(Pembeda – bedaan)
Didaskalia atau dalam bahasa Yunani disebut Diakrisis. Apabila diterjemahkan kedalam bahasa indonesia artinya memilah – milah atau mengevaluasi, membeda – bedakan menimbang dan menilai mana yang baik dan jahat atau yang benar dan buruk. Ini merupakan salah satu virtues (ilmu kebajikan). ini adalah karunia rohani yang diberikan oleh Roh Kudus kepada setiap orang percaya. Apa pentingnya kita memiliki karunia ini?
Diakrisis menurut bapa padang gurun atau bapa gereja.
Bapa Poemen mengatakan, “Selalu perhatian kepada jiwa kita, memperhatikan diri kita. Didaskalia ini merupakan alat kerja jiwa kita. Jadi kita harus berjaga – jaga. Kita harus mengevaluasi mana yang jahat dan baik. Memang didalam hati kita ini tertanam 2 hukum berbeda yaitu hukum Roh yang berasal dari ajaran Roh Kudus seperti membaca firman Tuhan dan melakukannya ini merupakan pengertian dari hukum Roh. Jika kita belum percaya maka kita masih memiliki hati nurani, maka ini merupakan hukum batiniah didalam hati kita, dimana kita masih memiliki sikap yang baik sehingga kita tidak ingin berbuat jahat.
Hukum kedua yaitu hukum daging, ini merupakan hal yang alami pada umumnya. Hal yang alami ini bertentangan dengan Allah maka disebut dengan hukum dosa. Hukum daging atau dosa ini bertentangan dengan hukum Roh baca (Gal. 5 ; Roma 7) ini menjelaskan hukum Roh dan hukum Daging. Ditengah – tengahnya ada hukum akal budi atau Nous. Hukum Nous inilah yang harus dilatih mana yang merupakan pikiran jahat atau logismoi mana pikiran yang baik atau Logismoi yang baik. Jadi, ada pemilihan yang mana yang buruk dan jahat.
Apa yang diajarkan oleh Desert Fathers kepada kita sangat penting dan dilatih setiap hari. Nous dalam Psikologi disebut sebagai ego yang bisa memilih, super ego adalah nilai – nilai yang baik itulah Hukum Allah. Tetapi ada nafsu (eat) yang cenderung memuaskan keinginan daging, yang tadinya makan dengan normal menjadi berlebihan itulah yang membuat kita jatuh kedalam dosa. Keinginan seks adalah keinginan yang natural untuk perkembangbiakan ini bisa menjadi dosa karena disalahgunakan. Roma 8 mengatakan bahwa banyak sekali hukum yang alami apabila disalahgunakan berubah menjadi hukum dosa sehingga kita bisa mati. Oleh sebab itulah kita harus mengajarkan Nous (mata rohani)yang harus difasilitasi dan diajarkan discretion sehingga ia bisa memilih hukum Roh. Sehingga ketika Nous memilih Hukum Roh maka Hukum Roh ini akan menjadi seperti benih yang akan terus bekerja ditanam, dan bertumbuh menjadi suatu perbuatan baik atau buah Roh. Bagaimana prosesnya?
Kita harus memiliki Spiritual of humility, Repentance, lalu menghasilkan sebuah Discretion. Discretion ini harus kita latih didalam saat teduh atau saat jiwa kita tenang atau silent dan hesikia utntuk diberi suatu ruang. Sama seperti ketika kita memilih sebuah keputusan jika kita tergesa – gesa atau emosi. Kita diberi waktu untuk berpikir, kita bisa salah memutuskan bahkan cenderung merugikan hidup kita sendiri. Sama seperti kita, batin ini sibuk dengan lalu lintas dijalan bahwa nous ini seperti lampu lalu lintas. Jika tidak ada rambu lalu lintas, maka akan terjadi kecelakaan. Kita ingin melakukan apa yang Tuhan kerjakan tetapi pikiran daging ini selalu muncul dan menghalangi serta membelokkan hati kita. Inilah yang menimbulkan rasa bersalah. Mengapa ini bisa terjadi?
Didalam hati kita ada suatu consience atau hati nurani tetapi ini tidak cukup ini harus bertumbuh menjadi hukum Roh dengan Nous yang berperan penting didalamnya. Oleh sebab itu, kita perlu pekerjaan Roh Kudus Ibrani 5:14 yang dapat membedakan yang baik dan jahat. Ini artinya kita memiliki perangkat keras atau Nous. Ini seperti makanan keras bagi kita Ibrani 5 :14. Ini berarti untuk orang – orang yang kehidupan roahaninya sudah tumbuh. Cirinya kita memiliki discretion sehingga kita bisa menggunakan panca indera dengan benar. Seperti merasakan yang benar, melihat yang benar, mendengar yang benar dan melakukan yang benar. Jika kita masih belum bisa membedakan yang benar maka kita belum memiliki Discretion. Makanan yang keras melatih kita untuk membedakan mana yang jahat dan mana yang benar. Ketika kita sudah memiliki kehidupan rohani yang dewasa, maka kita sudah terbiasa memakan makanan rohani yang keras. Sehingga nous kita menjadi terang, jika nous kita terang maka tubuh kita juga menjadi terang.
Discretion ini merupakan karunia dari Allah yang dapat membedakan mana yang jahat dan baik. Discreation ini bisa membedakan kepalsuan dan kebenaran. Ini penting apalagi dalam kehidupan ini ada ajaran yang menentang bahwa Tritunggal itu tidak ada. Inilah pentingnya diacrisis. Jika kita salah memilih doktrin maka cara hidup kita akan salah dan pada akhirnya tujuan kita juga salah. Dalam 1 Yohanes 4:1-3 mengajarkan kepada kita menguji setap roh, apakah itu berasal dari Allah inilah diakrisis. Jadi istilah membeda – bedakan roh, juga dapat ditemukan didalam 1 Korintus 12:10 dimana Rasul Paulus medaftar membeda – bedakan roh merupakan salah satu dari karunia Roh Kudus.
Karena diakrisis juga kerja dari Roh kita sebab ini bekerja didalam batin kita. Hanya Roh Kudus yang bisa menolong kita untuk memiliki diakrisis itu. Oleh sebab itu maka diperlukan kerendahan hati dan keramahan, disinilah wadah Roh Kudus leluasa bekerja. Jadi, kita harus memiliki strategi untuk menciptakan hati, dimana Roh Kudus itu bekerja leluasa didalam hati kita. Sehingga bisa memberikan suatu karunia kepada kita. Karunia itu berarti satu anugerah dari Roh Kudus kepada kita dan kita memiliki itu. Ini juga biasa disebut sebagai mata atau telinga ketiga (Nous) panca indera yang terlatih tadi. Ini artinya bisa membedakan mana yang benar dan yang salah. Ada panca indera yang terlatih untuk mengarahkan anggota tubuh kepada hal – hal yang sesuai dengan hukum Roh.
Untuk membedakan kebenaran dari kepalsuan kita memerlukan pembedaan ini. Salah satunya yaitu karunia Roh Kudus dan tinggal didalam gereja. “Diakrisis ini merupakan ratu dari semua ilmu kebajikan.” ini menurut Sophoronus dari Yerusalem. Tradisi monastik ini perlu karunia, yaitu karunia pembeda – bedaan. Para bapa padang gurun menyadari bahwa hal ini sangat penting untuk dimiliki. Misalnya suara hati nurani merupakan diakrisi yang dimiliki semua orang, baik orang percaya maupun orang yang belum percaya sebab ini merupakan gambar dan rupa Allah yang diciptakan oleh Allah untuk kita. John Chrysostom menulis, “Bukalah pintu – pintu dari suara hati nurani mu dan lihatlah hakim itu duduk di pikiranmu.”
Kemudian diakrisis yang lain adalah Alkitab adalah garis yang membentang dihadapan kita yaitu kehendak dan kebenaran Allah yang diwahyukan secara ilahi. Lalu garis bimbingan yang lain untuk menolong kita yaitu Etika, Moral atau Akhlak yang mungkin diajarkan oleh guru atau orang tua kita atau istilahnya super ego. Jadi, dari kecil kita mengajar etika moral kepada anak – anak kita. Garis bimbingan lain yang menolong kita adalah Bapa Rohani kita yang mengahdirkan Roh Allah dan yang adalah seorang sahabat dan pemberi nasehat. Kemudian Doa yang mengundang Roh Kudus untuk datang memasang kemahNya didalam kita. Dengan demikian karunia – karunia pembeda – bedaan dapat disebut secara paling baik sebagai pembedaan yang penuh dengan doa dengan Jesus Prayer. Lalu Kemurnian Hati yang membersihkan mata dari jiwa kita yang memampukan kita untuk melihat Allah. Gregory Nyssa mengatakan, “Didalam dosa terdapat benih kematian.” Hati harus dipelihara dengan pertobatan sehari – hari. Kehidpan kita itu tidak melakukan kejahatan, tidak suka dengan gosip, tidak sombong dan tidak bertindak sembarangan. Bagaimana kita melatih panca indera kita sehingga anggota tubuh kita punya dsicretion. Inilah kehidupan para biarawan ini perkataan salah seorang elder. Bapa Anthony berkata, “Walaupun dia melatih tubuhnya tetapi dia tidak memiliki discresi maka ia tidak bisa menilai yang baik dan yang jahat. Jika kita punya diskresi yang baik maka kita akan dekat dengan Allah jika tidak maka kita akan jauh dari Allah.” Apakah penglihatan itu dari Tuhan atau bukan? Jadi penglihatan kita yang dari Iblis yang menunjukkan bahwa Diakrisis berasal dari si jahat. Jadi kita punya kepekaan seperti kapan kita menegur orang lain secara tegas dan lembut kepada seseorang. Ada seorang bertanya pada Bapa Arsenius, “Diakrisis penting kapan kita bisa repose dan berpikir tentang hikmat dari Allah.”
Kita memiliki Diakrisis yang menyatakan apakah ini baik atau jahat kepada setiap pikiran yang masuk kedalam hati kita. Jangan sampai kita terjebak inspirasi dari iblis tetapi harus berasal dari Allah. Jiwa perlu diterangi sehingga kita menemukan jalan kerohanian. Diakrisis ini seperti jalan aristoteles mengatakan seperti suatu jalan raja. Jadi kita memiliki proporsi di tengah – tengah. Contoh kita marah, bagaimana diakrisis tentang marah? Kita tidak ekstrim dengan amarah dan juga tidak terlalu cuek dengan keadaan yang harusnya kita juga marah. Adakalanya kita harus tegas kepada seseorang. Seperti kata Philokalia kita tidak boleh jatuh kepada dosa yang ekstrim. Banyak kegiatan yang harus dilakukan seperti kasih, dan sabar. Kita tahu banyak tentang kasih, tetapi berapa banyak kasih yang sudah kita kerjakan?
Kesimpulan
Discretion ini merupakan karunia dari Allah yang dapat membedakan mana yang jahat dan baik. Discreation ini bisa membedakan kepalsuan dan kebenaran. Dalam anggota tubuh kita terdapat mata ketiga dimana kita harus menimbang sebuah keputusan yang baik. Mintalah hikmat dari Tuhan sehingga kita memperoleh sebuah karunia pembeda – bedaan.
Nama : Elisabeth Situmorang
Tingkat : 3 (Semester 7)
Dosen : Hendi Wijaya S.s
Mata Kuliah : The Spirituality of Desert Fathers
Sumber :