The Economy of the Son

Buku-buku doa dari bapa-bapa gereja sangat membantu kita dalam menjalani kehidupan askesis.  Sebuah kebajikan atau hikmat dari Tuhan menambah wawasan kita untuk mengenal Allah. Kasih merupakan kebajikan paling tinggi dalam ilmu kebajikan (1 Korintus 13:8). Kita semua akan menjadi makhluk yang penuh dengan kasih. Iman adalah pondasi dari kasih dan pengharapan. Sedangkan pengharapan itu adalah tiang penopang dari kasih dan iman. Kasih melengkapi iman dan pengharapan. Apa usaha manusia beriman dan berpengharapan? Yaitu untuk mencapai kasih Tuhan kita yaitu Yesus Kristus. Siapakah Yesus? Yesus adalah anak Tunggal Allah yang disebut imanuel.

Yesus berinkarnasi untuk menyelamatkan manusia. Inkarnasi terjadi tidak hanya menjadi daging melainkan memulihkan daging tersebut. Kristus dibuat menjadi manusia yang bertujuan untuk menyelamatkan manusia. Cyril of Alexandria menekankan 2 kodrat manusia dan Allah dalam 1 pribadi yang berada dalam Yesus. Jika Kristus memiliki 2 kodrat artinya Dia memiliki 2 kehendak yaitu kehendak Allah dan manusia. Kelahiran Kristus sangat kudus dan suci. Kelahiran Maria dilahirkan dari kedua orangtuanya yaitu Hana dan Yoyakhin  dan dilakukan tanpa hasrat. Kelahiran perawan maria memutuskan hawa nafsu dari adam. Kelahiran tanpa ayah memutuskan aliran peranakan dan hawa nafsu. Waktu Kristus mengambil kodrat manusia bahannya berasal dari daging yang cemar dari Maria yang berasal dari orang tuanya atau adam pertama.

Disinilah bahan daging maria menjadi kudus atau disucikan. Pada saat kelahiran Kristus, Ia mengambil dosa asal adam dari tubuh maria. Tidak cukup hanya Dia lahir tetapi harus turun ke alam maut untuk menyelamatkan manusia. Pengambilan daging dari kodrat manusia membersihkan kodrat asalnya. Ketika Kristus lahir, Dia menjadi kodrat asal adam pertama. Mengapa Kristus perlu mati dan bangkit jika Dia sungguh tidak tercemar? Dia mati untuk menebus dosa, kutuk, maut yang masih melekat di kodrat manusia-Nya. Salib seperti umpan pancing yang apabila dimakan ikan maka ikan itu akan mati.

Cara manusia untuk menyatu dengan Allah disebut Theosis. Waktu Tuhan menciptakan adam pertama ia gagal untuk mencapai Theosis. Ada sebuah istilah disebut Recapitulation itulah yang dikerjakan oleh adam kedua. Manusia harus mau menaiki tangga yang akan mencapai Theosis. Adam pertama dan adam kedua persis sama kodrat asalnya tetapi sudah dikuduskan melalui Roh Kudus. Ciptaan pertama gagal karena jatuh kedalam dosa. Inilah alasan untuk Kristus datang dan lahir kedunia untuk menyelamatkan manusia. Untuk mencapai Allah ada tiga halangan yaitu kematian, dosa dan kodrat. Kodrat disembuhkan ketika lahir dan belum mencapai Theosis. Menurut Nicholas Bacilas Tuhan terpisah dari Allah supaya natur dosa itu dipulihkan. Pemulihannya dia datang menjadi manusia dan dibersihkan melalui kematianNya. 1 Korintus 15:6 kebangkitan itulahn yang mengalahkan maut. Itulah sebabnya Kristus harus bangkit untuk mengalahkan maut.

Bagi maximus inkarnasi itu sapkois atau menjadi Kristus-Kristus kecil. Kristus turun kedalam dunia untuk memulihkan hubungan manusia kepada Allah. Maximus mengatakan seandainya dosa itu tidak ada apakah Kristus tetap akan datang. Kristus akan tetap datang dalam predestinasi Dia akan menjadi pola yang sempurna dari Theosis itu. Nyssa mengatakan jiwa Kristus telah mati pergi ke Firdaus yang menjadi orang pertama memasuki Firdaus, sedangkan tubuhnya di dalam perut bumi atau gua. Pada saat yang sama jiwaNya turun ke Firdaus dan juga ke alam maut atau hades. Bukan kodrat ilahi dan manusianya. Yang mati adalah kodrat manusianya bukan kodrat ilahiNya. Yang mengalami kematian itu pribadi atau tubuh dan jiwa-Nya bukan kodratnya. Kematian merupakan obat yang meleburkan manusia yang berdosa dan memulihkan kodrat kita. Ketika Maria meninggal ia sama seperti Elia yang terangkat kesurga.

Jika dia adalah sungguh Allah dan manusia secara manusia dia yesus secara rohani Ia adalah Anak Allah. Jika dia satu Kristus 2 kodrat maka Cyril mengatakan bahwa manusia itu juga akan menjadi serupa dengan Dia. Yohanes 6:54 tubuh dan darah itu kodrat Kristus yang kita makan dan minum merupakan roti dan anggur disitulah terdapat kodrat ilahi-Nya secara spiritual. Ini sudah diilahikan dan sempurna kemudian diberikan kepada kita. Tetapi ketika menjadi manusia ke-Allahanya tetap sama. Allah yaitu Bapa mengandung firman dan roh dalam satu hakikat kita dapat membedakannya tetapi bukan menjadi tiga Allah. Yang dimaksud dari firman sang Bapa bukan firman dari Roh sang Bapa. Dia adalah firman dari sang Bapa. Esensi berasal dari Allah sedangkan diperanakan sang Bapa yang menafaskan sang roh. Allah itu esa sama dengan Allah tritunggal juga sama dengan Bapa yang satu dan sang anak serta roh Kudus. Yesus disebut Anak Allah karena Dia adalah firman Allah. Hipostasis merupakan kesatuan yang tak terpisahkan tetapi tak bisa dibedakan. Allah memiliki firman dan berinkarnasi berarti Allah memiliki energi. Bapa energinya sebagai sumber, anak mencipta dan roh kudus menghendaki. Jadi kasih merupakan sumber dari 3 hipostasis ini. Dia yang berasal dari Atas atau Allah energi-Nya turun sehingga bisa naik kesurga sehingga ia bisa turun ke dunia. Kristus disebut The Son Of Man karena the Son artinya Dia sang Anak yang diperanakkan oleh Bapa yang menafaskan sang Roh sedangkan of Man manusia yang diangkat kesurga.

Komentar Bapa-Bapa Gereja

68. Only spiritual conversation is beneficial; it is better to preserve stillness than to indulge in any other kind.

Hati menimbulkan sebuah pemikiran. Pemikiran dapat disampaikan dengan perkataan. Mengendalikan pikiran sangat penting ketika kita hendak memperkatakan sesuatu. Tetapi perkataan juga dapat menjadi bumerang seseorang apabila tidak dipikirkan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk berdiam diri memikiran lebih dahulu apa yang hendak diperkatakan sebelum menjadi dosa yang menyakitkan.

71. The conscience is a true teacher, and whoever listens to it

will not stumble.

Semua dimulai dari hati baik pikiran maupun perkataan dapat menjadi berkat apabila bijak mengendalikan diri dari godaan yang stiap saat menyerang hati. Namun hati menyimpan segudang kebajikan yang dapat menegur diri untuk lebih peka, peduli dan saling megasihi dibanding dengan keegoisan diri yang terlihat menguntungkan namun sebenarnya menjatuhkan.

72. Only those who have reached the extremes of virtue or of evil is not judged by their consciences.

Kehidupan askesis yang terus dilatih akan menimbulkan ketaatan kepada Allah. Hal ini menyebabkan bertambahnya ilmu kebajikan yang mengarah kepada kasih serta dapat memilah mana yang baik atau benar dan salah atau jahat. Ilmu kebajikan ini disebut Diacrisis yang mengacu kepada ilmu kebajikan yang tinggi. Sehingga ia akan sulit digoda dan dihakimi oleh hati nurani itu sendiri.

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai