Langkah – langkah menggali teks-teks Kitab Suci. Bagaimana sebaiknya kita menggali kitab suci? untuk menggali teks-teks tersebuta ada Empat lapisan makna Alkitab yaitu:
- Sarkic: teks dan historis. Teks terbagi atas: Teks asli, baik Bahasa Ibrani maupun Yunani.
Syntactic form, atau struktur teks yang artinya mencari mana subjek dan predikatnya agar dapat mengetahui mana main idea dan ide pendukungnya. Kemudian Terjemahan literal, dan Syntactic content yang terdapat Main idea serta supporting detailnya. Historis yaitu konteks pada saat penulisan. Contohnya surat Paulus kepada Korintus. Menceritakan apa yang terjadi di masa itu. - Noetic: Christ Centered & Ecclesial (semantic content) dan Personal (kardia). Spiritual meaning seperti roh yang ada dalam teks itu. Sama seperti manusia yang memiliki roh. Alkitab itu juga memiliki roh, kehendak, perasaan yang dinamis sehingga menghasilkan doktrin atau Didaskalia untuk reproof, correction, dan instruction in righteousness. Spiritual ini menuntun kita pada keselamatan di dalam Kristus (baca 2 Tim 3:15-17).
- Psychic: obedience atau moral. Ketaatan pada doktrin untuk melakukan good works (2 Tim 3:16-17) sehingga menghasilkan buah Roh (Gal 5:22-23).
4. Anagogic adalah pelajaran ketaatan bagi jiwa dan tubuh sebagai aplikasi dari doktrin untuk mencapai kesucian hati (dispassion/ mematikan nafsu daging) dan perbuatan-perbuatan baik/kasih (love) dengan cara menyatakan kesalahan (reproof), memperbaiki kelakuan (correction), dan mendidik dalam kebenaran (instruction in righteousness).
Alkitab adalah produk atau buah dari gereja. Misalnya Paulus menulis surat kepada jemaat yang ada di Roma. Kemudian di abad keempat dikanonkan jadilah sekarang kita sebut Alkitab atau kitab suci. Inilah karya Roh kudus yang dicurahkan kepada Rasul Paulus untuk menginjil di Roma. Mengapa melalui tulisan? Karena Rasul Paulus saat itu tidak bisa menggembala secara langsung ke Roma. Surat – surat yang terkumpul itulah yang dikumpulkan menjadi Kitab Suci. Waktu Kitab Suci itu ditulis, itulah yang disebut sebagai tuntunan Roh Kudus. Jadi mustahil jika kita membaca Kitab Suci lepas dari gereja.
Pada waktu kita membaca kitab suci kita dituntun Roh Kudus dan dituntun oleh gereja. Surat Rasul Paulus dibaca oleh Bapa-bapa Gereja di Roma contohnya Jerome, Gregory Nyssa kemudian menjelaskan kepada jemaat yang digembalakan. Merekalah murid – murid Para Rasul yang dituntun oleh Roh Kudus. Sehingga Alkitab itu dibaca oleh komunitas dan harus tahu apa yang mereka pelajari di zaman dahulu. Dari situlah ketika sudah sampai dilangkah ketujuh yaitu semantic content, atau konsep teologisnya harus murni dari teks tersebut.
Ringkasan pelajaran yang noetic itu harus menyentuh akal dan hati kita renungkan dalam hati. Kemudian masuk ke Aplikasi (ketaatan) atau lapisan ketiga (psychic) yaitu teks itu memiliki jiwa. Jiwa berarti Tuhan menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupaNya. Ketika Tuhan melepaskan jiwaNya kepada kita, kita harus memilih untuk mentaatinya atau tidak. Tujuan dari obedience yaitu untuk mencapai Anagogic kita makin tumbuh semakin serupa dengan Kristus. Bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidup kita? Kita harus menjadi taat kepada Allah, sehingga kita menemukan terang Allah.
Sifat dari Kitab Suci
Apa itu Alkitab? Florovsky menjawab buku suci atau sakral bagi orang percaya. Tetapi Alkitab bertujuan bukan untuk di eksegesis melainkan kita harus mengetahui pesannya atau Rohnya. Kitab suci tidak hanya sekedar dibaca tetapi dipahami. Untuk apa kita membaca Kitab Suci? Alkitab bukan hanya dokumen tetapi ini adalah koleksi dari kitab yang dikumpulkan menjadi satu dari semua kisah yang digunakan di dalam Gereja. Semua kitab yang ditulis menjadi otoritas dan pengajaran Gereja. Semua yang kita tahu kitab ini semua ditulis Yoh.20:30-31 kitab dicatat di dalam kitab ini menjadi kitab suci. Berarti kitab suci ini ada Kristus, meskipun dalam PL belum berinkarnasi. Itulah sebabnya komunitas PL tidak membuang kitab PL. Yohanes menyebutkan kisah tentang Kristus ada supaya manusia percaya dan memiliki hidup melalui namaNya. Anagogicnya kita punya hidup didalam namaNya.
Alkitab adalah firman Allah dan bukan sekedar berisi firman Allah. Florovsky mengatakan firman Allah itu ilahi tetapi Alkitab itu dibicarakan, dipelajari oleh gereja kemudian yang mengatakan Alkitab adalah firman Allah adalah gereja dan komunitasnya. Kitab dan gereja tidak bisa dipisahkan mereka milik bersama. Kitab dan umat perjanjian adalah dua mata koin yang tidak dapat dipisahkan. Roma 3:2 umat perjanjian yang dipercayakan Allah untuk membaca firman Allah. Itulah yang dibaca kemudian diyakini dan mereka percaya kepada Kristus melalui Kitab Suci. Kenapa banyak orang yang tidak percaya dengan yang Alkitab katakan? Karena mereka bukan orang-orang yang dipercaya dan tidak percaya kepada Allah. Alkitab adalah Firman Allah tetapi kitab yang disaksikan atau dibenarkan oleh gereja.
Siapa yang mengkanonkan kitab Kejadian sampai Wahyu? Yaitu, orang-orang yang percaya kepada Kristus dan gereja. Kitab itu dicatat memiliki tujuan ganda yaitu menyempurnakan diri tau Theosis dan kesaksian bagi dunia supaya orang yang belum percaya menjadi percaya. Sehingga PB bukan hanya kitab komunitas tetapi, PB bukan komunitas buku yang eksklusif tetapi buku yang diterjemahkan dengan berbagai macam bahasa. Alkitab milik gereja, maka orang – orang yang bukan atau tidak percaya tidak punya hak untuk menafsirkan kitab suci kita. Mereka tidak punya akses kepada Alkitab itu termasuk orang yang belum percaya tidak dapat memahami isi dari Firman Allah tersebut. Kitab suci itu adalah satu kumpulan atau disebut Alkitab atau kitab yang besar atau satu. Alkitab merupakan cerita karya Allah atau Karya Allah yang besar bagi manusia. Semua proses dimulai dari Allah baik awal maupun akhir. Wahyu 22:20 mengatakan bahwa Alkitab menceritakan awal sejarah manusia diciptakan hingga akhir kehidupannya. Pada akhirnya kita mengalami Theosis. Oleh karena itu PL merupakan bagian yang tidak terpisah dari PB.
Ibrani 1:1-2 mengatakan Allah yang di dalam Alkitab itu menyatakan dirinya dalam berbagai zaman dalam waktu yang lama dari satu kebenaran dan kebenaran lainnya. Florvsky mengatakan pewahyuan Allah ada tahapnya yaitu melalui perantaraan nabi-nabi jika di PL tetapi jika di PB melalui Anak-Nya yaitu Kristus. Kedatangan Kristus menjadi pertanda akhir zaman. Ada berbagai macam tahapan untuk menggali kitab suci. Pesan kitab suci disampaikan di dalam berbagai kitab seperti hukum Taurat, sejarah, puisi, nabi-nabi serta berbagai genre kitab tersebut. Untuk empat kitab Injil yang berbeda, sebenarnya isi pesannya sama. Alkitab buku tentang Allah, Dia adalah Allah yang hadir dan menyatakan diri-Nya yang puncaknya kepada Kristus. Alkitab juga pencatatan pewahyuan Allah. Misalnya Rasul Paulus menulis surat, itu bukan sesuai kehendaknya, kita tidak bisa lepas dari Allah dalam sejarah manusia. Alkitab hadir dalam kitab manusia sehingga Ia masuk dalam sejarah manusia. Alkitab merupakan catatan karya ilahi. Mengapa ada inkarnasi? Allah yang menjadi sejarah artinya Ia masuk ke dalam bingkai sejarah manusia di situlah ia berkarya menjadi manusia. Allah mengangkat kita menjadi anak-Nya. Inkarnasi menjadikan Allah menjadi manusia. Jadi semua manusia berada dalam hukum Allah. Dalam Alkitab Allah datang kepada manusia sehingga manusia bisa bertemu dengan-Nya. Alkitab kita puncaknya mengarah kepada Yesus Kristus yang menjadi manusia. Tetapi dikatakan bahwa respon manusia bisa dapat menyembah, berdoa, berpuasa, mengasihi ini semacam hubungan kita dengan Allah. Semua itu tersedia di dalam Alkitab tetapi ketika Allah meminta Dia membuka diri kepada-Nya? Yaitu Yesus Kristus yang adalah Allah itu sendiri. Dia membuka sendiri kepada para murid-Nya lalu beri contoh seperti, mendoakan, mengadakan mukjizat, memberitakan Injil sampai disalibkan dan bangkit dari kematian. Hal ini menghasilkan sebuah hubungan antara Allah dengan manusia. Allah menunggu pertobatan manusia yang menuntut kehendak bebas manusia untuk memberikan terang yang terpancar dalam peristiwa transfigurasi sehingga kita dapat melihat terang Allah. Jadi pewahyuan adalah sejarah perjanjian seperti hukum, taurat, kitab para nabi dll. Alkitab mencatat pewahyuan dan manusia dapat merespon-Nya.