Akhir dari the economy of washing pada akhirnya manusia akan berpartisipasi di dalam kodrat ilahi. Dalam 2 Petrus 1:4 Maximus mengatakan, Tuhan menciptakan manusia supaya dapat mengambil kodrat ilahi dan berbagi dalam kekekalan Dia sehingga manusia akan menjadi seperti Kristus. 1 Yohanes 3:2 kita akan sama seperti Dia. Bagaimana menjadi sama seperti Dia? Yaitu melalui pengilahian oleh anugerah atau Deificattion by Grace. Bagaimana manusia dapat mengalami pengilahian oleh anugerah? Diawali dengan manusia harus mengalami kematian dan kebangkitan secara roh terlebih dahulu. Sebab tanpa kematian tidak ada kebangkitan. Kematian juga tidak akan terjadi tanpa ada kelahiran. Itulah sebabnya manusia harus dibaptis yang menandakan kelahiran baru serta ikut mati dalam Kristus. Setelah itu baru manusia dapat mengalami kebangkitan atau Deification by Grace.
Anugerah merupakan belas kasihan Allah atau energi Allah yang sudah dikerjakan oleh Kristus melalui kematian dan kebangkitan. Kemudian disalurkan oleh Roh Kudus yang menyalurkan, memberikan, dan mengilahikan kita. Oleh anugerah berarti oleh Roh Kudus melalui Anugerah Allah. Menurut Maximus Deification merupakan bukan suatu proses posisi atau suatu proses yang terus menerus. 1 Yohanes 3:2. Mengatakan karena Kristus telah datang memberikan anugerah-Nya. Jika dalam inkarnasi ada kematian dan kebangkitan menjadi sarana keselamatan lalu dicurahkan Roh Kudus pada hari Pentakosta, maka di situlah berlangsung sampai manusia menjadi sama seperti Kristus. Karya Roh kudus dan Kristuslah yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Inkarnasi artinya roh manusia menjadi baru karena ikut dalam kematian Kristus begitu juga dengan kebangkitan maka manusia juga akan ikut bangkit. Jika ada kebangkitan maka ada Deification by Grace atau pengilahian oleh anugerah. Anugerah itulah yang dikerjakan oleh Roh Kudus di dalam diri manusia.
Nyssa mengatakan ada yang Namanya transformation of Moral ini merupakan purification dari anugerah atau the economy of washing. Prinsipnya tidak ada pertumbuhan jika tidak ada kematian. Anugerah inilah yang isinya merupakan kematian dan kebangkitan Kristus yang dicurahkan oleh Roh Kudus yang akan terus mematikan nafsu daging atau hukum dosa (moral transformasi). Ketika lahir baru maka kodrat manusia telah menjadi baru sehingga harus diperbaharui oleh anugerah yang akan berjalan terus-menerus. Ketika manusia telah lahir baru bukan langsung jadi Kristus tetapi berproses untuk menjadi Kristus oleh karena anugerah. Manusia yang telah menjadi anak-anak Allah oleh anugerah dalam konteks sekarang.
Yohanes mengatakan belum nyata apa keadaan kita kelak. Kita akan menjadi sama seperti Kristus terus-menerus. Kita harus berpartisipasi dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Menjadi Kristen artinya kita berpartisipasi dalam kehidupan Kristus. saat kita lahir baru kodratnya adalah anak Allah tadi tetapi faculty-nya kapasitas pengetahuan. Sehingga jiwa kita membutuhkan Deification atau pemuliaan oleh anugerah artinya kehendak jahat itu harus dimatikan. Sama seperti Kristus yang harus mati untuk mengalahkan maut, manusia juga demikian (Galatia 5:24). Supaya manusia mengalami pertumbuhan manusia kedagingannya harus dimatikan sehingga manusia rohani itu bangkit inilah yang dinamakan menjadi dewasa dalam Kristus (The moral transformation).
Ada beberapa yang harus dirubah seperti nous, jiwa, pikiran dll. Manusia yang lahir baru maka seperti bayi yang sedang dicipta ulang sebagai manusia yang baru (recreation of soul). Jika manusia baru harus dikuduskan terus-menerus sampai mencapai Theosis dengan cara memakai anugerah dengan Roh Kudus. Kemudian dikatakan juga bahwa contoh yang dialami oleh Zakheus yang hidup dalam ketamakan ketika dia bertemu Kristus dia bertobat dan dia belajar untuk mematikan nafsu tamaknya. Contoh lainnya juga St. Pelagia seorang pelacur yang menjadi pengikut Kristus yang setia untuk mematikan nafsu jahatnya.
Baptisan artinya manusia ikut lahir, mati dan bangkit sehingga ada momen keselamatan yang harus dikerjakan setiap saat. Mengapa Tuhan ingin manusia mengerjakan hal demikian? Dia memberikan otoritas kepada manusia untuk menjadi anak-anak Allah atau mengerjakan apa yang Tuhan kerjakan. Jadi, jika manusia menerima Allah maka harus ditunjukkan dengan kehendak bebas dengan berotoritas terhadap kehendak Allah.
Nyssa mengajarkan manusia memiliki kehendak bebas atau otoritas untuk mengerjakan menjadi anak-anak Allah. Karena manusia berotoritas menjadi anak-anak Allah maka manusia bisa mengenal dan berelasi dengan Allah. Firman Tuhan mengatakan, Allah baik bagi semua orang. Hal ini merupakan akses manusia untuk berkomunikasi dengan Allah. Contoh dalam doa Puja Yesus seperti “Tuhan Yesus Anak Allah belaskasihanilah aku orang berdosa.” Ini artinya manusia memiliki akses kepada Allah sehingga memperoleh anugerah. Jika manusia memiliki kehendak bebas, maka harus dipergunakan. Sehingga manusia memang menjadi anak-anak Allah.
Nyssa mengatakan sampai kapan Deification itu dikerjakan? Sampai mencapai theosis. Untuk mencapai hal itu Nyssa mengatakan, ada satu kehidupan yang harus dijalani yang menyakitkan dan tidak mudah. Dibutuhkan keputusan dari pribadi manusia atau kemauan dan perbuatan. Kehendak, pikiran, dan perbuatan perlu bersinergi dengan Anugerah yang turut bekerja didalam Allah. Kodrat manusia baru itu memang baru tetapi fakultinya harus bersinergi dengan Allah.
Energi diperlukan untuk mengeluarkan dari keselamatan oleh Allah. Benih Allah itu merupakan pengorbanan Kristus yang mati dan bangkit. Dengan meneladani Kristus manusia itu sedang mengerjakan keselamatannya. Sepanjang kita mengerjakan keselamatan kita menjadi anak-anak Allah.
Di balik keselamatan yang dikerjakan ada pekerjaan iblis yang bekerja diantar orang-orang durhaka (Roma 7:5). Iblis memang sudah dikalahkan kuasanya namun pribadi iblis itu belum dikalahkan. Energize artinya menjadi Kristus dengan menajdi adam baru yang menguduskan diri semakin serupa dengan Kristus. Filipi 2:13 mengatakan energi Allah mengalir di dalam kehendak manusia. Saat manusia dibaptis dan dilahirkan baru maka harus memperbaharui diri secara terus-menerus. Allah menciptakan manusia supaya menjadi partispasi untuk menguduskan diri seperti Allah. Saat manusia lahir baru ibaratnya masih menjadi bayi. Bayi ini harus diberi makan agar bisa tumbuh, maka diperlukan sebuah energi dari Allah. Jadi synergi artinya perpaduan antara manusia dan energi Allah.
Allah memberikan energi didalam kehendak bebas manusia. Kehendak bebas itulah yang harus bekerjasama dengan energi Allah. Sehingga kemauan itu harus ditaklukan oleh kehendak bebas. Rasul Paulus mengatakan karena kasih Allah diturunkan kepada manusia untuk mengerjakan keselamatan (1 Kor. 15:10). Seperti telur yang harus dierami oleh induk yang hangat supaya telur itu menetas. Demikianlah juga manusia supaya bersinergi antara kehendak bebas dengan energi Allah. Tuhan memberikan kita nafsu atau amarah, serta passion hal ini dapat diarahkan menjadi dosa jika disentuh energi jahat tetapi bisa menjadi kehendak baik jika disentuh oleh energi Allah.
Makarios mengatakan kita menerima keselamatan dari anugerah Allah. Kehendak bebas harus bersinergi dengan anugerah. Oleh karena kuasa anugerah saja manusia bisa bersinergi. Kehendak bebas yang bersinergi dengan anugerah Allah maka manusia dapat mengerjakan keselamatan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.
Deificication menurut Lovsky
Purification atau Theosis dilakukan ketika manusia sudah mengerjakan kebajikan atau perbuatan baik. Istilah union dimaksudakan sebagai penyatuan tubuh tetapi untuk mencapai theosis, harus ada perubahan natur yang menjadi ilahi sehingga dapat bertransformasi. Untuk mencapai transformasi inilah yang disebut dengan sinergi atau kerjasama dengan Allah. Sehingga penyatuan itu dapat dibenarkan. Dalam tradisi gereja tidak sekedar bijaksana dengan Allah tetapi benar-benar dipraktekan dalam hidup. St. Seraphim of Sorov mengatakan tujuan orang Kristen adalah memperoleh Roh Kudus atau energi untuk mengerjakan keselamatan. Ini merupakan perbuatan baik yang akan menghasilkan perbuatan Roh Kudus.
Manusia telah lahir baru kemudian mengalami pertumbuhan yang membutuhkan energi dari Allah supaya menghasilkan karakter orang Kristen atau karakter Kristus yaitu buah-buah roh kudus yang diperoleh dari sinergi manusia dengan Allah.
Ada 6 hal Langkah praktis theosis
- Theosis ditujukkan kepada semua orang. Tujuan orang Kristen yang adalah kondisi bukan posisi. Contohnya manusia menjalani ketaatan
- Proses theosis bukan berarti membuat manusia bukan menjadi tidak berdosa tetapi sedang diproses untuk menjauhkan diri dari dosa. Seperti melakukan pertobatan yang terus-menerus dikerjakan.
- Tidak ada yang luarbiasa untuk menjalani metode yang ilahi. Datang ke gereja akui dan terima Kristus didalam gereja serta menerima sakramen
- Theosis merupakan proses sosial. Mengerjakan perbuatan kasih terhadap sesama sama seperti Allah dan tidak ada mengasihi diri sendiri.
- Kasih kepada Allah dan manusia bersifat praktis
- Berpartisipasi aktif didalam gereja dalam kehidupan liturgi dan sakramen
- Proses theosis bukan berarti membuat manusia bukan menjadi tidak berdosa tetapi sedang diproses untuk menjauhkan diri dari dosa. Seperti melakukan pertobatan yang terus-menerus dikerjakan.
Theosis dapat dikerjakan melalui perbuatan baik. Relagius mengajarkan, manusia membutuhkan kehendak bebas. Sedangkan bapa gereja lain mengatakan bahwa, iman dan anugerah sama-sama harus bekerja. Diawali dengan anugerah yang menyentuh kehendak bebas supaya dapat mengerjakan keselamatan. Anugerah Allah tidak bisa turun ke dalam jiwa manusia jika kehendak bebas tidak mengijinkan. Anugerah Allah tidak bisa turun kepada manusia jika manusia tidak dapat menerima anugerah tersebut. Hal ini menyebabkan manusia memiliki 2 kehendak yaitu kehendak manusia dan Allah.
Pelagius mengatakan bahwa manusia dapat menacapai dengan Kristus namun pandangan ini dibantah oleh Agustinus yang mengatakan bahwa, manusia harus bersinergi dengan Allah supaya mencapai rupa Kristus. John Cassian mengatakan, hubungan manusia dengan anugerah merupakan hubungan yang berelasi. St. Macarios juga mengtakan, kehendak manusia tidak bekerja jika tanpa kehendak Allah. Perbuatan baik yang dikerjakan hanya untuk memperoleh anugerah dari Allah. Kemudian manusia harus memiliki kecenderungan untuk tidak memiliki keinginan daging atau melakukan Askesis yang artinya mematikan segala nafsu duniawi. Manusia menarik diri dari dunia artinya mendekatkan diri kepada Allah. Itulah sebabnya ada istilah namanya monasticsm atau hidup membiara, hal ini merupakan satu tingkat paling tinggi dari tingkat keinginan manusia.
Emosi, pikiran dan kehendak merupakan hal yang harus disentuh oleh anugerah. Nous merupakan yang menentukan manusia kemana dia pergi. Bapa gereja mengatakan, manusia harus hidup menurut roh, maka seluruh hidupnya mencapai keserupaan dengan Kristus. Ketiga hal itu terletak didalam hati. Maka hati itu menjadi esensi dari jiwa. Tanpa roh atau nous hati itu buta karena nous itulah mata hati. Tanpa Latihan rohani maka hati itu akan lemah. Seperti fantasi tanpa aksi maka tidak akan bertahan lama.
Contemplation adalah theori yang diperoleh ketika mengerjakan keselamatan. Kita tidak hanya terbatas untuk menjadi biara tetapi punya kehendak untuk menjadi biara. St. Anthony mengatakan bahwa ada seroang dokter yang belajar medis tetapi dia juga dokter yang selaalu berkontemplasi dengan menyanyikan hymne atau Mazmur “kudus, kudus” didalam hati atau berdoa. Hal ini dilakukan untuk mencapai Diacrisis. Bagaimana kita memiliki diacrisis? Diacrisis akan datang ketika sudah mengerjakan keselamatan. St Isaac Syrian membedakan 3 penintence, purification, dan perfection.
Berikan juga aplikasi praktis yg sedang kalian kerjakan dalam proses purification ini
Aplikasi yang saya kerjakan dalam proses purification ini yaitu saya selalu memanjatkan doa Puja Yesus dalam setiap pekerjaan saya. Misalnya selama satu minggu saya memasak didapur. Saya berdoa terlebih dahulu didalam hati sebelum memasak. Begitu juga ketika saya sedang memasak, menyuci piring, menyipkan makanan. Puji Tuhan, saya dapat merasakan dampaknya, saya dapat mengendalikan emosi saya ketika ada masalah didapur atau saya menjadi fokus kepada apa yang sedang saya kerjakan.