
Inkarnasi tentang anak Tunggal Allah menurut buku Cyril dari Alexandria (biografi). Inkarnasi dikenal dengan istilah pendagingan yaitu sebuah Theosis terhadap kodrat manusia supaya kodrat manusia yang rusak dan mengakibatkan kematian itu bisa dilepaskan oleh kuasa ilahi. Tujuan Allah menciptkan manusia supaya serupa dengan Allah. Berarti manusia diciptakan untuk menjadi serupa dengan Allah dan menikmati kehidupan di surga. Setelah adam pertama gagal untuk menjadi serupa dengan Allah lalu munculah Adam Kedua (Kristus) untuk mengatasi dosa tersebut. Hambatan seperti dosa dapat disingkirkan melalui Adam yang Kedua. Untuk menyingkirkan dosa dan kematian maka perlu adanya Adam Kedua. Berarti firman Allah wajib menjadi manusia. Mengapa manusia memerlukan Adam Kedua? Apabila dipertanyakan apakah Allah bisa menyelamatkan manusia dari Atas atau Surga secara langsung tanpa harus Inkarnasi? Ternyata Allah tidak dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Allah harus masuk kedalam kodrat manusia. Oleh karena itu Allah perlu menjadi manusia itulah Adam yang baru atau Adam yang Kedua.
Cyril memberi sebuah contoh Inkarnasi seperti seorang tabib yang dapat menyembuhkan pasien yang sakit. Demikian halnya dosa atau penghalang yang ada dalam kodrat manusia itu seperti penyakit yang hanya bisa disembuhkan oleh dokter atau tabib. Lalu yang bisa pegang dan mengobati rasa sakit itu hanya tabib. Tabib itulah yang dapat menyembuhkan penyakit. Kristus harus datang dan berinkarnasi supaya Dia datang dan memberi obat untuk menyembuhkan luka atau dosa manusia. Itulah sebabnya Tuhan datang sebagai dokter supaya Ia dapat menyembuhkan atau menyingkirkan penyakit manusia dengan menjadi manusia. Inkarnasi merupakan Theosis atau pengkodratan manusia. Karena Kristus harus menjadi manusia, otomatis Kristus harus lahir menjadi manusia yang sejati. Apabila Dia menjadi manusia maka Ia seharusnya mewarisi kodrat dosa. Kodrat dosa itu harus diambil dari perawan Maria yang akan mengandung-Nya. Memang kemanusiaan Maria sudah dikuduskan tetapi kodratnya belum. Diilustrasikan bahwa tubuh Maria sudah dikuduskan tetapi kodratnya sebagai manusia masih berdosa. Apabila Kristus mengalami pemurnian dosa asal, itu juga merupakan pemurnian-Nya. Didalam aliran barat Maria tidak mewarisi dosa asal lagi. Tetapi dalam ajaran Orthodoks mengatakan bahwa dosa asal itu masih ada hanya saja tubuhnya saja yang dikuduskan, supaya Ia mewarisi dosa asal itu Galatia 4:4.
Gregory Nyssa mengatakan sebab apa yang menjadi sifat khusus daging, tubuh akan mengalami theosis. Maut adalah obat yang melenyapkan dosa asal kita. Di ilustrasikan seperti umpan pancing lalu di makan oleh ikan kemudian mati karena ditangkap dan diolah oleh manusia. Seperti itu juga dosa yang menjadi maut dan harus dikuduskan. Kita mewarisi kodrat Adam Kedua yang sudah dibersihkan dari dosa. Daging yang diambil dari Maria itu mewarisi dosa asal. Kristus mengambil kemanusiaan dalam diri Maria atau kita. Inkarnasi adalah theosis yang mengambil daging manusia. Dalam Kristus menjadi manusia maka Ia dapat menyembuhkan luka kita. Gregory Nyssa mengatakan maka Ia yang mengubahkan unsur-unsur dalam diri kita. Kristus menjadi manusia supaya kedagingan diambil dari maria. Jika Kristus menjadi manusia kenapa Ia tidak pernah berdosa? Karena Kristus memiliki Kepolosan Akali. Apa itu kepolosan akali? Kepolosan Akali adalah tidak adanya pertimbangan untuk melakukan hal yang baik maupun jahat. Kristus memiliki kepolosan Akali itulah mengapa Ia tidak dapat melakukan dosa. Kristus memiliki 2 kodrat yaitu Allah dan manusia.
Athanasius dari Alexandria menjawab pertanyaan mengapa Kristus yang menjadi manusia yang tidak mewarisi dosa manusia? Karena Kristus memiliki Kepolosan Akali jadi Kristus yang dikandung oleh Maria yang tidak pernah melakukan hubungan intima tau tidak ada hubungan intim antara laki – laki dan perempuan. Inkarnasi merupakan pengudusan daging itu. Jadi Maria yang dikuduskan hayan tubuhnya saja tetapi dosa asalnya masih ada dan belum dikuduskan. Sebelum kejatuhan dosa adam tidak memiliki pertimbangan untuk jatuh kedalam dosa. Segala pikiran dan pikirannya yaitu berasal dari kepolosan akali yang dimiliki oleh Kristus. Gnomic will atau kepolosan manusia untuk mempertimbangkan antara baik dan jahat untuk jatuh kedalam dosa. Sedangkan kepolosan akali tidak memiliki pertimbangan untuk jatuh kedalam dosa melainkan tunudk, dan taat akan kehendak Allah. Karena Kristus lahir menjadi Adam yang kedua. Jika Ia menjadi demikian seharusnya Ia memiliki dosa asal. Tetapi Ia lahir bukan dari benih manusia tetapi benih Roh Kudus. Jadi, apabila Kristus marah, sedih, itu adalah kebaikan alami. Jadi keadaan adam dan Kristus sebelum jatuh adalah kepolosan akali dan gnomic will.
Anathasius mengatakan daging dari Maria diambil saat pengudusan. Pendagingan merupakan pengilahian daging manusia atau Maria. Daging seperti apa yang diambil? Mengapa yang diambil daging manusia? Supaya Kristus dapat menghancurkan dosa asal yang diambil dari daging manusia. Pendagingan adalah pengudusan kodrat manusiawi. Sebelum Kristus lahir atau inkarnasi Ia belum disucikan dan masih memiliki kodrat utama, namun setelah lahir baru ada kodrat Adam Kedua. Oleh karena itu Maria disebut sebagai Theotokos atau yang melahirkan Allah. Mengapa Kristus tidak berdosa karena Ia memiliki indera yang tidak terpecah-pecah melainkan kompak. Antara apa yang dipikirkan dan diinginkan dalam jiwa menyatu dan tidak terpecah. Didalam Adam Kedua ada hasrat, pikiran serta kehendak-Nya yang tidak terpecah. Pada akhirnya segala Gnomic atau pengetahuan baik dan jahat akan diubah menjadi kepolosan akali atau asali.
- Siapa itu Kristus?
Cyril mengatakan nama Kristus itu bukan suatu yang didefiniskan, tetapi ini adalah sebuah deklarasi keselamatan kita. Cyril mengatakan ada sesuatu yang hendak dikerjakan. Kristus artinya yang diurapi atau yang menyenangkan Allah. Kristus yang diurapi oleh Roh Kudus tetapi dialam Perjanjian Lama banyak sekali yang diurapi sehingga banyak yang bernama Kristus. Namun berkaitan dengan Kristus, ada yang namanya Juruselamat atau Kristus yang menjadi Juruselamat. Kristus juga diurapi oleh Roh kudus. Kristus adalah yang diurapi menjadi Juruselamat.
Adam telah mengalami kejatuhan dalam dosa. Sehingga manusia kehilangan kemuliaan Allah dari kodratnya sehingga manusia menjadi sakit dan membutuhkan belas kasihan dari Allah. Oleh karena itu ada Inkarnasi yang nanti memakai tubuh manusia, inilah yang akan membebaskan manusia dari dosa dan dipulihkan kembali menjadi adam yang semula. Mengapa Roh Kudus keluar dari kodrat manusia? Pertama Allah menciptakan manusia dari tanah kemudian menghembuskan nafas kepada manusia itu bukan Roh Kudus, melainkan energi Allah atau energi Roh Kudus. Tubuh memperoleh energi dari jiwa sedangkan jiwa memperoleh energi melalui roh yang dihembuskan oleh Allah. Jiwa memiliki sumber yaitu nous esensi dari jiwa atau inti dari jiwa sama seperti Allah Bapa, logos yaitu Anak dan roh yaitu Roh Kudus. Namun ketika manusia sudah lahir baru maka Roh Kudus itu mengambil tubuh manusia menjadi tempat tinggalnya.
Hati adalah esensi dari jiwa menurut Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Jiwa yang sudah diperbaharui akan menjadi manusia rohaniah karena nous jiwa dan spiritnya sudah menjadi baru melalui Roh Kudus. Roma 12:2 mengatakan kita menjadi Bait Allah yang menuruti Kehendak Allah dan menjadi persembahan yang abadi. Menurut Cyril, Kristus yang datang kepada manusia Dia tidak hanya menyembuhkan dosa melainkan juga menyucikan. Keselamatan adalah proses penyembuhan dari dosa. Jadi mengapa kita juga harus inkarnasi? karena kita dibentuk ulang untuk mencapai kekudusan. Seperti logam yang dimurnikan dengan api diri kita juga perlu dimurnikan melalui Anugerah Allah melalui kelahiran baru. Kodrat manusia yang digunakan pada akhirnya kembali mengalami kepenuhan Roh Kudus. Namun hal ini terjadi setelah pendagingan terlebih dahulu. Roh Kudus memperanakan Anak menurut kodrat manusia. Pentakosta merupakan pengutusan sang Roh Kudus oleh sang Anak dan sang Bapa. Kristus adalah firman Allah secara ilahi supaya Dia diurapi untuk menjadi manusia. Kesembuhan kodrat manusia ditujukan supaya Roh Kudus dapat tinggal didalam tubuh manusia.
Komentar Bapa-Bapa Gereja
St Theodoros The Great Ascetic
A century of spiritual texts
6. He who gives himself to desires and sensual pleasures and lives according to the world’s way will quickly be caught in the nets of sin. And sin, when once committed, is like fire put to straw, a stone rolling downhill or a torrent eating away its banks. Such pleasures, then, bring complete perdition on him who embraces them.
Komentar
Dosa adalah hal yang nikmat dilakukan tetapi memiliki konsekuensi untuk mati atas upahnya. Layaknya seperti pencandu rokok maupun narkoba yang awalnya hanya mencicipi dan menjadi pecandu, maka akan sulit menghentikannya kecuali memiliki niat yang berasal dari dalam diri untuk berhenti. Dibanding menjadi seorang pencandu dosa lebih baik menjadi pecandu akan kebenaran firman Tuhan yang menguatkan iman dan membuat sibuk diri sendiri untuk mengenal lebih dekat kepada sang Juruselamat. Selain diselamatkan upah yang menanti adalah sebuah kehidupan yang kekal bersama dengan Allah.
13.Self-control together with humility withers passionate desire, love calms inflamed anger, and intense prayer together with mindfulness of God concentrates distracted thoughts. Thus the tripartite soul is purified. It was to this end that the apostle said : ‘Pursue peace with all men and the holiness without which no one will see the Lord’ (Heb. I 2 : I4).
Komentar
Tuhan memang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang tetapi dapat dilihat secara rohani melalui hati. Untuk melihat kehadiran Tuhan, dibutuhkan kacamata rohani. Kacamata rohani adalah penglihatan manusia yang suci untuk melihat kehadiran Allah. Untuk memperoleh hati yang suci dibutuhkan Askesis (latihan badani&rohani) untuk melatih diri menguasai hawa nafu serta godaan dosa yang memikat hati. Askesis dapat mengolah karakter kita yang jahat menjadi nurut dan tidak memberontak oleh sebab itu butuh belas kasihan Tuhan setiap hari dengan berjaga – jaga dan berdoa.
21. Faith is a quality inherent in our nsature. It begets in us the fear of God ; and fear of God instils that keeping of the commandments which constitutes the practice of the virtues. From such practice grows the precious flower of dispassion. The offspring of dispassion is love, which is the fulfilment of all the commandments ( cf. Rom. I 3 : I o ) , binding and holding them in unity.
Komentar
Hubungan manusia dengan Allah dimulai dengan cinta. Namun ketika manusia jatuh cinta diluar Tuhan maka akan melahirkan sebuah kebinasaan. Iman seperti tubuh yang mengelola nafas kehidupan sehingga tidak dapat dipisahkan. Apabila tubuh ada tanpa nafas, maka manusia tidak dapat hidup. Begitu sebaliknya nafas tanpa tubuh bukanlah makhluk ciptaan Allah yang sempurna. Iman harus selalu bersinergi dengan Allah karena diluar Allah kita tidak dapat melakukan apa-apa. Hal ini disebabkan oleh ketaatan yang tidak kita kerjakan sehingga melalui iman kita dapat diselamatkan.
43. A monk who disobeys the commands of his spiritual father transgresses the special vows of his profession. But he who has embraced obedience and slain his own will with the sword of humility has indeed fufillcd the promise that he made to Christ in the presence of many witnesses.
Komentar:
Kita akan selalu bisa melanggar ketetapan dan hukum yang berlaku didunia namun kita tidak dapat melanggar perintah Allah. Apabila kita telah menjadi murid Kristus dan setia terhadap janji kehidupan kekal-Nya maka kita berusaha untuk membunuh setiap ego yang kita miliki karena kita tahu bahwa kita akan menjadi warga kerajaan Allah.
54. If you are a friend of Christ you should have as friends persons who are of benefit to you and contribute to your way of life. Let your friends be men of peace, spiritual brethren, holy fathers. It is of such that our Lord was speaking when He said : ‘My mother and brethren are those who do the will of My Father who is in heaven’ (cf. Matt. I 2 : 49-so).
Komentar:
Menjadi sahabat dan keluarga Kristus berarti memiliki hubungan yang dekat seperti saudara kandung. Allah dengan segala kasihNya menjadikan kita sebagai saudara bahkan mengangkat kita menjadi anakNya. Seperti orang tua yang memiliki perintah terhadap anak-anak dan anggota keluarganya, maka demikianlah Kristus yang ingin semua manusia mentaati perintah Allah yang adalah Bapa atau orang tua kita.
76. A man who through ascetic effort withers the flower of the flesh, and cuts off all its desires, bears in his mortal flesh the marks of the Lord (cf. Gal. 6: 1 7).
Komentar
Hasil yang telah dicapai ketika kita telah mengerjakan keselamatan adalah sebuah penyucian diri untuk menjadi gambar dan rupa Allah yang awalanya telah rusak. Dosa yang kita miliki memang telah diampuni oleh Allah. Namun Allah menantikan sebuah pertobatan melalui pengikisan daging yang akan membuat manusia memiliki benih Allah untuk menjadi segambar dan serupa dengan Dia.
77. The hardships of the ascetic life end in the repose of dispassion, while soft ways of living breed shameful passions.
Komentar
Penderitaan merupakan jalan yang terbaik untuk menghadapi kekacauan yang menyerang kekudusan. Terkadang orang yang terlihat baik – baik saja belum tentu ia merasa ketenangan didalam batinnya. Namun orang yang berusaha mengikis ketajaman dosanya maka ia memiliki kesejahteraan dipikiran hati dan perbuatannya.