
Seperti yang Rasul Paulus katakan hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Ini bukan sekedar kata-kata tetapi kehidupan rohani yang dijalankan untuk menyucikan diri. Artinya pertumbuhan rohani kita harus mencapai Theoria. Kemudian Paulus mengatakan hidupku ibarat sebuah perlombaan yang mencapai garis akhir dalam perlombaan iman, meskipun kehidupan kelahiran jasmani ku merosot namun kehidupan rohani ku harus bertumbuh kearah Tuhan. sehingga Paulus mengakhirii pertarungan terakhir atau Gnosticos yang telah sampai di garis akhir.
Theology of Worship
The Mystical Cross
Salib bagi kita adalah kuasa ilahi yang mengubah kematian menjadi kehidupan. Artinya iblis terkecoh karena Allah telah menjebaknya dan menghukumnya. Lewat kematian Kristus, iblis dimatikan. Di balik salib ada sebatang kayu dan pohon. Baptisan artinya kita ikut dalam kematian dan memikul salib. Kemudian kita harus bertumbuh baik jiwa dan tubuh memikul salib Kristus. Salib bukan sebuah pajangan atau kutukan melainkan kuasa ilahi yang menyembuhkan kita. Inilah yang disebut dengan Salib Misteri yang terus-menerus menyucikan kita. Baptisan artinya, ikut mati dan bangkit serta memkai kodrat yang baru. Mati artinya menanggalkan kodrat lama, lalu memakai kodrat baru. Lahir baru bukan berarti masuk kembali ke dalam Rahim ibu kita tetapi masuk ke dalam Rahim Allah atau menjadi anak-anak Allah (1 Yohanes 3:9).
Benih ilahi ada ketika kita sudah lahir baru. Kelahiran baru juga di ibaratkan seperti kita menikah dengan Allah. Apa buktinya jika Kristus itu hadir didalam baptisan? Nyssa menjawab Kristus itu ilahi sehingga Ia menjanjikan kehadirannya didalam baptisan. Karena Ia adalah anak Allah jadi Ia bisa menjanjikan. Kristus yang di dalam daging yang menunjukkan mukjizatnya, sehingga Ia memiliki Natur Ilahi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Ketika kita dibaptis yaitu dicelupkan ke air selama tiga kali itu menandakan karya keselamatan dari Kristus dan Bapa. Jadi, Baptisan artinya kita berpartisipasi dalam Kristus atau Imitasi meniru kematian dan kebangkitan Kristus. Melalui daging yang diambil kemudian diilahikan oleh Kristus. Ketika Kristus telah melahirkan daging itu sehingga Kristus juga mengalami kelahiran baru. Kelahiran baru itu seperti keluar dari labirin yang menyesatkan. Didalam baptisan ada yang disebut proses kematian dan kehidupan untuk mencapai lahir baru.
Mengapa pencelupan air ketika dibaptis harus tiga kali? Sama seperti Kristus yang mati kita juga harus mati sekali untuk dosa – dosa kita. Dalam Roma 6:10 mengatakan kita mati untuk sekali bagi dosa. Kita benar-benar meniru kodrat dosa itu yang harus mati dengan air itu selama tiga kali. Tiga kali itu merupakan simbol dari tiga hari Kristus turun dalam kerajaan maut. Saat kita masuk ke dalam air sekali artinya satu hari, dua kali dua hari dan tiga kali berarti tiga hari. Tiga kali juga menandakan 3 hari Kristus tinggal di dalam kubur. Kita juga sama seperti Kristus yang harus mati atau dicelup tiga kali. Selain meniru didalam kematian kita juga dibangkitkan. Jadi kita akhirnya seperti bangkit kembali kepada kehidupan kita dengan kodrat yang sudah dimurnikan sehingga kita tinggal menjalani kehidupan pemurnian itu. Baptisan merupakan awal dari jalan kehidupan pengudusan Theosis.
Ketika kita lahir baru sama seperti bayi yang baru lahir dibersihkan dari air. Kita juga lahir baru juga menggunakan air yang bertujuan untuk membersihkan tubuh kita dan jiwa kita. Iman dan air yang memurnikan kita supaya kita dapat menjalani suatu kehidupan yang penuh dengan kelahiran sehingga kita menjadi manusia baru setelah kematian. Kita akan dibaptis kembali ketika hari akhir atau kebangkitan tubuh. Sedangkan kelahiran yang pertama atau baptisan akan membuat kita lahir baru baik dalam jiwa dan roh. Jiwa yang sudah menyatu dengan iman akhirnya menjadi sarana keselamatan kita. Maka kita harus punya hidup yang menyatu kepada Allah dengan ibadah kepada Allah. Sama seperti tubuh kita yang menerima racun maka tubuh kita akan menolak.
Hal ini di ibaratkan seperti perjamuan seperti roti dan anggur yang membuat kita menyatu dengan Allah sehingga kita dapat mempersembahkan tubuh ini. Waktu kita ikut pejamuan, artinya ikut dipulihkan oleh Kristus. Mengapa Allah menunjukkan perjamuan kudus dalam makanan dan minuman? Karena makanan dan minuman merupakan kebutuhan untuk pertumbuhan. Jika memakan roti dan anggur itu bagaimana dampak yang bekerja dalam tubuh ? Ketika kita makan tubuh dan darah Kristus itu menjadi daging buat jiwa karena Kristus telah dikandung oleh Roh Kudus yang mengubah zat-zat yang terkandung dalam jiwa. Makanan yang kita makan harus roti dan anggur yang diubah oleh Roh Kudus menjadi kuasa ilahi yang dapat menghidupkan roh dan jiwa kita (Yohanes 6:54-58). Iman menjadi dasar dari pengharapan yang dapat kita lihat. Dengan imanlah kita dapat melihat bahwa kematian Kristus menjadi jalan keselamatan sebagai manusia.
iman terdiri dari dua:
- Iman dari pendengaran yang muncul ketika baptisan melalui bantuan Roh kudus.
- Iman yang diperoleh setelah pendengaran iman yang berasal dari roh kudus
Setelah dibaptis terjadi the Economy of washing artinya hidup bukan selesai di air sungai atau kolam tempat kita dibaptis tetapi juga dibaptis oleh air yang berasal dari tubuh dan jiwa yaitu airmata pertobatan. Karena manusia itu rasional dan memiliki kehendak bebas jadi memiliki kuasa untuk menyatu dengan Allah. Kemudian dengan kehendak bebasnyalah dapat menyatu dengan Allah ataupun tidak. Kehendak bebas menentukan dapat menyatu dengan Allah atau tidak. Manusia diselamatkan berdasarkan partisipasi atau tidak. Seperti perumpamaan tentang pesta perjamuan kawin maka itu tergantung kepada kehendak bebas manusia. Setiap orang harus lahir baru dulu didalam baptisan. Ketika manusia itu lahir kedua maka sebelumnya manusia harus mempelajari kebenaran terlebih dahulu (Efesus 4:13).
Di dalam baptisan Kristus memberikan kodrat yang baru. Sehigga Dia menjadi jalan bagi manusia untuk menjadi anak-anak Allah dan memperoleh ahli waris. Hal ii diperoleh jika mau dilahirkan kembali atau second birth. Adam pertama tidak lahir dari benih orang tua tetapi adam kedua tidak lahir dari daging melainkan firman. Karena adam kedua itu spiritual atau rohani. Jadi kelahiran kedua itu adalah kelahiran spiritual atau jiwa sedangkan kelahiran pertama adalah kelahiran daging. Dalam Efesus 2:1 mengatakan inilah yang disebut kematian rohani sehingga duperlukan pencelupan ke air serta memerlukan makanan dari Roh Kudus. Setelah dibaptis tubuh kita berpartisipasi dalam pelayanan atau ibadah.
Kelahiran kedua dilahirkan melalui air dan roh atau air dan roh kudus sedangkan makanan rohani yaitu roti dari surga yaitu tubuh dan darah Kristus. makanan inilah yang cocok dari Kristus. itulah sebab nya ada kelahiran rohani yang berasal dari pencipta dan makanan rohani yang berasal dari tubuh Kristus. ketika Kristus mencuci atau membasuh kaki para mruid yang menandakan kelahiran baru atau baptisan. Jika Allah menciptakan dunia mengapa Allah tidak dapat mengubah roti dan anggur. Roti dan anggur yang kita makan merupakan karya dari Roh Kudus ketika Tuhan menciptakan alam semesta ini Ia berkata-kata dalam dunia ini. Roti dan anggur seperti di cipta dan di hidupkan oleh Roh Kudus. Roti dan anggur itu tidak mati melainkan hidup oleh karena karya Roh kudus.
Di katakan bahwa apapun yang Tuhan ciptakan melalui karya Roh kudus yang menghadirkan semua ini. Dia yang mengubah menjadi sesuatu yang hidup. Cara kerja alam semesta ini sangat luar biasa. Dengan iman itulah kita dapat memandang alam yang merupakan karya roh kudus. Tubuh telah menyatu dengan kodrat ilahi. Jadi ketika kita makan tubuh dan darh Kristus itu Allah telah diam didalam tubuh kita. Oleh karena itu Paulus mengatakan bukan lagi kamu yang hidup melainkan Kristus. Tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Melihat batu yang terbakar itu yang adalah bara menyatu dengan batu. Sama seperti roti perjamuan yang terlihat sperti roti tetapi didalamnya terdapat tubuh Kristus. tubuh dan darah Kristus yang kita makan secara fisik tetapi tubuh dan darah yang menyatu itu adalah fisik dari Kristus yang dapat memurnikan tubuh dan jiwa kita.
Tuhan mengajak kita untuk berpartisipasi dan mengajak kita untuk bersekutu dengan-Nya.Keselamatan kita adalah partisipasi dalam keilahian Kristus. Berarti kita dituntut untuk ikut kepada Bapa melalui tubuh dan darah-Nya. Ketika kita sudah masuk maka kita harus ikut ke dalam dan menyatu dengan Allah. Itulah mengapa kita harus makan tubuh dan darah Kristus. Menyembah berarti kita diajak masuk dalam permainan untuk menjadi satu dengan Allah. St. Theopany mengatakan kita berdiri dihadapan Allah. Kemudian kita berdiri juga dihadapan Allah dengan pikiran di dalam hati siang dan malam atau setiap hari. Yang pertama berdiri dihadapan Allah, yang kedua berdirinya dengan seutuh diri kita dan ketiga tanpa henti dihadapannya. Berdiri dihadapan Allah artinya kita berpartisipasi untuk menyembah Allah.
Karena Allah itu adalah Roh maka kita menyembah Dia didalam Roh. Artinya kita tidak hanya menyembah dalam kata-kata tetapi didalam simbolik sacrament. Berdiri dihadapan Allah artinya ibadah itu menjadi suatu perjumpaan diantara orang-orang. Tujuan worship itu bukan menghasilkan moral yang baik melainkan untuk perjumpaan kita dengan Allah. Seperti seorang teman yang berbicara dengan sesama, demikianlah kita berbicara dengan Allah dengan keteguhan yang maha tinggi dihadapan Allah yang adalah terang tidak terhampiri. Ini merupakan communion kita lewat pujian yang sedang berdiri dihadapan Allah. Ada dua bagaimana kita sebagai manusia yang terbatas bisa menghampiri Allah yang tidak terbatas. Yang kedua bagaimana kita bisa berpartisipasi dengan Allah yang tebatas untuk berkomuni dengan-Nya.
Ini merupakan sebuah misteri bahwa Allah yang transenden merupakan Allah yang berkomuni dengan kita. Di dalam penyembahan kita berdoa merasakan kebaikan dan keadilan Allah. Atau ada harapan dan ketakutan ketika kita berkomuni dengan Allah. Ibadah itu bukan hanya sekedar yang membutuhkan Tuhan atau kebiasaan, tetapi kita dapat menghampiri Allah yang tidak bisa dihampiri. Disatu sisi Dia juga Allah yang penuh kasih. Jadi pada saat yang bersama kita bersukacita dengan kesungguhan hati dan tidak main-main untuk menghidupi keselamatan kita. Ini merupakan sikap kita yang harus dihidupi. Rasa ketakutan yang penuh dengan pertobatan membuat kita merasakan kasih Allah dan keadilan-Nya.
