“Spiritual Tree”

Nama : Elizabeth Situmorang

Tingkat : 2 (Semester 4)

Dosen : Hendi Wijaya S.s

Mata Kuliah : Dogmatika 3

Seperti pohon yang menghasilkan buah akar pohon dilambangkan sebagai iman yang harus disertai dengan perbuatan – perbuatan yang baik dan harus selalu dikerjakan.

Mendengar dan taat pada perintah Tuhan adalah kewajiban yang  kita lakukan untuk menjadi pribadi yang lebih  baik. Mematikan  semua keinginan daging yang menyesatkan dan membuat masuk ke dalam api neraka adalah proses mematikan keinginan daging disinilah terjadinya proses terus menerus(Matius 18:6-9). Benih harus mati untuk menjadi akar yang ada didalam tanah. (Kolose 62:6-7) kita harus berakar didalam Kristus. Kristus itulah tanah yang memberikan kehidupan. Akar berfungsi untuk menyerap makanan sama seperti iman yang harus diberi makanan dengan nepsis, baca firman Tuhan, berdoa. Latihan Rohani ada 2 yaitu  badani dan jiwani, latihan jiwani artinya kita memperbaharui nous kita sehingga kita memiliki pikiran Kristus. Jika mata kita bik maka tubuh kita akan terang. Anugerah dan sinergi ilahi harus diserap oleh Roh Kudus.

Jika kita mau mencari makanan itu maka kita harus pergi kepada Kristus yaitu sumber kebenaran (Yohanes 16:13). Iman dan perbuatan tidak dapat berjalan sendiri mereka harus dituntun kepada Roh Kudus, supaya mencapai kebenaran. Iman dan perbuatan itu harus bersinergi dengan roh kudus supaya dapat menyerap energy kita sehingga menghasilkan pertumbuhan rohani. Pertumbuhan rohani sama seperti pertumbuhan jasmani. Pertumbuhan rohani itu seperti bayi didalam Kristus (1Korintus 3:1-4) mereka disebut daging karena masih menunjukan irihati dan perselisihan. Jika manusia bertumbuh secara dewasa kedagingan semakin menipis sehingga manusia rohani bertumbuh (Efesus 4:15) manusia bertumbuh kearah Kristus sebab kita kan menjadi serupa dengan Dia yaitu Kristus.

Seperti pohon yang tumbuh keatas demikian halnya kita bertumbuh kearah Kristus. Kedagingan kita semakin habis tapi manusia rohaninya semakin bertumbuh, sehingga rasul Paulus mengatakan Kristus semakin besar dan aku semakin kecil (Yohanes 3:30). Pohon tumbuh untuk menghasilkan buah. Jika kita memegang diri kita untuk menjadi orang yang sombong dan iri hati maka pohon yang dihasilkan bukan pohon Kristus melainkan Pohon “aku (manusia)”. Ketika pohon telah menghasilkan buah inilah yang menjadi pertanggungjawaban iman kita kepada Tuhan yang akan menghakimi kita kelak. Suatu saat pohon yang tumbuh itu menjadi pohon yang kekal.

Sebuah Pohon diibaratkan seperti janin, semua perbuatan yang kita buahi itulah hasil atau dampak kita bagi orang lain. Kita harus tetap menjaga pelita kita tetap menyala.  Sehingga manusia itu menghasilkan buah yaitu kuat teguh dan pemimpin yaitu terang kepada banyak orang untuk memberitakan Injil. Tetapi pohon ini harus bertumbuh dan berbuah.

Kerendahan hati seorang Hakim kepada Janda (Lukas 18:1-4)

Nama : Elizabeth Situmorang

Tingkat : 2 (Semester 4)

Dosen : Hendi Wijaya S.s

Mata Kuliah : Studi PB

Point-point syntac

  1. Yesus mengajar para muridnya dengan sebuah perumpamaan.
  2. Perumpamaan tentang manusia harus selalu berdoa dan tidak kehilangan hati.
  3. Narasi perumpamaan yaitu ada seorang hakim di sebuah kota yang tidak takut kepada Allah dan tidak menghormati seorang pun.
  4. Ada seorang janda dikota itu yang datang kepada hakim itu dan  berkata meminta keadilan terhadap musuhnya.
  5. Tapi hakim itu menolak permintaan janda itu selama beberapa waktu.
  6. Namun setelah itu hakim berkata pada dirinya sendiri yaitu walaupun aku tidak takut kepada Allah dan tidak  menghormati sesama tetapi karena janda ini menyusahkan aku maka aku akan memberikan dia keadilan supaya dia jangan terus datang kepadaku dan menyusahkan aku.
  7. Kata Tuhan bahwa dengarlah apa yang dikatakan oleh hukum yang tidak adil itu?
  8. Dan tidakkah Allah akan memberikan keadilan kepada orang-orang pilihan-Nya yang berseru kepada Allah siang dan malam dan tidakkah Allah bersabar terhadap mereka ?
  9. Yesus berkata kepada mereka bahwa Allah akan cepat memberikan keadilan kkepada mereka. Tetapi ketika anak manusia datang akankah Dia mendapati iman di bumi?

Point-point Semantis

  1. Perumpamaan Tuhan Yesus ini mengajarkan tentang manusia harus selalu berdoa dan tidak kehilangan hati (1&2)
  2. Ajaran dipoin 1 dijelaskan dalam sebuah cerita yang dapat dimengerti sebagai berikut:
  3. Seorang janda yang memohon dan terus memohon namun tidak kehilangan hati atau putus asa terhadap permohonan dia.
  4. Hakim ini adalah hakim yang tidak adil atau jahat namun dia memenuhi permohonan janda itu
  5. Akhirnya janda itu mendapat keadilan permohonan dia terpenuhi.
  6. Ajaran di point satu dijelaskan dalam penjelasan perumpamaan yang dapat kita mengerti sebagai berikut:
  7. Walaupun hakim itu jahat namun permohonan janda itu dikabulkan (poin 6 & 7)
  8. Apalagi Allah yang maha baik pasti memberikan keadilan pada mereka yang selalu berdoa / berseru kepada-Nya senantiasa. (Poin 7 & 8)
  9. Dan pasti Allah pasti sabar mendengar permohonan mereka.
  10. Dan Allah dengan cepat menjawab permohonan mereka.
  11. Namun hakim yang adil itu datang untuk menghakimi semua manusia pada hari penghakiman apakah hakim itu akan mendapati orang-orang yang seperti janda.

Belas Kasihan Sang Hakim

Nama : Elizabeth Situmorang

Tingkat : 2 (Semester 4)

Mata Kuliah : Dogmatika 3

Dosen : Hendi S.s

(Lukas 18:1-4)

Point-point syntac

  1. Yesus mengajar para muridnya dengan sebuah perumpamaan.
  2. Perumpamaan tentang manusia harus selalu berdoa dan tidak kehilangan hati.
  3. Narasi perumpamaan yaitu ada seorang hakim di sebuah kota yang tidak takut kepada Allah dan tidak menghormati seorang pun.
  4. Ada seorang janda dikota itu yang datang kepada hakim itu dan  berkata meminta keadilan terhadap musuhnya.
  5. Tapi hakim itu menolak permintaan janda itu selama beberapa waktu.
  6. Namun setelah itu hakim berkata pada dirinya sendiri yaitu walaupun aku tidak takut kepada Allah dan tidak  menghormati sesama tetapi karena janda ini menyusahkan aku maka aku akan memberikan dia keadilan supaya dia jangan terus datang kepadaku dan menyusahkan aku.
  7. Kata Tuhan bahwa dengarlah apa yang dikatakan oleh hukum yang tidak adil itu?
  8. Dan tidakkah Allah akan memberikan keadilan kepada orang-orang pilihan-Nya yang berseru kepada Allah siang dan malam dan tidakkah Allah bersabar terhadap mereka ?
  9. Yesus berkata kepada mereka bahwa Allah akan cepat memberikan keadilan kkepada mereka. Tetapi ketika anak manusia datang akankah Dia mendapati iman di bumi?

Point-point Semantis

  1. Perumpamaan Tuhan Yesus ini mengajarkan tentang manusia harus selalu berdoa dan tidak kehilangan hati (1&2)
  2. Ajaran dipoin 1 dijelaskan dalam sebuah cerita yang dapat dimengerti sebagai berikut:
  3. Seorang janda yang memohon dan terus memohon namun tidak kehilangan hati atau putus asa terhadap permohonan dia.
  4. Hakim ini adalah hakim yang tidak adil atau jahat namun dia memenuhi permohonan janda itu
  5. Akhirnya janda itu mendapat keadilan permohonan dia terpenuhi.
  6. Ajaran di point satu dijelaskan dalam penjelasan perumpamaan yang dapat kita mengerti sebagai berikut:
  7. Walaupun hakim itu jahat namun permohonan janda itu dikabulkan (poin 6 & 7)
  8. Apalagi Allah yang maha baik pasti memberikan keadilan pada mereka yang selalu berdoa atau berseru kepada-Nya senantiasa. (Poin 7 & 8)
  9. Dan pasti Allah pasti sabar mendengar permohonan mereka.
  10. Dan Allah dengan cepat menjawab permohonan mereka.
  11. Namun hakim yang adil itu datang untuk menghakimi semua manusia pada hari penghakiman apakah hakim itu akan mendapati orang-orang yang seperti janda.

Keselamatan Zakheus (Lukas 19:1-10)

Nama : Elizabeth Situmorang

Tingkat : 2 Semester (4)

Mata Kuliah: Studi PB

Dosen : Hendi S.s

Mari kita lihat terlebih dahulu Teks Yunani Tejemahan (syntact form) atau knowledge lalu membuat point-point syntact. Kemudian membuat konsep teologis lalu semantic content (analisis) dan meringkas atau sintesis untuk menjadi sebuah injil yang ditangkap oleh hati lalu ke tahap obedience atau dikerjakan dalam bentuk ketaatan.

Data-data yang diperoleh yaitu:

  1. Yesus masuk ke kota Yerikho
  2. Dikota itu ada seorang yang bernama Zakheus
  3. Kota Yerikho kota yang besar tapi focus pada zakheus seorang kepala pemungut cukai.
  4. Tuhan Yesus memanggil Zakheus untuk turun dari atas pohon
  5. Yesus sengaja melintasi kota Yerikho untuk menemui Zakheus
  6. Zakheus menerima Yesus dengan sukacita artinya anugerah itu diterima dengan sukacita
  7. Orang-orang tidak mengerti tentang kedatangan Tuhan Yesus di kota Yerikho.
  8. Zakheus akan menyumbangkan setengah hartanya dan akan mengembalikan 4 kali lipat. Ini menjelaskan pertobatan seorang Zakheus.
  9. Yesus menyatakan keselamatannya pada seisi rumah yang artinya Keselamatan itu diicari oleh anak manusia yaitu Yesus Kristus.

Pemahaman

  1. Yesus Kristus datang dan mencari dalam bentuk anugerah

Ide utama :

  1. Keselamatan Zakheus

Ide pendukung :

  1. Kristus datang mengunjungi Zakheus.
  2. Zakheus membuka pintu hatinya (meresponi) dengan sukacita
  3. Zakheus mengalami pertobatan dari keserakahan akan uang.
  4. Seisi rumah dan Zakheus diselamatkan atau ditemukan kembali.

Anak manusia datang mencari anak manusia yang hilang, keselamatan itu ditemukan kembali oleh Kristus. Anugerah itu seperti tamu yang mengetuk pintu (Wahyu 3:20). Ketika Yesus diutus didunia Dia bukan menjadi hakim tetapi menjadi Penyelamat atau Juruselamat Yoh. 3:17. Jika seandainya Zakheus tidak membuka pintu hatinya dan tidak meresponi, maka ia masih tinggal dalam perbuatan kejahatan. Orang yang tidak berbalik mengikuti Tuhan maka ia menolak anugerah itu dan membenci terang itu. Orang yang membuat kejahatan selalu menjauhkan diri dari terang dan semakin takut dengan terang itu karena takut kejahatannya tampak melalui terang itu. Satu-satunya cara adalah datang pada terang itu.

Synergi antara Anugerah Allah dengan Manusia (Efesus 2:8)

Nama: Elizabeth Situmorang

Tingkat :2 (Semester 4)

Mata Kuliah : Studi PB

Dosen : Hendi

Tugas : Ke-3

Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sehingga Allah sendirilah yang harus menjadi tangga manusia untuk menyelamatkan kita tapi tidak otomatis jika tidak meresponi kasih Allah itu. Kita diselamatkan oleh Anugerah melalui iman itulah arti keselamatan (Efesus 2:8). Iman adalah sinergi Free Will (Kehendak Bebas) dan Grace (Anugerah) Allah. Roma 10:14 “Bagaimana orang mendengar dia jika tidak ada orang yang memberitakan”. Ketika orang itu mendengar Injil, ada anugerah yang masuk. Anugerah itu dalam karya Roh Kudus yang membuat manusia bisa percaya. Anugerah memimpin kehendak bebas, anugerah dan kehendak bebas harus bekerjasama untuk membuat seseorang percaya pada Injil. Iman itu turun jika kehendak bebas bersinergi dengan anugerah.

Kita bisa beriman melalui pemberian Allah yaitu Anugerah dan kehendak bebas. Orang bisa percaya dan diselamatkan melalui Anugerah. Bapa Gereja Paulus mengatakan jika dirimu percaya ada unsur pilihan dan kehendak bebas. Didalam iman itu sendiri yang memutuskan free will itu lemah, tanpa kerjasama kita maka anugerah Allah itu akan sia-sia. Jadi keselamatan kita hasil dari inisiatif Allah yaitu iman dan Anugerah Allah. apa yang dikerjakan Allah itu penting dan respon manusia itu juga penting dan itu semua pemberian Allah. kita bisa percaya pada Yesus adalah Anugerah Allah. keselamatan itu dari kita dan dari Allah dan butuh kehendak bebas daru manusia. Jika Tuhan memberikan Anugerah dan Iman tapi harus diresponi atau dikerjakan (work out Salvation) iman adalah percaya ditambah perbuatan-perbuatan.

(1 Korintus 15:10) Anugerah diberikan kepada Paulus lalu dia kerjakan melalui penyertaan Anugerah. (Yohanes 15:5) pokok, ditambah ranting, sama dengan buah. Sinerginya tinggal didalam Kristus ditambah Kristus didalam aku atau manusia. Buah Roh dihasilkan dari karya Roh Kudus ditambah karya manusia yaitu iman dan perbuatan-perbuatan. Anak – anak Allah yang ilahi lahir dari Allah yang ilahi sehingga kita menjadi manusia rohani 1 Yohanes 3:2. Sinergi akan mendatangkan manusia ilahi yaitu manusia baru serupa dengan Kristus yang memilki ciri – ciri kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, dan penguasaan diri dengan pertobatan kasih Bapa yang tanpa batas (Matius 6:14-21).

Sebab Allah telah mengampuni kita maka kita juga harus mengampuni orang lain atau sesama kita, kita belajar sama seperti Allah. Tetapi jika kita tidak mengampuni sesama maka Allah tidak akan mengampuni kita. Tanpa ada pengampunan kita tidak mungkin hidup baru. Efesus 4:32 pengampunan dengan sesama menunjukkan kita mau menjadi seperti apa inti dari pengampunan kasih itu. Kolose 3:13 ketika kita mengampuni sesama kita harus memiliki kesabaran rohani. Ini adalah perjalanan rohani kita untuk menjadi serupa dengan Kristus.

“Buah Roh”

Nama :Elizabeth Situmorang

Tingkat : 2 (Semester 4)

Mata Kuliah : Studi PB

Tugas : Ke-4

  1. Buah Roh
  2. Ranting
  3. Pohon
  4. Akar Roh
  5. Benih  
  6. Lahir dari Allah

Anugerah Allah harus direspon dengan Iman, kemudian munculah inisiatif Allah atau Divine Initiative yaitu proses lahir dari Roh dan Air. Iman berasal dari Free Will (Kehendak bebas) dan Grace (Anugerah) lalu lahirlah benih Ilahi harus bersinergi (1Yoh.3:9). Yohanes 12:24 berbicara biji itu harus mati supaya menjadi akar dan menghasilkan buah artinya, Yesus  harus mati supaya banyak buah, kita juga pengikut Tuhan harus mati artinya benih ilahi harus transfomasi lagi dengan proses kematian. Proses kematian itu disebut dengan mematikan keinginan daging. Itulah yang harus dialami manusia yaitu pertobatan yaitu penyaliban proses mematikan keinginan daging (Metanoia). Jika benih tidak dapat berbuah maka akan dibuang dan dibakar kedalam api (Yohanes 15:3-6).

Kita harus berbuah dan bertumbuh didalam Roh (Kolose 2:6-7). Jika kita diluar Kristus maka tidak ada proses pertumbuhan Iman. Didalam tanah akar menyerap makanan supaya dapat bertumbuh dan berbuah. Iman dan perbuatan juga akan mengalami pertumbuhan dan berbuah. Dalam memasuki bulan paskah berbagai persiapan yang dilakukan oleh Bapa-Bapa Gereja dengan memuat tema sebagai berikut:

  1. Minggu orang Farisi dan Pemungut Cukai (Lukas 18:10-14)

 yaitu pemungut cukai dengan rendah hati dia melihat dirinya berdosa dan membutuhkan pertobatan yaitu belas kasihan Allah sedangkan orang Farisi sombong dan merasa benar serta tidak membutuhkan pertobatan artinya kita melihat diri kita berdosa sehingga membutuhkan pertobatan.

2. Minggu anak yang hilang (kembali kepada Allah)

(Lukas 15:11-32)

 Ada tiga tokoh yaitu anak bungsu, sulung dan ayahnya. Artinya kita butuh kasih Allah karena Allah telah mengampuni kesalahan kita. Kasih Bapa itu tidak melihat besar dosa itu tetapi melihat jiwa dan pribadi yang hidup kembali. Seperti anak hilang yang harus kembali kepada bapanya demikian kita juga harus kembali kepada Bapa sebab, ada Bapa yang menunggu dirumah jika kita butuh pertobatan harus kembali kepada Bapa sebab begitu kita kembali Bapa bersukacita, hidup didapat kembali berarti minggu kedua mengajarkan kasih Allah yang menampung pertobatan kita asalkan kita kembali.

3. Minggu penghakiman akhir (Matius 25:31-46)

Neraka akan ada saat penghakiman terakhir yang disediakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Ada justifikasinya atau penyebab yang menyebabkan manusia itu dipisahkan. Pemisahan harus ada dasarnya yaitu ketaatan menentukan jadi kambing atau singa. Kapan kita melihat seorang raja menderita? Pada saat kita melihat orang yang paling hina atau menderita. Dasar penilaian Allah yaitu Kasih. Kasih unconditional atau kasih tanpa syarat. Penghakiman terakhir berbicara buah kasih itu menentukan kamu jadi bangsa kambing atau domba dan yang menentukan kamu masuk surga atau neraka. Kasih adalah buah roh dan bukti iman dari iman tambah perbuatan. Kasih adalah dasar penghakiman.

Kasih yang dituntut Yakobus itu tidak ada pembedaan, (Yakobus 2:1-10) buah roh kita adalah mengasihi sesama dalam konteks kita juga mengasihi Allah. Tetapi jika memandang muka maka manusia berbuat dosa atau pelanggaran. Kenapa bangsa kambing masuk kedalam api neraka yang kekal sebab melakukan pelanggaran. Walaupun manusia mengasihi tetapi memandang muka manusia itu melakukan pelanggaran. Penghakiman itu tidak memikirkan belas kasihan. Sekarang belas kasihan masih ada tapi ketika sudah memasuki masa penghakiman maka tidak ada lagi belas kasihan. Kasih yang mewarisi kerajaan surga adalah kasih yang tidak memandang muka.

Outline Konsep Markus 12:29-30

Nama : Elizabeth Situmorang

Tingkat : 2 (Semester 4)

mata Kuliah : Yunani 2

Tugas : Pertama

Fokus pada teks itu sendiri

Syntactic Form =Knowledge (data)

Terjemahan Literal =Knowledge

Dijawab Yesus bahwa hal pertama adalah dengarlah  hai orang Israel,Tuhan Allah kita, Tuhan adalah Esa, dan kasihilah Tuhan Allahmu, dari segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap kekuatanmu. Perintah kedua adalah kasihilah sesamamu disekitarmu seperti dirimu snediri tidak ada perintah lain yang lebih utama dari pada kedua perintah ini.

  1. Yesus menjawab
  2. Perintah pertama adalah
    1. Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan adalah Esa.
    1. Kasihilah Tuhan Allahmu dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu dan kekuatanmu.
  3. Perintah kedua adalah kasihilah orang-orang disekitarmu
  4. Dua perintah diatas adalah yang utama

Point-point Semantis = Comprehensif

  1. Yesus sendiri yang memberi jawaban apa itu perintah pertama. Perintah ini adalah kebenaran.
  2. Perintah pertama yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum mengerjakan perintah-perintah lain.
  3. Yesus memerintahkan bangsa Israel untuk mengerti dan memahami.
  4. Setelah mengerti dan mengenal Allah itu Esa dilanjutkan dengan perintah mengasihi Allah yang Esa itu dari segenap hati, jiwa, piikiran, dan kekuatan bangsa Israel.
  5. Mengenal dan mengasihi Allah adalah satu kesatuan yang utuh.
  6. Kata “Tuhan” dan “Allah” itu menujuk pada identitas yang sama yaitu Allah Bapa dalam perkembangannya kata “Tuhan” menunjuk pada Yesus Kistus sehingga mengenal dan mengasihi Kristus sama artinya mengenal dan mengasihi Allah Bapa, atau mengenal dan mengasihi Allah Bapa sama dengan mengenal dan mengasihi Kristus.
  7. Tidak mengenal Kristus berarti tidak mengenal Allah.
  8. Mengasihi Allah itu harus bersumber dari dalam batin manusia yaitu hati, jiwa, dan pikiran manusia yang terpancar keluar dalam wujud kekuatan atau energi atau daya manusia yang kita sebut sebagai terang.
  9. Mengasihi Allah itu menghasilkan hidup yang terang sebab kasih itu berwujud terang atau energi ilahi.
  10. Hidup yang terang itu berarti hati, jiwa, pikiran mengalami terang (batin mengalami terang) terpancar keluar pada tubuh sehingga tubuh mengalami terang.
  11. Mengasihi oraang-orang disekitar harus didahului mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendiri adalah  orang paling dekat.
  12. Mengasihi diri sendiri kemudian orang lain adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan dan seimbang.
  13. Kedua perintah diatas adalah inti atau fondasi dari perintah-perintah lain.
  14. Bukti mengasihi Allah adalah kita mengasihi sesama.

Outline konsep

Ide utama : Mengenal dan mengasihi Allah

Ide pendukung :

  1. Mengenal dan mengasihi Allah adalah perintah pertama
  2. Perintah pertama menjadi dasar menegrjakan dasar megerjakan perintah   selanjutnya
  3. Mengenal Allah yang Esa
  4. Mengasihi Allah yang Esa dari segenap batin dan tubuh.

Aplikasi = Penerapan (penggunaan hasil olahan data)

  1. Kita harus terlebih dahulu mengenal atau memahami siapa Allah yang Esa itu.
  2. Setelah itu kita harus menerapkan pengenalan itu dalam wujud mengasihi Dia dengan segenap batin dan tubuh.

Semantic Content = Analisis

4 poin diatas dianalisis dengan interaksi teks-teks lain didalam Alkitab dan tulisan-tulisan Bapa-Bapa Gereja.

Ringkasan = Sintesa (menyimpulkan atau menyusun kembali)

Benih Ilahi (1 Yohanes 3:9)

Nama :Elizabeth Situmorang

Mata Kuliah : Studi PB Sinoptik

Tingkat: 2 (Semester 4)

Tugas : ke-3

Iman ditambah perbuatan sama dengan buah Roh Kudus. Buah Roh tidak bisa dilihat oleh mata jasmani karena Buah Roh adalah kasih, damai sukacita dll. Buah Roh dihasilkan oleh pohon roh, jika ada pohon maka ada akarnya. Sebelum akar berarti ada benih, sebelum benih berarti benih itu berasal dari Roh Kudus atau dari Allah.Berarti benih Roh itu berasal dari Allah itulah benih Ilahi, maka kita lahir dari Allah 1Yoh. 3:9. Iman yang dihasilkan itu tidak sederhana. Lukas 1:34-35 “Roh kudus yang akan menaungi / membuahi atasmu (maria)”.

Yesus sendiri lahir dari benih roh kudus dan benih maria, sehingga harus ada pertemuan / persatuan dua benih. Manusia dilahirkan oleh benih air dan Roh (Yohanes 3:5-6). (Roma 5:5) Roh Kudus mencurahkan Kasih Allah kepada manusia. Dilahirkan oleh roh berarti hati menjadi tempat pertemuann benih ilahi atau tempat mencurahkan kasih Allah. Kasih Allah adalah pengorbanan Anak-Nya yang Tunggal yang diserahkan kepada dunia.1 Yohanes 4:9-10 Kasih Allah adalah Allah mengutus Anak-nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita, dengan cara mengrobankan nyawa Anak-Nya.

1 Yohanes 3:16 Kasih Kristus adalah Ia meyerahkan nyawa-Nya untuk pendamaian dosa. Wujud konkret Kasih Allah adalah nyawa Kristus. Yohanes 6:54-56 ada daging dan darah Yesus itulah nyawa Yesus sama seperti manusia memiliki darah dan daging, tapi daging dan darah Kristus itu harus dimakan dan diminum, artinya kasih Allah harus masuk kedalam hati kita supaya menyatu dalam hati kita. Jika daging dan nyawa harus menyatu tidak ada cara lain kita harus makan dan daging dan darah Kristus. Benih Air disini artinya menunjukkan kita manusia harus dibaptis Roma 6:3-5.

Jika kita harus makan dan minun daging dan darah Kristus artinya kita menyatu. Penyatuan ini adalah peristiwa dalam Baptisan yaitu kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus, itulah nyawa yang diserahkan. Roma 7:4 supaya kita berbuah bagi Allah maka kita harus mati supaya menjadi milik Kristus. Lahir  baru adalah  tubuh dan jiwa kita lahir dari air dan roh, air berarti baptisan dimana kita dikawinkan dengan Kristus dengan peristiwa baptisan. Dikawinkan dengan Kristus artinya kita dikawinkan atau dimanunggalkan dengan kematian, penguburan, dan kebangkitan melalui sakramen baptisan.

Dan itu dikerjakan oleh Rasul Paulus Efesus 2:8 kamu diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman. Iman dan anugerah menjadi satu. Iman adalah benih manusia sedangkan anugerah itulah kasih karunia Allah. Efesus 2:1 kamu dahulu sudah mati, 1 Yohanes 4:15 siapa yang mengaku Yesus adalah anak Allah, 1 Yoh 5:1 setiap orang punya benih orang percaya, setiap orang percaya Tuhan itu esa tapi tidak semua orang punya anugerah karena etiap orang yang dilahirkan telah memiliki iman. Kamu harus percaya Yesus adalah anak Allah dan Kristus. Kenapa tidak boleh percaya pada yesus yang lain, sebab Yesus sebagai anak Allah dan Kristus inilah yang menyerahkan nyawanya sehingga Ia dapat dibangkitkan dari kematian.

Jika Yesus manusia biasa Dia bisa mati namun tidak bisa bangkit sebaliknya jika Dia Allah Dia tidak bisa mati namun dapat bangkit. Markus 16:16 siapa yang percaya akan dibaptis itu artinya kita harus percaya dulu pada Tuhan Yesus jika ingin dibaptis dan menerima benih ilahi. Perkawinan Iman dan Anugerah bersatu maka lahirlah benih Ilahi. 2 Petrus 1:16 para rasul telah melihat secara langsung. Yohanes 20:30-31 Tujuan kitab atau injil dicatat supaya manusia yang memiliki iman itu dapat percaya. Jika kita menghasilkan roh kita harus membaca firman.

Yohanes 12:23 biji gandum  dapat menghasilkan buah jika ia mati, maka ia menghasilkan akar, pohon, dan buah. Akar dan pohon tumbuh didalam tanah kalau kita sedang baca firman kita sedang merawat, menyiram dan memupuk iman. Matinya biji gandum ini sikap dari mematikan keinginan daging manusia, jika kita tidak pernah mematikan keinginan daging kita Galatia 5 :24 maka biji itu tidak pernah jadi akar. Kolose 3:5 supaya biji itu mati dan berakar, mematikan ini adalah proses pertobatan, ketika pohon itu berbuah apakah batang dan akarnya berhenti bertumbuh?

Tentu tidak, pohon dan akar itu semakin kuat, jadi pertobatan itu tidak boleh hanya sekali, tetapi setiap hari. Mematikan keinginan daging itu harus setiap hari. Iman dan perbuatan itu menghasilkan ketekunan dalam pertobatan, penguasaan diri, dan saleh. Inilah usaha kita untuk hidup kudus dalam pertobatan dan menghasilkan buah Roh yaitu perbuatan Kasih itulah hasil kerja Roh Kudus.

Kristus adalah milik Allah

Level pengetahuan (Ranah Kognitif) menurut Taksonomi Bloom

  1. Pengetahuan yaitu menulis kembali data-data yang sudah diketahui.
  2. Pemahaman yaitu mengolah data dengan bahasa sendiri.
  3. Aplikasi yaitu memproses untuk apa data itu
  4. Analisis yaitu proses untuk menganalisis data.
  5. Sintesis adalah data apa yang dihasilkan.
  6. Evaluasi menilai kembali hasil pemikiran.

Apa hubungan teori ini dengan Alkitab dan konsep yang diterapkan seperti :

  1. Christ Centered
  2. Ecclesial
  3. Obedience
  4. Personal

Langkah –langkah untuk mencari Ranah Kognitif  

  1. Teks (Lukas 2:22-24)
  2. Point-point Syntact (Pengetahuan)
  1. Orang tua Yesus membawa Dia ke Yerusalem
  2. Yesus diserahkan kepada Tuhan
  3. Kapan Yesus dibawa ke Yerusalem? Yaitu ketika pentahiran menurut hukum taurat
  1. Point-point Semantis  (Pemahaman)
  1. Yesus hidup dibawah hukum taurat itu artinya Yesus tidak melanggar hukum taurat
  2. Menurut hukum taurat Yesus harus dipersembahkan kepada Tuhan.
  3. Sejak kecil Yesus dipersembahkan kepada Tuhan yang artinya Yesus milik Allah (Tuhan)
  4. Keluarga Yesus adalah keluarga yang sederhana
  5. Orang Tua Yesus memberikan korban untuk menyucikan diri.

Hukum Taurat apakah yang Tuhan Yesus patuhi? Imamat 12:2-8 menjelaskan bahwa perempuan yang baru melahirkan anak laki-laki ia harus mentahirkan dirinya atau menyucikan dirinya dalam kondisi ini maria najis. Tuhan Yesus disunat pada hari kedelapan. Ayat ke-empat  setelah disunat 33 hari lamanya Ia harus disucikan (ditahirkan, setelah Yesus dilahirkan selama 40 hari Ia dipersembahkan kepada Allah (korban bakaran). Maria ditahirkan untuk menghapus dosa sehingga harus mempersembahkan dua ekor burung karena Tuhan Yesus dilahirkan dari keluarga yang miskin dan sederhana dengan mempersembahkan korban itulah Maria dan Yesus sudah ditahirkan.

3.  Outline Konsep

Ide Utama : Yesus dipersembahkan kepada Allah / Hari pentahiran Allah

Ide pendukung :

  1. Sesuai hukum Taurat Musa
  2. Yesus hidup sesuai hukum Taurat
  3. Yesus adalah milik-Nya Allah

Terang Allah

Nama               :Elizabeth Situmorang

Tingkat            :2 (Semester 4)

Tugas               : Pertama

Dogmatika 3

Kehidupan kita seperti sumur didalam dasar yang gelap dan itu adalah  lambang dari Dosa. Allah itu terang dan kasih. Dosa mengakibatkan manusia lepas dari terang dan kasih Allah. (Roma 3:23) semua orang telah berbuat dosa semua orang hilang terangnya Allah. Lalu bagaimana caranya supaya menjadi terang kembali? (Efesus 2:1) kamu dahulu telah mati. Manusia mati secara Roh. Harus ada usaha dari atas yaitu pertolongan Allah. allah harus memberikan tangga Ilahi supaya bisa manjat dan keluar. Tangga itulah Kristus yaitu firman yang jadi manusia (Yohanes 14:6). Jika tidak ada tangga maka kita akan mati. Setelah kita diberi tangga maka kita harus menaiki tangga tersebut. Oleh sebab itu tangga inilah Kasih Allah atau Anugerah Allah.

Ketika kamu memegang tangga itu dan manjat itulah iman dan keselamatan (Efesus 2:8). Anugerah adalah tangga itu sedangkan iman adalah tindakan menaiki tangga itu satu per satu sampai menuju kepada Allah yaitu pemilik terang dan kasih. jika iman tidak disertai perbuatan pada dasarnya mati (Yakobus 2:17). Harus ada perbuatan yaitu memanjat dan naik satu per satu. (2 Petrus 1:5-7) kebajikan ditambahkan kebajikan, pengetahuan,  penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara dan kasih akan semua orang. Kebajikan  adalah perbuatan yang baik dilakukan. Pengetahuan yaitu belajar tentang pengetahuan untuk mendapatkan keselamatan sehingga terang Allah memancar dan kita bisa menaiki tangga untuk menuju Allah serta  iman kita semakin bertumbuh.

Perlunya penguasaan diri, ketekunan, kesalehan (ibadah), Tuhan menginginkan kita hidup aktif. Supaya hidup didalam tangga kita harus hidup didalam Kristus yaitu kita harus mengalami  hidup Baru menuju pada Allah atau sama seperti Kristus (1 Yohanes 3:2) proses inilah yang disebut Theosis. (1 Yohanes 1:1-3) Rasul Yohanes mengalami tangga itu dan memegangnya, dan menaikinya, bersaksi untuk memberitakannya pada orang lain. Penting sekali untuk kita memberitakan Injil. Supaya pada akhirnya kita bersama-sama bersukacita. Persekutuan kita adalah persekutuan dengan Bapa dan Anak (Yohanes 17:3) hidup kekal itu mengenal satu-satunya Allah yang benar dan kudus. Jalan keselamatan hanya satu yaitu Tuhan Yesus Kristus (Matius 24:24) ada mesias – mesias palsu dan nabi-nabi palsu yang menyesatkan.

Kenapa hanya ada satu Tuhan? Kenapa tidak banyak cara supaya banyak orang diselamatkan?

KRISTUS SEBAGAI PENGGENAPAN HUKUM TAURAT

(Efesus 2:15) pada zaman dahulu hukum taurat tidak diperhatikan lagi sedangkan kelompok lain masih memberlakukan hukum taurat. Yesus tidak pernah menunjukan secara legalistic hukum taurat. (Matius 5:17-20) Yesus datang bukan meniadakan hukum taurat kedatangannya karena hukum taurat. Menggenapi hukum taurat artinya menjalani hukum taurat secara legalistic awalnya bayang-bayang sekarang menjadi realita. Yesuslah yang menggenapi seluruh jani-janji hukum taurat. Inti dari agama Israel ibadah-ibadah dalam bait Allah dan ibadah berhenti pada tahun 70 Masehi. Korban ibadah Israel boleh diadakan satu tempat ibadah Israel. Ulangan 40:36 tujuan kemah suci kyaitu kehaidran Allah ditengah-tengah bangsa Israel. Allah menghancurkan bait Allah supaya tabernakel yang baru yaitu Yesus akan datang.

(Maleakhi 3:1) menurut Yehezkiel dipersiapkan jalanNya Kristus mealui kemah tubuh bunda Maria. Yesus menyatakan diri-Nya. (Yohanes 1:14) Didalam manusia Yesus Kristus bertabernakel atau berkemah (shekinah/skino) didalam tubuh manusia yang diambil dari Maria menjadi bait Allah yang baru menggenapi bait lama Allah (Yohanes 2:19). Mengapa bait Allah diizinkan hancur karena Yesus sendirilah bait Allah itu. (Yohanes 1:14). Didalam tubuh Yesus para nabi yaitu Yakobus Petrus dan Yohanes melihat kemuliaan itu (Matius 17:1-2). Melihat Yesus berarti melihat kemuliaan Allah. Yesus bukan manusia biasa. Hukum taurat itu digenapi oleh Yesus Kristus.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai