Outline Concept Love of God: The Spiritual World of Isaac Syirian

Topik: Kasih Allah

Ide utama: Sifat Allah yang penuh Kasih

Ide pendukung:

  1. Penciptaan Buah dari Kasih Allah

Kasih merupakan energi Allah yang diberikan kepada manusia. Menurut seorang Bapa Gereja St. Ishak dari Siria menyatakan bahwa, Allah yang penuh dengan kasih dapat di dekati melalui keheningan atau kesendirian. Kuncinya terletak pada kehidupan Solitary (tempat menyendiri) dengan kehidupan inilahseseorang bisa mencapai pemurnian kasih. Dalam bahasa aslinya istilah Hesychasm banyak ditemui dalam Manusiab Suci. Oleh karena itu, dia menjelaskan bahwa kehidupan membiara paling efektif untuk mendekati serta memperoleh kasih Allah. Untuk menyatu dengan Allah seseorang hanya perlu menjalankan kehidupannya dengan meninggalkan kenikmatan duniawi. Hal ini hanya dapat diperoleh dengan hidup membiara atau menyendiri. Namun Bapa Ishak juga mengatakan bahwa, tidak semua orang dapat dipanggil untuk hidup membiara. Ada cara lain yang digunakan untuk menyatu dengan Allah yaitu melakukan Askesis (Latihan Rohani) dengan cara menarik diri dari hawa nafsu yang diganti dengan kasih Allah (Kehendak Ilahi). Jadi, kasih Allah hanya dapat diperoleh jika orang percaya mau mengerjakan pertobatannya dengan kehidupan Askesis yaitu mengikis segala keinginan daging dan kenikmatan dunia.

Menjalani kehidupan Solitude (kesendirian) itu sangat menyakitkan, bahkan sangat menderita. Kondisi ini menyebabkan dimanapun orang itu berada, ia tidak bisa lepas dari pengalaman-pengalaman yang menderita untuk mengikis kesenangan dunianya. Contohnya, pengalaman dari doa-doa yang selalu dipanjatkan namun tidak pernah dijawab, sulit untuk mengendalikan pikiran yang selalu digoda untu memikirkan hal yang tidak berguna, mengontrol lidah untuk tidak menimbulkan dosa, semua perkataan yang diucapkan harus diganti dengan perkataan Allah. Mengapa Bapa-bapa Gereja sangat mengedepankan untuk menjalani Solitary Life? Ketika seorang anak manusia lahir di dunia ini sendiri, kelak anak yang telah tumbuh dan berkembang itu ketika mati juga akan sendiri.

Dalam kesendiriannya hati manusia yang paling dalam menyimpan ruang yang dilukiskan seperti lautan yang hampa dan tidak terukur. Semakin dalam hatinya semakin diam atau sendiri (tenang) kondisi hatinya. Kondisi hati yang hening menimbulkan kerinduan akan kehadiran Allah. Hanya Allah yang dapat memuaskan hati manusia. Materi, jabatan bahkan harta tidak akan pernah memuaskan jiwa. Seperti uang yang dibuang ke laut, maka laut itu selalu siap untuk menampung. Hati yang telah mengalami kesendirian (solitude) hanya dapat dipuaskan oleh kehadiran Allah.

Suatu kepenuhan hidup hanya dapat diperoleh oleh Allah. Solitude bukan keadaan yang pasif (kaku/tidak bergerak), namun Solitude adalah sebuah keheningan saat manusia merasakan hadirat Allah. Pengalaman ini ada untuk mencapai kepenuhan Allah. Mengapa hanya keheningan yang dapat memuaskan jiwa manusia? Karena di dalam keheningan Allah itu hadir. Keheningan membuat diri manusia mencapai kepenuhan hidup di dalam Allah. Allah yang penuh kasih itu bukan hanya menciptakan dunia tetapi Dia juga suka bersekutu dengan manusia. Pencipta dan yang dicipta menjadi satu kesatuan yang utuh. Jadi, manusia merupakan buah kasih Allah yang penuh kasih. Sehingga, Dia menciptakan semua makhluk hidup seperti manusia bukan untuk berjalan sendiri tetapi bersatu dengan diri-Nya.

Kasih merupakan warisan dari hati Allah yang penuh belas kasih. Apa itu hati yang penuh belas kasih? Semua manusia memperoleh kasih menurut gambar dan rupa Allah. Begitu juga dengan binatang, hanya saja binatang tidak memiliki roh. Mengapa Allah tidak pernah menolak untuk mengasihi manusia? Karena Allah memiliki Air Mata Belas Kasihan. Manusia diciptakan dari Allah yang penuh belas kasih sehingga ciptaan-Nya manusia juga diciptakan untuk mencapai the perfect love yaitu likeness to God seperti Allah Tritunggal yang saling mengasihi, maka manusia saling mengasihi,

Perbuatan manusia dalam bentuk mengasihi dtandai hati yang penuh belas kasih seperti Allah, dan apa itu kasih yang penuh belas kasih? yaitu hati yang selalu terbakar untuk orang lain seperti Allah dan Kristus yang selalu berkorban untuk semua ciptaan-Nya; dan bahan bakar untuk membakarnya adalah air mata sehingga hati ini menjadi penuh belas kasih, tidak tahan melihat penderitaan orang lain; dan untuk hati yang demikian maka dia selalu punya doa air mata seperti yang Allah miliki yaitu doa air mata untuk semua makhluknya.

Allah dan manusia akan bertindak melindungi karena ada belas kasih yang terus membakar di dalam hati. Jadi, manusia sama seperti Allah karena manusia dibuat menurut gambar dan rupa Allah; jika Dia punya hati belas kasih maka manusia juga; sehingga tidak heran sekarang Kristus memerintahkan manusia untuk mengasihi semua orang bahkan termasuk musuh-musuh. Hal ini dikarenakan  kasih itu melampaui semua kondisi yang berasal dari Dia yang melampaui segala hal dan kondisi.

2. Inkarnasi Allah memperbaiki kodrat manusia.

Inkarnasi menurut St. Ishak adalah pewahyuan atau penyataan diri Allah yang baru, sebelum inkarnasi manusia tidak bisa kontemplasi dan mendengar Allah, setelah inkarnasi ini menjadi mungkin. Inkarnasi menandai penciptaan baru di dalam kodrat Adam yang baru bagi seluruh umat manusia yang dilahirkan baru dalam baptisan. Inkarnasi terjadi karena kasih Allah bagi ciptaan-Nya sama seperti ketika penciptaan terjadi karena kasih Allah. Alasan-alasan inkarnasi adalah semata-mata kasih bukan untuk penebusan dosa, supaya manusia bisa kembali kepada Bapa-Nya, jadi memang keselamatan manusia itu banyak menurut bapa-bapa gereja seperti perumpamaan Anak yang hilang lalu kembali ke pangkuan bapaknya karena kasih Allah yang begitu besar kepada manusia (Yoh. 3:16) yang diresponi dengan pertobatan manusia yang dimulai dengan pertobatan manusia yang dimulai dengan percaya pada Anak-Nya, Yesus Kristus.

Ada perbedaan yang sangat jelas antara kodrat manusia Yesus dan kodrat ilahi Kristus; kodrat manusia itu seperti pakaian bagi kodrat ilahinya. 2 Kodrat 1 Pribadi dalam Kristus sama seperti pendapat yang di nyatakan St. Nyssa dan beberapa pandangan Church fathers lainnya. Dalam 2 Kodrat 1 Kristus ini berlaku:

1. Unconfused      = tidak kacau = kedua kodrat jelas masing-masing dari satu sama lain

2. Undivided         = tidak dibagi = kedua kodrat tidak bisa dibagi dari satu sama lain

3. Unchanged       = tidak berubah = kedua kodrat tidak berubah dari keadaan masing-masing

4. Unseparated     = tidak terpisahkan = kedua kodrat tidak bisa dipisahkan dari satu sama lain.

Sama seperti Kristus yang naik kepada Bapa, maka keselamatan manusia adalah proses dinamis naik kepada yang ilahi bersama dengan seluruh ciptaan Allah. Melalui Inkarnasi Kristus, manusia naik kepada Allah, seperti sering ditemukan dalam doa-doa St. Ishak, “O Mystery exalted beyond every word and beyond silence, who became human in order to renew us by means of voluntary union with the flesh, reveal to me the path by which I may be raised up to your mysteries …”

St. Ishak menegaskan bahwa kasih Allah yang tidak terbatas baik di dalam penciptaan maupun keselamatan seluruh ciptaan-Nya dapat diperoleh melalui Inkarnasi Kristus. Kristus menyerap kodrat manusia dan mati di kayu salib untuk memperbarui kodrat manusia. Sehingga, kodrat itu dapat terbuka dan masuk ke dalam Allah. Selain itu kodrat tersebut dapat naik kepada terang dan kasih Allah seperti Kristus naik kepada Allah.

Seperti inilah proses pengilahian kodrat manusia itu. Kasih Allah yang menciptakan manusia, maka ketika manusia jatuh ke dalam dosa, hanya kasih Allah yang bisa menyembuhkan luka-luka manusia karena dosa. Inkarnasi Kristus sama artinya dengan kasih Allah yang jadi daging bukan lagi sekedar Firman, tetapi nyata dicurahkan oleh Roh Kudus ke dalam diri manusia yang percaya dan kemudian hidup menarik diri dari dunia/nafsu dosa. Sehingga kasih Allah itu bisa bekerja di dalam batinnya dan melahirkan sebuah kasih yang “luminious love” (habba sapya) untuk sesamanya jadi bukan sekedar “natural love” seperti pada manusia dan binatang pada umumnya melainkan kasih itu berubah menjadi supernatural love yang lahir dari kasih Allah yang bekerja di dalam jiwanya.

3.Theosis Allah membuka tingkap Surga

Perjalanan hidup manusia seperti naik kepada Allah. Namun ada juga istilah Ascension to Christ atau naik kepada Allah. Hal ini merupakan gambaran manusia supaya dapat naik kepada Allah. Dalam Allah yang kasih. St. Ishak memikirkan semua hal demikian karena Allah yang kasih yang menebus dunia ini dengan pengorbanan Anak-Nya. Ini merupakan kasih yang tanpa batas. Sehingga dunia ini boleh ada dan keselamatan ini boleh berlangsung karena kasih yang tanpa batas. Supaya semua bangsa dapat diselamatkan. Kasih yang tanpa batas bukan di dalam penciptaan, tetapi di dalam seluruh keselamatan penciptaan-Nya. Maka baginya seluruh ciptaan dapat menyerap dan naik kepada Allah. Kasih Allah dapat dialami oleh manusia yang dirasakan oleh manusia dalam perasaan sukacita dan penyesalan. Seperti firman Tuhan yang mengatakan bahwa takutlah kepada Dia yang membunuh jiwa bukan tubuh. Ini berarti manusia harus bertobat setiap hari dalam tangisan air mata manusia. manusia disucikan karena pertobatan manusia bukan karena perbuatan baik manusia.

Neraka merupakan kondisi keadaan manusia yang tidak bertobat, atau tidak hidup dalam penyesalan. Jika manusia melihat pemikiran Ishak, Kristus menyedot pemikiran manusia untuk naik kepada Allah. Orang-orang yang tidak diselamatkan akan tinggal di bawah tanah. Bumi yang bulat ini juga datar yang memiliki ruang yang dinamakan Sheol atau dunia orang mati, namun di atas bumi terdapat Firdaus yaitu menunggu kebangkitan manusia tubuh dari Kristus.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa dalam bukunya The Spiritual World Of Isaac The Syrian, St. Ishak yang belajar dari Theodore of Mopsuestia dan Diodore, melanjutkan ajaran ini yaitu membedakan dengan jelas kodrat ilahi dan manusia dari 1 pribadi Kristus. 2 Kodrat 1 Kristus juga diajarkan oleh  Nyssa dan Church Fathers yang lain. Dalam 2 Kodrat 1 Kristus ini berlaku:

1. Unconfused = tak terkacaukan = kedua kodrat jelas masing-masing dari satu sama lain

2. Undivided = tak terbagi = kedua kodrat tidak bisa dibagi dari satu sama lain

3. Unchanged = tak berubah = kedua kodrat tidak berubah dari keadaan masing-masing

4. Unseparated = tak terpisahkan = kedua kodrat tidak bisa dipisahkan dari satu sama lain

Untuk itu, jika kedua kodrat Kristus itu dibedakan secara jelas bagaimana dengan keselamatan yang mencapai kesempurnaan atau Theosis, pengilahian kodrat manusia supaya manusia menyatu dengan Allah digambarkan seperti besi yang sedang membara. St. Ishak tidak memakai istilah teologi Alexandrian dan tidak mengenal istilah penyatuan atau pengilahian. Namun bukan berarti dia menolak ajaran Theosis. Hanya saja menyatakannya dengan cara yang berbeda namun pengertiannya tetap sama yaitu setelah Kristus mati, bangkit, dan naik ke Surga itu berarti Dia membuka kodrat manusia supaya bisa naik ke Surga/Bapa untuk mencapai Theosis. Sama seperti Kristus yang naik kepada Bapa, maka keselamatan manusia adalah proses dinamis untuk naik kepada Allah bersama dengan seluruh ciptaan Allah. Hal ini hanya dapat dilakukan melalui Inkarnasi Kristus, supaya manusia dapat naik kepada Allah.

Referensi:

Book of Hilarion Alfeyev, The Spiritual World of Isaac The Syrian (Minnesota: Liturgical Press, 2008)

and

Pak saya sudah membaca dan mengomentari wordpress bapa sebanyak 7 kali dan melakukan 7 kali sembahyang serta membaca 5 lectionary. Terima kasih Pak Gbu

Diterbitkan oleh Elizabeth STMG

3 NO: No Reserve, No Retreat, No Regret,

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai