Minggu Pengampunan: Puasa dan Asketisme & St. Ephrem: Hymns Preserved in Armenian, no. I (Prayer & Faith)

  1. Minggu Pengampunan

Hari ini adalah dimulainya lent atau puasa. Kita sudah memulai dari minggu pengampunan. Artinya kita saling meminta maaf kepada sesama kita. Hari ini memasuki masa puasa. Puasa terdiri dari puasa ketat seperti Tuhan Yesus selama 40 hari dan 40 malam. Mengapa Tuhan berpuasa dan dalam tradisi gereja harus berpuasa? Disebabkan Adam  yang pertama tidak taat kepada makanan atau tidak berpuasa karena digoda oleh iblis. Kristus datang sebagai Adam  kedua untuk memperbaiki Adam  pertama yang akan menjadi nenek moyang kita. Jika Adam  yang pertama tidak benar maka seluruh keturunnanya juga tidak benar. Adam  pertama gagal terhadap godaan dan kuasa dan diusir dari Taman Eden namun Adam  kedua berhasil memasukkan oranng-orang kedalam Firdaus dengan kematian di atas kayu salib. (lih. WordPress).

Puasa merupakan sebuah latihan rohani yang penting. Ini menjadi penentu kita bisa mentaati Allah atau tidak dalam segala hal. Contohnya makanan, Kristus sebagai manusia Dia bisa mengatasinya dalam puasa 40 hari dan 40 malam sebagai putra Allah yang taat kepada Allah. kemudian datang iblis yang menggodanya dengan mengatakan menggunakan kuasa untuk mengubah batu menjadi roti.

Beginning Great Lent

Matius 6:14-16 mengatakan, pengampunan itu mengajarkan kepada kita untuk mengampuni orang lain. Diakibatkan manusia pertama telah diusir dari Taman Eden oleh karena itu kita harus berpuasa. Allah megampuni kita lewat kedatangannya, kematiannya, keselamatannya sertapengampunannya. Pengampunan itu adalah kasih Allah kepada kita. Oleh sebab itu kita wajib berpuasa untuk memperoleh pengampunan dari Allah.

Mengampuni orang lain artinya kita sudah diampuni oleh Allah. Apa hubungannya kita mengampuni sesama kemudian kita diajak oleh Tuhan untuk berpuasa. Adam  yang pertama itu jatuh ke dalam doa karena tidak berpuasa. Adam  yang kedua harus belajar berpuasa untuk dapat diampuni oleh Allah. Karena manusia sudah diampuni, maka perintah Allah harus kita penuhi yaitu berpuasa. Artinya kita sedang meminta pengampunan dari Allah. Jika kita tidak memperoleh pengampunan dari Allah maka kita tidak dapat memiliki kekuatan untuk mengampuni sesama. Sebelum menjalani puasa maka kita harus membereskan hubungan dengan Tuhan dan sesama.

Puasa yang dijalani Kristus merupakan puasa yang berlangsung selama 40 hari artinya selama 5 hari x 7 hari (seminggu) = 35 hari. Kemudian kemana 5 harinya? 5 hari digunakan untuk mempersiapkan diri dalam  menjalani puasa. Dimasa puasa ini banyak sekali doa-doa yang memusatkan perhatian kita kepada Allah. Dalam doa dia berkata, “Janganlah palingkan wajahmu dari pada ku ya Tuhan.” Mengapa kita harus mengatakan demikian? Dalam doa St. Efraim kita harus meminta pengampunan dari Allah. Masa puasa adalah masa kita berdamai dengan Allah dan sesama. Kemudian kita diajak kembali ke taman Eden. Mengapa kita butuh pengampunan atau rekonsiliasi?

Ada sekumpulan yang menganggap bahwa puasa itu merupakan kegiatan diet selama setahun. Hal ini merupakan pemulian/pengudusan kemanusiaan kepada Allah. Oleh sebab itu, kita diajak sebelum berpuasa jangan seperti orang Farisi yang menganggap puasa adalah kewajiban moral. Namun dalam ibadah vesper dikatakan “jika kami berpuasa sebagai salah satu kewajiban agama maka puasa itu akan sia-sia.” Inilah yang disebut dengan puasa seperti orang Farisi. Pengampunan merupakan pusat dari iman kekristenan dan kehidupan kita. Tidak ada kekristenan tanpa pengampunan dari Allah.Pengampunan menyingkapkan kepada kita bahwa pengampunan lahir dari kasih. Sama seperti Adam  yang lahir dari kasih Allah. Dari relasi kita yang  bermusuhan menjadi relasi kita yang bersaudara. Itulah mengapa ada perayaan minggu pengampunan. Ini merupakan usaha kita untuk merekonsiliasi dengan Allah melalui puasa yang sungguh-sungguh untuk menjalani asketisisme (latihan rohani).

1 Korintus 9:26, Bukan hanya disiplin tubuh tetapi kita juga harus mengontrol tubuh. Seperti pelari atau petinju, Rasul Paulus ingin mengatakan bahwa, dia tahu bahwa ketika masuk arena tinju maka dia sudah harus siap untuk meninju. Jika kita diam maka kita yang ditinju. Sama seperti Tuhan yang telah mengajak kita untuk masuk ke arena tinju atau surga. Asketisme itu adalah sebuah tindakan ketika kita sedang masuk ke dalam arena tinju atau biasa disebut Ring.

Rasul Paulus menjelaskan asketisme sebagai subjection atau memaksa pikiran untuk melawan musuh. Hal ini membutuhkan sebuah keharusan yang dipaksa untuk menguasai tubuh. Intinya tubuh kita memang harus dilatih jika perlu dipaksa. Sehingga ketika kita melawan hawa nafsu kita dapat melawan dengan aturan yang ada (2 Timotius 2:5), ini artinya kita harus mengusahakan diri kita untuk layak dihadapan Allah. Dalam tradisi gereja selalu ada tentang kebangkitan atau paskah. Hubungan puasa dengan doa yaitu tubuh kita akan menjadi lapar dan haus kepada Allah bukan kepada makanan jasmani yang bersifat sementara.

2. EPHREM, Hymns Preserved in Armenian, no. I

  1. Apa hubungan doa dengan iman? Artinya doa menjadi perwakilan kita untuk berdamai dengan Allah. Doa itu seperti membuka pintu kekayaan. Tetapi kita harus bijaksana.
  2. Doa itu seperti membelah laut merah. Dalam spiritual, artinya doa kita menyelamatkan diri kita serta membunuh para musuh. Doa menurunkan manna dari surga (Keluaran 14:28). Arti spiritualnya waktu kita berinteraksi dengan Kristus apakah Kristus itu dapat mengenyangkan perut kita? Jadi, doa itu harus mengenyangkan orang yang lapar dan memuaskan dahaga kita. Doa membutuhkan pemahaman yang lebih dalam serta membuat kita kenyangs secara rohani.
  3. Terberkatilah orang yang berfokus kepada pertemanan dalam iman dan doa. Dia yang memiliki ibidaya atau hati yang tunggal kepada Allah. Doa seperti memadamkan murka Allah.
  4. Hubungan doa dan iman. Dapatkah iman dapat menghentikan matahari? Tembok Yerikho yang rubuh? Melawan bangsa Amalek? Dengan iman yang disertai dengan doa maka mukjizat terjadi atas kita.
  5. Doa dapat menyelamatkan bangsa-bangsa dari pertolongan Allah namun, juga dapat menghancurkan bangsa-bangsa.
  6. Doa itu menyehatkan dan memberi gizi pada tubuh kita. Jika kita tidak berdoa, berkat surga itu sepertinya juga akan terhalang. 1 Raja-raja 18:38 mengatakan bahwa, doa ini mendatangkan api dari Surga. Surga Allah itu tidak tinggal diam dalam permasalahan yang dihadapi oleh umat-Nya.
  7. Selama 40 hari Musa berdoa di gunung Horeb. Kemudian menyuruhnya naik ke gunung. Ini berarti dengan doa kita memperoleh sukacita.
  8. Doa Daniel yang berkuasa untuk mengatupkan mulut singa. Jadi jika kita berdoa, maka hasilnya sama seperti Api yang tidak menghanguskan kita melainkan menyelamatkan diri kita. Dalam kitab Samuel juga dikatakan, Doa Hana yang dapat membuka rahimnya melalui pertolongan Allah.

St. Ephraim: Kidung Surgawi

Kita tenggelam dalam kitab suci maka perasaan kita juga seperti mengalami keindahan yang dapat kita cicipi seperti kita mencicipi indahnya kerajaan surga. Seperti kita yang masuk ke dalam Taman Firdaus. Kita yang miskin dapat melihat semua keindahan yang dapat mempesona kita. Semua hawa nafsu kita yang sudah di tinggalkan memancarkan keindahan.

Kematian bukanlah memisahkan kita dari Firdaus tetapi melahirkan kita ke dalam Firdaus. Mati dari penderitaan merupakan kelahiran di Firdaus. Seperti Kristus yang mulia yang sedang mengendarai Firdaus. Demikianlah Firdaus diciptakan untuk manusia supaya dapat menikmati manisnya Firdaus. Dalam gereja Kristus menambahkan firman Tuhan, ini merupakan paralel dengan pohon kehidupan yang ada di taman Eden. Adam pertama tidak mengindahkan perkataan firman Allah maka dia binasa. Dalam taman Firdaus tidak ada lagi orang yang cacat baik secara jasmani dan rohani.

Source:

Book : Sebastian Brock – The Syriac Fathers on Prayer and the Spiritual Life-Cistercian Publications (1987)

Saya telah membaca 7 artikel wordpress pak, Terima kasih artikelnya Gbu.

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai