Kenosis & How Christ is One

Kenosis adalah inkarnasi sepenuhnya Allah menjadi manusia. Waktu Firman Allah jadi manusia sifat keilahian-Nya tidak berubah Ia tetap Allah. Ketika dia berubah menjadi manusia Dia mengambil kodrat yang awalnya berdosa disucikan. Ketika Kristus menjadi daging Ia juga diperanakkan oleh Roh Kudus. Kodrat manusia yang awalnya miskin dibuat menjadi mulia di hadapan Dia. Kristus juga dapat mengosongkan diri artinya, Kristus rela mengambil kodrat manusia yang telah rusak supaya apa yang Dia ambil itulah yang dia pulihkan. Fungsi Roh kudus hadir sebagai penggenapan akan daging Kristus. Termasuk saat Pentakosta, Roh Kudus menggenapi orang-orang kudus serta mengajari mereka untuk mengajarkan firman. Firman Allah diperanakkan oleh Roh Kudus. Roh kudus merupakan kelanjutan dari inkarnasi. Pentakosta adalah kehadiran Bapa yang menguduskan apa yang dikerjakan oleh Kristus sebagai Anak Allah melalui Roh Kudus.

Bapa gereja mengatakan Kristus datang menjadi manusia berarti logos yang adalah firman berubah menjadi daging. Kita belum bisa mengalami pentakosta jika tidak memiliki bayi Kristus. Tujuan dari inkanasi yaitu untuk mencapai pentakosta yang artinya dipenuhi oleh Roh Kudus. Inkarnasi adalah Allah turun menjadi manusia sedangkan pentakosta manusia menjadi ilahi dihadapan Allah.Roh Kudus memiliki misi dari sang Anak. Allah Roh kudus itu berasal dari Allah Bapa melalui Anak. Hubungan anak dan roh kudus itu saling berkaitan. Ketika kita mengatakan sang Anak yang diperanakan sang Bapa yang menafaskan sang roh. Maka pada saat berinkarnasi apakah Bapa tidak berfirman lagi? Tentu saja tidak. Tritunggal itu dibedakan tetapi tidak bercampur baur. Inilah yang disebut hubungan Perikoresis saling mendiami satu sama lain. Keselamatan kita berasal dari sang Bapa melalui sang Anak didalam Roh Kudus.

Jika Kristus adalah kasih maka Ia adalah sumber dari kasih itu. Mengapa ia menyebabkan kasih sebab ia adalah kasih. Kasih menyebabkan kehidupan maka roh ada supaya dapat manusia dapat bernafas sehingga memiliki kehidupan. Untuk mengasihi sang Anak serta Bapa juga harus mengasihi sang Roh. Kesimpulan dari Tri Tunggal adalah penyataan kasih Allah. Esensi Allah ditujukan kepada Bapa yang menafaskan sang roh dan memperanakkan sang Anak. Allah itu esa karena Bapa kita adalah satu. Anak dan Roh Kudus berasal dari Bapa.

Kenosis membuat Kristus menjadi

1) Dia Allah tetapi kemudian menjadikan dirinya sama seperti manusia / mengambil rupa seorang hamba. 2) Dia mencurahkan Roh-Nya kepada semua manusia.

3) Dia taat, Dia sebagai Raja meninggalkan tahtaNya utk mengambil tanggung jawab yg seharusnya milik manusia tapi dijadikan sbg milikNya.

6. Bagaimana Kristus itu jadi satu?

Kristus disebut menjadi satu karena yang dapat berubah menjadi manusia dan telah diurapi adalah Kristus itu sendiri. Cyryl mengatakan pendagingan ini merupakan pengutusan sang Anak yang diperanakan oleh sang Roh.

7. Imanuel itu satu?

Imanuel artinya Kristus turun dari surga menjadi manusia untuk menyertai manusia. Saat di Perjanian lama Kristus belum di sebut imanuel tetapi dia ada bersama sama dengan nabi-nabi yang ada di Pl. Karena Dia satu-satunya yang menjadi manusia untuk mengambil rupa manusia. Pengudusan kodrat manusia atau pendagingan disebut imanuel.

8. Apa yang dimaksud dengan menyatu?

Saat kodrat Allah mengambil daging, terjadilah yang disebut penyatuan tetapi modelnya yang bukan kacau balau atau yang membuat keilahiannya itu tidak bercampur dengan kemanusiaannya. Penyatuan ini yan biasa disebut satu Kristus yang memiliki 2 kodrat yaitu Allah dan manusia atau disebut satu Kristus yang memiliki 2 kodrat. Inkarnasi merupakan gambaran manusia. Pengakuan iman kita kepada Kristus seperti bara yang dijepit untuk mencapai kekudusan atau penyucian.

9. Of the Coal

Bedanya kita dengan Kristus adalah kita menjadi Allah dari anugerah sedangkan Kristus menjadi Allah karena diperanakkan oleh sang Bapa dan dinafaskan dari sang roh. Satu Kristus tidak terpisah baik dari kodrat ilahinya dan kodrat manusiawinya.

10. Kodrat ilahi

Kristus diibaratkan seperti bunga bakung yang harum dan yang tidak dapat dipisahkan baik tubuh maupun harumnya. Baik bunga maupun tubuh itu adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kelahiran Kristus merupakan kodrat ilahi yang tidaks tercampur pada benih laki-laki.

Komentar Bapa – Bapa Gereja

  1. The person who has broken the bonds of his intellect’s fawning friendship for the flesh has slain the body’s evil acts through the life-giving Spirit.

Mengikis keinginan daging atau passion tidaklah mudah karena dibutuhkan berbagai ilmu kebajikan yang terus melatih diri untuk meninggalkan nafsu jahat yang menimbulkan dosa. Namun ketika manusia dapat memulihkan dirinya atau menyucikan diri dengan bantuan dari belas kasihan Allah maka ia dapat dipulihkan. Karena Allah berkerja melalui Roh. Dia dapat menyalurkan energinya untuk menolong manusia yang terikat dalam persahabaatan akan nafsu jahat yang melahirkan dosa.

2. Do not think that the intellect is free from its attachment to the flesh so long as it is still troubled by the activities that pertain to the flesh.

Keinginan daging akan selalu ada dan setiap saat menggoda nous kita untuk melakukan dosa. Kejahatan yang telah dihasilkan dari nafsu mengakibatkan penyesalan seutuhnya ketaatan kita kepada Tuhan. Godaan itu akan selalu mengikat dan menjatuhkan diri kita. Nafsu itu hanya dapat dihentikan ketika kita sungguh-sungguh harus melawan godaan itu dengan menyerahkan nafsu kita kepada Allah. Sehingga, Allah dapat memberikan kekuatan bagi kita untuk menghadapinya. Dengan doa batin puja Yesus dapat menolong kita untuk meminta bantuan kepada Allah agar kita dimurnikan oleh kasih karunia-Nya.

3. Just as the senses and sensible objects pertain to the flesh, so the intellect and intelligible realities pertain to the soul.

Dosa dapat dilahirkan karena kita memuaskan hawa nafsu yang  jahat melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecapan dan perasa kita. Layaknya mata yang harus dijaga supaya tubuh tidak gelap maka seluruh indera kita yang akan diuji melalui godaan-godaan yang ada dan kita harus mengendalikan diri untuk tidak terlibat dalam mentaati passion tersebut.

4· Withdraw your soul from the perception of sense objects, and the intellect will find itself in God and in the realm of intelligible realities.

Allah dapat dipahami dengan berbagai hal termasuk melalui logika atau intelek. Manusia dapat menjelaskan kehadiran-Nya hingga bagaimana Ia dapat berkarya didunia. Namun pengetahuan akan Allah dapat disalah artikan dengan pemahaman dari diri sendiri bahkan menimbulkan kesalahpahaman. Oleh karena itu mengontrol jiwa kita untuk tidak hanya memahami Allah dengan segala ciptaan yang terlihat tetapi dengan hati dan juga iman

5. Intelligible natures that can be grasped only by the intellect belong to the realm of divinity, while the senses and sense objects have been created for the service of the intellect.

Pengertian atau pemahaman kita akan Allah hanya berasal dari hikmat yang juga dari Allah namun segala ciptaan yang telah Tuhan buat adalah tugas utama kita untuk mengelolanya.

6.Use the senses and sense objects as a means to spiritual contemplation but, on the contrary, do not use what provokes the desire of the flesh as food for the senses.

Asupan yang seharusnya diberikan kepada indera yang kita miliki adalah makanan rohani seperti berjaga-jaga, berdoa, membaca firman Tuhan, merenungkannya, serta melakukannya untuk memenuhi asupan gizi bagi kehidupan spiritual kita.

7.You have been commanded to mortify the acts of the body ( cf. Col. 3 : 5), so that when the soul has been made dead to pleasure you may bring it back to life through your ascetic labours.

Jika kita tidak dapat membunuh hawa nafsu sebaiknya kita dapat mengikisnya satu persatu dari dalam hati kita sehingga tidak ada penyembahan berhala atau dosa yang mengandung dalam hati kita sehingga kita dapat beralih untuk mengerjakan keselamatan kita kepada Allah.

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai