Perayaan besar 14 September pemuliaan salib Kristus apa yang dibaca oleh gereja mengenai kitab suci? Seperti apa pemuliaan salib Kristus? Ada dua peristiwa berhubungan dengan salib Kristus yang di peringati oleh gereja yang pertama ditemukan di Golgota dan yang kedua di Persia menuju ke Yerusalem. Para Kaisar Romawi berusaha melupakan penderitaan Kristus sebagai upaya untuk memusnahkan orang Kristen. Kaisar Hagria menimbun 3 Salib dan mereka membangun sebuah aliran pagan atau aliran yang memuja berhala. Dibawah pemerintahan Konstinus Agung pada tahun 312 M. Kemudian dia mengalahkan Kaisar Iuisinius dari Roma sehingga agama Kristen diizinkan untuk beribadah. Kemudian mereka mencari salib yang dahulu di timbun didalam tanah tempat Tuhan Yesus disalib. Ketika salib itu ditemukan, ada tiga tiang kayu salib yang tertimbunnya. Kemudian di letakannlah seorang yang telah mati diantara salib itu maka orang yang mati itu hidup itulah sebabnya salib itu merupakan salib Kristus yang diberikan nama Salib Pemberi Kehidupan.
Keluaran 15:22-27 kayu salib yang pahit menjadi manis itu merupakan salib Kristus. Kayu melambangkan Salib Kristus, sedangkan air yang pahit merupakan lambang keberdosaan manusia. Salib dengan ketaatan adalah semakin kita taat semakin membuat kita disembuhkan dan dijauhkan dari penyakit. Ketaatan Kristus mengalahkan penyakit artinya sebuah ketaatan dapat menjadi obat dari berbagai penyakit sehingga dapat disembuhkan. Kita tidak hanya diselamatkan secara tubuh tetapi juga jiwa dan roh. Kemalangan bisa menimpa orang benar dan orang berdosa. 2 Korintus 4:16-18 mengatakan penderitaan yang kita alami saat ini akan mendatangkan sebuah kemuliaan yang kekal, yang akan kita terima dari ketaatan kita kepada Kristus.
Amsal 3:11-18 berbicara tentang keselamatan yang datang dari ketaatan dan memikul salib. Orang yang disebut berhikmat adalah orang yang akan memegang pohon kehidupan atau ketaatan akan perintah Allah sampai mati.
1 Korintus 15:18-21 ketaatan kita kepada perintah Allah sama dengan penyaliban Kristus. Jika kita mendengar didikan Tuhan maka kita akan memperoleh kehidupan. Yesaya 60:11-12 berbicara tentang keselamatan, ketaatan serta ketidaktaatan manusia terhadap Allah.
Yesaya 61:1-2 Tuhan yang akan memberikan kesembuhan dan juga penghiburan. Lukas 4:16 mengatakan bahwwa Tuhan membacakan nats Yesaya itu untuk menceritakan Dialah yang ada dalam nats itu. Roh Tuhan ada pada Ku artinya ini merupakan kesaksian kepada orang-orang. Roh adalah Saksi bagi Anak apabila Anak ada maka Roh itu juga ada bersama-sama dengan Dia setiap saat termasuk ketika Dia bersaksi.
Kemudian kita juga sering mendengar kata Yesus sebagai batu penjuru. Apa artinya? Kata batu mempunyai 3 pengertian, yang pPertama sebagai seluruh ciptaan Allah. Kedua, batu merupakan dasar perjanjian lama dan Ketiga fondasi dari perjanjian baru. Batu Penjuru merupakan batu yang menyatukan atau mempertobatkan orang yang menyembah batu berhala. Kini batu berhala yng disembah oleh nenek moyang terdahulu berubah menjadi menyembah kepada Kristus yang adalah batu penjuru. Yesaya 11:2 Roh Tuhan ada pada-Nya ini berbicara tentang Roh kudus yang tidak terpisah dari Bapa dan Anak.
Pentakosta
Pentakosta artinya Roh Kudus diutus oleh Bapa dalam Anak untuk mendiami orang percaya. Tentang tujuh puluh tua – tua yang memimpin bangsa israel. Jika kita berbicara tentang Roh kudus maka tidak bisa lepas dari peranan Bapa dan Anak. Satu keilahian yang kita sembah lalu kita mengatakan Allah yang kudus atau yang mulia. Roh Kudus memperbaharui diri manusia. Bagi orang yang tidak percaya itu racun dan bagi yang percaya merupakan sebuah pemulihan. Dalam kasus Menara Babel bangsa itu atau mereka tidak mengerti apa yang mereka katakan karena Allah mengacaukan Bahasa manusia, sehingga bahasa mereka kacau balau. Ketika terjadinya Pentakosta melalui bahasa roh, Tuhan menyatukan orang percaya kepada Tuhan. Roh Kudus menguasai tujuh puluh tua-tua sehingga mereka bisa bernubuat.