St. Ephrem: Hymne Of Faith, no. XX

Singleness of heart atau hati yang tunggal adalah sebuah kondisi hati yang memiliki tujuan untuk fokus kepada satu pribadi yaitu kepada Allah. Istilah ini digunakan untuk menemukan Kerajaan Allah dalam diri sendiri. Jika sang Allah ada di dalam dirimu, maka juga Kerajaan-Nya ada di dalam dirimu. Disinilah Kerajaan Allah – didalam dirimu. Masuklah ke dalam dirimu, carilah dengan tekun dan tanpa kerja keras engkau tidak akan menemukannya. Kerja keras yang dimaksud adalah melakukan pertapaan atau Asketisme. Berikut beberapa perspektif doa menurut St. Ephrem :

  1. Single of heart adalah cara bagaimana manusia mencari Allah melalui iman dalam doa sehingga melahirkan sebuah keheningan atau keberdiaman batin. Keberdiaman batin artinya, kita sedang berbicara kepada Allah bukan melalui suara tetapi di dalam batin. Iman perlu menggunakan suara, seperti yang diucapkan St. Ephrem, “aku memanjatkan imanku dengan suara ku.” Doa dan permohonan harus dikandung dalam pikiran lalu dilahirkan dalam keheningan tanpa menggunakan suara.
  2. Jika rahim sang ibu tidak mau melahirkan bayi, atau rahim itu , maka yang terjadi adalah ibu dan anaknya akan mati karena rahimnya. St. Ephrem juga mengatkan, “Semoga mulutku tidak menahan iman ku.” Mulut itu sebagai iman, sehingga hasilnya kita tidak binasa atau Roh Allah tidak pergi dari kita. Jika mulut kita menutup iman kita, maka kita akan binasa. Jadi iman melahirkan doa, seperti rahim yang melahirkan anak.
  3. Jika pohon menahan ranting yang harusnya dialiri makanan, maka yang terjadi ranting itu akan layu dan mati sehingga buahnya juga tidak akan tumbuh dari ranting. Demikian pula iman yang mengalirkan makanan kepada tubuh kita melalui doa.
  4. Jika Benih yang ditanam dan dipupuk di dalam tanah yang subur, maka akan menghasilkan buah-buah yang lebat. Dapat dilihat bahwa St. Ephraim menghubungkan iman dan doa. Imanlah yang pertama harus dimunculkan seperti pohon atau benih yang ditabur, lalu menghasilkan buah-buah yang penuh dengan buah-buah yang bermekaran.
  5. Ikan dapat bertelur dan beranak di dalam laut. Ketika ikan yang bertelur itu berenang di tempat yang dalam, maka musuh tidak dapat menangkap mereka. Sama seperti iman kita yang tidak tersesat jika kita sudah masuk ke dalam batin yang sudah hening atau silence. Sama seperti pikiran kita yang sduah menjadi Illuminous silence, maka pikiran kita sudah terhubung dengan Allah sehingga akan menjadi sebuah singleness of heart.
  6. Doa itu seperti sebuah kata-kata yang masuk ke dalam kamar pengantin, jika kita berakhir melalui atau menguasai mulut kita, maka kita tidak akan tersesat didalamnya. Jadi, kamar batin kita adalah stillness, dan silence. Dua hal inilah yang menjadi penjaga kamar pintu hati saat kita terjaga. Stillness, silence adalah penjaga yang terpercaya dari pintu kamar itu. Seperti seorang perwira atau kasdim kerajaan yang menjaga raja siang dan malam demikian kita juga doa yang terus menjaga hati serta iman kita. Tetapi yang menjaga hati kita harus mencapai kondisi stillness dan silence (keheningan batin).
  7. Doa itu seperti kita yang sedang berdoa dengan suara melahirkan seorang putra raja lewat iman kita. Artinya, doa itu bukan berartib teriak-teriak supaya terdengar, tetapi melalui suara mulut kita yang turun ke kamar pengantin (hati) dan masuk ke dalam iman (Nous) kita. Suara itu makin turun ke dalam kamar pengantin dari telinga kita. Apa yang kita dengar turun ke dalam hati. Inilah yang menjadi doa sehingga melahirkan kemurnian hati. Jadi, kita seperti pasangan pengatin antara kita dengan putra raja atau kepada Kristus. Kita harus berkuasa atas diri kita sendiri melalui doa. Melalui doa kita berkuasa atas hati. Tetapi dengan iman yang didengar dan diucapkan tidak sia-sia sehingga bisa turun ke dalam hati. Seperti Jesus Prayer “Lord Jesus Christ Son Of God Have Mercy On Me,” ketika kita mendoakan doa ini, maka kita memanjatkan doa ini lewat mulut sehingga terdengar suara lalu masuk ke telinga kemudian ke dalam hati. Hasilnya, doa ini dapat berkuasa di dalam hati kita.
  8. Doa atau suara-suara yang kita dengar harus masuk ke dalam hati, namun ada banyak suara-suara yang pada akhirnya menggagalkan itu. Walaupun hatinya mengaku kepada Kristus, tetapi mereka sebenarnya menyangkal Dia. Seperti ketika kita memanjatkan Doa Puja Yesus dengan sungguh, tetapi sebenarnya hati kita menyangkal kuasaNya. Inilah yang disebut Dishonoured Faith (Iman yang tidak berharga). Kita kadang percaya doa itu penting tapi kita menyangkal kuasa-Nya.
  9. Seperti Nabi Yunus yang berdoa dengan hening (Silence) ketika dia berada didalam perut ikan. Dalam Yunus pasal 2 dikisahkan bahwa, dia berdoa di dalam silence dan Tuhan mendengar doanya karena doa yang dipanjatkannya sudah mencapai silence sehingga ketika Yunus berdoa seperti teriakan atau permohonan kepada Allah. hasilnya, Tuhan mendengarnya. Tuhan tidak membutuhkan suara kita tetapi suara yang ada di dalam hati kita.
  10. Apa hubungan doa dan iman? Doa selalu silence sedangkan iman selalu dinyatakan. Seperti Doa Puja Yesus yang lahir dari iman, tetapi belum tentu lahir dari silence. Doa yang lahir dari iman yang diucapkan harus melahirkan silence. Artinya diucapkan dengan tidak sia-sia. Doa yang lahir dari iman berasal dari suara mulut atau iman y ang harus dimasukkan ke dalam hati yang akan menjadi hening dan tersembunyi. Seperti perintah Kristus yang mengatakan tentang doa, “Masukklah ke dalam kamarmu!”. Doa itu ada yang tersembunyi, yang artinya doa untuk telinga Allah yang tersembunyi. Doa kita didengar oleh Allah yang tersembunyi. Apa yang mereka ucapkan dimasukkan ke dalam hati. Tetapi iman itu adalah telinga yang kelihatan bagi sesama. Jadi, ketika kita berdoa kita menyatakan iman kepada sesama serta menjadi silence bagi kita. Maka Rasul Paulus mengatakan, “Jika tidak ada orang yang menyatakan bagaimana bisa iman itu ada?” Jadi, iman artinya, kita percaya kepada kuasa Allah seperti yang dikatakan oleh St. Ephraim. “Apabila ada agama lain yang berdoa puja Yesus namun tidak percaya atau beriman kepada Tuhan Yesus apakah doa itu berkuasa? Tentu tidak karena dia telah menyangkal Kristus, karena ia tidak beriman kepada Kristus. “Jadi, hubungan iman dan doa adalah iman itu melahirkan suara sedangkan doa melahirkan keheningan.
  11. Doa itu seperti rasa yang ada dalam diri memberikan keharuman dari iman. Iman jika tidak diiringi dengan doa maka tidak ada rasa. Jadi, jika kita beriman dalam doa maka akan memberikan wangi atau rasa yang kaya. Doa seperti minyak wangi yang bekerja di dalam tubuh yang bau menjadi wangi. Keharuman iman itu akan menghasilkan keharuman akan tindakannya. Sehingga semua tindakannya mengikutinya selama manusia itu hidup. Jadi, iman itu menghasilkan wewangian yang berasal dari iman serta perbuatan baik.
  12. Kebenaran dan cinta adalah seperti dua sayap yang tidak dapat dipisahkan. Kebenaran tidak akan bisa terbang tanpa kasih. Sama juga seperti kuk yang tidak bisa terpisahkan karena saling memikul. Dalam Matius 7 dikatakan, “kita mendengar dan melakukan.” Mendengar adalah kebenarannya sedangkan melakukan adalah kasih.
  13. Doa itu juga seperti 2 mata pupil yang melihat bersamaan, tetapi hidung tidak bisa terpisah dari mata. Bahkan kedipan yang sedikit pun berasal dari salah satu mata yang tidak bisa melepaskan dari perhatian kita.
  14. Kaki dan mata menunjukkan kita adalah pribadi yang utuh. Tetapi hati seperti lembu yang membajak dan bekerja keras. Sepert hati yang selalu bekerja keras yang memikul kuk yang benar dan tidak benar atau tidak adil. Bapa Philokalia mengatakan bahwa, Hati kita itu seperti memikul kuk Allah dan kuk daging.
  15. Seperti orang yang mau membajak hati namun dibalik itu ada musuh yang menabur benih jahat. Tanah yang subur dapat ditanami benih yang jahat.
  16. Oleh karena itu marilah berdoa karena itu dapat membersihkan diri kita dari dalam. Sedangkan iman dapat membersihkan diri kita dari luar. Biarlah pikiran kita yang terpecah (jahat) dapat dikumpulkan kembali menjadi satu dihadapan Allah. Jadi, kita harus membersihkan pikiran kita dari pikiran-pikiran jahat.

Refleksi

Mari lakukan langkah praktis untuk mengerjakan iman dan doa dengan Jesus Prayer maupun dengan doa-doa lainnya. Sehingga iman dan doa kita dapat kita rasakan. Serta pada akhirnya akan menghasilkan sebuah parfum yang wangi dihadapan Allah, Amen!

Komentar Saints yang telah saya baca ada 7 artikel Pak Terima kasih Gbu

Source :

Book : Sebastian Brock – The Syriac Fathers on Prayer and the Spiritual Life-Cistercian Publications (1987)

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai