Two Aspects of The Church

St. Isaac mengajarkan kita secara individu tentang Solitary Life. Dalam kehidupan orang Kristen kita mengalami persekutuan dengan tubuh Kristus. Gereja dapat menjadi individu atau pribadi tetapi kita yang adalah gereja juga sebagai komunal. Gereja adalah kita sendiri yang artinya kita bersekutu dengan Allah untuk memperoleh Luminous of Love. Kita ada di dalam persekutuan dengan tubuh Kristus. apa itu gereja? Gereja adalah tubuh Kristus dan itu berarti dipenuhi dengan Roh Kudus. Oleh karena itu kita dapat membakar energi Allah karena Roh Kudus. Hasilnya menjadi panas yaitu hati yang menyala karena anugerah. Kita mendapatkan anugerah untuk melakukan perbuatan baik. Apakah perbuatan baik itu semakin menguduskan kita atau tidak?

Gereja adalah tubuh Kristus dan juga merupakan proses kepenuhan dari roh. Kita adalah tubuh Kristus yang juga dipenuhi oleh Roh Kudus. Gereja bukan gedung tetapi tubuh yang selalu kita bawa untuk dipenuhi oleh Roh Kudus. Hypostasis disebut juga individu & union atau persekutuan dengan sesama. Roh kudus memenuhi artinya (dia bertugas untuk menggerakkan semua komponen) dalam diri kita. Karena gereja adalah hasil inkarnasi Kristus, gereja juga pengudusan dari Roh Kudus atau karya Roh Kudus. Jadi gereja tanpa roh kudus tidak dapat bertumbuh.

Seperti mobil yang tidak di isi dengan minyak demikian pula gereja tanpa Roh Kudus maka sulit untuk bertumbuh. Gereja bukan hanya masalah bagaimana kita hanya percaya kepada Kristus, tetapi juga bagaimana iman itu bisa bekerja. Seperti Rasul Paulus mengatakan hidup kita dibimbing oleh Roh Kudus. Ketika kita menjadi gereja dalam hidup ini, berarti tubuh kita sedang berjuang. dalam gereja terdapat gereja yang sudah mengalami kemenangan oleh orang-orang kudus seperti di biara.

Menurut Gregory dari Nyssa kekristenan merupakan imitasi dari Allah Tritunggal yakni gambar dari rupa Allah tritunggal. Jika gereja dimuliakan maka Allah itu juga dimuliakan. Gereja secara individu adalah gereja yang mencapai kekudusan atau penuh dengan kemuliaan Allah. Menurut Cyril dari Alexandria, ketika kita menjadi gereja, kita terus berpartisipasi kepada Roh Kudus yang sudah menempel dalam hati kita. Bahkan St. Ireneus juga mengatakan, karena kita adalah tubuh Kristus kita punya akses kepada Roh Kudus.

Pada akhirnya kita akan berpartisipasi dengan Kristus melalui energi Roh Kudus. Artinya kita sedang mengalami kehidupan kekal. Tetapi secara Hypostasis kita bisa tersesat. Kita bisa meninggalkan iman kita. Tetapi kita hidup dipenuhi dengan Roh Kudus yang membawa kita kepada hidup kekal. Kehidupan kekal berarti kita mengalami hidup dari Roh kudus. John Chrysostom mengatakan, orang mati itu seperti orang tidur yang nantinya akan bangun.  Roh kudus akan hadir dalam setiap hidup orang. Dia juga secara khusus yang memiliki hukum artinya mereka yang percaya kepada Kristus. Bagi orang Kristen, Roh Kudus itu hadir dan memberikan kita hikmat supaya manusia dapat berjuang untuk menjadi gereja di tengah dunia ini. Jadi waktu Roh Kudus tinggal di dalam diri kita, kita tidak dapat menolak untuk membakar diri kita untuk menjadi serupa dengan Kristus (Efesus 4:15).

Gereja merupakan pusat dari dunia ini. Semua dipanggil masuk ke dalam gereja. Manusia itu adalah kita disebut Mikrokosmos kita gabungan dari tubuh dan roh semua unsur alam ada dalam tubuh kita. Ada juga bersifat malaikat yang hanya bersifat roh. Sedangkan tubuh manusia berasal dari tubuh Allah. Semua yang diciptakan Allah ada di dalam tubuh manusia. Gereja adalah Macro Anthropos, karena terdiri dari banyaknya manusia. Dalam sejarah, berarti memimpin semua manusia untuk menjadi seperti Kristus di dalam gereja. Kita diciptakan Immortal yang berarti tidak dapat mati. Mengapa gereja itu hidup konstan karena dikerjakan secara terus-menerus. Jadi, ketika gereja mencapai kepenuhan, maka akan digantikan menjadi langit dan bumi yang baru. Maka di situlah akan tampak Kerajaan Allah.

Terpisah dari anugerah Allah berarti kita dekat dengan kebinasaan. Kita dilahirkan dari energi yang dilahirkan dari Roh kudus. Energi ini juga diberikan kepada mereka yang menjadi anggota gereja. Anugerah itu di dapatkan ketika manusia akan mati, sehingga Tuhan berikan anugerah untuk menyelamatkan hidup manusia. Kita akan mengalami 3 kelahiran yaitu dari dari orang tua kita, kedua dari roh kudus kemudian dari proses Theosis atau kebangkitan tubuh. begitu juga dengan baptisan yang terdiri dari Kelahiran roh serta kebangkitan tubuh.

Lossky mengatakan, gereja melampaui Firdaus dan kita tidak lagi menghadapi risiko dengan Allah tetapi kita sudah masuk dalam satu tubuh yang sudah memurnikan kita dari dosa. Anugerah dapat di berikan kepada manusia apabila manusia dapat merespon anugerah Allah. kehidupan sakramen merupakan kehidupan yang terus berjuang untuk memohon anugerah itu untuk mengubahkan kehidupan. Anugerah itu tidak boleh statis tetapi harus dinamis. Anugerah itu dapat mengubahkan sesuatu. Anugerah itu akan terus dinamis. Gereja isinya adalah orang-orang yang berjuang dan sadar bahwa dirinya akan binasa. Gereja adalah rumah sakit bagi orang-orang berdosa. Seperti penyakit yang menggerogoti tubuh sehingga akhirnya mati maka peran gereja sanagt dibutuhkan.

Kita harus berpartisipasi dalam tubuh dan darah Kristus. Sakramen adalah sebuah misteri dari Roh Kudus. Jadi anugerah dicurahkan melalui sakramen. Sakramen bukanlah tujuan melainkan cara untuk memperoleh Roh Kudus. Dalam sakramen atau perjamuan kudus kita menyatu dengan Kristus karena kita menyatu dengan tubuh dan darah-Nya. Dalam ekaristi kodrat menyatu dengan tubuh Kristus. Dalam ekaristi juga anggota dari tubuh Kristus digenapi. Allah seperti api yang dimiliki oleh Musa artinya, tidak membakar tubuhnya tetapi membuat jadi terang tanpa hangus. Seperti semak yang terbakar yang berbicara kepada Musa. Iman bukan sesuatu yang rasional melainkan sesuatu yang harus dilihat dari hati.

Luminous Love & Silence by St. Isaac the Syrian

Kelahiran, inkarnasi, kematian dan kebangkitan merupakan anugerah dari Allah. Kristus datang untuk membawa manusia untuk kembali kepada Bapa. Kita adalah anak yang hilang untuk menunjukkan kasihNya yang melampaui itu semua dengan pengorbanan kasih Allah (Yohanes 3:16). Kemudian Tuhan Yesus kembali ke surga untuk menyiapkan tempat atau rumah bagi manusia. Kasih kepada Allah dan manusia menjadi kasih yang mengubah manusia untuk menjadi Allah. Keselamatan itu merupakan proses penyembuhan dari manusia lama untuk dikuduskan atau  supaya mengalami pengudusan. Kenaikan kepada Bapa disurga merupakan keselamatan sejati yang kita miliki. Untuk naik kepada Allah kita butuh pengudusan. Intinya kita mengalami 3 hal. Pertama memiliki kasih Allah, belas kasihan dan anugerah. Untuk memperolehnya kita harus memiliki kasih yang dari pada Allah itu sendiri atau disebut Illuminous love.

Kita bisa mengasihi manusia dengan cara mengasihi Allah terlebih dahulu oleh karena itu beberapa manusia memilih untuk menjalani kehidupan biara atau monastic life. Mengapa harus melalui jalan monastic untuk memperolehnya? Manusia dan binatang pada dasarnya memiliki natutral love atau kasih yang tumbuh dari diri manusia sehingga bisa mengasihi sesama. Namun illuminous love merupakan kasih yang diperoleh dari Allah. Jika kita memilikinya maka kita bisa mengasihi sesama dengan cara:

  1. Menarik diri dari kehidupan duniawi
  2. Love God, dapat mengasihi Allah
  3. Love other, dapat mengasihi sesama

Kasih yang ditunjukkan oleh Kristus adalah illuminous love atau kasih yang rela berkorban (1 Yoh.3:16). St Isaac mengatakan, kita tidak hanya memiliki kasih Allah itu tetapi kita juga dapat mengasihi sesama juga. Ini merupakan kasih yang terang dan sempurna. Hanya manusia yang memiliki illuminous love  hanya manusia yang bisa meresponi kasih Allah.

Bagaimana kita mengorbankan hidup termasuk harta benda kita? Kasih yang berkorban menggenapi kasih yang Tuhan perintahkan yaitu mengasihi Tuhan dan sesama. Ini bukan hanya kasih yang natural tetapi dilakukan dengan segenap hati. Dengan illuminous love inilah kita bisa dikuduskan dengan cara mematikan, menyalibkan, dan membangkitkan manusia rohani.

  • Stillnes and Silence

Keselamatan kita tidak hanya proses penyembuhan tetapi proses kita untuk naik kepada Allah. Jadi waktu Kristus naik kesurga pintu surga telah terbuka. Hanya Kristus sebagai manusia sejati yang dapat naik kepada Allah. St. Isaac mengatakan dengan Kristus yang sudah naik kepada Allah inilah yang disebut keselamatan. St. Isaac tidak menggunakan istilah alexandrian dalam pengudusan Allah tetapi hanya istilahnya saja yang berbeda karena St. Isaac seorang yang berasal dari Syrian. Keselamatan kita itu harus naik kepada Allah.

Mengapa manusia harus menjalani stillnes and silence? Karena manusia yang mau berdoa dalam Matius 6:6 dikatakan bahwa, jika kamu berdoa, hal ini menunjukkan bahwa kehendak bebas kita aktif dan ini merupakan proses pencapaian pengudusan. Masuklah ke dalam kamarmu, artinya kita benar-benar tidak memikirkan hari itu. Tutuplah pintu untuk menjaga keheningan artinya kita menutup mata, telinga, dan mulut kita untuk fokus berdoa. Itulah mengapa St. Isaac memilih berdoa di padang gurun supaya ia dapat menutup semua panca inderanya. Lalu berdoalah, artinya kita harus mencapai ketenangan baru bisa berdoa.Kita adalah pendoa yang juga merupakan bait Allah di dalam diri kita.

Jika kita sudah mencapai semuanya maka kita bisa stillness dan akan terjadi tanpa henti. Bagaimana supaya tangan kita tidak mengacaukan jiwa kita. Jadi sebenarnya kita harus benar-benar fokus dan tidak terganggu. Kemudian kita juga harus menjaga lidah dan mulut untuk tetap diam. Outwant stillnes adalah kondisi fisik tenang serta didalam diri kita juga harus tenang. Sedangkan Inward Stillness merupakan berhenti berbicara dengan kata-kata yang tidak perlu. Jagalah lidah mu maka Allah akan mengaruniakan hati yang bertobat sehingga engkau bisa melihat jiwa mu dan hati mu. Jika kamu belum memiliki hati yang suci maka milikilah mulut yang suci.

Untuk mencapai stillnes ini baik didalam maupun diluar kita harus menjaga mulut. Jika kita bisa mencapai itu maka kita bisa mencapai stillness of mind atau yang disebut sebagai mengalami kehidupan monastic yang mencapai silence. Ada beberapa kesaksian buah dari hidup yang hening. Keuntungannya yaitu dalam Matius 6 kita dapat berdoa kemudian kita mengalami sukacita dalam hati yang tidak berhenti. Lalu kita bisa mencapai terang dalam hati kita. Keheningan ini juga membangkitkan manusia batiniah kita atau rohani kita. Maka st. Isaac itu keheningan itu merupkan pemurnian jiwa dari ini kita dapat memenangkan jiwa dan menguduskannya contohnya mengikis keinginan daging kita.

Untuk mengerjakan silence ini kita harus membebaskan diri dari kesibukan kita. Outward stillnes itu kita menjaga indera kita. Inilah yang disebut dengan monastic life. Jesus prayer merupakan cara untuk mencapai Allah jadi bukan berdoa kepada kata-katanya dapat menolong kita untuk bisa mencapai outward and inward stillness.

Jalan menuju kepada Allah disebut monastic yang tidak dapat dilihat orang. Manusia memikul salib yang tidak kelihatan artinya bagaimana manusia dapat menyatu dnegan Allah. St. Isaac mengatakan, kehidupan orang Kristen merupakan jalan yang menuju kepada Allah. Seperti Rasul Paulus yang mengatakan manusia seperti pelari yang memiliki tujuan untuk memperoleh kemenangan.

Menyatu dengan Allah akan terjadi dalam waktu selama-lamanya dengan Allah yang tidak terbatas. Jadi bagaimana kita menjalaninya dengan memiliki outward stillnes dan inward stillness. Maksudnya kita tidak boleh berhenti dari monastic life yang terjadi seumur hidup kita. Kita harus buat perjanjian dengan Allah. Jika dalam Perjanjian Lama umat perjanjian atau umat Israel merupakan umat perjanjian yang memisahkan diri dari dunia. Kristus mengatakan kita bukan berasal dari dunia dan hendak mencapai Allah. Ketika manusia datang kepada Allah maka ia mengikat perjanjian dengan Allah. Bukan memisahkan diri dari benda-benda mewah.

Dalam kehidupan biara ada semacam sumpah untuk mengambil hidup monastic. Hidup biara berarti hidup yang terpisah dari kehidupan dunia dan benar-benar terpisah dari hal-hal dunia. Jalan yang paling ideal adalah jalan monastic. Apa yang dilakukan biara dalam kehidupan monastic? Yaitu mematikan keinginan daging dan kemewahan dunia. Ini seperti memikul salib yang begitu sulit. Mereka adalah orang-orang yang terpilih dan contoh yang baik bagi orang-orang. Biara atau orang-orang yang menjalani monastic way memang harus bertampil sederhana. Mereka bukan orang-orang pelarian namun orang-orang yang menyalibkan daging dan segala keinginan. Umat awam bisa belajar dari biarawan untuk menyalibkan keinginan daging dengan cara berdoa, berpuasa, baca firman dll. Para biara itu berdoa dan berpuasa. Hal ini dilakukan untuk mendisiplinkan tubuh, nous dan hati kita.

Puasa merupakan juara dari ilmu kebajikan dengan puasa kita dapat menyalibkan banyak keinginan daging.  Jadi jika kita bisa memenangkan perut kita maka kita dapat memenangkan keinginan daging kita. Berpuasa membuat kita menjaga kekudusan dan menjadi ibu dari segala dosa. Puasa juga  melatih kita untuk sabar. Puasa merupakan guru dari keheningan. Untuk memulai kebajikan mulailah dengan berpuasa. Fasting atau berpuasa memilikitujuan untuk mendisiplinkan tubuh dan jiwa. Maka kita harus mulai mencobanya. Berpuasa haruslah berjalan dengan kehidupan rohani berarti sedang melatih tubuh yang juga melatih jiwa.

 Pertama kita harus mengatasi nafsu yang timbul dari tubuh seperti berpuasa tetapi juga tidak dariluar tetapi juga dari dalam. Intermediate State adalah sikap kita untuk menghadapi pencobaan untuk melawan keinginan daging. Jika kita tidak pernah mencoba atau berjuang dalam berpuasa kita dapat mencapai intermediate state. Sehingga kita bisa konsisten untuk menghadapi tahap selanjutnya.Tahap kedua kita dapat mencoba untuk menghadapi keinginan daging. Yang ketiga kita bisa konsisten menghadapi trials atau godaan-godaan. Kemudian pada langkah ketiga kita dapat mencapai Allah.

Apa saja tantangan yag dihadapi monastic way:

  1. Pencobaan  

Perasmos atau pencobaan (nesyona) ini merupakan tantangan yang dihadapi oleh biara. Allah pernah mencobai Abraham untuk menguji imannya dengan menyerahkan Ishak yakni anaknya. Seperti Allah menguji Abraham, Yesus, Adam dan Hawa. Sumber pencobaan bisa berasal dari tempation atau godaan yang berfungsi untuk menguji iman yang dari Allah. Kemudian ada juga yang berasal dari Iblis seperti godaan yang dihadapi oleh Adam. Ketiga yaitu godaan yang berasal dari manusia itu sendiri yang mau mencobai Allah atau kita sendiri  yang memilih untuk mencobai Allah. Terakhir yang berasal dari hawa nafsu itu sendiri atau keinginan daging.

Bagaimana kita bisa tahan dengan pencobaan ini. Berdoalah sehingga kita tidak masuk dalam pencobaan kita sendiri. Berdoalah jangan sampai  pikiranmu jatuh kedalam kesombongan dan penghujatan lalu berdoalah supaya kita tidak masuk ke dalam godaan akan panca indera yang iblis tahu kelemahan kita. St. Anthony mengatakan kita bisa menghadapi semua godaan dengan doa. Berdoala ketika kita dicobai untuk mengasihi Allah. Hal ini berfungsi untuk menyembuhkan jiwa kita. Contoh kita mengerjakan kasih kepada orang lain tetapi orang lain tidak meresponi kasih yang kita berikan maka tujuan kita harus mengasihi karena Allah bukan karena pamer atau show off.

Komentar Bapa-bapa Gereja St. Thalassios

Fourth Century

  1. The person who has broken the bonds of his intellect’s fawning friendship for the flesh has slain the body’s evil acts through the life-giving Spirit.

Orang yang bersandar kepada Allah akan berusaha untuk memutuskan ikatan keinginan daging sehingga ia akan selalu berproses untuk mengikis segala nafsu jahat melalui Roh Kudus

2. Do not think that the intellect is free from its attachment to

the flesh so long as it is still troubled by the activities that pertain to

the flesh.

Pikiran jahat harus ditaklukan dengan doa dan berjaga-jaga karena pikiran jahat bukan hanya berasal dari godaan si jahat atau iblis melainkan dapat berasal dari diri sendiri.

3. Just as the senses and sensible objects pertain to the flesh, so

the intellect and intelligible realities pertain to the soul.

Keinginan daging dapat dicegah melalui penutupan segala indera seperti penglihatan, penciuman maupun pendengaran karena dapat mengganggu fokus nous kepada Tuhan. jiwa yang murni atau suci merupakan kunci untuk memperoleh kasih karunia Allah.

Segala indera harus ditutup atau dimatikan ketika manusia akan berh

4· Withdraw your soul from the perception of sense objects, and

the intellect will find itself in God and in the realm of intelligible

realities.

Imajnasi yang diciptakan oleh pikiran melalui obejek indera yang ditangkap dapat menghasilkan nafsu atau godaan. Kemudian akan berkembang menjadi pikiran jahat yang dapat menyerang nous manusia. Oleh karena itu pikiran dan hati harus ditenangkan terlebih dahulu dari segala macam godaan supaya dapat merasionalkan alam pikiran sadar manusia.

5. Intelligible natures that can be grasped only by the intellect

belong to the realm of divinity, while the senses and sense objects

have been created for the service of the intellect.

Manusia memiliki intelek yang hanya dapat berfungsi ketika panca indera menerima hal-hal yang mengundang nafsu baik dari penglihatan maupun pendengaran. Oleh karena itu pergunakan panca indera sesuai fungsi dan kebutuhannya bukan untuk menikmati nafsu jahat melainkan memuliakan Tuhan

6. Use the senses and sense objects as a means to spiritual contemplation but, on the contrary, do not use what provokes the

desire of the flesh as food for the senses.

Praktik yang harus dilakukan untuk menggunakan intelek dengan baik yaitu untuk memuji Tuhan serta merenungkan firman-Nya siang dan malam dan bukan untuk memuaskan nafsu jahat.

7. You have been commanded to mortify the acts of the body ( cf.

Col. 3: 5), so that when the soul has been made dead to pleasure

you may bring it back to life through your ascetic labors.

Mematikan keinginan daging atau dosa membutuhkan perjuangan yang keras supaya dapat bebas dari berbagai dosa seperti percanulan, perzinahan yang sama dengan penyembahan berhala (Kolose 3:5). Dibutuhkan kehidupan Askesis untuk melatih jiwa agar selalu membuahkan perbuatan yang sesuai dengan kehendak Allah.

The Solitary Life by St. Isaac the Syrian

Deification of grace

Mengapa kita mengalami pengilahian? Ini merupakan tujuan Allah untuk menciptakan manusia menurut gambar dan rupanya supaya manusia dapat mengalami kasih Allah dan Allah ingin manuisa mengalami kasih-Nya. Manusia dicipta untuk hidup bersama Allah untuk mencapai kekudusan. Manusia memiliki sifat seperti binatang tetapi binatang tidak memiliki roh. Menjadi serupa dnegan Kristus artinya menikmati kasih Allah. Tetapi karena manusia jatuh dalam dosa maka terjadilah pututsnya kasih Allah kepada manusia. Misalnya seperti kasih Orang tua kepada anak yang apabila terputus maka hubungannya pun akan rusak dikarenakan pelanggaran.

Kasih Allah akan terus ada dan selalu dicurahkan kepada manusia. Yohanes 3:16 mengatakan bahwa kasih Allah mengutus Anak-Nya yang Tunggal. Antara kasih Allah dengan manusia terjadilah inkarnasi sehingga diberi nama Yesus Kristus. Kristus ingin menyambung hubungan manusia dengan Allah. Ketika manusia sudah terhubung kembali kepada Allah maka manusia telah memperoleh kasih Allah kembali. Oleh karena Kristuslah yang datang dan menyelamatkan manusia sehingga Roh Kudus dapat mencurahkan kasih Allah kepada manusia.

St. Isaac mengatakan kasih Anak Allah menyalurkan belas kasihan-Nya kepada manusia yang terus-menerus bekerja di dalam Kristus melalui Roh Kudus dan tidak pernah berhenti, serta Allah selalu ada begitu juga pekerjaan-Nya untuk mengasihi manusia. Iman merupakan kepercayaan manusia kepada kasih Allah didalam karya Kristus melalui pembaptisan. Sehingga manusia dapat lahir baru dan menjalani perbuatan baik. Perbuatan baik itu berasal dari iman yang diberikan lewat anugerah sehingga pada akhirnya manusia dapat menerima hidup kekal.

Kasih Allah yang masuk ke dalam diri manusia harus dikerjakan dengan perbuatan baik yang menuntun manusia kepada keselamatan.

Iman dan perbuatan baik menghasilkan kasih yang dapat menyelamatkan dan menuntun manusia kepada hidup kekal. Semua manusia merupakan anggota tubuh yang dikepalai oleh Kristus. Jika Kristus yang terus bekerja untuk memancarkan Anugerah-Nya terus-menerus demikian pula manusia. Manusia harus terus-menerus bekerja dengan anugerah yang diperoleh dari Kristus. Rasul Paulus mengatakan jika manusia hidup diluar Kristus maka tidak akan ada hasilnya atau kasih didalamnya. Bagaimana manusia dapat mengerjakan keselamatannya?

Anugerah harus dikelola terus-menerus maka akan menghasilkan kasih. Hanya kasih yang dapat menyucikan diri manusia.

The way of a Solitary

St. Isaac mengatakan, untuk menghasilkan pekerjaan itu, didalam daging ternyata manusia masih dalam rupa bayi. Manusia rohani yang masih bayi artinya manusia dagingnya masih besar. Pneumaticos Anthropos atau manusia daging itu harus di kecilkan sehingga hanya Kristus yang besar didalam diri manusia. Pada ujungnya manusia harus mengerjakan kasih atau perbuatan baik itu. Manusia dapat mengasihi manusia lain tetapi hati manusia jangan menjadikan manusia yang terutama didalam hatinya.

