Saints & Love

(Orang – Orang Suci dan Kasih)

Di dalam gereja kita mengenal orang – orang yang terus dimurnikan oleh Roh Kudus. Jika kita bisa mengasihi, ini merupakan suatu bukti bahwa Roh Kudus itu bekerja. Mengapa kita harus mengingat Saints (Orang – orang suci)? Karena kita bukan hanya mengingat orang – orangnya tetapi juga karya Roh Kudus yang bekerja di dalam hidup kita. Karena Roh Kudus bekerja sepanjang zaman. Ketika kita mengingat Saints, berarti kita mengingat bahwa Allah bekerja dalam kehidupan manusia. John Kronstadt mengatakan, “Tuhan terus memberikan anugerah-Nya supaya tubuh dan dosa kita yang kotor ini terus dibersihkan, sampai kita mengalami keabadian.” kita tahu bahwa natur dosa itu adalah kematian.

Lalu mengapa kita bisa memperoleh hidup kekal? Karena nafsu kita sudah lama habis dibuang. Bapa gereja adalah contoh nyata dari kebaikan Allah yang menarik untuk dipelajari. Ketika kita mempelajari kehidupan para saints artinya kita belajar bahwa kita manusia – manusia bersalah yang sudah diampuni lalu menghidupi pengampunan dari Allah. Saints inilah yang membawa kita memiliki semangat percaya dan mengasihi Allah. Bapa – bapa gereja sudah menunjukkan imannya dan Tuhan memberikan kemenangan. Ketika kita melihat ikon dari bapa – bapa gereja maka kita juga mengingat perjuangan yang mereka lakukan dan pertolongan Tuhan.

Bapa Simeon mengatakan, “Mengapa kita harus selalu mengingat ikon dari bapa – bapa gereja atau orang suci tanpa henti? Ini menunjukkan bahwa terang Allah yaitu Kristus adalah terang yang sejati. Di dalam tradisi timur tanpa ada lilin yang menyala  atau terang ini menunjukkan bahwa tanpa Kristus kita tidak dapat melihat apa – apa. Dengan mempelajari Saints ini kita belajar bahwa orang – orang berdosa lalu menjadi orang yang suci. Tetapi sisi lain ada orang – orang yang berdosa tetapi dia tetap di dalam kondisi berdosa yang berpikir tidak membutuhkan Kristus. Inilah kalimat yang benar yaitu kita adalah orang suci yang selalu berpikir kita adalah orang berdosa yang harus terus disucikan.

Dalam kehidupan kita sehari – hari kita adalah orang berdosa yang selalu disucikan. Pada saat penyucian Maximus mengatakan proses penyucian itu tidak gampang, kita harus memiliki kesabaran, pengendalian diri, dan pengharapan. Ketika kita mengasihi berarti kita sudah tidak terikat lagi dari hal – hal dunia. Dalam proses Penyucian dibutuhkan api, api penyucian ada diunia ini sampai kita mencapai kasih. Dengan kasih itulah yang dibuktikan kita menjadi orang suci. Kapan kita menjadi orang kudus? Ketika kita mengalami penyucian. Misalnya dahulu kita orang yang tidak sabar sekarang menjadi orang sabar ini merupakan proses penyucian untuk menjadi orang suci.

Sama seperti tumbuhan yang ingin berbuah lebat maka ranting – ranting yang tidak kokoh harus dipotong serta benalu atau parasit harus dibuang seperti itu juga spiritualitas penyucian. Jadi kita melihat diri kita menanggung dosa – dosa orang lain. Misalnya kita melihat orang yang menyesal dengan dosanya maka kita juga menyadari bahwa kita juga berdosa. Orang suci tidak pernah menghakimi atau menjatuhkan orang lain. Kita ingat orang pemungut cukai dan orang farisi, yang dibenarkan Tuhan yaitu pemungut cukai jadi dia membuka hidupnya untuk Kristus untuk terus disucikan.

Jadi orang suci itu terus mengerjakan baptisannya. Para saints bukan dibaptis sekali supaya masuk surga tetapi kolam baptisan dan airnya dipakai untuk menyucikan dirinya. Air mata itu seperti baptisan yang terus menyucikan diri kita. Rasul Paulus menggambarkan orang suci itu seperti pelari yang berlari dengan tujuan (Fil. 3:14). Jadi hidup kita itu bukan seperti lingkaran, tetapi seperti garis linear yang mencapai garis finish. Akan berbahaya jika hidup kita seperti lingkaran yang terus berputar tanpa adanya tujuan. Kita adalah orang yang mengkhususkan diri untuk berlari dengan tujuan. Hagios jika diterjemahkan secara literal artinya orang – orang yang sudah terpisah, atau tidak seperti dunia. Dunia artinya tidak terikat lagi pada hal – hal duniawi. Menurut St. Maximus kita tidak dapat mengasihi jika masih terikat pada hal – hal duniawi. Jika St. Maximus mengatakan hagios artinya kita terpisah dari hal – hal duniawi, jika kita bukan menjadi bagian dunia maka kita bagian siapa? Kita menjadi anggota tubuh Kristus yaitu gereja. Gereja adalah himpunan orang – orang percaya maka sama juga dengan dunia yang adalah kumpulan orang – orang yang belum percaya. Kita menjadi kumpulan dari gereja yaitu tubuh Kristus. Artinya kepala itulah yang menggerakkan anggota tubuh. Jika otak kita memerintahkan tangan kita untuk bergerak maka otomatis tangan bergerak. Jika kita bagian dari tubuh Kristus maka yang menjadi otaknya adalah Kristus dan yang menjadi anggota tubuhnya yaitu kita. Berarti kita mengerjakan apa yang Kristus kerjakan. Iman menimbulkan kasih yang memuliakan Allah.

Kasih itu harus dipraktekan, dan dunia sangat perlu kehadiran kasih Kristus. Orang suci adalah bau harum Kristus yang terpancar keluar. 2 Korintus 2:15-16 bau harum bukan disimpan tetapi ada ditengah – tengah orang yang diselamatkan. Jadi jika kita memancarkan aroma itu orang juga dapat mencium bau Kristus. Bagaimana caranya kita memancarkan harum Kristus? Dalam kehidupan kita sehari – hari apa yang harus kita kerjakan? Contohnya di hari senin kita diingatkan untuk mengingat para malaikat. Pada hari Selasa kita mengingat Yohanes Pembaptis. Hari rabu kita dedikasikan untuk Theotokos, penderitaan Kristus dan penghianatan Yudas Iskariot yang diadakan ketika kita berpuasa. Kamis, mengingat para rasul dan bapa gereja. Hari jumat kita mengingat Tuhan Yesus disalibkan. Hari sabtu kita mengingat orang – orang yang sudah mati martir atau orang – orang yang kita kasihi yang telah meninggalkan kita. Hari minggu kita merayakan paskah yaitu bagaimana Kristus mengalahkan maut untuk bangkit. Misalnya pada jam 09.00 pagi kita mengingat akan Yesus yang disalibkan, kemudian jam 15.00 mengingat akan kematian Yesus untuk hidup kita. Lalu ada istilah Vesper, ketika Tuhan Yesus turun kedalam kerajaan maut. Kemudian tengah malam kita harus berjaga – jaga karena Kristus datang seperti pencuri. Kita terus mengingat seputar kehidupan Kristus mulai dari Dia datang dalam kehidupan kita Yoh. 1:3 – 14 matahari menyimbolkan terang Kristus yang menjadi manusia yang menerangi kita. Inilah yang harus kita ingat jadi terang itu sudah datang menghampiri kita maka bagaimana kita menghampiri Allah. Kita juga harus datang kepada terang itu. Salah satu aspek yang harus dimiliki seorang saints yaitu Royal Hours atau waktu yang berharga. Setiap hari juga Synaxarion atau memperingati hari – hari penting bapa – bapa gereja.

Kita dipanggil menjadi seperti orang – orang suci Roma 1:1 – 2 dipanggil – menjadi orang – orang suci atau kudus. Artinya kita dipanggil untuk menjadi orang – orang suci. Di mata Allah kita ini kudus, tetapi dikatakan ayat 7 dipanggil dan dijadikan orang – orang kudus. Allah yang aktif memanggil dan menjadikan kita maka Dia mencurahkan anugerah. Kita menjadi kudus karena anugerah-Nya. Kita dipanggil untuk menjadi sempurna dan mampu menyatakan gambar Allah yang tersimpan di dalam kita melalui anugerah yang tersimpan di dalam roh kudus. Kita masih diproses oleh anugerah Allah. Kita masih berproses untuk menjadi kudus.

Dari mana kita mendapatkan anugerah itu? Yaitu dengan doa maka kita menarik diri kita dekat kepada Allah dan sekaligus Allah ditarik dekat dengan kita. Ada buku yang ditulis oleh biarawan di Italia dan diedit oleh St. Nikodemus dan Theopan yang mengatakan, “Doa itu sarana yang menarik lalu tangan kita menerima semua berkat Allah yang selalu dicurahkan atau menyertai kita dari kebaikan Allah yang tidak pernah habis.” dalam peperangan rohani dikatakan, doa itu adalah senjata untuk melawan musuh – musuh Allah. Jadi doa memiliki dua fungsi yaitu semakin menguduskan kita dan menghadapi musuh – musuh kita. Di dalam Kristus kita dibersihkan dan dikuduskan.

The Magisterial Reformation

Tanggal 31 Oktober disebuah gereja di Wittenberg di Jerman, ada seorang biarawan dari ordo Agustinian bernama Martin Luter dia menetapkan 95 poin basis yang menandakan reformasi gereja katolik di Roma tahun 1517 kurang lebih 500 tahun. Gerakan pembaharuan reformasi ini didukung oleh otoritas pemerintah seperti di Swis. Reformasi ini bergerak ke Eropa Barat seperti Belanda dan Swis. Nama gereja tersebut seperti Gereja Lutheran Gereja Reform dan Anglikan atau disebut Kristen Protestan. Ciri utama dari Reformasi ini adalah Lima Solas. Solas berasal dari bahasa Latin yang artinya alone atau hanya.

Apa saja Lima Solas itu Sola Scriptura (Scripture Alone), Sola fide (faith alone), Sola Gratia (Grace Alone), Solus Christus (Christ Alone) dan Soli Deo Gloria (to God alone be Glory). Ini merupakan pilar dari magisterial Reformation ini merupakan suatu protes dari Martin Luther kepada gereja Katolik di Roma. Inilah yang menyebabkan gereja timur dan barat pecah. Paulus memiliki invability bahwa doktrinnya tidak bisa salah. Inilah yang membuat Martin Luther memprotes Gereja Katolik. Reformasi ini bercabang menjadi dua yaitu reformasi mainstream atau klasik seperti Lutheran, Reform, Anglikan dan Methodis. Reformasi yang dilakukan oleh Martin Luhter dan Calvin masih kurang lengkap.

Sola Scriptura

Mari kita lihat lima sola ini, Sola Scriptura artinya hanya alkitab saja. Ini dipopulerkan oleh Luther yang mengatakan jadi tidak perlu tradisi gereja cukup alkitab saja dan orang itu lebih dari seorang Paus atau Konsili. Jika dia sudah mengerti kitab suci artinya posisinya sudah diatas dari konsili. Mislanya Paus mengajarkan kita yang tidak ada di Alkitab, maka kita harus menolak ajaran itu. Paus banyak mengikuti ajaran tradisi contohnya penjualan surat pengampunan dosa dari gereja. Inilah yang di protes oleh Luther yang mengatakan, “Kita harus kembali kepada apa yang diajarkan oleh Alkitab karena Alkitab diatas otoritas Paus atau Konsili Gereja.” oleh sebab itu muncul istilah “Only The Bible” (Hanya Alkitab saja). Intinya segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kitab suci jangan diikuti.

Sola Fide

Sola Fide artinya hanya berdasarkan pembenaran dari iman saja. Ini merupakan perubahan status dari orang berdosa menjadi orang benar. Sola fide terdapat di gereja luteran dan presbiteran. Dengan adanya ajaran sekali selamat tetap selamat. Jadi kita dibenarkan oleh iman kita. Berbeda dengan ajaran tradisi bukan perubahan status yang kita peroleh melainkan kondisi. Sola fide ini menentang perbuatan baik yang dapat menyelamatkan kita dari dosa tetapi hanya iman yang dapat menyelamatkan kita dari dosa.

Sola Gratia

Artinya hanya anugerah saja yang dapat menyelamatkan manusia. Dari ajaran pelagiasme yang mengatakan keselamatan itu hanya seolah – olah dari anugerah Tuhan. Artinya ada anugerah yang tidak bisa ditolak.

Sola kristus

Hanya Kristus saja yang menjadi pengantara. Seorang imam menjadi pengantara antara Tuhan dan jemaat. Imam seperti wakilnya Kristus. Kristus menjadi pengantara antara manusia dengan Allah dan ajaran ini ditentang oleh reformasi karena semua bisa diakses langsung kepada Kristus untuk mencapai keselamatan.

Sola Deo Gloria

Artinya hanya bagi Allah saja kemuliaan itu. Tidak perlu menyembah patung Maria tetapi hanya kepada Allah saja kemuliaan itu.

Denominasi – Denominasi

Lutheranisme

Setelah Luther meninggal ada pengikut – pengikutnya yang mengajar ajarannya yang menentang rasionalisme. Kemudian adanya innerancy artinya Alkitab tidak bisa salah. Bagi lutheran mengenai perjamuan kudus itu terjadi substansi dari roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus.

Reformation of Calvinisme

  1. Manusia sudah jatuh total jadi tidak memiliki kemampuan untuk diselamatkan sehingga hanya sola gratia yang dapat menyelamatkan.
  2. Allah menyelamatkan manusia karena memilih manusia itu tanpa melihat syarat.
  3. Kristus mati hanya untuk orang – orang yang dipilih saja
  4. Allah tidak punya pilihan untuk menyelamatkan manusia
  5. Allah selalu menjaga orang yang telah diselamatkan sampai mati.

Refleksi

ketika saya mempelajari tentang orang suci saya mendapatkan pelajaran yaitu bagaimana caranya untuk memperoleh kasih dari Allah, yaitu kita harus mengikis semua keinginan daging. Proses penyucian merupakan hal penting yang kita lakukan untuk mencapai kasih. Mulailah dari takut akan Tuhan, memiliki ketekunan, dapat mengendalikan diri, memiliki pengharapan sampai mencapai kasih. Mari berikan hidup kita untuk mengasihi. Dengan mengikis segala keinginan daging dan melawan segala tipu daya muslihat iblis dengan doa dan berjaga – jaga sehingga kita bisa mencapai kasih tersebut

Referensi: Materi Kuliah Orthodoxy and Heterodoxy oleh Dr. Hendi Wijaya, STT Soteria Purwokerto.

Nama : Elizabeth Situmorang

Tingkat : 3 (Semester 7)

Dosen : Dr. Hendi Wijaya

Mata Kuliah : Orthodoxy dan Heterodoxy

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai