Why Icon?
Ikon merupakan gambaran atau ilustrasi serta potret Allah yang di buat oleh manusia ke dalam sebuah bingkai atau (Foto) untuk menghormati Allah sebagai pencipta. Dengan adanya Ikon juga mengingatkan kita kepada wajah Kristus sebagai manusia yang dapat dipotretkan atau dilukiskan. Ikon bersifat misteri karena mengandung misteri, Orang Ibrani memiliki ikon dalam wujud tertulis. Rasul Lukas merupakan orang yang pertama kali mencetuskan Ikon. Ditengah perjalanan, ikon mengalami kemunculan aliran yaitu aliran ikonoklas yang bertujuan untuk menyembah patung berhala. Dalam perjalanan sejarah gereja, mereka cenderung memakai patung serta lukisan. Namun karena adanya Reformasi, hal itu dilarang untuk memakai ikon atau patung.
Tanpa kita sadari bahwa kita sendiri, maupun firman Tuhan adalah sebuah ikon. Manusia merupakan gambar dan rupa Allah maka manusia merupakan ikon. Bahkan Tuhan Yesus sendiri menggunakan roti dan cawan yang melukiskan sebuah ikon. Jadi, semua alat menunjukkan atau materi ciptaan Allah yang dapat memuliakan Tuhan dapat disebut dengan Ikon. Sehingga, inilah yang menjadi alat kita untuk menyembah Allah.
Mengapa kita harus menggambar ikon? Padahal kita tidak pernah melihat Allah secara langsung? Kristus merupakan gambar Allah yang menjadi manusia. Artinya tidak ada seorangpun yang dapat melihat Allah yang menjadi manusia (daging/alat). Damascus mengatakan, Allah tidak pernah dilihat namun dapat dilukiskan. Lent atau puasa merupakan persiapan diri kita menuju paskah. Saat kita menggunakan ikon Allah, tujuan hidup kita telah berubah yaitu untuk menjadi segambar dan serupa dengan Allah. Matius 13:43 kiat menjadi terang itu semata-mata hanya anugerah-Nya. St. Benediktus melakukan latihan rohani yang ekstrim saat menghadapi godaan pikiran saat memikirkan perempuan. Yaitu dengan mengguling-gulingkan dirinya supaya tubuhnya terluka.
Nous merupakan the essence of the soul yang terletak di hati. Nous, spirit, soul merupakan satu kesatuan yang utuh di dalam hati. Ini merupakan gambaran Allah Trtunggal menurut Palamas. Nous bisa berupa pikiran, perasaan, dan kehendak. Roh akan diperbaharusi jika kita sudah dibaptis. Namun masih ada kemungkinan bahwa hawa nafsu juga yang akan menjerat kita ke dalam dosa untuk itu kita harus berjaga-jaga. Seperti halnya subjection, atau pikiran yang selalu harus kita paksa untuk mentaati perintah Allah. Maka kita harus belajar untuk mentaati perintah Allah supaya bekerja atau melatih kehidupan rohani kita sehingga menghasilkan sebuah kerohanian. Kristus mengatakan bahwa orang bijak akan mendirikan rumahnya diatas batu karena dia mendengar dan melakukan perintah Allah. Kapan pekerjaan kita mnejadi spiritual? Yaitu ketika kita sampai kepada tujuan, yaitu jika kita menjadi manusia yang bercahaya. Jika kita membaca Church Fathers maka bacaan kita menjadi rohani sehingga makin hari kita semakin se-gambar dan se-rupa dengan Kristus. Ini merupakan usaha kita untuk mencapai latihan rohani. Contohnya pekerjaan kita sehari-hari belajar, berarti itulah yang menjadi kehidupan rohani kita yang mengubah kehidupan kita yang alami.
Jika kita mengerjakan sesuatu namun tidak menggunakannya untuk mengubah pekerjaan kita menjadi kehidupan rohani maka kita disebut orang bodoh. Apa yang kita baca bukan hanya menjadi sebuah pengetahuan tetapi harus menjadi pengetahuan akan kerohanian. Apa yang kita ketahui kemudian kita pelajari lalu kita kerjakan, inilah yang disebut pekerjaan rohani dan ini juga yang disebut orang bijaksana. Namun orang yang tidak mendengar dan tidak mengerjakan pekerjaan rohani disebut orang bodoh.
Ada tiga golongan manusia yaitu, natural (manusia alamiah), flesh (Daging/orang yang bertentangan dengan hukum Allah), dan spiritual (orang yang mengerjakan hukum Allah atau kehidupan rohani. Passion merupakan sebuah keinginan seperti, seks dan segala hal yang menimbulkan kesalahan atau dosa. Bagaimana mengubah seks menjadi sesuatu yang rohani? hal ini dapat kita pikirkan secara rohani di mata Allah, contohnya seperti sebuah pernikahan, karena ketika pasangan sudah menikah maka mereka boleh melakukan hubungan seks.
Discourse 12
Book Of Steps
Ketika kita lahir baru, kita diberi makanan agar dapat bertumbuh dan menjadi besar. Makanan tersebut ada dua macam, yaitu keras dan lembut. Makanan ini diberikan sesuai dengan perkembangan atau usia seseorang. Jika makanan lembut itu sebuah praktik yang dikerjakan sehari-hari namun menjadi sebuah hal yang spiritual. Tetapi ada juga yang disebut dengan makanan yang keras seperti perintah yang keras, contohnya pengosongan diri Kristus.
Kemudian bagaimana kita mengerjakan sebuah baptisan yang visible (kelihatan) serta melakukan praktek yang tidak kelihatan atau invisible? Tubuh dapat dilihat sehingga menjadi bait Allah yang kelihatan. Namun, didalam tubuh terdapat hati yang menjadi altarnya. Secara jasmani kita memakan makanan yang keras. Namun secara rohani (tidak kelihatan) makanan rohani itu berupa askesis (latihan rohani). Tubuh harus mengalami hal yang sama seperti hal-hal materi. Contohnya puasa yang tidak kelihatan seperti puasa akan pikiran jahat, puasa untuk tidak marah. Namun puasa yang kelihatan yaitu puasa yang tidak makan dan minum. Ini merupakan usaha kita untuk menjalankan perintah Allah. Kita berdoa bukan hanya secara jasmani dan rohani seperti Kristus.
Komentar-komentar BOOK OF STEPS, Discourse XII: On the ministry of the hidden and the manifest Church
- Jika kita lihat Kristus yang memecahkan roti sehingga membagi-bagikannya kepada para murid-Nya secara jasmani, Dia memang memecahkan roti. Namun jika dilihat secara rohani. kita pelajari bahwa Kristus sedang memberkati para murid-Nya. Seperti kita yang taat pada kitab suci yaitu taat kepada hal-hal yang spiritual. Jadi, sama halnya ketika kita berpuasa secara jasmani tetapi tidak diiringi secara rohani maka, itu artinya kita sedang tidak berpuasa. Mengapa kita harus berpuasa? Karena tubuh merupakan bait Allah yang tersembunyi dan berada dalam hati yang juga tersembunyi. Seperti altar yang secara fisik ada di gereja, maka tubuh kita juga demikian. Karena tubuh dan hati adalah bait yang tersembunyi sehingga Roh Kudus berdiam di dalam hati kita. Oleh sebab itu, kita harus menjaga altar hati dan tubuh yang kelihatan serta yang tidak kelihatan.
- Bukan tanpa alasan Tuhan kita membuat sebuah altar dalam hati dan tubuh kita, ini semua memiliki tujuan untuk membuat altar tubuh dan hati kita menjadi tidak kelihatan. Jika kita mengerjakan hal-hal yang kelihatan, itu akan menimbulkan hal-hal yang tidak kelihatan. Sesuatu yang kelihatan itu jika tidak kita kerjakan maka kita tidak akan menghasilkan sebuah hal-hal yang tidak kelihatan. Ada gereja yang dapat dilihat oleh semua orang. Namun, ada juga gereja yang juga tidak kelihatan tetapi dapat kita kerjakan. Hal-hal yang kelihatan itulah yang sedang Allah kerjakan. Contoh gereja yang dibangun Allah melalui darah Kristus yang disebut gereja yang tidak kelihatan (1 Korintus 6:19). Kita harus rajin dalam gereja yang kelihatan sehingga kita menghasilkan gereja yang tidak kelihatan.
- Gereja ini dengan altar dan baptisan yang memberikan pertumbuhan kepada laki-laki dan perempuan sebagai anak. Jika kita memakan roti yang kelihatan mungkin akan tidak memuaskan tubuh kita. Namun jika kita makan roti yang tidak kelihatan maka kita tidak akan kelaparan lagi. Efesus 3:18-19 ini merupakan sesuatu yang tidak kelihatan. Namun kita butuh sesuatu yang kelihatan atau yang praktis yang harus kita kerjakan bagi Allah. Kita tidak boleh mengesampingkan gereja yang keihatan dan tidak kelihatan, jadi kedua gereja ini penting bagi kita untuk mengerjakannya.
- Ada tiga gereja yaitu gereja yang kelihatan (Visible), gereja yang ada dihatimu (Invisible), serta gereja yang di Surga (Church of Heaven). Ketiga gereja ini ada untuk melengkapi diri kita. tanpa gereja yang kelihatan ini maka tidak ada gereja dihati maupun di Surga. Gereja keihatan ada supaya gereja yang tidak kelihatan ada. Setelah gereja yang tidak kelihatan hadir maka lahirlah sebuah gereja yang berasal dari hati. Jika seseorang itu terpisah dari gereja yang kelihatan tetapi melayani di gereja yang tidak kelihatan maka dapat dikatakan orang itu sesat.
- Gereja yang kelihatan itu seperti ibu yang melayani anak dan mengurus anaknya sampai bertumbuh. Ini artinya, jika kita meninggalkan gereja yang kelihatan maka kita tidak dapat bertumbuh. Jika seorang ibu yang memiliki banyak anak namun memiliki usia yng berbeda maka makanannya juga harus berbeda. Apa yang harus dilakukan untuk mengerjakan gereja yang kelihatan seperti berdoa atau membaca alkitab maka itu akan membuat kita bertumbuh dalam gereja yang tidak kelihatan. 1 Korintus 5:9; 9:22; Kis. 10:28; Fil. 2:3. Paulus merupakan gereja yang kelihatan bagi orang-orang yang memiliki gereja yang kelihatan.
- 2 Tesalonika 3:10-12 dalam nats ini, bukan berarti kita tidak bekerja untuk memperoleh makanan, namun karena kita percaya Kristus akan menurnikan makanan dari Surga. Namun, Rasul Paulus memberitahu bahwa ini merupakan sebuah makanan yang keras artinya harus dipahami dengan rohani Kolose 3:1-2 perkara diatas berarti perkara yang merupakan perintah Allah. Yohanes 21:15-17 semakin kita dewasa semakin kita memiliki single minded atau pikiran yang manunggal dengan Kristus, seperti Petrus yang ditanya oleh Kristus sebanyak 3x apakah dia mengasihi Kristus? Mengapa Petrus ditanyakan hal demikian? Karena Petrus merupakan pemimpin para rasul selama tiga tahun lebih dan hatinya memiliki visible church yang dia kembangkan menjadi sebuah invisible church.
- Jika kita berusaha dalam gereja yang kelihatan dan tidak kelihatan maka kita akan masuk ke dalam Gereja yang ada disurga (Church of the heart). Jika kita ingin masuk ke dalam gereja yang di Surga kita harus mengalami pemurnian hati (Efesus 6:12) untuk masuk ke dalam Surga kita harus perang kepada roh-roh yang ada di angkasa. Mereka yang telah murni hatinya maka merekalah yang akan melihat Allah.
Source:
and
Book: Sebastian Brock – The Syriac Fathers on Prayer and the Spiritual Life-Cistercian Publications (1987)
Note:
Pak, Saya sudah mengomentari Artikel WordPress sebanyak 7 Komentar, Terima Kasih untuk Artikelnya Pak Gbu.