Roman Catholicism
(Gereja Katolik Roma)
Gereja Roma adalah gereja yang berasal dari gereja misi yang didirikan oleh Para Rasul termasuk Rasul Petrus. Gereja ini merupakan gereja purba atau mula – mula yang ada di wilayah Eropa Barat. Gereja ini bukan hanya ada di kota Roma, tetapi telah berkembang ke seluruh dunia. Gereja Roma juga disebut gereja yang Katolik. Penamaan Katolik ini memang untuk membedakan dengan gereja – gereja yang ada di Timur yang disebut gereja Orthodox. Sejarahnya, ketika Kristus bangkit dan naik ke Surga lalu terjadi Pentakosta, Para Rasul menerima karunia dari Roh Kudus. Kemudian mereka memberitakan Injil dari Yudea, Yerusalem, Samaria, daerah Asia Kecil, sampai ke Eropa. Di Roma, Benua Eropa inilah kota Metropolitan dari kerajaan Romawi terdapat Gereja Roma Katolik. Inilah yang menyebabkan adanya Surat Rasul Paulus untuk Jemaat di Roma.
Pada abad yang pertama sudah ada perkembangan Injil yang dimulai dari Yudea, Yerusalem, Samaria, daerah Asia Kecil, Anthiokia, dan Aleksandria sampai Roma. Jadi, ada gereja – gereja yang didirikan oleh Para Rasul. Misalnya Rasul Paulus yang sudah mendirikan gereja di Yunani, Asia Kecil, dan Turki. Ini merupakan gereja yang didirikan oleh Rasul Paulus. Lalu Rasul Markus merintis gereja di Aleksandria (Kota Pelajar). Kemudian Rasul Petrus menjadi Uskup yang pertama di gereja Anthiokia didaerah Suriah.
Sudah ada pusat – pusat kekristenan yaitu di Yerusalem, Anthiokia, Roma, Aleksandria. Nanti muncul lagi di Konstantinopel atau di daerah Turki atau Bynzantium atau sekarang disebut Istanbul. Inilah lima pusat kekristenan yang muncul di abad pertama. Pada tanggal 16 Juli 1054, inilah yang disebut sebagai masa kelam bagi gereja. Karena terjadi perpecahan antara Gereja Katolik dan Gereja Timur. Maka ada istilah Gereja Barat dan Timur. Gereja ini pecah dalam arti mereka tidak saling mengakui, tidak lagi menjalin suatu komuni. Pada masa itu Gereja Roma mengutus Kardinal Humbert dan Kardinal Diaken Frederic dari Lotharingia ke Gereja Hagia Sophia. Mereka menyampaikan suatu keinginan Paus yaitu masalah kekuatan atau kekuasaan seorang Paus terhadap gereja. Ketiganya masuk kedalam gereja. Ada satu dokumen yang diserahkan yang bertujuan untk memutuskan hubungan. Dokumen itu diberikan kepada Patriakh yang ada di Konstatinopel yang dipimpin oleh Michael Cerularius. Humbert berkata, “Allah akan melihat dan memutuskan” Lalu mereka menyerahkan dokumen pemutusan hubungan. Gereja Timur tidak mau mengakui bahwa Paus yang ada di Roma itu yang paling berkuasa. Tentu gereja – gereja yang di Timur tidak mau. Harus ada senioritas tetapi bukan dalam hal kuasa. Ini merupakan masalah politik yang dihadapi gereja pada saat itu.
Perbedaan Gereja Timur dan Barat
Ada area – area yang cukup berbeda misalnya tentang Development of Doktrin, Hubungan antara Iman, Rasio dan Kerohanian.
Development of Doctrine
Gereja di Katolik Roma menerima Development of Doctrine artinya Doktrin bisa berkembang, dan di revisi (Diubah). Tetapi, di Gereja Timur tidak bisa dirubah atau doktrin itu sudah menjadi sebuah kebenaran. Di Roma Katolik menerima Development of Doctrine artinya, Gereja bisa memiliki suatu progres atau pengertian dan ekspresi doktrin disepanjang zaman. Teks Klasik dari Roma Katolik ini merupakan dari John Henry Human yang ditulis didalam bukunya berjudul An Essay on the Development of Christian Doctrine. Cardinal Newman ini dulu seorang yang beraliran Anglikan kemudian pindah ke Roma Katolik. Dialah yang mempertahankan resis tentang Development of Christian Doctrine. Anglikan dan Protestan menyerang Roma Katolik yang berkata tidak ada di Kitab Suci, dan absen dari gereja – gereja purba. Newman membela aliran katolik, kemudian berkata, “Ada Dogma yang benar – benar baru yang di definisikan oleh gereja, tetapi Dogma yang berkembang. Jadi bedakan satu Dogma yang baru, dengan Dogma yang berkembang. Jadi Dogma yang baru benar – benar harus baru disepanjang sejarah itu benar – benar belum ada inilah Dogma baru. Tetapi aliran Katolik mengatakan, “Dogma tidak baru tetapi berkembang artinya bisa dirubah.” Jadi, bukan sesuatu yang kaku atau tidak bisa dirubah, tetapi juga bukan dogma yang baru.
Kita juga harus hati – hati dengan ajaran yang baru. Ajarannya sebetulnya sama tetapi tampilan awal atau casingnya saja yang berbeda. Seperti Hyper Grace, Karunia yang berlebihan, Jesus Only, ini merupakan ajaran yang harus di cek apakah ajaran itu termasuk Orthodox atau Heterodox. Jika kita belajar tentang sejarah, maka kita sudah tahu apakah itu lurus atau sesat. Jika kita mengatakan Roma Katolik ini merupakan aliran yang berbeda kita salah karena ini merupakan aliran yang sama tetapi mengalami sebuah progres atau perubahan. Jika dahulu dikatakan bahwa keselamatan itu hanya ada di Roma Katolik. Lalu sekarang dirubah lagi bahwa keselamatan itu juga ada diluar Roma Katolik meaning substance Dogma sudah tidak bisa ditawar (Absolut). Jika ada yang mengubah dan mengatakan bahwa Yesus bukan manusia dan bukan Allah maka itu akan berubah menjadi Heterodoxy. Perubahannya bukan terjadi pada konten dan meaningnya tetapi pada ekspresi atau cara menyampaikannya. Kita juga harus hati – hati terhadap konten yang sama disampaikan dengan cara ekspresi yang berbeda ini juga bisa menjadi Heterodoxy. Contoh: Teologi Kontekstual yang kontennya diubah sehingga menjadi sesuatu yang keliru ini juga bisa menjadi Heterodoxy. Kemudian dalam menjelaskan Tau dalam konteks Talisme, Tau bukanlah Firman atau Logos. Jadi jangan menyamakan Tau dengan Firman atau Logos karena ini sesuatu yang berbeda. Kristus adalah firman Allah yang menjadi manusia, dan ini tidak bisa di tawar (absolut). Ekspresi bisa berubah tetapi konten tidak boleh berubah.
