Nama : Elizabeth Situmorang
Tingkat : 2 (Semester 4)
Dosen : Hendi Wijaya S.s
Mata Kuliah : Dogmatika 3
Seperti pohon yang menghasilkan buah akar pohon dilambangkan sebagai iman yang harus disertai dengan perbuatan – perbuatan yang baik dan harus selalu dikerjakan.
Mendengar dan taat pada perintah Tuhan adalah kewajiban yang kita lakukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mematikan semua keinginan daging yang menyesatkan dan membuat masuk ke dalam api neraka adalah proses mematikan keinginan daging disinilah terjadinya proses terus menerus(Matius 18:6-9). Benih harus mati untuk menjadi akar yang ada didalam tanah. (Kolose 62:6-7) kita harus berakar didalam Kristus. Kristus itulah tanah yang memberikan kehidupan. Akar berfungsi untuk menyerap makanan sama seperti iman yang harus diberi makanan dengan nepsis, baca firman Tuhan, berdoa. Latihan Rohani ada 2 yaitu badani dan jiwani, latihan jiwani artinya kita memperbaharui nous kita sehingga kita memiliki pikiran Kristus. Jika mata kita bik maka tubuh kita akan terang. Anugerah dan sinergi ilahi harus diserap oleh Roh Kudus.
Jika kita mau mencari makanan itu maka kita harus pergi kepada Kristus yaitu sumber kebenaran (Yohanes 16:13). Iman dan perbuatan tidak dapat berjalan sendiri mereka harus dituntun kepada Roh Kudus, supaya mencapai kebenaran. Iman dan perbuatan itu harus bersinergi dengan roh kudus supaya dapat menyerap energy kita sehingga menghasilkan pertumbuhan rohani. Pertumbuhan rohani sama seperti pertumbuhan jasmani. Pertumbuhan rohani itu seperti bayi didalam Kristus (1Korintus 3:1-4) mereka disebut daging karena masih menunjukan irihati dan perselisihan. Jika manusia bertumbuh secara dewasa kedagingan semakin menipis sehingga manusia rohani bertumbuh (Efesus 4:15) manusia bertumbuh kearah Kristus sebab kita kan menjadi serupa dengan Dia yaitu Kristus.
Seperti pohon yang tumbuh keatas demikian halnya kita bertumbuh kearah Kristus. Kedagingan kita semakin habis tapi manusia rohaninya semakin bertumbuh, sehingga rasul Paulus mengatakan Kristus semakin besar dan aku semakin kecil (Yohanes 3:30). Pohon tumbuh untuk menghasilkan buah. Jika kita memegang diri kita untuk menjadi orang yang sombong dan iri hati maka pohon yang dihasilkan bukan pohon Kristus melainkan Pohon “aku (manusia)”. Ketika pohon telah menghasilkan buah inilah yang menjadi pertanggungjawaban iman kita kepada Tuhan yang akan menghakimi kita kelak. Suatu saat pohon yang tumbuh itu menjadi pohon yang kekal.
Sebuah Pohon diibaratkan seperti janin, semua perbuatan yang kita buahi itulah hasil atau dampak kita bagi orang lain. Kita harus tetap menjaga pelita kita tetap menyala. Sehingga manusia itu menghasilkan buah yaitu kuat teguh dan pemimpin yaitu terang kepada banyak orang untuk memberitakan Injil. Tetapi pohon ini harus bertumbuh dan berbuah.





