
Kita percaya bahwa kitab suci telah memberikan beberapa kisah menarik untuk melihat tujuan yang ditulis. Tujuannya yaitu jika dalam perjanjian lama maka ini merupakan bayangan dari Kristus. Dalam perjanjian baru kita dapat melihat wujud nyata dari Kristus. Sebagaimana Tuhan dari pangkuan Sang Bapa telah diberikan bagi kita demi keselamatan kita; demikian Yusuf dari pangkuan Yakub, ayahnya, diutus untuk menanyakan kabar saudara-saudaranya.
Sebagaimana saudara-saudara Yusuf yang begitu kejamnya, saat melihat dia mendekat kepada mereka, dirancangkannya kejahatan kepada dia, meskipun ia membawa damai bagi mereka. Dari bapa yang sama, demikian pula orang Yahudi, saat melihat Sang Mukhalis, mereka mengeraskan hati: Dia inilah sang pewaris, marilah kita habisi, dan kita ambil semua warisan ini. Ini merupakan sebuah tipologi yang sama dan akan terjadi kepada Kristus
Seperti yang telah dikatakan saudara-saudara Yusuf begini: Marilah kita lihat nanti, bagaimana nasib si pemimpi. Dengan cara yang sama, berkatalah orang Yahudi: Marilah kita bunuh dia, dan rebut warisan ini. Sambil makan, saudara-saudara Yusuf, menjualnya, hendak membunuhnya dengan sengaja, Demikian pula orang Yahudi yang penuh rasa benci, Sambil makan Paskah membunuh Mukhalis dengan keji.Turunnya Yusuf ke Mesir adalah suatu tanda, turunnya ke dalam bumi Sang Juru Selamat kita. Hal ini menunjukkan tanda bahwa Kristus dapat menebus dosa manusia. Sebagaimana kamar pengantin yang Yusuf memasukinya, menginjak-injak seluruh kekuatan dosa. memakai hadiah kemenangan yang cerah, mengalahkan perempuan Mesir, nyonyanya. Demikian juga Tuhan Juruselamat kita, turun ke alam maut dengan tangan kanan-Nya, di sana hancur segala kekuatan ketakutan dan perbudakan yang tak terkatakan.
Ketika Yusuf menaklukkan dosa, dia dipenjara hingga masa penobatannya. Demikian juga Tuhan kita masuk ke dalam kubur membawa dosa-dosa dunia. Sekian waktu Yusuf menghabiskan waktu di dalam penjara, melewatkan hari-harinya dalam kasih yang tak terkira. Demikian juga Tuhan, tiga hari di dalam kuburnya, Dengan kuat kuasa-Nya tak mengalami binasa. Atas perintah Firaun, Yusuf dibawa keluar dengan mulia, sebagai contoh yang sesungguhnya; ketika dengan mudahnya ia menafsirkan mimpi, memberitahukan banyaknya gandum yang akan terjadi. Demikian juga Tuhan kita, bangkit dari mati, dengan kuasa-Nya mempermalukan dunia orang mati. Mempersembahkan kepada Bapa kemerdekaan kita, memberitakan kebangkitan dan hidup tak binasa. Di atas kereta Firaun, Yusuf mengambil tempat duduknya, atas seluruh tanah Mesir ia telah menerima kuasa. Jurus Slamat kita, di atas awan-awan naik ke sorga, Duduk di sebelah kanan Bapa dalam kemuliaan sebagai Anak Tunggal-Nya.
la memerintah atas tanah Mesir seluruhnya, memiliki kuasa melawan musuh-musuhnya, saudara-saudaranya datang dengan sukarela, sebelum pengadilan orang mati menjumpai mereka. Dengan rasa takut dan gentar mereka sujud di hadapannya, di depan orang yang mereka jual supaya menemui ajalnya; dengan rasa takut mereka sujud di hadapannya, orang yang tak diharapkan menjadi raja atas mereka. Tetapi Yusuf mengenali mereka, dengan satu kata menyingkapkan jati diri mereka; dan tersadarlah mereka, berdiri menganga, dengan rasa malu, tiada berucap apa-apa.
Tak punya apa-apa sebagai pembelaan mereka, mengetahui segala dosa yang diperbuatnya; ketika dijualnya dia yang dipikirnya ada di dunia bawah, sekejap saja didapati sedang memerintah mereka. Begitu juga ketika hari yang menakutkan itu tiba, ketika Tuhan datang berada di awan-awan di udara, dan Dia duduk di takhta kerajaan-Nya; semua musuhnya datang di hadapan bema-Nya, mereka yang menolak pemerintahan-Nya, dalam keterikatan oleh para malaikat mereka dibawa. Orang Yahudi yang tak beradab berpikir tanpa akal, jika la disalibkan, Ia mati sebagai manusia biasa. Si malang itu tak sadar bahwa Tuhan telah datang. demi keselamatan, untuk menyelamatkan jiwa kita. Dengan berterus terang Yusuf telah berkata-kata membuat gentar dan takut saudara-sudaranya; Akulah Yusuf yang telah kamu jual sebagai hamba, sekarang aku menjadi raja tanpa kamu menginginkannya,
Demikian juga Tuhan telah menunjukkan salib-Nya, dengan terang kepada mereka yang menyalibkan-Nya; dan mereka mengenali salib-Nya, dan Anak Allah yang telah disalibkan oleh mereka.
St. Efraim Dari Suriah: Homili Tentang Nasihat & Pertobatan
Pengajaran iman kita bukanlah sebuah ikatan. Sabda Kehidupan diterima dengan kehendak bebas tanpa paksaan. Tetapi barangsiapa ingin mendengarkan pengajaran iman, hendaknya ia menyucikan kehendak bebas dalam dirinya terlebih dahulu, sehingga benih sabda yang ditaburkan tidak jatuh di antara tanaman berduri, yaitu rasa keingin-tahuan yang sia-sia. Jika engkau ingin mendengar Sabda Kehidupan, lepaskanlah dirimu dari segala kejahatan, sebab tidak ada gunanya seseorang mendengarkan sabda itu jikalau ia masih terikat oleh dosa. Yang pertama-tama dari semuanya itu, percayalah kepada Allah dan perhatikanlah hukumhukum-Nya. Engkau tidak dapat mendengarkan sabda-Nya jikalau engkau tidak mengenal dirimu sendiri, dan kalau engkau menjaga ketetapan-ketetapannya tetapi pengertianmu jauh dari pada-Nya, siapakah yang akan memberi upah kepadamu pada waktunya?
Engkau telah dibaptis di dalam nama-Nya, yang satu dalam tiga hypostasis, Sang Bapa, Sang Putra serta Sang Roh Kudus, yang ketiganya menjadi penjagamu dari perpecahan dan perseteruan. Jangan meragukan kebenaran, karena ketika engkau meragukannya, maka ia akan berbalik membinasakan engkau. Engkau telah dibaptis dengan air dan telah dijubahi dengan Kristus, meterai Tuhan ada di dalam dirimu dan tanda meterai-Nya ada di dahimu. Jagalah dirimu agar engkau tidak terpengaruh dengan hal yang lain, sebab engkau tidak memiliki tuhan yang lain. Esalah Dia yang telah membentuk kita dengan rahmat pengasihan-Nya, esalah Dia yang telah menebus kita di atas kayu salib. Dialah yang membimbing hidup kita, Dialah yang memiliki kuasa atas kelemahan-kelemahan kita, Dialah yang menggenapi kebangkitan kita, Dialah yang memberi rahmat sesuai dengan perbuatan kita. Terberkatilah orang yang mengakui Dia dan melaksanakan segala perintah-Nya. Hai, anak-anak manusia, engkaulah anak-anak dari Allah Sang Penguasa segalanya. Jagalah dirimu agar engkau tidak membuat murka Bapamu yang baik dan penuh rahmat dengan segala perbuatanmu.
Ketika engkau marah kepada sesamamu, engkau marah kepada Allah. Ketika engkau memikul kuk kemarahan dalam hatimu, maka keangkuhan hatimu itu adalah kepada Allah. Ketika engkau menegur seseorang disertai dengan rasa dengki, maka teguranmu adalah kekejian. Ketika engkau memiliki kasih, maka tentulah engkau tidak akan mempunyai musuh di dunia ini. Ketika engkau adalah anak perdamaian sejati, maka engkau tidak akan menimbulkan amarah di hati sesamamu. Ketika engkau bertindak adil dan benar, maka engkau tidak akan melakukan hal-hal yang salah terhadap saudaramu.
Jikalau engkau senang akan kemarahan, marahlah terhadap setiap kesesatan. Jikalau engkau senang akan perseteruan, sesungguhnya iblislah yang menjadi seterumu. Jikalau engkau senang membenci, maka perlihatkanlah kebencian dan caci-makimu kepada roh-roh kejahatan.
Jikalau engkau menghina gambar pemimpinmu, engkau akan dihukum. Jikalau engkau membenci seseorang, maka sesungguhnya gambar Allah itulah yang engkau benci. Hargailah sesamamu, dan lihatlah, sesungguhnya engkau sedang menghargai Allah. Jikalau engkau ingin menghina Allah, maka hinalah sesamamu manusia dalam segala amarah angkara murkamu!
Inilah perintah yang pertama: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Tanda bahwa engkau mengasihi Allah adalah bahwa engkau mengasihi sesamamu Jikalau engkau membenci membenci sesamamu maka sesungguhnya kebencianmu adalah kepada Allah.
Ini adalah sebuah hujatan ketika engkau berdoa kepada Allah sedangkan hatimu dalam kemarahan, dan lebih daripada itu, hatimu akan menuduh engkau sedang berdoa dengan kata-kata yang sia-sia. Hati nuranimu akan menuduh dengan mengatakan bahwa doadoamu itu tidak membuahkan sesuatu apapun. Kristus yang digantung di atas salib itu bersyafaat bagi penjahat yang ada di sampingnya; dan engkau yang berasal dari debu-tanah, anak-anak dari tanah, dikuasai oleh angkara murka, menyimpan amarah kepada sesamamu, dan dengannya engkau masih ingin berdoa? Noda dari ketidak-adilanmu akan mengotori orang yang ada di sampingmu, yang tidak ada kena-mengena dengan amarahmu, dan karenamu doa mereka tidaklah didengarkan. Buanglah amarahmu lalu berdoalah, jikalau tidak, maka engkau akan terus tergoda dalam amarahmu. Tahankanlah amarahmu dan mulailah memohon kepada Tuhan. Jikalau sesamamu tidak menemui engkau dalam angkara murka, maka usirlah hal itu dari tubuhmu sebab angkara murka diikat oleh percabulan.
Engkau memiliki kodrat rohani, dan jiwa adalah gambar dari Sang Khalik. Hormatilah gambar Allah itu dengan menjadi satu hati dan satu pikiran dengan sesamamu. Ingatlah hari kematianmu, dan janganlah lekas menjadi marah, sehingga damai sejahteramu tidak terhalang.
Selama engkau hidup, bersihkanlah jiwamu dari angkara murka. Sebab jika tidak, maka ia akan mengikuti engkau sampai ke dunia bawah, dan olehnya engkau masuk ke dalam alam maut. Jangan menyimpan amarah dalam hatimu dan angkara murka dalam jiwamu, engkau tidak memiliki kuasa apapun atas jiwamu sendiri selain berbuat segala hal yang baik.
Engkau telah dibeli dengan darah ilahi, engkau telah ditebus dengan kesengsaraan Kristus, yang demi engkaulah la telah mengalami kematian sehingga engkau dapat mati demi dosamu Wajah-Nya telah diludahi sehingga engkau tidak menjadi ciut oleh cemoohan. Ia telah meminum cuka dan anggur asarn sehingga engkau tidak menerima murka. Ia telah memperoleh banyak deraan di tubuh-Nya sehingga engkau tidak mengalami penderitaan.
Jikalau engkau adalah hamba Allah sejati maka engkau akan takut dan gentar dengan Tuanmu yang suci itu. Jikalau engkau adalah murid yang sejati maka engkau akan berjalan mengikuti langkah gurumu. Bertahanlah dalam cemoohan dan sesamamu sehingga engkau dapat menjadi teman seperjalanan Kristus. Jangan perlihatkan kemarahanmu kepada sesamamu sehingga engkau tidak akan dipisahkan dari penebusmu.
Jikalau engkau tidak mengenali mengenali martabatmu dan kehormatanmu sebagai seorang manusia, debu-tanah dari bumi dan saudara dari tanah, serta anak dari kebinatangan yang buas, maka pisahkanlah dirimu darinya bukan dari perkataan tetapi dari perbuatan. Jikalau engkau senang dengan pertengkaran, maka engkau sama dengan iblis. Jikalau engkau menghina dan mengejek sesamamu, maka engkau adalah perpanjangan mulut setan. Jikalau engkau suka akan penghinaan akan kekurangan dan cacat sesamamu, maka engkau telah mengambil tempat iblis dengan cara paksa. Jauhkanlah dirimu dari segala hal ini, hai manusia! Hal ini adalah pencideraan. Jikalau engkau ingin hidup baik, maka duduklah jauh-jauh dari pencemooh. Jikalau tidak, maka engkau akan menjadi sahabat sejati dalam kejahatannya dan penghukumannya.
Bencilah segala macam ejekan, penghinaan dan pesta pora. Ketika engkau mendengar hal itu secara tidak sengaja, maka buatlah tanda salib yang gemilang itu dan menyingkirlah daripadanya seperti rusa yang berlari. Tempat setan berdiam maka Kristus tidak akan tinggal di situ luas dan lebar tempat kediaman setan pada mereka yang suka menghina sesamanya.
Hati seorang pengejek dan pencemooh adalah istana si iblis, dan penuhlah kejahatannya tanpa perlu iblis menambahkan ke dalamnya. Ejekan dan cemoohan adalah persediaan kebutuhan iblis di tempat kediamannya, kantong dan perut iblis takkan pernah menjadi puas dan merasa cukup dengan segala perbuatan ini, Dengan tawanya, orang fasik ditaklukkan dan tidak tersadar bahkan tidak mengetahuinya. Borok ini tidak tersembuhkan dan kesakitan ini tidak ada akhirnya, dan obat apapun tidak pernah dapat menghilangkan rasa perihnya. Aku tidak punya keinginan apapun untuk menasihati orang semacam ini. Kekurangajaran dan rasa malu itulah yang pantas bagi orang seperti itu. Diberkatilah mereka yang tidak mendengarkan cemoohan orang semacam ini, dan diberkatikah mereka yang tidak mengenal orang semacam ini. Semoga mereka tidak menyusup ke dalammu, ya Gereja, sebab mereka adalah ragi yang jahat dari setan.
Sempitlah jalan kehidupan dan lebarlah jalan kebinasaan. Doa dapat memimpin seseorang ke kerajaan Sorga. Inilah pekerjaan yang sempurna, yaitu doa murni yang bebas dari segala kejahatan. Kebenaran manusia tidak ada artinya pada saat diperhadapkan dengan Allah. Apalah pekerjaan manusia itu? Semuanya sampah tak ada gunanya! Hanya melalui rahmat ilahi-Mu saja, ya Tuhan, keberadaan kami menjadi baik. Kepada-Mu sajalah segala kebenaran dan di dalam kebenaran itu sajalah kami dibenarkan. Kepada-Mulah segala belas kasihan dan rahmat sehingga kami yang diambil dan diciptakan dari debu ini boleh memantulkan gambar diri-Mu. Berikan kekuatan kepada kehendak kami sehingga kami tidak tenggelam dalam dosa.
Karuniakanlah ingatan akan Engkau, ya Allah, ke dalam lubuk hati kami sehingga boleh kiranya kami menghormati-Mu setiap waktu. Bangunkanlah kebenaran-Mu dalam pikiran kami sehingga kami tidak binasa dalam keragu-raguan. Tenggelamkanlah pikiran kami dengan pengertian akan hukum-Mu sehingga kami tidak terjebak dalam pikiran yang sia-sia. Pimpinlah tubuh kami sehingga kami tidak menyakiti diri kami.
Dekatkanlah dirimu kepada Allah maka iblis akan lari dari padamu. Usirlah hawa nafsu kedagingan dari hatimu maka engkau akan membuat musuhmu lari tunggang-langgang. Bencilah dosa dan pelanggaran maka iblis akan menyingkir dari engkau. Ketika engkau berbuat dosa maka engkau telah memiliki berhala secara diam-diam, ketika engkau mencintai pelanggaran maka engkau sedang melayani roh-roh kejahatan. Ketika engkau berseteru dengan sesamamu maka iblis akan tinggal dalam kedamaian, ketika engkau iri dengki kepada sesamamu maka engkau sedang memberi salam kepada iblis. Ketika engkau sedang menyatakan kebusukan dari sesamamu yang tak hadir bersamamu maka lidahmu menjadi harpa yang indah bagi rohroh kejahatan. Kapan saja kebencian bersarang di hatimu, maka iblis si pendusta itu sedang tidur nyenyak dengan tenang. Kapan saja engkau mencari pujian sanjungan orang, maka apapun yang kauperbuat menjadi sampah tak ada gunanya. Ketika engkau mencintai khotbah fasih yang membuat senang telingamu, engkau sedang membuat jamuan bagi roh-roh kejahatan. Inilah penyembahan berhala dan wujud nyata dari hawa nafsu kedagingan.
Ketika engkau memberikan sesuatu dalam keangkuhan maka pemberian itu bukan dari Allah. Ketika engkau merasa tersanjung atau terangkat karena pengetahuanmu dan kepandaianmu maka sesungguhnya engkau sudah menolak rahmat ilahi. Ketika engkau miskin dan angkuh, maka engkau akan mati dalam penderitaanmu. Ketika engkau melarat dan angkuh, maka engkau sedang menuju kebinasaan. Ketika kebutuhanmu adalah makanan tetapi yang kauinginkan adalah haus akan kekayaan materi, maka masalahmu adalah dengan si miskin dan penderitaanmu adalah dengan si kaya.
Ketika matamu penuh dengan percabulan dan menginginkan isteri sesamamu, maka bagian yang pantas bagimu adalah dengan para pezinah dan nerakamu adalah bersama dengan orang cabul. Biarlah air matamu adalah milikmu sendiri dan engkau hanya minum dari sumurmu sendiri. Janganlah membiarkan orang lain sampai minum dari padanya.
Inginkanlah kemurnian tubuhmu seperti engkau mengingini istrimu sendiri, engkau tidak ingin istrimu berzinah dengan lelaki lain dan engkau tidak berzinah dengan perempuan lain. Bencilah perzinahan dan berdirilah jauh-jauh dari padanya. Kemurnian adalah milik isterimu dan kesuciannya adalah mahkotanya. Suami adalah hukum dan keadilan adalah mahkotanya. Jangan mengingini tempat tidur sesamamu seperti engkau tidak ingin sesamamu mengingini tempat tidurmu. Jagalah pernikahanmu tetap dalam kesucian, kemurnian dan kekudusan. Hati nurani akan menegur mereka yang telah menajiskan kesucian pernikahan orang yang berzinah. Kegelapan lebih dekat dan bukan terang bagi mereka yang tidak hidup dalam kesucian.
Dia secara diam-diam melakukan perzinahan akan berdiri dengan rasa takut di setiap waktu, dan saatnya akan tiba ketika semua akan dibukakan dan perbuatan yang dilakukan dengan tersembunyi akan dinyatakan. Dengan mata seperti apa yang engkau pakai untuk melihat Allah di dalam doamu? Tangan seperti apakah yang engkau tadahkan kepada Tuhan ketika ketika memohon pengampunannya. Malulah, hai engkau yang tak tahu budi pekerti! Ketika engkau menjadi malu ketika melihat isteri sesamamu, pikirkan betapa malunya engkau terhadap Allah yang melihat segala sesuatunya? Engkau seperti babi dalam kotoran. Jikalau engkau tidak menjaga pikiranmu, maka matamu akan menyeret engkau kepada dosa, dan jikalau engkau tidak menjaga telingamu, maka dalam pendengaran itulah engkau akan berbuat pelanggaran.
Hati seorang pezinah penuh dengan nafsu berahi yang nampak melalui perkataan kotor yang diucapkannya. Seorang yang ingin berzinah telah mengenakan jubah yang memalukan, yang melalui jubah itu percabulan masuk dan diam di dalam hatinya. Jangan mengoyakkan jubah Kristus dengan jubah lain secara ceroboh. Jangan memandang seorang perempuan sundal dan engkau terperangkap oleh jerat keelokan parasnya.
Pencabulan bagaikan anjing liar dan gila, orang yang mengikutinya tak punya rasa malu dan kesusilaan. Terimalah percabulan ini dengan ludahan dan burulah ia dengan tombak dan gada layaknya seekor anjing gila. Tolaklah segala perkataan manisnya sehingga engkau tidak terperangkap olehnya. Larilah dari padanya sehingga ia tidak mengoyak-ngoyak tubuhmu, sebab percabulan adalah putri dari ular beludak.
Janganlah memfitnah sesamamu, jikalau tidak, maka engkau sama saja dengan iblis. Jikalau engkau membenci fitnah, jangalah dekat-dekat dengan perbuatannya. Jikalau engkau senang dengan perbuatannya, janganlah lekas marah kepada orang yang menyebutmu: tukang fitnah.
Perhatikanlah hewan dan burung-burung di sekelilingmu, mereka hanya menetap dengan jenisnya; oleh sebab itu menjadi satu pikiran dan satu hatilah dengan isterimu.
Janganlah bersukacita dengan kemalangan sesamamu sehingga engkau tidak menjadi iblis bagi sesamamu. Jikalau suatu kemalangan menimpa orang yang membencimu, janganlah engkau bersukacita atasnya sehingga engkau jatuh ke dalam dosa . Berdukacitalah ketika musuhmu mengalami kemalangan.
Dengan penuh kerajinan, jagalah hatimu agar hatimu tidak melakukan dosa secara tersembunyi, yang dari padanyalah perbuatan dosa akan mengikuti. Biarlah tanganmu bekerja dengan giat dan hatimu memanjatkan doa dengan tenang.
Janganlah menyukai khotbah kosong sebab khotbah yang baik adalah yang berguna menerangi jiwa dan tubuhmu yang giat bekerja.
Jikalau ada seorang miskin yang mengetuk pintu rumahmu, bukalah pintu rumahmu dan segarkanlah ia apabila ia letih, dan hiburkanlah hatinya yang sedih sebab engkau tahu akan dera kemelaratan itu dari pengalamanmu sendiri.
Akhirnya, janganlah menerima hal lain selain Kristus sendiri di dalam rumahmu, dan jangan sampai engkau mengusir orang miskin yang datang ke rumahmu.
Saudara-saudaraku, bangunlah suatu kebiasaan yang bijaksana sehingga lawan-lawanmu tidak menertawakanmu. Berjaga-jagalah atas segala sikapmu sehingga engkau tidak menjadi bulan-bulanan orang bebal. Jadilah lurus dalam sikapmu, berhatihatilah dalam lakumu. Jadilah bijaksana dan sederhana, biarkanlah tubuhmu tetap dalam keheningan dan sukacita. Biarlah salammu tetap sederhana dan obrolanmu singkat namun penuh kebijaksanaan. Jangan terlalu banyak bicara walaupun perkataanmu bijaksana, sebab perkataan yang terlalu banyak walaupun penuh kebijaksanaan akan menimbulkan kekhawatiran. Jadilah seorang bapa dalam rumahmu, anggaplah engkau sebagai orang yang paling kecil dan hina serta kurang berharga bagi semua orang. Jagalah rahasiamu hanya dengan sahabatmu, yaitu mereka yang engkau tahu adalah orang yang setia. Perhatikanlah agar tidak ada perkataan sia-sia ditengah-tengahmu dan sahabat-sahabatmu, sehingga mereka tidak menyingkapkan rahasiamu dan semua orang mendengar dan melihat engkau sebagai orang yang suka membuat masalah. Jangan muka bertengkar dan berbantah-bantahan dengan orang yang membencimu, dalam perbuatan maupun dalam hati, sebab musuh satu-satunya adalah iblis. Jadilah orang yang memahami terhadap isteri yang engkau nikahi dan biarkanlah ia melakukan apa yang seharusnya ia perbuat sebab yang kuat harus siap menolong ia yang lebih lemah. Ketika engkau marah, jadilah seperti burung rajawali , yang ketika amarahnya pergi, maka ia menjadi tegas dan tetap bersukacita, kedua hal ini menyatu walaupun berbeda.
Di hadapan para presbiter Gereja hendaklah engkau tetap tenang dan hormat kepada mereka. Hormatilah mereka dengan kerajinan sebagaimana mereka menjadi penjaga yang baik dari rumah Allah. Hargailah mereka dan janganlah mencari kelemahan perbuatan mereka. Mereka adalah malaikat dalam jawatan tetapi manusia dalam perbuatan. Oleh rahmat biarlah ia menjadi pengantara antara Allah dan manusia.
Janganlah suka mencari-cari kelemahan sesamamu, jangan membuka dosa sesamamu dan jangan mengungkit-ungkit kejelekan sesamamu. Sebab engkau bukanlah hakim dari segenap ciptaan, engkau tidak akan pernah menjadi penguasa bumi. Ketika engkau mencintai kebenaran, hakimi dirimu sendiri, tegurlah kesalahanmu sendiri, dan jangan secara keji mencari-cari kesalahan orang lain, sebab ketika engkau berbuat hal ini, niscaya kemalanganmu tidak akan pernah berkurang dari padamu. Jangan seketika percaya dengan apa yang didengar oleh telingamu, sebab banyak sekali penipu. Janganlah seketika percaya berita-berita kosong, sebab banyak sekali kabar burung.
Janganlah percaya dan memiliki jimat-jimat, takhayul dan ramalan sebab ini adalah persekutuan dengan setan. Jangan suka berbisik-bisik walaupun itu benar, dan janganlah mengatas-narnakan dirimu dalam setiap pembicaraan. Larilah dari pembicaraan kosong seperti engkau lari dari perampok kejam. Tolonglah orang miskin sesuai kemampuanmu. Jangan mengejek orang bebal, tetapi berdoalah agar engkau tidak seperti dia. Janganlah menyalahkan orang yang berbuat dosa supaya dosa tidak mencobaimu dengan cara yang sama. Jadilah seorang pembimbing dan penolong mereka yang sedang bertobat dari dosa dan doronglah mereka untuk bangkit. Tolonglah mereka sehingga mereka tetap berpegang teguh dalam pengharapan kepada Allah dan dosanya diampuni. Kunjungilah mereka yang sakit dan jangan engkau mencari-cari perhatian dari banyak orang sehingga mereka mencari engkau. Kenalilah yang berduka dan jangan menjadi orang asing bagi yang bergembira. Bangunlah tembok di sekitar mulutmu dan awasilah bibirmu. Jangan suka mabuk anggur sehingga akan berlipat ganda kekuranganmu. Sahabat yang baik dalam kesusahan akan menyatakan dirinya kepada orang yang dikasihi. Dalam kasih, hiburkanlah mereka yang berdukacita, dan berdoalah agar mereka memperoleh istirahat dengan damai di dalam Allah.
Ketika engkau berdoa, berserulah dengan segenap jiwamu: “Berbelaskasihlah kepadaku, orang yang berdosa dan lemah ini! Kasihanilah, ya Allah, setiap kelemahanku dan anugerahkan kekuatan agar aku dapat menaikkan doa yang seturut kehendak-Mu. Jangan menghukum lawan-lawanku dan jangan membalas mereka yang membenci aku tetapi kirimkanlah rahmat kasih karunia-Mu kepada mereka agar dapat melaksanakan kehendak-Mu.” Ucapkanlah doa ini pada saat engkau berdoa dengan bersujud di hadapan Allah Yang Mahakuasa.
Jangan menghardik kejahatan sebab seseorang yang menjadi jahat adalah berasal dari yang jahat. Berikanlah apa yang layak mereka terima, sehingga apabila mereka binasa, engkau luput dari tuduhan. Jangan menghormati seseorang berdasarkan apa yang menjadi miliknya dan harta bendanya, anggaplah hal ini tidak ada dan tetaplah berpikir bahwa Allah adalah segala-galanya. Jikalau engkau meminta kepada sesamamu dan ia tidak memberikan apa yang engkau minta, janganlah engkau melawan dia dengan kata-kata yang penuh kepahitan. Buanglah dukacita dan kesedihan dari pikiranmu dan bersedihlah karena dosa-dosamu. Walaupun engkau berlimpah harta, janganlah pernah berhenti bekerja dan berusaha sebab orang yang malas akan menerima rasa bersalah berlipat ganda karena kemalasannya.
Cintailah kesederhanaan dan inginkanlah kesabaran. Jikalau engkau mendapat keduanya maka engkau adalah ahli waris dari halhal di tempat tinggi. Jangan mencemooh mereka yang miskin. jangan sampai mereka mengutuk engkau, sebab teriakan orang miskin didengar oleh Allah terhadap orang-orang yang mencemooh mereka. Jika pakaiannya kotor, cucilah pakaiannya dengan air yang kauperoleh dengan cuma-cuma.
Sudahkah orang miskin masuk ke dalam rumahmu? Jikalau sudah, ketahuilah bahwa Allah sudah berkunjung ke rumahmu dan la tinggal di tengah-tengahmu. Seseorang yang kaulepaskan dari masalah akan melepaskan engkau juga ketika engkau mendapatkan masalah.
Sudahkah engkau membasuh kaki orang asing? Jikalau demikian engkau sudah membasuh dosa-dosamu.
Sudahkah engkau menjamu orang miskin? Jikalau sudah maka Allah duduk bersamamu, dan Kristus minum bersamamu serta Roh Kudus berisitrahat bersamamu.
Apakah orang miskin sudah kaukenyangkan dan kausegarkan? Ketahuilah bahwa engkau sudah menjamu para malaikat dan ia akan bersaksi bahwa engkau sudah menghilangkan laparnya dan dahaganya.
Betapa baiknya Tuhan itu! Betapa tidak terukurnya kasih setia-Nya! Diberkatilah ia yang diakui-Nya sebagni milik kepunyaan-Nya. Celakalah mereka yang ditolak oleh Dia, api yang kekal telah tersedia untuk mereka. Berharaplah dalam sukacita, hai anak-anakku, taburkanlah benih yang baik dan janganlah menjadi khawatir. Cintailah benih yang baik itu dan tetaplah berharap kepada tuaian yang baik.
Janganlah mengerjakan apapun tanpa diiringi oleh doa, meteraikanlah segala yang kaukerjakan, hai anakku, dengan tanda salib yang memberi hidup itu. Janganlah engkau keluar dari rumahmu tanpa engkau membuat tanda salib di tubuhmu, baik ketika engkau makan dan minum, ketika engkau sedang tidur dan terjaga, ketika engkau sedang berada di rumah ataupun dalam perjalanan, ketika engkau sedang rekreasi, janganlah mengabaikan atau melupakan untuk membuat tanda salib, sebab tiada pelindung yang dapat melindungimu seperti tanda salib. Tanda salib adalah tembok yang kuat yang melindungimu dan segala sesuatu yang kaukerjakan. Ajarlah anak-anakmu untuk membuat tanda salib sehingga mereka terbiasa untuk melakukannya.
Ikatkanlah dirimu dengan hukum Allah sehingga engkau menjadi mereka dalam kebenaran. Biarlah jiwamu hanya menginginkan hukum Allah. Berapa banyak perintah yang harus kutulis dan berapa banyak hukum yang harus kuukir. Jikalau engkau merindukan untuk belajar mengenai kemerdekaan dan jikalau engkau mencintai kekudusan, tentulah engkau akan mengajarkannya kepada orang lain.
Alkitab membawaku ke pintu gerbang Firdaus, dan pikiran yang rohani berdiri dengan takjub dan heran ketika masuk. Pengetahun, akal menjadi pusing dan lemah karena indera tidak lagi mampu menampung harta karunnya karena begitu megahnya mereka untuk membedakan penikmatnya dan menemukan perbandingan untuk warna-warnanya, atau mengambil keindahannya untuk menuliskannya dengan kata-kata.
Lidah tidak dapat menghubungkan penjelasan sorga yang paling dalam, juga tidak cukup dengan bagian luarnya, bahkan perhiasan sederhana oleh pagar Firdaus tidak dapat dihubungkan dengan cara yang berkenan; sebab warna-warni sorga penuh dengan sukacita aromanya yang paling harum, keindahannya yang paling diinginkan dan kelezatannya yang mulia. Tidak ada cermin yang memada untuk memantulkan keindahannya, bahkan cat warna yang bisa melukiskannya.
Saya telah membaca dan mengomentari artikel dari bapak sebanyak 7 artikel wordpress, terima kasih atas artikelnya Tuhan Yesus memberkati