OT the Foreshadowing of the NT

Kitab suci bukan hanya sejarah tetapi juga dihidupi oleh manusia. Bahkan beberapa orang suci dalam membela dan mempertahankan imannya karena percaya kepada Kitab Suci rela mati Martyr. Didalam Kitab Suci terdapat kebajikan salah satunya pengetahuan yang disampaikan oleh Rasul Petrus. Iman yang tanpa kebajikan akan mati sedangkan iman yang disertai perbuatan akan hidup. Semua perbuatan kebajikan yang kita lakukan akan mencapai sebuah kekudusan.

Menurut domini dalam tulisan para rasul pada perjanjian lama memiliki kesatuan yang tidak terpisah maka disebut Alkitab. Bagaimana dengan Perjanjian Lama? PL dikatakan sebagai bayang Kristus sedangkan PB interpretasi terhadap Kristus. surat – surat yang diajarkan dan ditafsirkan oleh para bapa – bapa gereja. Perkembangan Injil yang seperti daging Kristus memiliki kata -kata yang menggambarkan diriNya. Injil itu seperti Kenosis atau mengosongkan diriNya sendiri. pada saat Kristus menjadi manusia tetapi Dia juga memiliki kata-kata yang juga dicatat dalam kitab suci. Ketika Kristus mengosongkan dirinya Ia membuat dirinya dikenal orang-orang.

Jika kita membaca PL secara Tipologi karena natur PL adalah memprediksi, menubuatkan apa yang terjadi di masa kan datang. Yohanes 5:39 mengatakan bahwa Perjanjian Lama dijadikan kesaksian dalam Kristus. ketika kita mempelajari PL hermeneutiknya juga dipelajari secara tipologi tetapi pemahamannya secara tipologi atau alegori. Rasul Paulus juga menulis kitab suci secara tipologi. Semua cerita di perjanjian lama di ilustrasikan sebagai bayangan. Contoh jika kita membaca kitab Ibrani itu merupakan ringkasan dari PL.

Menurut Gregory Theologian mengatakan untuk mengerti ajaran yang dipakai oleh bapa -bapa gereja yang mengundang kita untuk membaca dengan presporpektif kita ketika menulis kitab suci, lihat pandangan bapa – bapa gereja kemudian cocokan dengan dogma sehingga menuntun kita kepada Kristus. pemahaman kita dengan Alkitab itu tidak boleh terpisah semacam koin yang sisisnya tidak dapat terpisah. Doktrin adalah konsep theology yang diajarkan gereja untuk mengarah kepada pengajaran Kristus. kita harus bersinergi ketika kita mempelajari kitab suci.

Untuk mempelajari Alkitab harus sesuai dengan ajaran gereja serta doktrin keselamatan sehingga menghasilkan keselamatan kepada Kristus. Langkah dalam membaca Alkitab adalah kita harus menerima apa adanya apa yang ada didalam doktrin dan tradisi gereja. Pada saat kita membaca Alkitab bisa saja interpretasi kita salah dan dapat dibenarkan dari doktrin, supaya keilahian itu tidak dirampas dari kita. Diluar konteks tradisi, dogmatik itu bisa kehilangan makna dogmatiknya apa bila salah dalam menginterpretasi Alkitab. Orang – orang Kristen bisa melihat teks kitab suci dengan benar berbeda dengan orang yang belum mengenal Kristus sulit untuk memahami kitab suci.

Perjanjian Lama adalah bayangan dari perjanjian baru maka perjanjian baru pikiran kita sebagai seorang penafsir harus melihat Perjanjian Lama itu sebagai bayangan kerajaab Allah yang akan datang. Maximus the Confessor hukum taurat adalah bayangan dari Injil. Injil adalah bayanagan berkat yang akan datang. Alegori matter yang diajarkan Origen digunakan untuk menguji PL dan Pb sebagai kerohanian manusia. Oleh karena itu kita harus membaca Alkitabdan menangkan bagian personal atau teks yang menceritakan kehidupan manusia. Setelah Origen kita juga belajar tafsiran dari beberapa bapa-bapa gereja seperti Clement.

Ketika kita membaca Alkitab kita harus bersinergi juga dengan pandangan atau tafsiran bapa-bapa gereja. Maximus membagi kitab suci menjadi tubuh adalah pl dan jiwa adalah pb. Jika kita membaca kitab suci kita harus membacanya secara keseluruhan. Maximus juga mengatakan waktu kita menafsirkan kitab suci kita naik dari surat ke nafas atau anagogic. Atau istilah lain  kita harus sampai kontemplasi atau theoria yang awalnya sulit dimengerti sampai menangkan pemahaman rohaninya. Didalam Pl selalu masuk kedalam kehidupan rohani manusia. Ketika firman Allah menjadi jelas maka wajahnya makin jelas dan bersinar suci sehingga kitab suci tidk lagi sulit dimengerti melainkan di hidupi. Waktu kita membaca kitab suci jangan lupa untuk menyembah atau beribadah kepada Allah.

Dalam gereja timur terdapat nyanyian dari Greek Canon seperti Adam yang diusir dari taman eden demikian juga Kristus juga ditolak di tempat asalnya. Pada saat kita membaca Alkitab maka kita seperti Wanita Kanaan yang meminta belas kasihan kepada Allah. Pada saat kita baca kitab suci kita sedang menceritakn kehidpan kita kepada Allah. Semua cerita dalam kitab suci juga merupakan sebuah cerita yang melibatkan diri kita. Kita dapat belajar dari rahib yang setiap hari membaca kitab suci untuk merefleksikan dirinya terhadap kitab suci. Para rahib membaca kitab suci dengan melihat juga kehidupan mereka. Yang dilakukan oleh rahib pada masa itu harus membaca kitab suci dengan suara yang keras. Apapun yang kita lakukan, lakukanlah sesuai kitab suci. Waktu kita membaca kitab suci kita harus mengetahui apa yang tersembuyi. Jadi apapun yang tertulis, itu untuk dipelajari untuk dilakukan.

Dalam tradisi gereja mereka membaca Alkitab tidak gampang dan butuh usaha. Ini adalah kehidupan rohani yang harus diperjuangkan. Yang kita butuhkan bukan hanya firman yang tertulis tetapi firman dan Roh Kudus yang menjadi tinta didalam hati kita. Waktu kita baca Alkitab kita membutuhkan Anugerah yang ada didalm hati kita sehingga kita tidak lagi hidp dalam hal – hal yang berdosa. Bapa teologi mengatakan kita menemukan milik kita bersama dengan Allah adalah kita lihat bahwa kitab itu ditulis dengan para penulis Alkitab yang tersembunyi kemudian menghasilkan berkat. Saat kita baca kitab suci kita memiliki persekutuan dengan Kristus. kita tidak hanya mahir mengeksegesis tetapi kita juga memiliki persekutuan dengan Kristus yang dituntun oleh Roh Kudus. Jadi ketika membaca kitab suci kita juga sedang menghidupi kehidupan rohani kita.

Kristus datang bukan untuk memberi pengetahuan akan diriNya tetapi Dia memberikan diriNya kepada dunia. Esensi kekristenan bukan pengajaran theology tetapi keselamatan dari Roh Kudus melalui Kristus di gereja. Inkarnasi Anak Tunggal Allah butuh ditulis dan diturunkan kepada manusia melalui sejenis buku. Apakah Kitab suci harus ditulis untuk memberitakan Injil atau Kristus? tidak. Tanpa kitab suci pun gereja tetap ada. Yang perlu diberitakan adalah kesaksian inkarnasi Kristus yang menjadi pusat untuk menybarkan Injil. Kitab – kitab suci itu dituliskan yang merupakan tradisi gereja dihasilkan dari karya Roh Kudus bagi gereja.

Mengapa pl dimasukkan bersama dengan pb karena itu semua karya Roh kudus. Semua kitab menemukan sebuah perjanjian oleh karena itu disebut perjanjian lama dan baru. Injil itu ada kerigmanya atau Inkarnasi Kristus. didalam kitab itu mengandung dan berpusat kepada kebangkitan Kristus. apa yang ditulis oleh penulis Alkitab itu yang menuliskan mental historisnya. Kitab suci itu tidak ditulis secara tertulis tetapi juda dengan tradisi dan penyembahan.

Dalam gereja mula-mula, golongan Rasul mengatakan bahwa Alkitab membuktikan tentang kemesiasan Tuhan Yesus dalam kitab Perjanjian Lama dan tergenapi di Perjanjian Baru. Kemudian yang kedua datanglah orang Kristen yang ajarannya lain menolak bahwa Yesuslah Mesias oleh Marsion atau dari orang Genostik bahwa Injil tidak ada hubungannya dengan Yesus. Yang ketiga orang Kristen yang dulunya Yahudi yang terlalu literal untuk mengadakan tradisi. Contohnya gereja di Galatia. Ada perbedaan-perbedaan pandangan terhadap kitab PL. orthodox mengatakan pada tahun 200-250 saat itu gereja mengakui ada dua perjanjian PL atau yahudi dan PB oleh para rasul. Kedua kitab ini akhirnya ada didalam orang Yahudi yang pindah ke Kristen. Sehingga disimpulkan bahwa:

1. Perjanjian Lama membuktikan Yesus adalah Mesias

2. Perjanjian lama memvalidasi kitab suci orang Kristen yaitu surat-surat dan para rasul

3. Perjajian lama membuktikan doktrin Kristen yang kuno

Origen menyebutkan, kata – kata para nabi menunjukkan Yesus yang menjanjikan. Apa yang diklaim orang Kristen itu benar. Kitab orang Yahudi menjadi arsip atau catatan yang sudah lama yang dapat dilihat kembali. Otoritas Pl datang dri Kristus itu sendiri dan Para Rasul. John Chrysostom mengatakan bahwa Kristus sangat menghormati Musa. Hal ini menunjukkan Yesus setuju dengan Perjanjian Lama. Paulus sendiri mengutip perjanjian lama dalam suratnya yaitu Efesus 2:14-16 bbahwa dengan salib Kristus mendamaikan orang Yahudi dengan non Yahudi.

Bagaimana orang Yahudi menanggapi kitab suci?

Para bapa gereja sangat menghargai Orang Yahudi sehingga melihat bukti dari perjanjian lama. Pemahaman dari golongan Gnostic menolak dan mengabaikan perjanjian lama karena Allah pada zaman PL adalah Allah yang jahat sehingga mereka menolak perjanjian Lama. Ajaran gnostik mengatakan bahwa pl bukan kitab suci. Bagi Marsion, bapa dari pl itu adalah Allah yang tidak adil, pemarah, dan suka bunuh orang sehingga disebut Allah yang jahat. Tetapi Allah yang ada di Pb adalah Allah yang baik dan penuh kasih. Mereka menganggap kehadiran Kristus adalah sebuah pemalsuan. Sehingga tidak mungkin Allah memnjadi materi atau fisik karena secara tubuh manusia telah berdosa dan tidak mungkin Allah menjadi manusia akan berdosa.

Kemudian ada pemisahan antara Injil itu baik dan hukum Taurat itu jahat sehingga mereka menolak hukum tersebut. Selain itu Mereka juga menolak tipologi alegoris untuk memahami kitab suci. Dalam pandangan gnostic Yesus mewahyukan sebuah gnostic. Jadi Gnostic menolak Allah yang berasal dari perjanjian lama. Orang – orang yang mengabaikan Injil contohnya orang-orang yang ad di Galatia.

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai