Orthodoxy (Ajaran lurus)
Kepercayaan dasar (Core-believe) kita adalah The Holy Trinity (Allah Tritunggal). Allah Tritunggal tiga Pribadi Ilahi “there divine Persons” (hypostases) yang ada dalam satu esensi (homousios). Hypostases & homoousios ini yang mulai pada abad ke-5,6 itu banyak perdebatan tentang masalah Tritunggal ini, tentang natur Yesus sebagai Anak Allah sebagai hypostases tapi Dia juga adalah punya hakekat yang consubstantial dengan Bapa atau Allah itu sendiri. Dan banyak ajaran-ajaran yang keliru tentang Allah Tritunggal ini. Masalah ini ada 6 heresies sebetulnya yang dasar berkaitan dengan pribadi Kristus ini. Ingat Kristus ini sebelum Dia berinkarnasi Dia adalah Firman Allah, lalu Firman Allah ini turun ke bumi/dunia Dia menjelma menjadi manusia disinilah masalahnya. Seperti apa pribadiNya itu misalnya ada yang mengatakan ini satu kodrat yang menjelma, ada juga yang mengatakan tidak! ini satu pribadi di dalam dua kodrat. Ada yang tetap mengatakan tidak! Ini satu kodrat yang menjelma atau satu kodrat inkarnasi satu kodrat ganda. Tetapi ada juga yang mengatakan Yesus (nama manusiaNya) itu dalam diriNya ada dua persons, yaitu Allah dan manusia dua pribadi. Pribadi sebagai manusia dan pribadi sebagai Allah. Tetapi ada yang mengatakan tidak! Dia hanya punya natur Allah manusiaNya itu sudah kalah sudah tenggelam ditelah oleh natur IlahiNya. Akhirnya disepanjang sejarah itu cuma ada 6 basic heresies (heterodoxy) yang berkaitan dengan natur Kristus ini.
Heterodoxy (Ajaran Berbelok / Sesat)
Dari 6 ada 2 kesesatan yang muncul Ebionism (Yesus bukan Allah) dan Arianism (Yesus tidak sepenuhnya Allah/Dia adalah ciptaan yang paling utama, lalu melalui ciptaan yang utama itulah Dia menciptakan alam semesta). Ini yang diajarkan oleh Arius seorang imam dari Alexandria. Berkaitan dengan kemanusiaan Dia (Yesus) dikatakan bahwa Dia adalah Allah yang sejati ini yang berkaitan dengan pengajaran True God. Yang berkaitan dengan True Human; ada dua pengajaran disini pertama, Docetism mengatakan Yesus itu bukan manusia. Lalu kedua, Apollinarianism mengatakan Yesus bukan sepenuhnya manusia. Jadi yang tegas menolak Yesus itu bukan manusia adalah kaum Docetism. Lalu yang mengatakan Yesus tidak sepenuhnya manusia dia seolah-olah berwujud manusia tapi kemanusiaanNya itu tenggelam/kalah keilahian-Nya, itulah ajaran dari Apollinarius yang akhirnya menjadi Apollinarianism.
Kemudian yang berkaitan dengan masalah pribadi (persons) dengan natur, ini juga banyak orang tidak mengerti antara natur dan pribadi (persons). Sehingga banyak mengajarkan bahwa kalau kita menyembah Allah Tritunggal itu dikatakan menyembah “tiga Allah”. Karena ada Allah, Anak, dan Roh Kudus. Ketiga-tiganya kok bisa disebut Allah, berarti tiga Allah? Jadinya Teism bukan Tritunggal. Tentu kita tidak percaya Teism, kita tolak! Kita percaya Tritunggal Allah yang Esa di dalam tiga Pribadi (Esa di dalam homoousios esensinya) tapi tiga di dalam hypostases. Mereka tidak bisa membedakan Person (Pribadi) ini dengan essence atau homoousios sehingga menganggap ini sama. Dan kita membedakan itu seperti apa ini juga terjadi di dalam natur Kristus, misalnya kalau dalam Allah Tritunggal ada tiga Persons (hypostases) dalam satu essence atau consubstantial (homoousios). Ini harga mutlak yang kita tidak bisa tawar-tawar lagi yang kalau kita mengurangi atau menambahnya maka jadinya heresies/heterodox. Berkaitan dengan Kristus juga akhirnya sama antara Dia adalah one Person dalam dua natur. Jadi kalau dalam Tritunggal ada Pribadi dan essence dan kalau di dalam Kristus yang berinkarnasi/Firman Allah yang berinkarnasi jadi Yesus ini waktu sebelum berinkarnasi Dia belum disebut Yesus. Dia hanya disebut the Son of God (Firman Allah/Anak Allah), nama Yesus-Nya belum ada. Nama Yesus itu ada ketika Firman itu menjadi manusia itu nama-Nya Yesus.
Sekarang kita bahas Pribadi-Nya Yesus-Nya ini di dalam Pribadi-nya yang satu ini the Son of God yang menjadi manusia ini, yang fully divine and fully human ini kita percaya bahwa Dia adalah one Person in two natures (satu Pribadi di dalam dua natur), yaitu natur Ilahi dan natur manusia. Ini juga jadi masalah pada akhirnya sama seperti Allah Tritunggal tadi Pribadi-Nya Yesus ini antara Person dengan natur kita harus bisa membedakan dengan jelas. Akhirnya ada dua bidat/heresies yang muncul yaitu, Nestorianism; mengatakan Yesus adalah memang dua Pribadi yang berbeda, Pribadi Allah dan manusia. Jadi dalam Yesus manusia itu Pribadi Yesus itu dia mengatakan, “ada two distinct persons” sedangkan Eutychianism dari seorang rahib bernama Eutikes dia mengatakan, “Jesus had one blended nature”, jadi Dia punya dua natur menjadi satu natur “blended”/menjadi satu. Kita yang orthodox (pandangan yang berar/lurus) adalah bahwa Kristus itu True God (fully God)– True Human (fully human) tapi Dia juga One Person – Two Natures.
Konsili Nikea I tahun 325 kemudian Konsili Nikea II tahun 381 di Konstantinopel mengatakan bahwa, “kedudukan Konstantinopel adalah Spiskop Konstantinopel akan memiliki kehormatan sesudah Episkop di Roma karena Konstantinopel adalah Roma Baru” (Kanon 3). Alexandria selalu berusaha menyayangi Konstantinopel, jadi tahun 381 itu sudah ada pusat-pusat Kekristenan antara lain; yang palin tua Roma, Antiokhia, Alexandria, dan kemudian yang baru ini adalah Konstantinopel. Baru nanti kemudian Yerusalem sebab Yerusalem tahun 70 hancur, lalu mulai di dirikan lagi oleh ratu Helena ibunya Konstantinus itu menemukan lagi jejak-jejak Gereja dulu disana lalu dibangun oleh Konstantinus. Akhirnya muncul kepatriarkan Yerusalem. Jadi ada 5 pusat Kekristenan. Konstantinopel ini adalah Roma yang Baru tetapi Alexandria juga pada zaman itu juga disebut kota pelajar karena disana pusat sekolah teologi yang besar selain juga yang ada di Antiokhia. Secara kebetulan pada abad ke-5 ini yang menjadi Patriarkh di Konstantinopel adalah seorang Syria dari Antiokhia bernama Nestorius. Jadi Nestorius itu Seorang pemimpin Gereja (Partriarkh) di Konstantinopel tapi dia adalah orang Antiokhia atau orang Syria. Dia menjadi Partriarkh dari tahun 386 sampai tahun 451. Nestorius ini dia belajar dari tradisi theologia Antiokhia yang digunakan untuk memahami Kristologi, Tradisi Theologia Antiokhia ini lebih menekankan pendekatan “literal, tata-bahasa, dan kesejarahan” atas Kitab Suci, sehingga dalam hal Kristus merupakan tradisi yang menekankan kemanusiaan Kristus. Sedangkan tradisi theologia dari Alexandria menekankan “alegori”, sehingga dalam Kristologi Alexandria lebih menekankan keilahian Kristus, keduanya seharusnya saling mengisi, dan merupakan dua sisi yang saling melengkapi.
Nama : Elizabeth Situmorang
Tingkat : 3 (Semester 7)
Mata Kuliah : Orthodoxy dan Heterodoxy (Part IV)
Dosen : Dr. Hendi Wijaya
Sumber :