Eksegesis Kidung Agung 1:12
Alkitab penuh dengan Alegoris dan Metafora sehingga ketika kita membacanya kita harus mengingat kembali bagaimana caranya bisa menangkap doktrinnya. Doktrin merupakan ajaran yang akhirnya menuntun kita kepada keselamatan yaitu Kristus. Inti dari doktrin adalah Kristus itu sendiri yaitu firman-Nya, ajaran-Nya dan karya-Nya yaitu gereja. Ketika kita membaca Alkitab dan menangkap ajaran Kristus dan Gereja-Nya untuk kita. Gereja yang dimaksud adalah orang percaya bukan bangunan. Apa yang menjadi karya Kristus? Ajaran-Nya, Gereja-Nya itu akhirnya dilanjutkan oleh Roh Kudus yang turun pada hari Pentakosta. Roh Kudus bekerja bersama siapa? Tentu dengan murid – murid dan orang – orang yaitu Para Rasul atau gereja mula – mula. Jadi, Roh Kudus berkarya didalam gereja, tidak diluar gereja.
Oleh sebab itu ketika Dia berkarya didalam gereja, Dia memakai seperti Para Rasul akhirnya menulis Alkitab. Tetapi sebelumnya, Roh Kudus mengajarkan para rasul itu tentang semua yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Petrus bisa berkhotbah,, Para Rasul memberitakan Injil tentang siapa Allah, Allah itu Esa, Allah memiliki tiga pribadi, Allah yang Esa mengasihi manusia dan mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk berinkarnasi, berkarya diatas kayu salib, mati dan bangkit pada hari yang ketiga didalam kitab Injil dan surat – surat.
Itu semua merupakan karya dari Roh Kudus. Jadi Roh Kudus berkarya pada gereja dan didalam gereja setelah pentakosta. Hasilnya gereja berdiri di mana – mana (KPR. 1:8) dan sampai ke ujung dunia. Kemudian berdirilah jemaat dan gereja – gereja lalu disitulah Injil yang terus diberitakan secara lisan. Kemudian munculah kitab suci, yaitu apa yang diajarkan secara lisan lalu ditulis. Kemudian diajarkan dari generasi ke generasi. Itu semua merupakan karya Roh Kudus dan gereja mula – mula sampai sekarang. Apa yang dikerjakan oleh Roh Kudus itu termasuk tradisi lisan dan tulisan atau kitab suci. Oleh sebab itu Rasul Paulus mengatakan semua tulisan itu adalah inspirasi pengilhaman dari Roh Kudus. Mengapa kitab suci disebut suci? Karena dibalik tulisannya ada karya Roh Kudus yaitu tentang Kristus dan gereja-Nya.
Pada saat kita membaca Alkitab pendekatan yang kita lakukan adalah tidak hanya dengan melihat teks luar atau literal meaningnya (sarkic). Ini seperti tubuh jasmani kita didalamnya berdiam jiwa dan roh kita. Sama seperti tulisan dalam kitab suci juga memiliki jiwa dan roh. Roh yang disebut sebagai Noetic Mystical atau Theoria. Sedangkan jiwa bagaimana kita meresponi karya Roh Kudus atau ajaran Gereja yang semakin dikuduskan didalam ketaatan kita. Lapisan ketiga yaitu Moral atau Good Works. Seperti kata rasul Paulus karya Roh Kudus mengoreksi diri kita, memperbaiki diri kita, supaya kita dapat melakukan ketaatan (2 Tim 3:16). Sehingga ada buah – buah Roh yaitu kebajikan – kebajikan. Lalu tahap yang terakhir adalah menguduskan diri kita. Jadi ketika kita membaca kitab suci harus dengan menggunakan 4 level ini.
- Terjemahan Literal
Versi LAI “Sementara sang raja duduk dimejanya semerbak harum narwastuku”
Raja berada di meja, dia ada disekitar mejanya memancarkan semerbak minyak narwastuku memancarkan harum.
- Syntatic Content
- Sementara raja itu berada disekitar mejanya
- Minyak narwastuku memancarkan harum
Kidung Agung 1:12 telah digenapi oleh Maria dari Betania di dalam Injil Markus 14:3 selain itu injil Matius 26:6-7. injil Matius dan Markus tidak menyebut nama dari perempuan itu tetapi jika kita bandingkan dengan injil Yohanes 12:3 disini jelas bahwa perempuan itu adalah Maria dari Betania. Maria bersaudara dengan Marta dan mereka memiliki saudara yaitu Lazarus yang dibangkitkan oleh Tuhan Yesus. Marta, Lazarus dan Maria akhirnya mengalami mati Martir karena menginjil sampai di Siprus. Bapa gereja seperti Origen, Gregory of Nyssa mengajarkan bahwa Kidung Agung 1:12 ini sudah digenapi dari diri Maria Betania. Tetapi apa maksudnya Maria mengurapi Kristus? Yesus disebut sebagai Kristus atau Mesias dalam bahasa Ibrani Hamasia dalam bahasa Yunani disebut Kristos. Dalam perjanjian lama orang yang memiliki tiga jabatan yaitu, raja, imam dan nabi. Maria mengurapi Yesus yang disebut dengan Kristus dan wangi semerbak. Apa spiritual meaningnya?
Origen mengatakan “Ini menegaskan bahwa ia adalah mempelai laki – laki memperoleh suatu minyak yang harum untuk megurapi Dia oleh mempelai perempuan. Gereja sangat mempersiapkan diri untuk menyambut mempelai laki – laki. Kita mempelai perempuan sangat menyambut mempelai laki – laki. Seperti perumpamaan lima gadis bodoh dan lima gadis bijaksana.” Sama seperti Maria dari Betania mengantisipasi bahwa ada mempelai laki – laki yang datang, Dia adalah Kristus yang diurapi minyak oleh Maria dari Betania, maka Raja itu berada disekitar meja. Jadi Kristus inilah raja yang diurapi. Peristiwa historisnya seperti Maria dari betani ini mengaskan bahwa Ia adalah seorang raja, tetapi sisi lain dari Maria adalah dia mengantisipasi. Pada saat itu dia sudah mengantisipasi bahwa dia sudah tahu bahwa Kristus itu akan mati dikayu salib dan bangkit.
Jika kita baca dalam Matius 26:7 ini suatu antisipasi untuk mengurapi kematian Kristus. Padahal Kristus belum ditangkap, Yudas belum menghianatiNya, Dia juga belum disiksa, diputuskan disalib, tetapi Maria mengurapi Dia. Ini merupakan sebuah antisipasi akan apa yang terjadi. Sama seperti minyak yang selalu antisipasi atau berjaga – jaga supaya kita siap untuk menyambut mempelai laki – laki. Maka dalam minggu paskah atau penyaliban, ada ibadah – ibadah misalnya ibadah matins yang seharusnya di pagi hari, ini dilakukan disore hari atau satu hari sebelumnya. Misalnya ibadah matins pada hari selasa pagi, maka sudah dilakukan pada hari senin sore. Ini mengingatkan kita seperti Maria yang mengantisipasi tentang Mesias. Pada zaman Maria Rebeka, berarti mengantisipasi Kristus yang akan mati. Kita sedang mengantisipasi Kristus yang akan datang kali kedua.
Jika kita membaca Kidung Agung 1 minyak yang berbau harum, berarti minyak itu dicurahkan mengurapi Kristus. Artinya mengantisipasi diri kita bahwa Kristus akan datang untuk kita. Orang yang membawa minyak itu berarti orang yang sudah berjaga – jaga dia sudah mengantisipasi. Kalau seandainya mempelai itu tidak datang atau terlambat datang dia tetap memiliki minyak. Akhirnya benar terlambat datangnya sampai mereka ketiduran. Ini yang terjadi pada Maria dari Betania bahwa dia diberikan misi bahwa Kristus itu sebelum kematiannya diurapi meneguhkan sebagai Raja dan Mesias inilah pendapat dari Origen. Sebenarnya minyak itu adalah Kristus itu sendiri. Dia adalah minyak yang berbau harum.
Ketika gereja atau kita mengurapi Dia yang adalah mempelai laki – laki, kita sendiri yang menerima keharuman dari minyak itu. Maka tidak heran seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam 2 Korintus 2 : 15 kami adalah aroma Kristus berarti yang menjadi minyaknya adalah Kristus. Aroma minyak harum itu adalah kita. Jadi kita wangi karena Kristus. Ini secara misteri Kristus berada didalam diri kita sehingga dari dalam terpancar keharuman. Ibarat kita memakai parfum ketubuh kita maka tubuh kita memancarkan harum. Sama halnya seperti kita memakai Kristus sehingga memancarkan harumnya Kristus. Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah – tengah mereka yang diselamatkan dan diantara mereka yang binasa.
Jika saya mengurapi raja itu wanginya akan kembali kepada saya. Mengurapi mempelai itu lalu kita sendiri yang berbau harum kita sendiri yang berbau harum bagi diri kita sendiri. Kutipan dari Origen mengatakan bau harum itu maksudnya apa? Kita dilahirkan dari Kristus atau dikeluarkan dari Kristus maka kita bisa memancarkan harum itu. Kita sebagai gereja harus dipenuhi oleh keharuman. Ini merupakan keharuman Kristus atau Roh Kudus. Karena yang mengisi diri kita itu adalah Roh Kudus, maka diri kita penuh dengan aroma Kristus. Dari aroma itulah kita dapat memberikan persembahan seperti minyak tadi dan kita kan menerima kembali dari Roh Kudus dan pengajaranNya.
Pada halaman 161 Origen mengatakan pengurapan ini penuh dengan iman, berharga, kasih seperti yang dialami oleh Yesus ketika Maria mengurapi Dia. Markus 14 : 6 ketika Yesus melakukan apa yang Maria lakukan. Yesus mengatakan dia melakukan sesuatu hal yang baik bagiku. Bagaimana kita mengantisipasi kedatangan mempelai laki – laki (Kristus)? kita harus terus melakukan hal yang baik yang Tuhan persiapkan bagi kita. Dalam konteks Efesus 2:10 dikatakan sebelumnya kita sudah mati lalu dihidupkan oleh Allah karena iman dan anugerah, lalu menunggu kedatanganNya. Kita disuruh untuk melakukan pekerjaan baik. Pekerjaan baik inilah yang mendatangkan antisipasi untuk kedatangNya. Ibrani 13:21 melakukan hal yang baik artinya kita membutuhkan minyak itu seperti Mari di Betania.
Tetapi Yudas mengatakan ini pemborosan. Tetapi Tuhan Yesus mengatkan kamu tidak usah menyusahkan dia karena dia melakukan yang baik dan indah kepadaku. Maria dair betania memiliki minyak atau perbuatan baik. Minyak apa yang kita miliki? Yaitu kita harus memiliki minyak yang berarti Kristus itu sendiri. Jika kita memiliki Kristus otomatis didalam hidup kita terpancar aroma yang harum. Aroma yang harum itulah perbuatan baik kita.
Jika dikatakan kamu adalah aroma Kristus, berarti kita harus melakukan pekerjaan baik seperti yang Yesus kerjakan. Tidak secara literal dikatakan bahwa kita harus membeli parfum yang bertuliskan aroma Kristus, tetapi kita melakukan pekerjaan baik untuk mempersiapkan diri untuk kedatangan mempelai laki – laki. Origen mengatakan, “Melakukan pekerjaan baik untuk Aku.” Jika kita ingin memancarkan keharuman Kristus, kita perlu memperlakukan Kristus itu didalam perkataan. Bau harum ku adalah bau harum Kristus dengan cara memuliakan Dia. kita tahu bahwa Yesus adalah air yang hidup dan termasuk juga merupakan minyak. Ketika kita menyentuh hal – hal itu maka kita menyentuh Kristus. Mazmur 104:15 ini menunjukkan kepada kita bahwa anggur adalah Kritsus, minyak yang membuat kita berseri, makanan yang menyegarkan hati kita.
Lalu Origen mengutip Ibrani 5:14 jika kita mengatakan kita adalah bau harum Kristus, artinya Dia juga mengatakan Dia adalaha air hidup dan roti hidup. Dikatakan dalam Mazmur Dia adalah bau harum dunia, roti kehidupan terang dunia, dan air kehidupan. Ini merujuk kepada Firman Allah atau Kristus. Inilah yang membuat iman kita penuh dengan anugerahNya. Ini semua adalah akan keras yang mendewasakan kita, ini menurut Origen. Jadi ketika kita mempersiapkan diri kita untuk kedatang Kristus maka kita harus memakan makanan keras. Apa artinya? Mari kita bandingkan dengan Ibrani 6:1 artinya semakin lama kita hidup berarti kedatangan Kristus semakin dekat, persiapan kita semakin sungguh – sungguh maka makanan kita semakin keras dan hidup kita juga semakin keras. Rasul Paulus menasihatkan kita untuk meninggalkan tindakan yang tidak maju – maju. Ayat 2 mengatakan bahwa ada asas – asa pokok yang seharusnya tidak diperdebatkan lagi seperti: ajaran tentang baptisan, kebangkitan orang mati dll. Tetapi di ayat 6 dikatakan mereka murtad lagi. Oleh sbeab itu jika Kristus adalah terang dunia dan roti kehidupan maka sama seperti minyak narwastu, sehingga kita harus punya kepekaan jiwa bisa mencium bau harum itu. Sama seperti orang yang lewat di depan kita ketika mereka memakai parfum maka, kita memiliki kepekaan penciuman. Sama seperti Kristus yang menjadi minyak maka kita dapat merasakan keharuman Kristus. Jadi jia kita memakai minyak Kristus maka yang tercium adalah bau Kristus. Kita sudah memegang minyak itu tetapi yang jadi permasalahannya adalah maukah kita mengurapi Kristus atau tidak, apakah kita kan memakai minyak itu supaya kita dapat mencium keharuman itu. Kita punya kepekaan yaitu bisa mencium keharuma Kristus. Kita bukan minyak tetapi aromanya.
Kesimpulan
Minyak itulah Kristus yang diberikan kepada kita. Minyak itu juga ditipologikan untuk berjaga – jaga dnegan melakukan pekerjaan baik menunggu kedatangan Kristus. Pekerjaan baik itulah bau harum karena kita telah menggunakan parfum yaitu Kristus. Dalam melakukan pekerjaan baik kita hrus memakan makanan keras.
Aplikasi
Ingat bahwa kita adalah harum Kristus. Artinya dimanapun orang bisa mencium bau harum itu. Kita harus memiliki kepekaan untuk mencium bau Kristus. Kita harus memiliki kepekaan untuk mencium kehadiran Tuhan didalam hidup kita. Dari sinilah kita dapat melakukan pekerjaan baik yang Tuhan berikan.
Anagogik
Bau harum itu artinya kita harus mempersiapkan diri kita untuk kedatanngan Tuhan. Kita harus wangi dihadapan Allah, artinya kita menunggu kedatangan mempelai laki – laki (Kristus). Secara eskatogolis kita mempersiapkan diri kita untuk menyambut kedatangan mempelai laki – laki artinya kita tidak boleh kosong.
Bau harum itu artinya kita harus mempersiapkan diri kita untuk kedatanngan Tuhan. Kita harus wangi dihadapan Allah, artinya kita menunggu kedatangan mempelai laki – laki (Kristus). Secara eskatogolis kita mempersiapkan diri kita untuk menyambut kedatangan mempelai laki – laki artinya kita tidak boleh kosong.
Nama : Elisabeth Situmorang
Tingkat : 3 (Semester 7)
Dosen : Dr. Hendi Wijaya
Mata Kuliah : Eksegesis Kitab PL dan PB
Sumber :