Pembacaan kitab suci secara Patriaristic dan Liturgical
Kitab suci lahir dari gereja maka pengajarannya juga akan dilakukan di gereja. Kitab suci ada karena puncaknya kepada Tuhan Yesus Kristus. Kitab suci sudah dipakai dari abad pertama hingga pertengahan. Sehingga kitab suci itu digunakan dalam liturgi ibadah. Kisah para Rasul 2:42-47 mengisahkan para Rasul mereka ada di rumah kemudian mengajar pengajaran Rasul yang dibawakan secara lisan. Selalu ada kesatuan antara ibadah dan ajaran serta penyembahan di dalam sinagoge. Hal ini dilakukan oleh orang Kristen atau percaya. 1 Korintus 11:22-23 ini merupakan liturgi perjamuan kudus ada tujuh langkah yang terkandung di dalamnya. Kemudian masuk pada abad kedua liturgi ini di persempit menjadi empat. Di dalam sinagoge biasanya mereka membaca kitab Pl atau biasa disebut liturgi iman. Ada liturgi kitab suci dan liturgi ekaristi.
Pada mulanya sejalan dengan orang Yahudi yaitu liturgi dalam Kitab Suci dibagi menjadi 2 yaitu liturgi Kitab Suci dan Perjamuan Kudus. Yang akan kita lihat adalah liturgi kitab suci dalam Lukas 4:16-21. Liturgi orang Yahudi ini merupakan liturgi orang Kristen yaitu liturgi kitab suci atau pengajaran dan ekaristi atau memecah roti. Pada zaman rasul di dalam gereja atau dirumah-rumah jemaat ada persekutuan untuk makan-makan. Di sinilah terdapat liturgi seperti doa ucapan syukur, kemudian ada pendistribusian roti dan anggur, di dalam liturgi khususnya pada abad keempat yaitu liturgi firman dan liturgi ekaristi bagi mereka yang sudah dibaptis. Pada abad kesembilan yang ibadahnya di bagi jadi dua bentuk yaitu katedral dan monastic tetapi di dalam liturginya sendiri kitab perjanjian lama sudah ditinggalkan. Tetapi jika dalam liturgi ibadah seperti matins dan vesper masih dipakai liturgi kitab suci. Contohnya tentang tangga Yakub yang dialegorikan sebagai bunda maria. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus sebenarnya mengkuti tradisi perjanjian lama.
Ada tulisan dari dalam ibadah hari minggu terdapat pembacaan kitab suci. 2 bagian yang diambil yaitu perjanjian lama dan perjanjian baru. Ketika perjanjian lama dipakai dalam liturgi peribadatan seperti Mazmur. Bagaimana perjanjian lama dipakai dalam peribadatan gereja mula – mula? Ada yang mengatakan kitab suci itu sudah kaya dengan pengajaran bapa gereja mengapa harus diajarkan lagi melalui kitab suci? Seluruh perjanjian lama menubuatkan Theotokos atau bunda Maria dan Kristus. Jika kita menggunakan perjanjian lama untuk mengeksegese juga dapat disebut Liturgical Exegese.
Liturgical year dibagi jadi dua, yang pertama The Annual Cermon atau ibadah yang pasti contohnya tanggal 8 September &25 Desember perayaan kelahiran Theotokos dan Kristus, di situlah akan ada pembacaan liturgi dari perjanjian lama. Di dalam ibadah gereja ada duda tujuan utama yaitu ekaristi untuk memperingatkan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Itulah sebabnya perjanjian lama dibaca bukan hanya sekedar dibaca tetapi berfungsi untuk menguduskan kita. Kita lihat contoh dalam doa yang ada dalam tradisi seperti jam 6 sore atau disebut Vesper. Allah yang sudah berpikir atau merencanakan keselamatan kita sudah menyiapkan Tahta-Nya yang kudus yaitu Rahim dari Maria. Sekarang kitab atau firman itu datang kepada rahimnya. Maria dijuluki sebagai gerbang bait Allah artinya dia sebagai jalan keselamatan bagi jiwa manusia. Sekarang gerbang itu terbuka bagi setiap orang yang datang kepada Allah. Ketika terang itu datang maka kitab suci itu perlu dibaca untuk menceritakan bunda maria atau tangga Yakub itu.
Mulai abad kelima gereja sudah mengumandangkan pujian atau liturgi yang dipakai oleh Bapa Chrysostom. Ada persamaan dalam bacaan The great vesper dan domination. Yehezkiel 43:27; 44:1-4. Gerbang itu sudah terbuka maka Allah masuk tetapi gerbang itu juga harus tertutup karena Kristus belum datang. Amsal 9:1-11 ada perbandingan antara wanita yang bijak dan bodoh serta terdapat pertentangan antara keduanya di dalam amsal 9 yang mengatakan hikmat itu seperti ratu surga yang mengundang orang – orang bodoh dan berhikmat mengikuti perjamuan itu. Apa gunanya mendirikan rumah tanpa hikmat?
Ibadah matins dibuka dengan mazmur 3 sebuah ratapan dari Daud untuk kejatuhannya dalam dosa. Pentiuc menjelaskan Yesus ditemani para muridnya lalu Dia meninggalkan ruang makan kemudian pergi ke taman Getsemani duduk dan bersedih seperti bacaan dari Mazmur 38:1-23 ini merupakan kesedihan yang membuat ketakutan serta membuat musuh bertambah dan merasa diabaikan. Mazmur 143:1-12 pada akhirnya Kristus atau Tuhanlah yang akan menang dari musuh-musuh. Bagaimana dengan kitab perjanjian lama yang lain? Hal itu dibacakan sesuai dengan perayaan ibadah lainnya. Apa hubungan pembacaan alkitab yang dibacakan dengan kelahiran Kristus? ayat5-9 menjelaskan bagaimana Allah mengeluarkan bangsa Israel dari bangsa Mesir. Allah yang mengeluarkan bangsa Mesir. Mereka yang memberkati bangsa Israel akan diberkati oleh Tuhan.