Ketika kita berdiri dengan rasa kagum, kita juga menyadari say adalah orang yang berdosa atau tidak layak untuk mendekati Allah didalam penyembahan kita kepada Allah. Macarios mengatakan ada dua hal yang kita perhatikan ketika kita memuji Allah yaitu rasa takut dan kasih. Bagaimana kita berdiri dihadapan Allah dengan diri kita sesungguhnya atau disebut in mind in the heart atau pikiran didalam hati (Nous). Nous inilah yang berinteraksi dengan Allah. Tetapi nous ini harus ada didalam hati. Maksudnya hati inilah yang berbicara tentang keberadaaan diri kita. Didalam Perjanjian Lama hati disebut Kardia yang menjadi tempat dari batin atau jiwa kita. Ibadah bukan hanya sekedar kita tahu tentang Allah, tetapi bagaimana jika ibadah itu juga membersihkan hati kita kepada Allah dengan Totalitas (Roma 12:1) ibadah yang sejati artinya ibadah yang memakai nous atau yang hadir didalam hati secara keseluruhan.
Makanya didalam ibadah bukan aspek emosi saja yang ditekankan tetapi pikiran dan juga perasaan serta kehendak. Hati berbicara tentang pikiran, emosi dan kehendak. Menurut Gregory Palamas ibadah yang sejati artinya kedagingan yang juga ikut dipersembahkan. Berdiri dihadapan Allah itu siang dan malam artinya setiap saat atau tanpa henti (1 Tesalonika 5:17). Berarti pikiran dan hati tidak boleh terpecah. Crysostom mengatakan, seorang ibu yang bangun ditengah malam yang menyusui anaknya. Serta seorang imam yang menyiapkan perjamuan kudus itu semua dia sedang berdiri dihadapan Allah. Ketika kita berdoa digereja harus juga dilakukan ketika kita telah dirumah. Liturgi artinya kita berpartisipasi bersama. Hidup yang selalu berkelanjutan untuk mencari Kristus. Untuk menyembah Allah dan melihatnya berarti bersukacita didalamnya. Doa dan pujian bukan sesuatu yang kita kerjakan tetapi merupakan bagian dari kehidupan kita. Itulah sebabnya hidup kita adalah sebuah liturgi yang menyangkut tentang pribadi kita. Ingatlah Allah lebih sering ketika kita bernafas artinya kita selalau mengingat Allah. Doa merupakan kodrat kita tetapi kita adalah pendoa.
Refleksi Paraklesis Small Suplicatory Canon of Theotokos
Tone 2.
A fervent prayer, and wall most unshakable
A merciful spring And shelter of all mankind;
Fervently, we cry to you:
Theotokos, our Lady, Come to us
And from all dangers now deliver us
The only protection who speeds to us.
Doa yang berpusat kepada Kristus melalui Bunda Maria membuat Nous saya semakin aktif untuk berjaga-jaga serta mengendalikan pikiran dari si jahat. Doa yang saya panjatkan ini untuk meminta pengampunan dari Allah sambil menyesali setiap perkataan, perbuatan yang salah baik dimata Tuhan dan sesama. Terkadang saya mengingat kembali pertolongan Tuhan yang tidak terduga dan selalu ada bagi kehidupan saya. Bunda Maria mengajarkan saya untuk selalu menjadi perawan yang artinya menguduskan diri untuk meminta belas kasihan kepada Allah dengan air mata pertobatan yang menandakan penyesalan batin akan segala pikiran yang tidak taat kepada perintah Allah. sehingga kini saya semakin dikuatkan oleh anugerah Allah yag menyatakan saya berharga dimata-Nya dan dapat menjadi anak-Nya.
Source :