Sarkic
Teks Ibrani
ה֣וֹי׀ גּ֣וֹי חֹטֵ֗א עַ֚ם כֶּ֣בֶד עָוֹ֔ן זֶ֣רַע מְרֵעִ֔ים בָּנִ֖ים מַשְׁחִיתִ֑ים עָזְב֣וּ אֶת־יְהוָ֗ה נִֽאֲצ֛וּ אֶת־קְד֥וֹשׁ יִשְׂרָאֵ֖ל נָזֹ֥רוּ אָחֽוֹר׃
Teks Septuaginta
οὐαὶ ἔθνος ἁμαρτωλόν λαὸς πλήρης ἁμαρτιῶν σπέρμα πονηρόν υἱοὶ ἄνομοι ἐγκατελίπατε τὸν κύριον καὶ παρωργίσατε τὸν ἅγιον τοῦ Ισραηλ
Terjemahan RSV
Ah, sinful nation, a people laden with iniquity, offspring of evildoers, sons who deal corruptly! They have forsaken the LORD, they have despised the Holy One of Israel, they are utterly estranged.
Terjemahan Literal
Celakalah bangsa yang berdosa, orang-orang yang penuh dengan dosa, keturunan jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia.
Syntatic Content:
- Mereka meninggalkan TUHAN,
- Menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan
- Berpaling membelakangi Dia.
Semantic Content
- Mereka meninggalkan TUHAN,
Bangsa yang berdosa adalah bangsa yang memberontak tidak taat dan tidak mengikuti aturan orang tuanya. Karena diwarisi akhirnya menjadi keturunan.akibat dari pemberontakan banyak sekali dosa. Jika bangsanya berdosa maka bangsanya juga berdosa. Akibat bangsa yang berdosa maka menghasilkan keturunan yang jahat. Keturunan Israel itu menjadi buruk. Akibatnya anak-anaknya tanpa hukum. Anak -anak dari bangsa Israel ini akan mendapat malapetaka (Yesaya 3:11) karena tidak taat akan hukum Allah. Orang yang tidak taat kepada hukum akan menjadi anak yang murtad bebal dan menyesatkan tentang Tuhan sehingga jatuh kedalam ajaran yang sesat. Mereka juga tidak peduli atau tidak memiliki belas kasihan dengan orang lain. Orang anoma itu memiliki pikiran yang jahat dan emmbinasakan orang lain dengan perkataan fitnah. Orang- orang yang murtad diliputi dengan ketakutan (Yesaya 33:14). Mengapa melahirkan anak-anak yang jahat karena sejak kandungan sudah memberontak. Apakah dari bayi sudah berdosa? (Yesaya 48:8). Untuk orang yang tidak taat ini akan ditebus oleh Kristus (Yesaya 53:12 ;lukas 22:37).
Kata ah ה֣וֹי hôy merupakan kata seru atau interjeksi keheranan dari Allah akan bangsa Israel yang berdosa dan tidak mau bertobat kepada Allah. Kata גּ֣וֹיGôy atau bangsa, merujuk kepada bangsa Israel. Dalam bentuk jamak digunakan juga untuk merujuk pada orang-orang yang tinggal di dalam dan sekitar Kanaan; ini adalah kelompok etnis, politik, teritorial tertentu, yang harus direbut oleh Israel sebagai bangsa. Kata חֹטֵ֗אBerdosa kata kerja tersebut memiliki konotasi pelanggaran hukum perdata. Istilah goy dan gôyim semakin dekat kepada arti “kafir” atau “penyembah berhala,” yang mengacu pada orang-orang non-perjanjian, non-percaya yang dianggap sebagai kelompok nasional. Penyembahan berhala menjadi pelanggaran berat yang membuat Allah murka sehingga Ia memberikan teguran-Nya melalui firman-Nya. Clement of Alexandria mengatakan Koreksi adalah teguran publik atas dosa. Tuhan menggunakannya dengan cara yang sangat penting untuk pengajaran kita karena iman yang lemah dari begitu banyak orang. Misalnya, Dia berkata melalui Yesaya, “Kamu telah meninggalkan Tuhan, kamu telah memprovokasi yang kudus Israel.” Hal ini bermakna bahwa bangsa Israel yang menjadi bangsa pilihan Allah terprovokasi oleh dosa yang telah dilakukannya sehingga Allah murka. Murka Tuhan dilukiskan sebagai murka yang menyala-nyala layaknya api yang berkobar siap membakar jerami kering dan tanaman-tanaman yang indah tidak tampak keutuhannya dikarenakan api yang menyala menghabisinya (Yesaya5:24). Kata λαὸς diartikan sebagai orang-orang yang merujuk kepada istilah teknis agama, Israel sebagai umat pilihan Tuhan. Dalam arti religius, komunitas Kristen sebagai umat Allah. Orang-orang inilah yang menjadi subjek untuk Allah murka karena dosa penyembahan berhala yang dilakukannya. Dosa yang dilakukan bangsa Israel membutuhkan penyucian atau pertobatan untuk kembali kepada Allah. Clement of Alexandria mengatakan bahwa dibutuhkan sebuah Eksoriasi bagi mereka yang berdosa. Eksoriasi adalah ekspresi ketidaksetujuan yang paling kuat. Tuhan menggunakan ekskoriasi sebagai obat ketika Dia berkata melalui Yesaya, “Ah, bangsa yang berdosa, bangsa yang penuh dosa, benih yang jahat, anak-anak yang melanggar hukum.”
Kata σπέρμα seed atau keturunan disini berarti manusia yang sudah memiliki kodrat atau natur berdosa dari manusia pertama yaitu Adam. Bangsa Israel yang telah berdosa dan melakukan kejahatan disebutkan Allah sebagai keturunan Iblis karena tidak mentaati perintah-Nya atau tidak setia kepada Allah. Allah yang awalnya sangat mengasihi bangsa Israel murka karena bangsa ini tidak berlaku setia kepada Allah. Keturunan υἱοὶ ini merupakan sebuah tipologi dari pengikut atau murid-murid Kristus. Artinya orang berosa pun akan diangkat oleh Allah untuk menjadi pengikut serta murid Kristus ketika kodrat itu dapat disucikan melalui pertobatan kepada Allah. Justin Martyr mengatakan bahwa, Orang-orang Yahudi yang memiliki tulisan para nabi tidak memahami hal ini, dan mereka juga tidak mengenali Kristus ketika Dia datang. Mereka bahkan membenci kita yang mengatakan bahwa Dia telah datang, dan, seperti yang telah dinubuatkan, menunjukkan bahwa mereka telah menyalibkan Dia. Tetapi agar hal ini menjadi jelas bagi Anda, kata-kata berikut diucapkan melalui nabi Yesaya yang disebutkan di atas atas nama Bapa: “Sapi mengenal pemiliknya dan keledai mengenal tempat tidur tuannya; tetapi Israel tidak mengenal Aku, dan umat-Ku tidak mengerti. Celakalah, bangsa yang berdosa, orang-orang yang penuh dosa, benih jahat, anak-anak durhaka, kamu telah meninggalkan Tuhan.” Anak -anak yang berlaku buruk artinya mereka tidak taat akan perintah Allah serta berbuat yang tidak tetulis dalam hukum taurat atau hukum Musa (Yesaya 30:9).
2. Mereka meninggalkan TUHAN
Mereka disini berarti bangsa Israel meninggalkan Tuhan karena lebih percaya kepada penyembahan berhala atau berhenti untuk percaya kepada Allah. Sehingga nabi Yesaya menghimbau agar bangsa Israel datang dan bertobat kepada Allah (Yesaya 31:6). Orang-orang yang meninggalkan Tuhan ἐγκατελίπατε adalah orang-orang yang tidak mentaati Allah akan menjalani kehidupan yaitu orang-orang yang membelakangi Tuhan akan dibinasakan artinya terpisah dengan hadirat Tuhan (2 Tes.1:8). Roma 2:8 mengatakan orang yang meninggalkan Tuhan adalah orang yang mencari kepentingan diri sendiri, tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kebenaran. 2 Tesalonika 2:12 orang yang tidak percaya akan dihukum.
Justin Martyr mengatakan, Ini merupakan teguran dari Tuhan sehingga Yesaya menegur bangsa Israel yang telah melakukan dosa. Ini merupakan koreksi yang ditujukan kepada bangsa yang memberontak ini. Namun bangsa ini malah berpaling maka ini suatu nubuat yang akan terjadi yaitu akan ada penyaliban Kristus. Ini suatu nubuat yang sudah dikatakan oleh Yesaya Sapi mengenal pemiliknya dan keledai mengenal tempat tidur tuannya; tetapi Israel tidak mengenal Aku, dan umat-Ku tidak mengerti. Celakalah, bangsa yang berdosa, orang-orang yang penuh dosa, benih jahat, anak-anak durhaka, kamu telah meninggalkan Tuhan.”
3.Menista Yang Maha kudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia.
Menista atau menghina artinya memancing amarah Allah dan memandang rendah Allah sebagai pencipta dan penguasa dari alam semesta dan ciptaa-Nya. Bangsa Israel dikatakan menista yang maha kudus karena mereka telah meninggalkan Allah, tidak lagi percaya bahkan membuat Allah cemburu dengan menyembah berhala yang mengakibatkan Allah murka dan berfirman dengan demikian. Rasul Paulus menjelaskan bahwa orang yang belum percaya kepada Allah belum memperoleh janji kehidupan kekal dari Allah (Efesus 2:12).
Allah yang kudus diartikan sebagai Allah yang memiliki energi untuk menguduskan orang-orang berdosa untuk dapat percaya kepada-Nya melalui pertobatan dan kehidupan askesis. Sehingga orang yang berdosa dapat dipulihkan kembali untuk dikuduskan oleh Allah. Bangsa Israel menjadi bangsa yang asing bahkan tidak diakui oleh Allah ketika mereka berdosa dan berpaling dari Allah. Παρωργίσατε berarti menista, atau memprovokasi dimaksudkan seperti orang-orang yang menyakiti hati Allah dengan menyembah kepada Allah lain (Yeremia 7:18-19). Kata נָזֹ֥רוּ Menyimpang artinya juga mengikuti segala berhala-berhala dan memperhambakannya (Yehezkiel 14:5; Galatia 4:8) Manusia selalu ditipu oleh iblis sehingga ketika manusia hendak taat kepada Allah maka iblis dengan segala tipu muslihatnya menggoda manusia untuk jatuh ke dalam dosa.