The Economy of The Holy Spirit

Inti dari pembaptisan adalah beribadah kepada Tuhan. Imanuel artinya Allah berinkarnasi  menjadi manusia. Hipostasis adalah kepribadian Allah yang adalah sumber serta yang keluar dari sumber itu. Sang roh memiliki firman, begitu juga dengan Bapa dan Anak. Sang anak yang diperanakkan dari Roh kudus yang dinamakan Yesus. Pada saat yang sama sang Bapa berfirman, maka ada nafas yang juga dikeluarkan. Sang Anak selalu dikatakan dikandung dari dalam. Artinya jika Bapa berfirman maka anak diperanakkan dan keluarlah roh. Jadi disini Roh Kudus juga berperan. Anak dan roh dikeluarkan dari bapa. Sama seperti Bapa yang memiliki Roh kudus sebagai Roh-Nya. Sumber utama Roh berasal dari Allah Bapa tetapi Anak juga memiliki Roh tetapi bukan sumber utama dari roh.

Yesus yang kekal diperanakkan dari SangBapa dalam Sang Roh. Roh Kudus dikeluarkan dari Bapa yang adalah Sang Roh. Sang Anak yang diperanakan Sang Bapa dalam roh. Sang Roh diperanakan dari Sang Bapa yang ada didalam Anak. St. Cyril of Alexandria mengatakan walapun Kristus telah menjadi manusia, Dia tidak kehilangan kekuatan atau kuasanya. Roh kudus itu menguduskan menyempurnakan atau melengkapi apa yang dikerjakan oleh Sang Anak. St. Nyssa mengajarkan bahwa Roh Kudus merupakan urapan Rajani. Siapa yang mengurapi Sang Anak? yaitu Roh Kudus itu sendiri. Sama seperti Bapa yang adalah Rajani yang memiliki hipostasisnya sendiri demikian juga anak.

Sang Anak dan Sang Roh saling menyampaikan Sang Roh menerima Sang Anak melalui sang Bapa. Fungsi Roh Kudus yaitu mengajarkan, mengilhamiserta mengingatkan kepada manusia semua yang telah diajarkan oleh Kristus yang memiliki 2 kodrat dalam 1 hipostasis (Yoh.14:26). Kristus di dalam kita artinya, Anak (Kristus) menyatakan kehadiran Bapa didalam dirinya kepada kita. Roh kudus diutus dalam perayaan Pentakosta dari Sang Bapa melalui Sang Anak. Sedangkan Sang Anak yang diperanakan Sang Bapa melalui Sang Roh Kudus. Roh Kristus berasal dari sang Bapa demikian juga Roh Kudus yang juga berasal dari Bapa. Roh Allah itu menunjuk kepada Sang Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Anak sebagai sang firman dari Sang Bapa dan Roh. Sang Bapa mengurapi Sang Anak melalui Sang Roh Kudus dan diutus dalam pendagingan untuk keselamatan. Roh Kudus merupakann gabungan dari Roh Allah dan Roh Kristus. Secara ekonomi Roh Kudus diutus dari Sang bapa. Tetapi peristiwa Pentakosta adalah turunnya Roh Kudus yang berasal dari Roh Allah melalui Sang Anak. Bapa merupakan sumber satu-satunya atau sumber utama dari Sang Anak dan Sang Roh, sedangkan Sang Anak adalah sumber dari sumber utama yaitu Allah Bapa.

Hal ini diilustrasikan seperti ruang hampa yang tidak memiliki udara untuk berbicara, mungkin tubuh ada tetapi kata-kata dan roh yang keluar tidak dapat dilihat maupun didengar.

Efesus 3:9 mengatakan bahwa rahasia ilahi atau kehendak ilahi yang telah tersembunyi sekarang telah dinyatakan didalam Kristus. Firman Allah dan Roh Kudus merupakan 2 hipostasis dari Allah Tritunggal. Efesus 1:23 mengatakan hanya roh yang menghidupkan gereja. Roh kudus menjadi roh dari gereja atau tubuh. Dimana tubuh kita ada maka ada roh kita. Gereja adalah tubuh Kristus dan Roh Kudus. Sama seperti tubuh kita yang memiliki roh. Roh Kudus dapat menghidupkan dan menguduskan serta mengilahikan gereja atau tubuh. St. Irenius mengatakan dimana gereja ada disitulah ada roh kudus. Roh kudus sudah dibicarakan oleh para nabi. St. Basil mengatakan Kristus datang maka Roh kudus mengikuti. Kristus datang dalam bentuk Inkarnasi dan Roh Kudus datang mengikuti-Nya.

Iblis diusir dari Roh Allah dan diambil kuasanya melalui Roh Kudus. Kebangkitan, dan Inkarnasi merupakan karya Roh Kudus. Yohanes 7:39 Yesus belum dimuliakan maka Roh kudus belum bisa diberikan. Artinya Roh Kudus terus bekerja sampai Anak itu menyatakan diri. Lovsky mengatakaan karya Roh kudus terus ada. Lovsky juga mengatakan bahwa Roh kudus di dalam kekekalan selalu disebut dikeluarkan dari Bapa. Tetapi dalam misinya didunia Dia disebut Anak yang diutus Bapa dan berinkarnasi dari Roh Kudus. Umumnya Roh Kudus dikeluarkan hidup ilahi. Sang Anak juga disebut keluar dalam arti peranakkan sedangkan Roh kudus keluar sebagai pernafasan. Maka Roh Kudus itu keluar dari Bapa diutus dari Bapa melalui Sang Anak artinya karya keselamatan.

Roh kudus diutus atau diberikan bukan dalam pengertian Dia mengerjakan misi dari Sang Anak yang merupakan misi Sang Bapa yang adalah Kehendak Bapa. Anak datang ke dunia dan menyelsaikan pekerjaan-Nya melalui Roh Kudus (Yoh.15:26). Lukas 12:49 api yang menyala adalah Pentakosta yang adalah tujuan dari inkarnasi. Kristus kembali kepada Bapa supaya Roh Kudus dapat turun (Yoh.6:7) jika Kristus berinkarnasi tetapi tidak ada pentakosta maka itu adalah sia-sia. Peran Roh Kudus adalah mengajak manusia untuk masuk kedalam inkarnasi Kristus. Jadi, kita tidak bisa lahir dari Anak tanpa Roh Kudus. Roh Kudus bekerja sebelum dan sesudah kita menjadi manusia baru.

Kita tidak bisa lahir dari Anak tanpa tuntunan Roh Kudus. Sang Anak dan Roh Kudus saling memperhatikan satu sama lain. Anak adalah gambaran dari Bapa sedangkan Roh gambaran dari Sang Anak. Roh Kudus bukan gambar dari siapa-siapa. Kita tahu Roh Kudus melalui karya-Nya. Roh Kudus itu tersembunyi, misteri itu merupakan hakekatnya sedangkan Roh Kudus menguduskan, memenuhi merupakan energi-Nya. Tetap ada misteri ekonomi didalam Roh kudus itu seperti berwujud burung merpati tetapi ini adalah tipologi yang berwujud seperti burung merpati. Roh kudus yang membawa orang masuk ke dalam Kristus. oleh Roh Kudus inilah semua dipersatukan oleh Kristus. St. Maximus mengatakan tidak adalagi ras dan Bahasa yang dapat membedakan orang untuk menjadi manusia baru.

St. Cyril of Alexandria

11. That the Word being co-brought to true union with the human nature, the things united

have remained unconfused.

Tabernakel merupakan terdiri dari kayu yang dilapisi oleh emas. Emas menyimbolkan kodrat ilahi dan kayu merupakan kodrat manusia. Sedangkan kayu yang berbalut emas merupakan kodrat Kristus. Roh Kudus yang mengilahikan daging Kristus. Manusia pertama yang mengalami pengilahian adalah Kristus sendiri. tubuh Kristus yang sudah diperbaharui sama seperti daging manusia pada umumnya tetapi ia tidak merasakan kesakitan ini menurut bapa gereja yang bernama Hilarius dari barat. Pendagingan merupakan Theosis terhadap daging, oleh karena itu Kristus tidak dikuasai oleh rasa sakit dan takut. Ketika sang firman mengambil tubuh-Nya maka itulah pengilahian sebuah kodrat manusia menjadi kodrat ilahi.

Allah jadi manusia berarti Dia berpakaian manusia supaya manusia dapat berpakaian ke-Allahan. Kenosis artinya mengambil natur manusia menjadi natur ilahi. Sehingga natur-Nya tidak kacau balau atau tidak bercampur baur atau biasa disebut 2 kodrat 1 Kristus. Kristus tidak memiliki Gnomic will yang mengakibatkan jiwa dan tubuhnya salin berlawanan untuk menghendaki kodrat manusia-Nya. Apakah iblis akan diselamatkan? Anugerah yang ditangkap seperti api yang menghanguskan, jika iblis memperoleh api penyucian itu maka ia akan hangus seperti sebuah kertas yang terbakar. Lain halnya jika pada manusia dibakar maka  ia akan semakin dimurnikan. Kontemplasi merupakan perenungan dan doa yang kita lakukan untuk memahami maksud tujuan Allah. Mengapa bisa manusia menjadi daging tanpa campur benih laki-laki? Diperlukan kontemplasi untuk memperoleh jawaban tersebut. Karena adanya misteri yang dapat dipelajari secara kerohanian melalui kontemplasi bukan hanya secara logika saja.

Komentar Bapa-bapa Gereja

St. Thalasisos The Libyan

First Century

95. God, who gave being to all that is, at the same time united all things together in His providence.

Anugerah Allah merupakan wujud dari energi dan keberadaaan-Nya sebagai pencipta saat bersama dengan ciptaa-Nya. Kehadiran Allah ditunjukkan melalui kasih dan anugerahnya bahkan dalam perintah dan hukuman-Nya. Jadi Allah Maha hadir baik saat penciptaan maupun kematian.

96. Being Master, He became a servant, and so revealed to the world the depths of His providence.

Kristus memiliki 2 kodrat ketika Dia menjadi manusia sejati dan saat bersamaan Dia juga Allah yang ilahi. Kehadiran Kristus didunia membuktikan kuasa bahwa Dia Raja dan Tuhan atas seluruh alam semesta serta ciptaan-Nya. Dia juga menataati perintah Allah dengan kodrat manusia yang dimiliki-Nya sehingga Ia menggenapi semua perintah Allah dengan setia.

97. God the Logos, in becoming incarnate while remaining un changed, was united through His flesh with the whole of creation.

Kristus yang merupakan Logos atau firman Allah yang diperanakkan oleh Allah dalam Roh Kudus sehingga Kristus dikandung di dalam Rahim Maria yang menjadi daging yang artinya menjadi manusia dan tinggal didunia untuk menyatakan firman-Nya kepada semua manusia. Ketika Kristus menjadi manusia maka Dia memiliki 2 Natur yaitu manusia dan ilahi atau biasa disebut 2 kodrat satu Kristus.

98. There is a new wonder in heaven and on earth : God is on earth and man is in heaven.

Kehadiran Kristus di dunia menyatakan bahwa Allah hadir di dalam kehidupan manusia sebagai Citptaan-Nya untuk membawa manusia pulih dari keadaan kodrat yang berdosa untuk dapat kembali bersama dengan hadirat Allah. Sebuah keajaiban terjadi ketika firman Allah menjadi manusia karena tidak hanya hidup didunia Dia bahkan menunjukkan keilahian serta kuasa yang Dia miliki sebagai Anak Allah. Kristus membuktikan keajaibannya dengan mujizat serta firman yang mendatangkan sukacita kepada manusia sebagai makhluk ciptaan Allah.

99· He united men and angels so as to bestow deification on all creation.

Pada akhirnya malaikat dan orang percaya yang kepada Tuhan dan setia melakukan firman-Nya akan diselamatkan sehingga mereka akan mengalami suatu peristiwa pemuliaan atau deification yang mengubah tubuh, jiwa dan rohnya mengalami transfigurasi atau mengalami pemuliaan bersama dengan Allah sehingga mereka akan mencapai Theosis atau pengudusan untuk menjadi segambar dan serupa dengan Allah.

100. The knowledge of the holy and coessential Trinity is the sanctification and deification of men and angels

Pengetahuan akan Allah Tritunggal beserta Esensi-Nya merupakan sebuah proses pengudusan yang mengubah kodrat manusia dan malaikat untuk menjadi segambar dan serupa dengan Allah. Seperti emas yang dimurnikan oleh api yang panas dalam jangka waktu yang lama maka akan terus dimurnikan sehingga menghasilkan emas murni yang Sejati.

101. Forgiveness of sins is betokened by freedom from the passions ; he who has not yet been granted freedom from the passions has not yet received forgiveness.

Mengikis keinginan daging atau nafsu merupakan kunci utama untuk memperoleh pengampunan dari Allah karena manusia tidak hanya menyesal akan dosanya tetapi juga berubah dari kesalahan atau ketidaktaatannya kepada Allah. Tetapi sebaliknya jika manusia tidak bertobat dan selalu memuaskan keinginan dagingnya maka pengampunan tidak ada padanya.

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai