthodoxy atau ajaran yang sehat dan benar sedangkan Heterodoxy itu adalah ajaran yang menyimpang atau berbelok. Dogma adalah suatu ajaran yang tidak bisa diubah – ubah atau yang sudah ditetapkan. Tidak ada yang bisa mengubah kitab suci karena itu sudah ditetapkan. Agama lain juga memiliki dogmanya dan tidak bisa dirubah. Doktrin itu bagaimana dogma itu diajarkan. Dogma tidak bisa dirubah sedangkan Doktrin bagiamana Dogma itu diajarkan. Jadi ketika manusia sedang membaca firman Tuhan maka dia sedang berteologi. Theologi adalah refleksi kita saat membaca dogma atau doktrin.

Tradisi adalah ajaran yang diajarkan secara turun – menurun akhirnya menjadi tradisi. Para Rasul belajar dari ajarannya Kristus. Lalu ada Heresi adalah kelompok yang memilih untuk memisahkan diri dari ajaran yang lurus. Hereti artinya pengikutnya Heresi. Contohnya “Saya meninggalkan gereja atau murtad atau hidup diluar Kristus.” Apostasi saya meninggalkan gereja saya memilih berdiri diluar Kritsus. Skisem artinya perpecahan atau perpisahan.

Sejarah Kekristenan

Kekristenan awal muncul dari tradisi Yahudi, mengapa Yahudi? Karena Yahudi adalah salah satu suku dari bangsa Israel. Israel berasal dari Abraham dan Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel. Abraham dari mana? Dari Adam dan Hawa dan Adam dan Hawa itu berasal dari Allah. Jadi, dalam tradisi Yahudi bangsa inilah yang terpilih oleh Allah untuk melahirkan Juruselamat. Dalam tradisi Yahudi atau Israel, bangsa inilah yang terpilih oleh Allah untuk melahirkan seorang Juruselamat. Lalu berkembang di abad pertama, kedua dan seterusnya tiga abad pertama itulah berdirinya tiga pusat kekristenan yaitu di Roma, Konstantinopel, Aleksandria, Anthiokia dan Yerusalem. Sudah berdiri pusat kekristenan itu sampai sekarang. Patriakhnya masih ada seperti Roma yaitu Roma Katolik. Jadi, semuanya memiliki tradisi yang sama.

Sebelumnya, didalam perkembangannya pusat kekristenannya memiliki dogma yang sama dan belive yang sama tanpa ada perubahan. Tetapi mulai muncul Heresi di abad pertama dalam surat 1 Yohanes. Di abad yang keempat pada tahun 367 Alkitab dikanonkan (distandarkan) oleh St. Ethanasius the Great, yang berarti dipagukan atau dikanonkan berarti ada kitab yang tidak dimasukkan didalam kanon ini. Lalu di abad ke -11 tahun 1054 gereja yang di Roma , Yerusalem, Konstantinopel, Aleksandria memisahkan diri dari yang di Roma. Kemudian di abad ke -19 tahun 1517 munculah seorang Rahib dari katolik darti Ortoagustinian yang yaitu Martin Luther menyatakan Reformasi terhadap Gerejanya yaitu Gereja Katolik memisahkan diri katolik menjadi Gereja Protestan Reformation. Kira – kira sudah 503 Reformasi gereja itu. Reformasi gereja itu juga menimbulkan Skisme atau perpecahan tidak cuma satu tetapi puluhan ribu alirannya atau denominasi gerejanya.

Nama : Elizabeth Situmorang

Mata Kuliah : Dogmatika (Orthodoxy dan Heterodoxy)

Dosen : Dr. Hendi Wijaya S.s

Sumber

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai