The Solitary Life by St. Isaac the Syrian

Deification of grace

Mengapa kita mengalami pengilahian? Ini merupakan tujuan Allah untuk menciptakan manusia menurut gambar dan rupanya supaya manusia dapat mengalami kasih Allah dan Allah ingin manuisa mengalami kasih-Nya. Manusia dicipta untuk hidup bersama Allah untuk mencapai kekudusan. Manusia memiliki sifat seperti binatang tetapi binatang tidak memiliki roh. Menjadi serupa dnegan Kristus artinya menikmati kasih Allah. Tetapi karena manusia jatuh dalam dosa maka terjadilah pututsnya kasih Allah kepada manusia. Misalnya seperti kasih Orang tua kepada anak yang apabila terputus maka hubungannya pun akan rusak dikarenakan pelanggaran.

Kasih Allah akan terus ada dan selalu dicurahkan kepada manusia. Yohanes 3:16 mengatakan bahwa kasih Allah mengutus Anak-Nya yang Tunggal. Antara kasih Allah dengan manusia terjadilah inkarnasi sehingga diberi nama Yesus Kristus. Kristus ingin menyambung hubungan manusia dengan Allah. Ketika manusia sudah terhubung kembali kepada Allah maka manusia telah memperoleh kasih Allah kembali. Oleh karena Kristuslah yang datang dan menyelamatkan manusia sehingga Roh Kudus dapat mencurahkan kasih Allah kepada manusia.

St. Isaac mengatakan kasih Anak Allah menyalurkan belas kasihan-Nya kepada manusia yang terus-menerus bekerja di dalam Kristus melalui Roh Kudus dan tidak pernah berhenti, serta Allah selalu ada begitu juga pekerjaan-Nya untuk mengasihi manusia. Iman merupakan kepercayaan manusia kepada kasih Allah didalam karya Kristus melalui pembaptisan. Sehingga manusia dapat lahir baru dan menjalani perbuatan baik. Perbuatan baik itu berasal dari iman yang diberikan lewat anugerah sehingga pada akhirnya manusia dapat menerima hidup kekal.

Kasih Allah yang masuk ke dalam diri manusia harus dikerjakan dengan perbuatan baik yang menuntun manusia kepada keselamatan.

Iman dan perbuatan baik menghasilkan kasih yang dapat menyelamatkan dan menuntun manusia kepada hidup kekal. Semua manusia merupakan anggota tubuh yang dikepalai oleh Kristus. Jika Kristus yang terus bekerja untuk memancarkan Anugerah-Nya terus-menerus demikian pula manusia. Manusia harus terus-menerus bekerja dengan anugerah yang diperoleh dari Kristus. Rasul Paulus mengatakan jika manusia hidup diluar Kristus maka tidak akan ada hasilnya atau kasih didalamnya. Bagaimana manusia dapat mengerjakan keselamatannya?

Anugerah harus dikelola terus-menerus maka akan menghasilkan kasih. Hanya kasih yang dapat menyucikan diri manusia.

The way of a Solitary

St. Isaac mengatakan, untuk menghasilkan pekerjaan itu, didalam daging ternyata manusia masih dalam rupa bayi. Manusia rohani yang masih bayi artinya manusia dagingnya masih besar. Pneumaticos Anthropos atau manusia daging itu harus di kecilkan sehingga hanya Kristus yang besar didalam diri manusia. Pada ujungnya manusia harus mengerjakan kasih atau perbuatan baik itu. Manusia dapat mengasihi manusia lain tetapi hati manusia jangan menjadikan manusia yang terutama didalam hatinya.

Askesis merupakan kehidupan keheningan untuk menjaga jarak dari dunia. Hal ini bertujuan untuk iman yang akan menghasilkan perbuatan kasih. Semua perbuatan Allah kepada manusia dilandasakan oleh kasih-Nya. Apa artinya menjauhi dunia? Manusia harus mengikuti latihan hidup rohani. Manusia harus mencapai keheningan dan bagaimana untuk menjalaninya. Mengapa harus melalui askesis? Intinya manusia harus menjauhkan diri dari kedagingan.

St. Isaac menuliskan tentang keheningan yang berbicara untuk melawan nafsu daging.

Solitary (ihidayah) memiliki arti yaitu keheningan di dalam penyatuan Allah. Ini merupakan istilah yang dipakai adam untuk menggambarkan hikmat Adam yang dimilikinya sebagai gambar dan rupa Allah. Didalam PB “the only-begoten” atau anak tunggal. Pada abad keempat kata ini memiliki arti seperti kehidupan biara yang mengalami kehidupan seperti malaikat atau bergantung pada Allah tanpa adanya godaan nafsu sehingga tidak menikah. Ihidayah istilah yang digunakan untuk menyatakan kesendirian baik Adam, Allah dan semua manusia. Kesendirian itu tidak selalu diartikan selibat tetapi ini merupakan kehidupan yang absen dari dunia.

St. Isaac mengatakan bahwa kesendirian itu merupakan pengalaman bersama Allah yang menjadikan dirinya semakin dekat dengan Allah. Bagaiamana manusia dapat mengalami kesendirian itu? Jiwa manusia harus terpisah dari dunia kemudian memimpin dan menyatu bersama dengan Allah. Kesendirian seperti Kristus yang selalu menyatu dengan Bapa yang hanya memiliki satu Anak Tunggal. Namun kesendiriannya selalu menyatu dengan Bapa. Oleh karena itu manusia harus menyingkirkan dirinya dari keluarga, teman dan sahabat. Namun tetap mengasihi manusia bukan menjadi tidak peduli kepada sesama.

Kesendirian itu artinya, menarik diri dari dunia untuk menyatu dengan Allah. Kesendirian itu dapat menyakitkan. Tanpa ada pengalaman kesendirian maka tidak ada kasih Allah.

Jika manusia ingin mengalami pertumbuhan rohani maka harus mengalami solitude atau kesendirian. St. Maximus mengatakan mengasihi Allah berarti tidak mencintai duniawi. Tetapi yang disebut memisahkan diri dari dunia itu bukan soal manusia harus hidup selibat atau menjadi pertapa tetapi soal rohani atau membebaskan diri dari hawa nafsu dan nous atau pikiran yang penuh nafsu atau memiliki nous Kristus. Inilah yang dicapai dari solitary the way.

Kasih kepada manusia tidak kompatibel kepada kasih kepada Allah.

  1. Manusia harus membebaskan diri dari naffsu dunia

Nafsu dunialah yang menghalangi hati manusia untuk dekat kepada Allah. Untuk menyingkir dari dunia bukan sebuah proses yang gampang yang dapat dimulai dari kontemplasi atau keheningan kepada Allah. Solitary menjadi jalan untuk mencapai tujuan yaitu menyingkir dari dunia. Ini merupakan proses bertahap untuk mencapai ketenangan dihadapan Allah. Ini merupakan disiplin diri untuk tenang terhadap nafsu dan Allah.

Kehidupan membiara merupakan bukti dari biara yang hidup menjadi orang suci. Ini merupakan kehidupan yang sangat sulit untuk dijalani. Lebih parah lagi mereka melakukannya di padang gurun. Jika manusia tidak mencapai tingkat itu maka musuh atau godaan itu akan terus menggoda manusia untuk terus melakukan dosa.

Menyigkir dari dunia bertujuan untuk menjumpai nafsu itu dan berusaha untuk mengalahkannya. Bagaimana mencapainnya? Manusia harus menyalibkan keinginan dagingnya yang sangat menyakitkan (Galatia 5:24). Arsenius mengatakan, lepaskanlah dirimu dari orang-orang maka kamu akan dilepaskan. Kemudian ia melihat seorang pengunjung bukannya mendekat tetapi menjauh kepadanya. Hal ini menyatakan bahwa bukan manusia yang harus dijauhi tetapi keinginan nafsu manusia yang seharusnya dijauhi. St. Isaac mengatakan, menjauh dari dunia artinya harus pasti dan mutlak artinya manusia tidak boleh terikat oleh hubungan dengan dunia. Kalimat ini teerlihat kejam tetapi inilah standar yang digunakan untuk menjadi biara.  Untuk mencapai pemenuhan seperti biara harus melupakan keluarga.

2. Mengasihi Allah dan sesama

Semakin kita membebaskan diri kita dari orang lain semakin kita dapat mengasihi mereka. Mengasihi sesama seperti mengasihi dirimu atau diri sendiri. Kita pasti suka mengasihi tetapi kasih yang ditunjukkan itulah derajat yang harus ditunjukkan kepada sesama. Jika kita melakukan solitude ini menunjukkan bahwa kita mengasihi sesama. St. Isaac mengatakan ketika kita bisa mengasihi diri sendiri maka kita akan bisa mengasihi. Jika kita mengasihi Allah dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan lebih dari dunia ketika kita sabar didalam kesendirian. Jadi, solitary life menjadi jalan untuk mengasihi diri dan sesama.

Perintah mengasihi sesama termasuk perintah mengasihi diri sendiri. Maka kita harus memisahkan diri dari manusia. Memisahkan diri dari dunia panas yang ada di dalam dirinya akan membakar kasih didalam dirinya. Bagaimana kita dapat mengasihi diri sendiri bagaimana kita bisa hidup menyucikan diri dihadapan Allah. Banyak orang yang sangat dermawan yang melakukan perbuatan baik untuk memuaskan hawa nafsu. St. Isaac tidak menolak perbuatan baik tetapi ketika kita masuk ke dunia kita harus memiliki spiritual yang sehat. Solitary mengajarkan kita untuk menyembuhkan jiwa kita terlebih dahulu baru orang lain. Kita memiliki keadaan solitary yang baik terlebih dahulu. Isaac juga mengatakan harus melakukan perbuatan yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Orang-orang Kristen tetap mengerjakan keselamatannya yang hasilnya akan menyucikan diri dan makin mengasihi dir sendiri.

Mengasihi diri bukan berarti mengasihani diri sendiri tetapi menyucikan diri terlebih dahulu untuk bisa mengasihi orang lain.  Biara harus peduli dengan manusia yang menderita. Terbekartilah orang yang penuh dengan belas kasihan karena mereka akan memperoleh belas kasih. Jika kita menarik diri dari sesama itu merupakan untuk kepentingan kasih. Kapan kita harus mengasihi sesama? Saat kita telah memperoleh kebajikan atau buah-buah roh itu untuk kita bagikan kepada sesama.

St. Thalassios Third Century

Third Century

91. Christ, Master of all, free us from all these destructive

passions and the thoughts born of them.

Kristus merupakan pusat dari segalanya. Hanya Dialahh yang dapat mengendalikan dunia termasuk juga nafsu dunia yang membelenggu manusia. Ini merupakan permohonan doa supaya dibebaskan dari nafsu jahat yang menyerang pikiran sehingga dapat melahirkan dosa.

92. For Thy sake we came into being, so that we might delight

in the paradise which Thou hast planted and in which Thou hast

placed us.

Kerajaan Surga yang telah Kristus siapkan menjadi tempat bergembira sehingga dapat merasakan hasil yang telah dicapai ketika manusia telah berjuang untuk mengikis segala perbuatan jahat dan menghasilkan kasih didalam Tuhan dan sesama. Namun didunia juga Kristus telah menjadi surga dihati setiap manusia yang percaya dan setia kepada-Nya.

93· We brought our present disgrace upon ourselves, preferring

destruction to the delights of blessedness.

Manusia cenderung lebih menggunakan kehendak bebasnya untuk memilih tidak taat kepada Allah dibanding taat kepada-Nya. Hal ini merupakan seruan bahwa manusia membutuhkan kekuatan dari Allah atau Anugerah-Nya untuk dapat bebas dari dosa namun terkadang dosa lebih nikmat dari ketaatan yang menyakitkan.

94· We have paid for this, for we have exchanged eternal life for

death.

Tetapi dibalik itu semua seorang Anak Manusia turun dari atas surga untk membayar semua kesalahan serta dosa yang menjadi kutuk bagi manusia yang berdosa. Sehingga ada harga yang harus dibayar untuk mencapai anugerah Allah yaitu dengan percaya dan ikut dalam kematian dan kebangkitan Kristus serta mengerjakan keselamatan untuk mencapai hidup kekal ganti kematian.

95. O Master, as once Thou hast looked on us, look on us now ;

as Thou becamest man, save all of us.

Berseru kepada Kristus berarti kita meminta pertolongan dari Allah yang ada didalam pribadi Kristus. Kristus yang telah berinkarnasi menjadi manusia dapat berinteraksi dan hidup seperti manusia bahkan mati sebagai manusia namun ini merupakan jalan keselamatan yang dipilih Allah untuk menyelamatkan manusia. Berseru terus-menerus sambil memohon kepada Allah supaya dapat diselamatkan merupakan latihan rohani yang harus dikerjakan sampai kembali kepada Allah.

96. For Thou earnest to save us who were lost. Do not exclude

us from the company of those who are being saved.

Allah tidak pernah memilih manusia untuk jatuh kedalam dosa. Ini merupakan keputusan manusia yang secara murni atas kehendaknya sendiri. Namun dengan kasih-Nya Kristus yang adalah Anak Allah masih mau menyelamatkan hidup manusia yang terhilang untuk kembali pulang kepada Bapa. Semua orang berhak kembali memiliki kasih Allah yang dapat ditemukan dari Pribadi Kristus.

97. Raise up our souls and save our bodies, cleansing us from all

impurity.

Allah memberikan anugerah yang disalurkan dari jiwa manusia yang dapat merubah pribadi atau daging yang telah rusak karena dosa. Sehingga tubuh yang jasmani ini dapat diselamatkan ketka hari penghakiman yang akan tiba nanti.

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai