St. Isaac mengajarkan kita secara individu tentang Solitary Life. Dalam kehidupan orang Kristen kita mengalami persekutuan dengan tubuh Kristus. Gereja dapat menjadi individu atau pribadi tetapi kita yang adalah gereja juga sebagai komunal. Gereja adalah kita sendiri yang artinya kita bersekutu dengan Allah untuk memperoleh Luminous of Love. Kita ada di dalam persekutuan dengan tubuh Kristus. apa itu gereja? Gereja adalah tubuh Kristus dan itu berarti dipenuhi dengan Roh Kudus. Oleh karena itu kita dapat membakar energi Allah karena Roh Kudus. Hasilnya menjadi panas yaitu hati yang menyala karena anugerah. Kita mendapatkan anugerah untuk melakukan perbuatan baik. Apakah perbuatan baik itu semakin menguduskan kita atau tidak?
Gereja adalah tubuh Kristus dan juga merupakan proses kepenuhan dari roh. Kita adalah tubuh Kristus yang juga dipenuhi oleh Roh Kudus. Gereja bukan gedung tetapi tubuh yang selalu kita bawa untuk dipenuhi oleh Roh Kudus. Hypostasis disebut juga individu & union atau persekutuan dengan sesama. Roh kudus memenuhi artinya (dia bertugas untuk menggerakkan semua komponen) dalam diri kita. Karena gereja adalah hasil inkarnasi Kristus, gereja juga pengudusan dari Roh Kudus atau karya Roh Kudus. Jadi gereja tanpa roh kudus tidak dapat bertumbuh.
Seperti mobil yang tidak di isi dengan minyak demikian pula gereja tanpa Roh Kudus maka sulit untuk bertumbuh. Gereja bukan hanya masalah bagaimana kita hanya percaya kepada Kristus, tetapi juga bagaimana iman itu bisa bekerja. Seperti Rasul Paulus mengatakan hidup kita dibimbing oleh Roh Kudus. Ketika kita menjadi gereja dalam hidup ini, berarti tubuh kita sedang berjuang. dalam gereja terdapat gereja yang sudah mengalami kemenangan oleh orang-orang kudus seperti di biara.
Menurut Gregory dari Nyssa kekristenan merupakan imitasi dari Allah Tritunggal yakni gambar dari rupa Allah tritunggal. Jika gereja dimuliakan maka Allah itu juga dimuliakan. Gereja secara individu adalah gereja yang mencapai kekudusan atau penuh dengan kemuliaan Allah. Menurut Cyril dari Alexandria, ketika kita menjadi gereja, kita terus berpartisipasi kepada Roh Kudus yang sudah menempel dalam hati kita. Bahkan St. Ireneus juga mengatakan, karena kita adalah tubuh Kristus kita punya akses kepada Roh Kudus.
Pada akhirnya kita akan berpartisipasi dengan Kristus melalui energi Roh Kudus. Artinya kita sedang mengalami kehidupan kekal. Tetapi secara Hypostasis kita bisa tersesat. Kita bisa meninggalkan iman kita. Tetapi kita hidup dipenuhi dengan Roh Kudus yang membawa kita kepada hidup kekal. Kehidupan kekal berarti kita mengalami hidup dari Roh kudus. John Chrysostom mengatakan, orang mati itu seperti orang tidur yang nantinya akan bangun. Roh kudus akan hadir dalam setiap hidup orang. Dia juga secara khusus yang memiliki hukum artinya mereka yang percaya kepada Kristus. Bagi orang Kristen, Roh Kudus itu hadir dan memberikan kita hikmat supaya manusia dapat berjuang untuk menjadi gereja di tengah dunia ini. Jadi waktu Roh Kudus tinggal di dalam diri kita, kita tidak dapat menolak untuk membakar diri kita untuk menjadi serupa dengan Kristus (Efesus 4:15).
Gereja merupakan pusat dari dunia ini. Semua dipanggil masuk ke dalam gereja. Manusia itu adalah kita disebut Mikrokosmos kita gabungan dari tubuh dan roh semua unsur alam ada dalam tubuh kita. Ada juga bersifat malaikat yang hanya bersifat roh. Sedangkan tubuh manusia berasal dari tubuh Allah. Semua yang diciptakan Allah ada di dalam tubuh manusia. Gereja adalah Macro Anthropos, karena terdiri dari banyaknya manusia. Dalam sejarah, berarti memimpin semua manusia untuk menjadi seperti Kristus di dalam gereja. Kita diciptakan Immortal yang berarti tidak dapat mati. Mengapa gereja itu hidup konstan karena dikerjakan secara terus-menerus. Jadi, ketika gereja mencapai kepenuhan, maka akan digantikan menjadi langit dan bumi yang baru. Maka di situlah akan tampak Kerajaan Allah.
Terpisah dari anugerah Allah berarti kita dekat dengan kebinasaan. Kita dilahirkan dari energi yang dilahirkan dari Roh kudus. Energi ini juga diberikan kepada mereka yang menjadi anggota gereja. Anugerah itu di dapatkan ketika manusia akan mati, sehingga Tuhan berikan anugerah untuk menyelamatkan hidup manusia. Kita akan mengalami 3 kelahiran yaitu dari dari orang tua kita, kedua dari roh kudus kemudian dari proses Theosis atau kebangkitan tubuh. begitu juga dengan baptisan yang terdiri dari Kelahiran roh serta kebangkitan tubuh.
Lossky mengatakan, gereja melampaui Firdaus dan kita tidak lagi menghadapi risiko dengan Allah tetapi kita sudah masuk dalam satu tubuh yang sudah memurnikan kita dari dosa. Anugerah dapat di berikan kepada manusia apabila manusia dapat merespon anugerah Allah. kehidupan sakramen merupakan kehidupan yang terus berjuang untuk memohon anugerah itu untuk mengubahkan kehidupan. Anugerah itu tidak boleh statis tetapi harus dinamis. Anugerah itu dapat mengubahkan sesuatu. Anugerah itu akan terus dinamis. Gereja isinya adalah orang-orang yang berjuang dan sadar bahwa dirinya akan binasa. Gereja adalah rumah sakit bagi orang-orang berdosa. Seperti penyakit yang menggerogoti tubuh sehingga akhirnya mati maka peran gereja sanagt dibutuhkan.
Kita harus berpartisipasi dalam tubuh dan darah Kristus. Sakramen adalah sebuah misteri dari Roh Kudus. Jadi anugerah dicurahkan melalui sakramen. Sakramen bukanlah tujuan melainkan cara untuk memperoleh Roh Kudus. Dalam sakramen atau perjamuan kudus kita menyatu dengan Kristus karena kita menyatu dengan tubuh dan darah-Nya. Dalam ekaristi kodrat menyatu dengan tubuh Kristus. Dalam ekaristi juga anggota dari tubuh Kristus digenapi. Allah seperti api yang dimiliki oleh Musa artinya, tidak membakar tubuhnya tetapi membuat jadi terang tanpa hangus. Seperti semak yang terbakar yang berbicara kepada Musa. Iman bukan sesuatu yang rasional melainkan sesuatu yang harus dilihat dari hati.