Saat Tuhan menciptakan Adam dan Hawa bukan untuk mati tetapi supaya dapat menikmati keabadian bersama dengan Allah. Sehingga manusia memiliki gambar Allah di dalam jiwa manusia atau di dalam kehendak bebas manusia yang hanya mengenal kebaikan. Adam dan Hawa pada saat itu belum mengenal hal yang jahat. Kejahatan sudah muncul di dunia malaikat itulah yang menyebabkan hadirnya pohon yang baik dan jahat. Ular menipu Adam kemudian dengan pilihan yang ada padanya Adam pun memilih ketidaktaatan. Akibatnya, Adam dan Hawa melanggar perintah Allah inilah yang disebut dosa.

Lalu terbukalah mata Adam dan Hawa sehingga mereka mengetahui apa yang jahat. Akhirnya manusia dapat memilih yang baik dan jahat tetapi mereka cenderung memilih yang jahat. Dalam kejadian 3:1 mengatakan bahwa ular merupakan binatang yang paling cerdik Wahyu 12:9 ular tua yang besar atau naga itulah disebut satan atau iblis. Kemudian setelah kejatuhan, manusia ditempatkan yang terdapat terang yaitu kehidupan dan gelap atau kematian. Itulah sebabnya Allah melarang makan buah pengetahuan yang baik dan jahat. Kejadian 2:17 mengatakan secara jelas bahwa ini merupakan perintah dari Tuhan untuk menjauhi pohon yang terlarang itu. Akibatnya ketika manusia memakan buah pengetahuan baik dan jahat itu maka ia tahu perbuatan jahat.
Hal ini semua dikarenakan godaaan dari Iblis yang menipu manusia. Lalu mengapa iblis menipu manusia? Jawabannya karena iblis cemburu melihat manusia yang diberi kewenangan yang bebas dari Allah (Freewill). Gregory of Nyssa mengatakan, malaikat diciptakan memiliki noetic tetapi tidak punya tubuh. Malaikat secara derajat kalah dengan manusia, akibatnya malaikat cemburu dengan manusia dan menipunya. Iblis menipu manusia untuk menjadi se-gambar dan se-rupa Allah. Itulah yang menyebakan manusia ditipu oleh iblis untuk mentaati perintah Allah dengan cepat (Instant) memakan buah yang dilarang oleh Allah. Mengapa manusia jatuh ke dalam dosa? karena memang kita memilih untuk mengikut iblis daripada perintah Allah.
Ketika manusia jatuh ke dalam dosa maka terbukalah mata jasmani dan rohaninya. Iblis menipu manusia yang tujuannya akan mencapai kekekalan dengan menjadi seperti Allah. Tuhan dan iblis berjanji bahwa manusia itu akan menjadi se-gambar dan se-rupa dengan Allah. Iblis merayu manusia dengan cara memutarbalikan fakta bahwa dengan memakan buah itulah manusia dapat langsung menjadi se-gambar dan se-rupa dengan Allah. Manusia lebih memilih manisnya buah itu daripada mentaati perintah Allah. Nyssa juga mengatakan bahwa, dalam karya keselamatan-Nya Allah menjadi manusia dan memancing iblis untuk mencobai Allah. Padahal ini merupakan strategi Allah untuk memancing iblis, supaya iblis dapat dibunuh dengan cara kebnagkitan Kristus.
Ketika iblis ditipu oleh Allah bukan karena Allah tidak bermoral, tetapi berfungsi dalam hikmat-Nya untuk menipu Iblis untuk menjadi manusia, dibunuh dan bangkit. Sehingga ketika Dia turun ke dalam Hades untuk membunuh kematian tersebut. Kematian yang awalnya tidak ada di dalam kodrat dalam diri manusia, kini manusia memilikinya dan menjadi kodrat manusia untuk berdosa. Pada saat manusia jatuh ke dalam dosa, gambarnya tetap gambar Allah hanya saja gambar Allah kabur bukan rusak total. Ketika manusia jatuh, gambarnya terhalang dan manusia cenderung memilih kejahatan karena kodratnya sudah gelap, rusak dan jahat. Iblis bekerja dengan cara menipu manusia supaya natur atau kodrat manusia itu rusak. Allah yang adil, baik dan bijaksana memakai kesempatan ini untuk menjadi manusia. Oleh karena itu Kristus datang menjadi manusia untuk menipu iblis dengan mengembalikan kodrat manusia yang awalnya sudah rusak.
Irenius mengatakan bahwa manusia harus kembali kepada kodratnya yaitu kepada Allah dengan cara dicipta ulang. Nyssa juga mengatakan bahwa dosa dan kematian adalah luka yang dapat disembuhkan. Meskipun Allah itu adil, baik, bijaksana dan dengan segala kebajikan-Nya Ia berkuasa, tetapi Ia juga dapat menipu iblis untuk membinasaknnya. Antara tubuh dan jiwa tidak dapat disinkronkan atau bertentangan dengan Allah ketika jatuh dalam godaan dan dosa. Kristus datang dan mengambil semua properti dari natur kodrat kita sebagai manusia untuk dibersihkan dan dipulihkan. Oleh karena itu, kita harus dibaptis untuk mencapai kelahiran baru dengan roh dan air. Nyssa mengatakan, ketika Kristus menjadi manusia Dia memulihkan kodrat manusia dan menyembuhkannya. Mengapa dosa itu tidak hilang ketika sudah dibaptis? Nyssa menjawab, Tuhan mengalahkan dosa itu sama seperti ketika kita membunuh atau mengalahkan kepala ular, ular itu memang mati, tetapi ekornya masih bergerak artinya kuasanya sudah mati tetapi hipostasis atau pribadi iblis itu sendiri masih ada dalam hidup manusia. Jadi kita harus belajar menjadi taat yang dimulai dari nol.
Bagaimana dengan dosa asal terjadi?
Bicara tentang dosa asal, ada pandangan yang mengatakan bahwa dosa asal itu diturunkan oleh manusia pertama yang merupakan perkembangbiakan manusia karena mewarisi dosa asali. Menurut gereja barat dosa asali itu berasal dari ovulasi atau keturunan dari orang tua. Sedangkan gereja timur mengatakan bahwa dosa asal itu memang sudah menjadi kodrat manusia. Seperti Adam yang jatuh ke dalam dosa maka kodratnya rusak. Kejatuhan dosa manusia itu bukan disebabkan karena kehilangan freewill, tetapi karena kehendak bebasnya lebih cenderung untuk melakukan dosa. Apa yang dilakukan Kristus sampai Ia tidak berdaya disebabkan karena kodrat Kristus sudah terbebas dari kerusakan, kesakitan dan kematian. Salib itulah yang membuat iblis takut.
Commentary of John Damascus
Terjadinya The Mystical Cross dimulai dari Dosa èKristus menebusnyaèdengan cara disalib (Cross). Mengapa iblis dapat menguasai manusia? pada awalnya jiwa sangat patuh terhadap tubuh sehingga menguasai tubuh. Tetapi setalah kejatuhannya tubuhlah yang menguasai jiwa. Iblis tidak memiliki kuasa untuk menawan kita karena telah ditebus oleh Kristus. Penyembuhan berarti mengubah kodrat manusia yang awalnya jahat menjadi baik. Setelah jatuh ke dalam dosa freewill itu memilih yang baik dan jahat sehingga muncul moral yang membuat bingung sehingga manusia cenderung berbuat jahat.
The Cross
John Damascus
Chapter 3
Bersama dengan Allah Bapa dan Roh Kudus kita dipulihkan melalui sang Anak. Sebelum inkarnasi Kristus tidak memili1ki tubuh namun setelah inkarnasi Kristus memiliki tubuh. Dia memiliki 2 kodrat yaitu ilahi dan manusia. Tubuh Kristus dapat juga memuliakan Allah. kita memang tidak menyembah daging tetapi Allah. Contoh seorang raja dihormati bukan karena pakai jubah tetapi karena pribadinya yang adalah seorang raja. Seperti kita menghormati raja meskipun dia memakai jubah yang mewah. Sama dengan Kristus juga memakai tubuh yang menyerupai daging. Salib merupakan benda yang telah disentuh oleh Kristus yang membuat semua benda itu menjadi ilahi sehingga dapat disentuh. Jadi ketika kita menyembah daging, artinya sama seperti kita ketika pergi ke museum dan melihat benda sakral yang pernah dipakai oleh sorang raja. Kristus yang kita sembah memiliki daging atau tubuh. Ketika Kristus menjadi firman Allah yang dapat kita sembah.
Ketika Kristus menjadi manusia, Dia memakai kedagingan manusia untuk memulihkannya. Hal ini membuat manusia menjadi utuh. Bapa adalah Bapa bukan Putra, Putra adalah Putra dan bukan Roh, begitupula dengan Roh. Ketika Kristus memakai daging atau manusia Ia memiliki tujuan untuk memberikan anugerah-Nya untuk menerangi manusia. Manusia yang terpukul kalah oleh iblis kini telah bebas. Tujuan Kristus datang kepada manusia supaya manusia tidak binasa. Kristus membebaskan manusia dari cengkeraman iblis. Kejadian 3:22 ada pohon kehidupan yang melawan dengan pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Ini merupakan tipologi Kristus yang akan mati diatas kayu salib.
Kejadian itu menunjukkan bahwa akan ada saatnya nanti kita akan memakan pohon kehidupan. Iblis tidak dapat mencengkeram lagi manusia, termasuk kuasanya untuk mengalahkan manusia. Itulah sebabnya ada khotbah yang merupakan kabar gembira bagi semua manusia yang akan diselamatkan dari iblis. Kematian telah dikalahkan dan mereka yang percaya kepada Injil maka akan memperoleh kehidupan. Cerita Nabi Musa yang membelah laut sehingga bangsa Israel dapat keluar dari Mesir. Hal ini menunjukkan sebuah tanda bahwa manusia itu akan dibebaskan dari sijahat atau iblis. Inilah tipologi Kristus yang akan menyelamatkan manusia. Tetapi bukan karena paksaan yang membuat manusia itu bebas dari dosa tetapi menggunakan kehendak bebas manusia.
Sebelum inkarnasi Kristus bersifat simpel dan tidak bertubuh jasmani tetapi ketika Ia mengambil daging kini memiliki tubuh yang terbentuk yang selalu ada menyertai dalam keilahiannya. Sehingga Kristus memiliki 2 kodrat baik kodrat ilahi dan manusia. Kodrat ilahinya invisibel sedangkan tubuhnya visibel. Jadi kodrat Kristus dan kodrat manusia ada didalam Kristus. Dalam kekekalan Dia tercipta namun naturnya tidak dicipta.
Ketika penangkapan serta penyalibannya, kristus merupakan satu-satunya orang yang bangkit dan naik keatas surga. Kodrat tidak bisa mati tetapi tubuh bisa mati. Karena Dia lahir dari Bapa yang sulung maka Dia menjadi ciptaan pertama yang Bapa lahir.
The Economy of the Death dari Nyssa mengajarkan bahwa kita harus hidup secara harmoni bukan takut yang bisa membinasakan tubuh tetapi yang membinasakan jiwa. Jangan takut kepada kematian (Matius 10:39). Segala sesuatu baik yang disurga dan dibumi semuanya bertekuk lutut kepada Kristus oleh karena salib-Nya. Efesus 3:18 mengatakan bahwa yang tidak dapat diukur adalah kasih-Nya. Sehingga semua bangsa akan bertekuk lutut dihadapan-Nya.
Kodrat dan hipostasis Allah itu berbeda. Kristus mati diatas kayu salib untuk memulihkan dosa.
The Economy of Washing; Baptism; & The Mystical Cross
Kemudian ada yang disebut dengan The Economy of the Washing atau disebut juga dengan pembersihan jiwa. Mulai dari baptisan, lahir baru sampai kita mencapai kekekalan. Dimulai dari baptisan oleh bahtera Nuh, yang kedua baptisan oleh laut dan tiang awan. Awan simbol dari roh dan laut simbol dari adam. Baptisan ketiga dari hukum taurat yang membuat manusia harus membasuh dirinya dengan air. Baptisan yang dilakukan oleh Yohanes adalah baptisan untuk mempersiapkan diri kepada Kristus. Kemudian Kristus membaptis dengan roh kudus supaya dapat mati dan dibangkitkan oleh roh kudus. Pembaptisan bertujuan untuk menyucikan roh dan bukan tubuh manusia. Kemudian ada Baptisan Tuhan Yesus yang merupakan baptisan keenam yaitu dengan tangisan air mata pertobatan. Baptisan ketujuh dengan kematian martir. Baptisan kedelapan yaitu mematikan segala yang jahat didalam diri kita dan berlangung sampai kita kepada Allah atau setelah kita mengalami kematian jasmani.
Refleksi Paraklesis Small Suplicatory Canon of Theotokos
Yang saya peroleh dari doa ini saya mengerti bahwa meminta belas kasihan dari Allah melalaui Theotokos atau Bunda Maria diperlukan hati yang sungguh-sungguh mencari Anugerah Allah. Saya menaikan Pujian atau Doa ini secara terus menerus dan merasakan bahwa nous saya diperbaharui oleh perkataan doa yang mendalam untuk meminta belas kasihan kepada Allah. Doa ini juga membuat pikiran dan hati saya semakin sedih akan dosa yang terus saya sesali dan ucapan syukur atas pertolongan Allah melalui kelahiran Kristus yang dikandung dari Bunda Maria.