Contoh ada pertanyaan yang mengatakan, kenapa Kristus harus lahir dari Maria? Dalam dunia kedokteran mungkin sulit menerima hal ini. Dalam dunia sciene juga tidak bisa menerima hal ini karena logikanya ketika seorang mengandung maka ia tidak perawan lagi. Jika Kristus lahir dari seorang perawan, maka tidak ada campur dari benih laki – laki atau sperma berarti hanya ada benih perempuan. Benih laki – laki diganti oleh benih dari Roh Kudus (Incarnation of Holy Spirit & Virgin Marry). Kenapa? Karean memang Tuhan menurunkan formanNya kepada manusia. Jika benih laki – laki dan perempuan bersatu maka akan menjadi orang yang baru. Dalam rencana Allah tidak ada manusia baru yang dilahirkan tetapi anakNya sendiri. Jadi harus perawan, jika tidak perawan maka itu bukan benih dari Allah (Roh Kudus). Hanya Dia satu – satunya firman yang menyelamatkan kita. Jika Dia lahir dari seorang perawan, artinya Dia mengambil kemanusiaannya Maria. Kemanusiaan Maria berasal dari kemanusiaan dari Adam yang sudah jatuh. Jika ada aliran doketis yang mengajarkan bahwa Yesus bukan manusia atau Dia hanya berpura – pura menjadi manusia ini merupakan Heterodoxy atau Bidat. Dia harus jadi manusia untuk memperbaiki kemanusiaan yang sudah rusak. The Apostolic Father mengatakan, “Orang yang mempelajari doktrin semakin pintar menjelaskan, tetapi tidak boleh merubah kontennya”
Faith & Reason
(Iman dan Akal Budi)
Thomas Aquinas banyak memakai Logika Aristoteles. Ditimur juga memakai istilah filsafat Yunani untuk menjelaskan tentang Doktrin atau Theologi. Tetapi tulisan Aquinas, merger dengan Aristotelic dalam menjelaskan eksistensi Allah yang sangat logiac dan scientifc lalu generasi setelah Aquinas sangat mengedepankan Kristen atau Rasio. Jadi ajaran Katolik sangat mengedepankan Reason atau metode – metode filsafat aristoteles untuk menjelaskan tentang iman. Kritikan dari kita adalah, mereka cenderung menjadi rasionalis, segala sesuatu harus jadi human reason. Jadi jika tidak sesuai dengan reason kita maka itu bukan kebenaran. Contoh: Seorang perawan bisa melahirkan secara akal budi ini mungkin tidak bisa terjadi maka kita tolak kebenaran itu. Human reason akhirnya menjadi tool tetapi ini merupakan criterian of truth. Ini menjadi suatu yang legal atau rasional. Dogma atau Teologi Katolik itu sangat mengedepankan rasio. Bagaimana dengan Mysticism? Seperti Allah itu misteri, Allah itu sulit dimengerti, Allah itu esensi yang sulit untuk dijelaskan. Jadi pertentangan ini harus diseimbangkan. Bagi kita pikiran yang rasional penting sebagai cara mengenal kebenaran tetapi ini bukan reason yang memimpin kepada iman. Tetapi reason, hanya sebagai tool untuk suport the meaning of truth.
Kita pakai intelektual kita untk menjelaskan kebenaran. Tuhan Yesus memakai cerita untuk menjelaskan hal kerajaan surga. Dia memakai perumpamaan untuk bisa menggambarkan kerajaan Surga dan juga memakai akal budiNya kepada manusia supaya manusia dapat mengerti. Reason dipakai untuk mengenal iman.
Spirituality atau Kerohanian
Apa yang ditekankan oleh Gereja Katolik atau Roma Katolik ini dipengaruhi oleh reason atau akal budi. Ini menyebabkan imbalan dari kerohanian atau kerohanian yang tidak simbang. Artinya kesatuan didalam tubuh, pikiran dan jiwa terpecah atau tidak integral. Tubuh tidak integrasi dengan pikiran. Ada yang menekankan sangat berfokus pada Antrhoposentrik atau kepada kemanusiaan dari pada Nous. Kita bisa lihat dari karya seni yang sangat menekankan highly sensual atau patung – patung yang telanjang, ini dipengaruhi oleh Antroposentrik dan Materi daripada menenkankan kepada Nous. Jika kita lihat kesenian dari zaman Renainsance seeperti patung – patung yang telanjang ini sangat dipengaruhi oleh higly sensual. Ignatius Loyola menekankan pada askesisnya sangat berlebihan. Ada juga yang sangat sensitif terhadap spiritual. Kita bisa lihat contoh dari film Mel Gibson’s yaitu The Passion of the Christ. Jika kita lihat film itu sangat menekankan kepada sensuality atau Antrophomosentrik didalam katolik memang seperti itu. Seperti TubuhNya yang terluka, lalu darah yang tercurah. Berbeda dengan Orthodox diceritakan bahwa Kristus begitu tenang pada saat mengalami penderitaanNya. Penebusan Kristus itu tidak cukup untuk menebus dosa sehingga harus ada perbuatan – perbuatan baik yang harus dikerjakan inilah yang dinamakan Legalis Spirituality (api penyucian). Contoh seorang Katolik semasa hidupnya tidak melakukan perbuatan baik akhirnya ketika dia mati maka seharusnya dia masuk neraka tetapi disisi lain tidak mungkin dia masuk neraka karena dia seorang katolik itulah sebabnya dia masuk kedalam purgatory supaya dosa – dosanya disucikan sehingga ia bisa masuk Surga. Atau ucapkan sepuluh doa Maria, semakin banyak doa itu diucapkan maka semakin sedikit dosa – dosanya. Dalam Katolik ada grup – grup yang kontradiksi.
Dogma (Ajaran)
- Papal Supremacy
Didalam katolik isu yang paling membuat perpecahan di gereja Timur adalah Papal Supremacy. Papal Supremacy mengajarakan bahwa pemimpin gereje di Roma adalah seorang Paus (sekarang bernama Paus Fransiskus) adalah supreme penguasa atas seluruh gereja. Dialah satu – satunya yang berkuasa atas seluruh orang Kristen (kepala gereja). Papal Supremasi ini membahayakan iman dan keselamatan. Papal Supremasi ini ada dialam konsili yang pertama pada tahun 1870. Dalam konsili tersebut dikatakan bahwa gereja Katolik Roma adalah gereja yang menguasai semua gereja – gereja dan Para Yuridiksi. Ditahun 1439 ada sebuah konsili lokal yang dinamakan konsili Florence di gereja barat. Mencoba untuk reunited bersama gereja Roma dengan gereja orthodox.
- Papal Infalibility
Ada didalam konsili Vatikan yang pertama di tahun 1870. Apa yang diajarkan oleh Paus tidak bisa salah. Karena tidak mungkin seorang wakil Kristus bisa salah. Tentu kita tidak percaya kepada Papal Infability ini.
- Filioque
Ini juga masalah yang sulit dalam pengakuan iman Nicea bahawa Roh Kudus itu keluar dari Bapa dan Anak. Ini menjadi problem yang sangat komplek. Orthodox tidak menerima bahwa Roh Kudus berasal dari Putra. Ini melanggar dan menambah doktrin sendiri ini tidak sesuai dengan Konstantinopel.
- Absolute Divine Simplicity
Ortodoxy mengajarkan bahwa Allah itu secara esensi tidak bisa diketahui, tetapi dapat dikenal oleh energiNya. Didalam Roman Catholicism, walaupun tidak secara eksplisit menolak energi dan esensi tetapi mereka menekankan Absolute Divine Simplicity. God as substance artinya Allah hanya Substansi saja memakai istilah Absolute Divine Simplicity didalam konsili tahun 1215 artinya Roh Kudus lahir dari Bapa dan Anak. Jadi tidak ada esensi dan energi hanya Tuhan. Jadi Doktrin Allah ini hanya menekankan kepada atribut Tuhan saja. Dalam Orthodox tidak ada esensi tetapi energi. Sedangkan katolik energi dan esensi Allah digabung. Sedangkan bapa- bapa gereja yang ditimur jauh melampaui diri sendiri sehingga melebihi Absolute Divine Simplicity.
Nama : Elisabeth Situmorang
Tingkat : 3 (Semester 7)
Dosen : Dr. Hendi Wijaya M.Th
Mata Kuliah : Orthodoxy & Heterodoxy
Sumber :