Mengerti Alkitab melalui gereja
Untuk menafsirkan kitab suci kita harus melihatnya dari kacamata gereja. Contohnya dalam Kisah para Rasul 8:30-31. Kata – kata dari kitab suci tidak selalu menjelaskan dirinya. Untuk membaca Alkitab kita harus sampai membacanya sampai terkagum. Allah memang berbicara kepada kita secara langsung di dalam hati kita ketika membaca kitab suci. Kita butuh bimbingan dari gereja untuk memahami kitab suci. Bagaimana kita dibimbing oleh gereja? Kita membaca kitab suci secara personal tetapi kita juga membacanya secara bersama-sama dalam satu tubuh Kristus. Kita juga membacanya secara konteks gereja bersama dengan jemaat. Ketika kita membaca kitab suci secara personal tetapi tidak terisolasi atau kita membacanya dengan kami adalah anggota keluarga Allah. ketika kita membaca alkitab kita mau menemukan apa yang dulu gereja bicarakan. Membaca kitab suci ternyata dahulu harus dibacakan dalam konteks beribadah. Ada bagian alkitab yang dibaca dalam konteks beribadah.
- Membaca kitab suci dengan secara bapa gereja
- kitab suci harus dibaca dengan Critic atau hidden meaningnya atau makna yang tersembunyi. Alkitab baik PL dan PB adalah satu kesatuan kitab yang memiliki makna tersembunyi
- alkitab itu adalah relevan artinya bahwa kitab suci bukan hanya untuk orang pada zaman itu tetapi juga untuk orang yang akan datang sampai akhir zaman Tuhan Yesus datang.
- Kitab suci dipandang sebagai harmoni yang sempurna baik PL dan PB mengandung satu pesan yang sama yaitu Christ Centered. Setiap kita memiliki skopos atau tujuan yaitu keharmonisan dari beberapa kitab yang telah dikumpulkan. Oleh karena itu Athanasius membaca kitab secara terpisah sehingga kitab yang satu ditonjolkan tetapi kitab yang lain tidak sehingga kehilangan inner meaning.
- Kitab suci itu diinspirasi dari roh kudus artinya ini bukan hanya tulisan sejarah saja tetapi ada karya Allah melalui roh kudus, maka kitab suci itu menjadi menyingkapkan pikiran Allah. sehingga membaca kitab suci itu bernuansa membangunkan iman. Tetapi firman Allah tidak menggantikan tulisan manusia hanya saja sudah diilhami oleh Roh Kudus.
Bagaimana kita membaca kitab suci? Dahulu orang membaca kitab suci dengan
- Septuaginta atau bahasa yunani.
- Khusus dalam pl mereka membaca pl dengan dua cara komposisional dan eksposisional. Artinya mereka dahulu membaca bertujuan untuk memperjelas pandangan teologi mereka atau penjelasan khotbah. Bapa gereja zaman dahulu melihat kitab suci dalam beberapa lapisan.
Membaca kitab Hosea dari Segi Patriaristic
Kitab Hosea merupakan kitab yang unik untuk dibaca karena seorang hamba Tuhan yang diperintahkan untuk menikahi seorang pelacur. Allah meminta Hosea untuk menikah lagi hal ini merupakan pelanggaran terhadap ulangan 24 yang bertentangan. Ia kemudian menaati hukum Allah dengan menikahi Gomer dengan memberikan kebutuhan dasarnya serta uangnya kepada Gomer. Perintah Allah yaitu menikahi sorang pelacur. Jika dalam sudut pandang orang Yahudi, ini dikatakan seperti alegoris Interpretasi sedangkan orang Kristen melihat sebagai bayangan Kristus. Apa yang dikatakan bapa gereja? Theodore of Syrus mengatakan dia menerima pernikahan Hosea sebagai bentuk kebaikan dari Hosea. Secara topological ini merupakan ketaatan Hosea kepada Allah. Sedangkan tipologikal Hosea merupakan bayangan Kristus sedangkan gomer manusia yang selalu berbuat dosa. Artinya Kristus yang akan membayar dosa manusia seperti Hosea yang membayar Gomer. Cyril of Alexandria mengatakan bahwa pernikahan Hosea dan gomer adalah sebuah bukti kasih Allah yang mengambil semua kodrat manusia. Inilah tipologi atau alegori. Jadi pernikahan gomer dan Hosea merupakan gambaran dari Kristus yang mengambil rupa manusia yang berdosa.
Membaca kitab dari segi Liturgical
Dalam pembacaan liturgi akan pengumuman kelahiran Kristus ada lima pembacaan alkitab yang harus dibacakan atau liturgi. Bunda maria memegang satu peranan dalam rencana Allah. Ia ibarat tangga yang naik kesurga. Lewat Theotokos Kristus datang kedunia. Kitab amsal merupakan kitab hikmat yang membangung sebuah rumah. Hikmat itu ditujukan sebagai maria atau kemanusiaan Kristus. Kemudian ada cerita Yakub yang bermimpi ada tangga yang menjulang kearah surga ternyata Maria adalah seperti tangga yang membuat Kristus bisa turun. Lalu musa yang dapat berbicara dengan semak yang terbakar. Maria adalah semak yang terbakar yang memiliki api (Kristus) yang tidak menghanguskan semak itu. Yehezkiel yang menceritakan sebuah bait Allah yang memiliki gerbang tertutup dan hanya bisa dibuka oleh sorang pangeran yaitu Kristus dan gerbang itulah Maria. Semua bacaan itu harmonis dan relevan serta terdapat makna rohaninya.
Contoh lain yaitu menunggu kebangkitan Kristus. Pada saat itu gereja membaca 15 perikop dari PL. Sabtu kudus yaitu hari untuk menunggu kebangkitan. Kejadian 1:1-13 ini dibaca sebagai penciptaan baru dari awal penciptaan atau jalan baru. Adam kedua berlaku sejak kebangkitan. Kebangkitan Kristus itu menciptakan ulang segalanya. Mengapa kita membaca kitab Yunus yang tiga hari tiga malam itu menunjukkan Kristus yang berada didalam hades selama tiga hari tiga malam. Kel 13:20;19 hubungannya dengan paskah yaitu Kristus yang memimpin kita dari laut merah atau baptisan supaya menuju tanah perjanjian atau gereja. Ulang tahun gereja dimulai dari tanggal 1 september sehingga kita membaca seputar Theotokos dan Kristus. Dalam tradisi timur mengikuti byzantium sedangkan barat diroma atau katolik. Teks yang dibaca berkaitan dengan memperingati tentang Tuhan Yesus Kristus untuk ibadah. Dalam gereja ada ibadah vesper atau senja, mazmur, makanya jika alkitab dibaca dalam ibadah atau ekaristi bertujuan untuk pengudusan.
Kitab suci dahulu dibaca ketika kelahiran bunda maria. Kelahiran Theotokos 8 september. Kejadian 28 Yeheskiel 43. Dalam tradisi Byzantium kitab- kitab ini tidak pernah di bicarakan; Rut, Samuel, tawarik, nehemia, ratapan, kidung agung, kitab nabi-nabi, kitab puisi, obaja, hagai. Dalam tradisi roma pl dibaca setiap misa atau hari minggu sengsara Kristus, dalam vesper yang besar seperti bacaan transfigurasi, kelahiran thotokos, masuknya theotokos kedalam bait suci. Contoh theophany yang diadakan tanggal 5 februari ada 13 kitab pl. Kisah ini menceritakan Yesus di baptis disungai Yordan. Ini bertujuan agar Kristus dapat menguduskan air sehingga manusia dapat dibaptis dengan air yang suci. Kemudian keluaran 14: air menjadi pembatasan antara budak dan kebebasan, atas perintah Allah musa membelah laut merah dan bangsa mesir itu dibunuh oleh air yang tenggelam. Musa memegang kendali atas laut merah. Hubungannya dengan baptisan Kristus adalah air itu akan dipegang kendali oleh Kristus yang akan membawa manusia kepada kehidupan.
2 raja – raja 5:9-13 air menjadi sumber kesembuhan karena sudah ditaklukan oleh Kristus. Melalui air juga dapat mendamaikan orang-orang. Sama seperti musa yang diselamatkan oleh putri firaun maka Kristus juga akan mengangkat kita dari air atau dalam pembaptisan untuk diangkat menjadi anak Allah (Keluaran 2:5-10). (Hakim2 6:36-38) air menjadi baptisan atau keselamatan bagi kita.