Askesis merupakan kehidupan keheningan untuk menjaga jarak dari dunia. Hal ini bertujuan untuk iman yang akan menghasilkan perbuatan kasih. Semua perbuatan Allah kepada manusia dilandasakan oleh kasih-Nya. Apa artinya menjauhi dunia? Manusia harus mengikuti latihan hidup rohani. Manusia harus mencapai keheningan dan bagaimana untuk menjalaninya. Mengapa harus melalui askesis? Intinya manusia harus menjauhkan diri dari kedagingan.

St. Isaac menuliskan tentang keheningan yang berbicara untuk melawan nafsu daging.

Solitary (ihidayah) memiliki arti yaitu keheningan di dalam penyatuan Allah. Ini merupakan istilah yang dipakai adam untuk menggambarkan hikmat Adam yang dimilikinya sebagai gambar dan rupa Allah. Didalam PB “the only-begoten” atau anak tunggal. Pada abad keempat kata ini memiliki arti seperti kehidupan biara yang mengalami kehidupan seperti malaikat atau bergantung pada Allah tanpa adanya godaan nafsu sehingga tidak menikah. Ihidayah istilah yang digunakan untuk menyatakan kesendirian baik Adam, Allah dan semua manusia. Kesendirian itu tidak selalu diartikan selibat tetapi ini merupakan kehidupan yang absen dari dunia.

St. Isaac mengatakan bahwa kesendirian itu merupakan pengalaman bersama Allah yang menjadikan dirinya semakin dekat dengan Allah. Bagaiamana manusia dapat mengalami kesendirian itu? Jiwa manusia harus terpisah dari dunia kemudian memimpin dan menyatu bersama dengan Allah. Kesendirian seperti Kristus yang selalu menyatu dengan Bapa yang hanya memiliki satu Anak Tunggal. Namun kesendiriannya selalu menyatu dengan Bapa. Oleh karena itu manusia harus menyingkirkan dirinya dari keluarga, teman dan sahabat. Namun tetap mengasihi manusia bukan menjadi tidak peduli kepada sesama.

Kesendirian itu artinya, menarik diri dari dunia untuk menyatu dengan Allah. Kesendirian itu dapat menyakitkan. Tanpa ada pengalaman kesendirian maka tidak ada kasih Allah.

Jika manusia ingin mengalami pertumbuhan rohani maka harus mengalami solitude atau kesendirian. St. Maximus mengatakan mengasihi Allah berarti tidak mencintai duniawi. Tetapi yang disebut memisahkan diri dari dunia itu bukan soal manusia harus hidup selibat atau menjadi pertapa tetapi soal rohani atau membebaskan diri dari hawa nafsu dan nous atau pikiran yang penuh nafsu atau memiliki nous Kristus. Inilah yang dicapai dari solitary the way.

Kasih kepada manusia tidak kompatibel kepada kasih kepada Allah.

  1. Manusia harus membebaskan diri dari naffsu dunia

Nafsu dunialah yang menghalangi hati manusia untuk dekat kepada Allah. Untuk menyingkir dari dunia bukan sebuah proses yang gampang yang dapat dimulai dari kontemplasi atau keheningan kepada Allah. Solitary menjadi jalan untuk mencapai tujuan yaitu menyingkir dari dunia. Ini merupakan proses bertahap untuk mencapai ketenangan dihadapan Allah. Ini merupakan disiplin diri untuk tenang terhadap nafsu dan Allah.

Kehidupan membiara merupakan bukti dari biara yang hidup menjadi orang suci. Ini merupakan kehidupan yang sangat sulit untuk dijalani. Lebih parah lagi mereka melakukannya di padang gurun. Jika manusia tidak mencapai tingkat itu maka musuh atau godaan itu akan terus menggoda manusia untuk terus melakukan dosa.

Menyigkir dari dunia bertujuan untuk menjumpai nafsu itu dan berusaha untuk mengalahkannya. Bagaimana mencapainnya? Manusia harus menyalibkan keinginan dagingnya yang sangat menyakitkan (Galatia 5:24). Arsenius mengatakan, lepaskanlah dirimu dari orang-orang maka kamu akan dilepaskan. Kemudian ia melihat seorang pengunjung bukannya mendekat tetapi menjauh kepadanya. Hal ini menyatakan bahwa bukan manusia yang harus dijauhi tetapi keinginan nafsu manusia yang seharusnya dijauhi. St. Isaac mengatakan, menjauh dari dunia artinya harus pasti dan mutlak artinya manusia tidak boleh terikat oleh hubungan dengan dunia. Kalimat ini teerlihat kejam tetapi inilah standar yang digunakan untuk menjadi biara.  Untuk mencapai pemenuhan seperti biara harus melupakan keluarga.

2. Mengasihi Allah dan sesama

Semakin kita membebaskan diri kita dari orang lain semakin kita dapat mengasihi mereka. Mengasihi sesama seperti mengasihi dirimu atau diri sendiri. Kita pasti suka mengasihi tetapi kasih yang ditunjukkan itulah derajat yang harus ditunjukkan kepada sesama. Jika kita melakukan solitude ini menunjukkan bahwa kita mengasihi sesama. St. Isaac mengatakan ketika kita bisa mengasihi diri sendiri maka kita akan bisa mengasihi. Jika kita mengasihi Allah dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan lebih dari dunia ketika kita sabar didalam kesendirian. Jadi, solitary life menjadi jalan untuk mengasihi diri dan sesama.

Perintah mengasihi sesama termasuk perintah mengasihi diri sendiri. Maka kita harus memisahkan diri dari manusia. Memisahkan diri dari dunia panas yang ada di dalam dirinya akan membakar kasih didalam dirinya. Bagaimana kita dapat mengasihi diri sendiri bagaimana kita bisa hidup menyucikan diri dihadapan Allah. Banyak orang yang sangat dermawan yang melakukan perbuatan baik untuk memuaskan hawa nafsu. St. Isaac tidak menolak perbuatan baik tetapi ketika kita masuk ke dunia kita harus memiliki spiritual yang sehat. Solitary mengajarkan kita untuk menyembuhkan jiwa kita terlebih dahulu baru orang lain. Kita memiliki keadaan solitary yang baik terlebih dahulu. Isaac juga mengatakan harus melakukan perbuatan yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Orang-orang Kristen tetap mengerjakan keselamatannya yang hasilnya akan menyucikan diri dan makin mengasihi dir sendiri.

Mengasihi diri bukan berarti mengasihani diri sendiri tetapi menyucikan diri terlebih dahulu untuk bisa mengasihi orang lain.  Biara harus peduli dengan manusia yang menderita. Terbekartilah orang yang penuh dengan belas kasihan karena mereka akan memperoleh belas kasih. Jika kita menarik diri dari sesama itu merupakan untuk kepentingan kasih. Kapan kita harus mengasihi sesama? Saat kita telah memperoleh kebajikan atau buah-buah roh itu untuk kita bagikan kepada sesama.

St. Thalassios Third Century

Third Century

91. Christ, Master of all, free us from all these destructive

passions and the thoughts born of them.

Kristus merupakan pusat dari segalanya. Hanya Dialahh yang dapat mengendalikan dunia termasuk juga nafsu dunia yang membelenggu manusia. Ini merupakan permohonan doa supaya dibebaskan dari nafsu jahat yang menyerang pikiran sehingga dapat melahirkan dosa.

92. For Thy sake we came into being, so that we might delight

in the paradise which Thou hast planted and in which Thou hast

placed us.

Kerajaan Surga yang telah Kristus siapkan menjadi tempat bergembira sehingga dapat merasakan hasil yang telah dicapai ketika manusia telah berjuang untuk mengikis segala perbuatan jahat dan menghasilkan kasih didalam Tuhan dan sesama. Namun didunia juga Kristus telah menjadi surga dihati setiap manusia yang percaya dan setia kepada-Nya.

93· We brought our present disgrace upon ourselves, preferring

destruction to the delights of blessedness.

Manusia cenderung lebih menggunakan kehendak bebasnya untuk memilih tidak taat kepada Allah dibanding taat kepada-Nya. Hal ini merupakan seruan bahwa manusia membutuhkan kekuatan dari Allah atau Anugerah-Nya untuk dapat bebas dari dosa namun terkadang dosa lebih nikmat dari ketaatan yang menyakitkan.

94· We have paid for this, for we have exchanged eternal life for

death.

Tetapi dibalik itu semua seorang Anak Manusia turun dari atas surga untk membayar semua kesalahan serta dosa yang menjadi kutuk bagi manusia yang berdosa. Sehingga ada harga yang harus dibayar untuk mencapai anugerah Allah yaitu dengan percaya dan ikut dalam kematian dan kebangkitan Kristus serta mengerjakan keselamatan untuk mencapai hidup kekal ganti kematian.

95. O Master, as once Thou hast looked on us, look on us now ;

as Thou becamest man, save all of us.

Berseru kepada Kristus berarti kita meminta pertolongan dari Allah yang ada didalam pribadi Kristus. Kristus yang telah berinkarnasi menjadi manusia dapat berinteraksi dan hidup seperti manusia bahkan mati sebagai manusia namun ini merupakan jalan keselamatan yang dipilih Allah untuk menyelamatkan manusia. Berseru terus-menerus sambil memohon kepada Allah supaya dapat diselamatkan merupakan latihan rohani yang harus dikerjakan sampai kembali kepada Allah.

96. For Thou earnest to save us who were lost. Do not exclude

us from the company of those who are being saved.

Allah tidak pernah memilih manusia untuk jatuh kedalam dosa. Ini merupakan keputusan manusia yang secara murni atas kehendaknya sendiri. Namun dengan kasih-Nya Kristus yang adalah Anak Allah masih mau menyelamatkan hidup manusia yang terhilang untuk kembali pulang kepada Bapa. Semua orang berhak kembali memiliki kasih Allah yang dapat ditemukan dari Pribadi Kristus.

97. Raise up our souls and save our bodies, cleansing us from all

impurity.

Allah memberikan anugerah yang disalurkan dari jiwa manusia yang dapat merubah pribadi atau daging yang telah rusak karena dosa. Sehingga tubuh yang jasmani ini dapat diselamatkan ketka hari penghakiman yang akan tiba nanti.

Eksegesis Kitab Yesaya 1:18 & Kasih

Teks Ibrani

  לְכוּ־נָ֛א וְנִוָּֽכְחָ֖ה יֹאמַ֣ר יְהוָ֑ה אִם־יִֽהְי֙וּ חֲטָאֵיכֶ֤ם כַּשָּׁנִים֙ כַּשֶּׁ֣לֶג יַלְבִּ֔ינוּ אִם־יַאְדִּ֥ימוּ כַתּוֹלָ֖ע כַּצֶּ֥מֶר יִהְיֽוּ׃

Teks Septuaginta

καὶ δεῦτε καὶ διελεγχθῶμεν λέγει κύριος καὶ ἐὰν ὦσιν αἱ ἁμαρτίαι ὑμῶν ὡς φοινικοῦν ὡς χιόνα λευκανῶ ἐὰν δὲ ὦσιν ὡς κόκκινον ὡς ἔριον λευκανῶ

Teks Rsv

“Come now, let us reason together, says the LORD: though your sins are like scarlet, they shall be as white as snow; though they are red like crimson, they shall become like wool.

Terjemahan Literal

Marilah, baiklah kita berperkara! firman TUHAN Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Syntactic content

Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju;

Semantic Content

St. Nikola mengatakan keselamatan adalah mengalami kasih Allah secara ilahi. Apakah Allah suka menghukum manusia yang jahat? Allah adalah kasih jadi Dia tidak mungkin membalas atau menghukum manusia yang menjauhkan dari kasih Allah. Kasih Allah bersifat Double, satu sisi menyelamatkan dan satu sisi menghukum mereka yang mengalami kasih Allah. St Isaac menyatakan mereka tidak terhukum karena tidak memiliki kasih ilahi. Kasih Allah juga hadir di neraka yang berfungsi untuk mengilahikan kita yang punya kasih. Jika dikaitakan dengan inkarnasi kelahiran, alasan utama Allah datang kepada manusia yaitu karena cinta ilahi yang dapat dilihat dan disadari oleh manusia. Penciptaan merupakan buah dari kasih Allah. Karena manusia diciptakan memiliki kehendak bebas maka terjadilah dosa kematian dan hukuman. Sehingga Allah harus hadir ditengah-tengah manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Inkarnasi menunjukkan kasih Allah itu tetap setia kepada manusia yang telah jatuh. Inkarnasi merupakan kepastian dari kasih Allah. St. Isaac mengatakan karya kasih Allah diwujudkan dalam pertama menciptakan, kedua menyelamatkan, ketiga kasih Allah itu menyempurnakan manusia yang merupakan tujuan Allah.

Kasih Allah bersifat energi untuk berkarya dan bekerja dalam kehidupan manusia. Kasih Allah yang bersifat kerja disebut anugerah, sedangkan bagi manusia untuk menyelamatkan disebut belas kasihan. Kasih Allah berasal dari Allah melalui Sang Putra oleh Roh Kudus yang dicurahkan kepada manusia. Belas kasih diberikan kepada manusia seperti Gomora dan Sodom (Yesaya 10:1). Tetapi jika kita membaca Yesaya 1:18 Tuhan akan merubah dosa menjadi putih seperti salju. Mereka yang menanggung siksaan di Gehena bukan karena kemarahan atau keinginan Allah karena Allah tidak memiliki amarah. Ini merupakan sebuah posisi ketiadaan kasih. Kasih Allah menciptakan manusia dari yang tidak ada menjadi ada yang ada menjadi ilahi. Yesaya 1:18 juga mengatakan bagi mereka yang meminta belas kasihan lalu diselamatkan maka jika tidak meminta maka Allah tidak akan memberi kasih-Nya.

Inkarnasi merupakan sudah recana Allah yang telah disediakan untuk mengasihi manusia. Allah menciptakan manusia yang sangat dikasihinya tidak hanya dicipta tetapi merawat dan menjaga manusia. Yohanes mengatakan bahwa Kasih Allah harus diberikan juga kepada sesama. Tindakan kasih Allah bersifat mengilahikan manusia atau menghakimi manusia. 1 Yohanes 3:16 kasih Allah yang telah diserahkan kepada manusia untuk juga diserahkan kepada sesama manusia. Kasih Allah itu ada dimana-mana bahkan juga ada di neraka. Oleh karena itu di neraka nanti akan ada penyesalan. Allah itu perkasa dan berbelas kasih Ia tidak pernah lihat seberapa besar dosa yang kita alami. Jika kamu melihat dirimu sendiri apakah kamu dapat mengasihi sesama mu? Jika kita mengasihi sesama maka kita sedang mengasihi Allah. Kasih Allah akan berproses jika memiliki pertobatan. Lukas 4:12-19 siang mengasihi malam bertobat lagi.

Vigil atau Berjaga-jaga

Jika kita bisa mencapai keheningan kita dapat mencapai vigil. Vigil merupakan berjaga-jaga dalam doa. Doa seperti raja dan vigil merupakan jenderal yang harus berjaga-jaga untuk fokus dalam berdoa. St. Theopan the Reclus artinya Bapa Theopan sang petapa. mengatakan bahwa Yang menguduskan itulah kasih Allah yang merupakan anugerah dari Allah.

Deification Of Grace

Akhir dari the economy of washing pada akhirnya manusia akan berpartisipasi di dalam kodrat ilahi. Dalam 2 Petrus 1:4 Maximus mengatakan, Tuhan menciptakan manusia supaya dapat mengambil kodrat ilahi dan berbagi dalam kekekalan Dia sehingga manusia akan menjadi seperti Kristus. 1 Yohanes 3:2 kita akan sama seperti Dia. Bagaimana menjadi sama seperti Dia? Yaitu melalui pengilahian oleh anugerah atau Deificattion by Grace. Bagaimana manusia dapat mengalami pengilahian oleh anugerah? Diawali dengan manusia harus mengalami kematian dan kebangkitan secara roh terlebih dahulu. Sebab tanpa kematian tidak ada kebangkitan. Kematian juga tidak akan terjadi tanpa ada kelahiran. Itulah sebabnya manusia harus dibaptis yang menandakan kelahiran baru serta ikut mati dalam Kristus. Setelah itu baru manusia dapat mengalami kebangkitan atau Deification by Grace.

Anugerah merupakan belas kasihan Allah atau energi Allah yang sudah dikerjakan oleh Kristus melalui kematian dan kebangkitan. Kemudian disalurkan oleh Roh Kudus yang menyalurkan, memberikan, dan mengilahikan kita. Oleh anugerah berarti oleh Roh Kudus melalui Anugerah Allah. Menurut Maximus Deification merupakan bukan suatu proses posisi atau suatu proses yang terus menerus. 1 Yohanes 3:2. Mengatakan karena Kristus telah datang memberikan anugerah-Nya. Jika dalam inkarnasi ada kematian dan kebangkitan menjadi sarana keselamatan lalu dicurahkan Roh Kudus pada hari Pentakosta, maka di situlah berlangsung sampai manusia menjadi sama seperti Kristus. Karya Roh kudus dan Kristuslah yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Inkarnasi artinya roh manusia menjadi baru karena ikut dalam kematian Kristus begitu juga dengan kebangkitan maka manusia juga akan ikut bangkit. Jika ada kebangkitan maka ada Deification by Grace atau pengilahian oleh anugerah. Anugerah itulah yang dikerjakan oleh Roh Kudus di dalam diri manusia.

Nyssa mengatakan ada yang Namanya transformation of Moral ini merupakan purification dari anugerah atau the economy of washing. Prinsipnya tidak ada pertumbuhan jika tidak ada kematian. Anugerah inilah yang isinya merupakan kematian dan kebangkitan Kristus yang dicurahkan oleh Roh Kudus yang akan terus mematikan nafsu daging atau hukum dosa (moral transformasi). Ketika lahir baru maka kodrat manusia telah menjadi baru sehingga harus diperbaharui oleh anugerah yang akan berjalan terus-menerus. Ketika manusia telah lahir baru bukan langsung jadi Kristus tetapi berproses untuk menjadi Kristus oleh karena anugerah. Manusia yang telah menjadi anak-anak Allah oleh anugerah dalam konteks sekarang.

Yohanes mengatakan belum nyata apa keadaan kita kelak. Kita akan menjadi sama seperti Kristus terus-menerus. Kita harus berpartisipasi dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Menjadi Kristen artinya kita berpartisipasi dalam kehidupan Kristus. saat kita lahir baru kodratnya adalah anak Allah tadi tetapi faculty-nya kapasitas pengetahuan. Sehingga jiwa kita membutuhkan Deification atau pemuliaan oleh anugerah artinya kehendak jahat itu harus dimatikan. Sama seperti Kristus yang harus mati untuk mengalahkan maut, manusia juga demikian (Galatia 5:24). Supaya manusia mengalami pertumbuhan manusia kedagingannya harus dimatikan sehingga manusia rohani itu bangkit inilah  yang dinamakan menjadi dewasa dalam Kristus (The moral transformation).

Ada beberapa yang harus dirubah seperti nous, jiwa, pikiran dll. Manusia yang lahir baru maka seperti bayi yang sedang dicipta ulang sebagai manusia yang baru (recreation of soul). Jika manusia baru harus dikuduskan terus-menerus sampai mencapai Theosis dengan cara memakai anugerah dengan Roh Kudus. Kemudian dikatakan juga bahwa contoh yang dialami oleh Zakheus yang hidup dalam ketamakan ketika dia bertemu Kristus dia bertobat dan dia belajar untuk mematikan nafsu tamaknya. Contoh lainnya juga St. Pelagia seorang  pelacur yang menjadi pengikut Kristus yang setia untuk mematikan nafsu jahatnya.

Baptisan artinya manusia ikut lahir, mati dan bangkit sehingga ada momen keselamatan yang harus dikerjakan setiap saat. Mengapa Tuhan ingin manusia mengerjakan hal demikian? Dia memberikan otoritas kepada manusia untuk menjadi anak-anak Allah atau mengerjakan apa yang Tuhan kerjakan. Jadi, jika manusia menerima Allah maka harus ditunjukkan dengan kehendak bebas dengan berotoritas terhadap kehendak Allah.

Nyssa mengajarkan manusia memiliki kehendak bebas atau otoritas untuk mengerjakan menjadi anak-anak Allah. Karena manusia berotoritas menjadi anak-anak Allah maka manusia bisa mengenal dan berelasi dengan Allah. Firman Tuhan mengatakan, Allah baik bagi semua orang. Hal ini merupakan akses manusia untuk berkomunikasi dengan Allah. Contoh dalam doa Puja Yesus seperti “Tuhan Yesus Anak Allah belaskasihanilah aku orang berdosa.” Ini artinya manusia memiliki akses kepada Allah sehingga memperoleh anugerah. Jika manusia memiliki kehendak bebas, maka harus dipergunakan.  Sehingga manusia memang menjadi anak-anak Allah.

Nyssa mengatakan sampai kapan Deification itu dikerjakan? Sampai mencapai theosis. Untuk mencapai hal itu Nyssa mengatakan, ada satu kehidupan yang harus dijalani yang menyakitkan dan tidak mudah. Dibutuhkan keputusan dari pribadi manusia atau kemauan dan perbuatan.  Kehendak, pikiran, dan perbuatan perlu bersinergi dengan Anugerah yang turut bekerja didalam Allah. Kodrat manusia baru itu memang baru tetapi fakultinya harus bersinergi dengan Allah.

Energi diperlukan untuk mengeluarkan dari keselamatan oleh Allah. Benih Allah itu merupakan pengorbanan Kristus yang mati dan bangkit. Dengan meneladani Kristus manusia itu sedang mengerjakan keselamatannya. Sepanjang kita mengerjakan keselamatan kita menjadi anak-anak Allah.

Di balik keselamatan yang dikerjakan ada pekerjaan iblis yang bekerja diantar orang-orang durhaka (Roma 7:5). Iblis memang sudah dikalahkan kuasanya namun pribadi iblis itu belum dikalahkan. Energize artinya menjadi Kristus dengan menajdi adam baru yang menguduskan diri semakin serupa dengan Kristus. Filipi 2:13 mengatakan energi Allah mengalir di dalam kehendak manusia. Saat manusia dibaptis dan dilahirkan baru maka harus memperbaharui diri secara terus-menerus. Allah menciptakan manusia supaya menjadi partispasi untuk menguduskan diri seperti Allah. Saat manusia lahir baru ibaratnya masih menjadi bayi. Bayi ini harus diberi makan agar bisa tumbuh, maka diperlukan sebuah energi dari Allah. Jadi synergi artinya perpaduan antara manusia dan energi Allah.

Allah memberikan energi didalam kehendak bebas manusia. Kehendak bebas itulah yang harus bekerjasama dengan energi Allah. Sehingga kemauan itu harus ditaklukan oleh kehendak bebas. Rasul Paulus mengatakan karena kasih Allah diturunkan kepada manusia untuk mengerjakan keselamatan (1 Kor. 15:10). Seperti telur yang harus dierami oleh induk yang hangat supaya telur itu menetas. Demikianlah juga manusia supaya bersinergi antara kehendak bebas dengan energi Allah. Tuhan memberikan kita nafsu atau amarah, serta passion hal ini dapat diarahkan menjadi dosa jika disentuh energi jahat tetapi bisa menjadi kehendak baik jika disentuh oleh energi Allah.

Makarios mengatakan kita menerima keselamatan dari anugerah Allah. Kehendak bebas harus bersinergi dengan anugerah. Oleh karena kuasa anugerah saja manusia bisa bersinergi. Kehendak bebas yang bersinergi dengan anugerah Allah maka manusia dapat mengerjakan keselamatan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

Deificication menurut Lovsky

Purification atau Theosis dilakukan ketika manusia sudah mengerjakan kebajikan atau perbuatan baik. Istilah union dimaksudakan sebagai penyatuan tubuh tetapi untuk mencapai theosis, harus ada perubahan natur yang menjadi ilahi sehingga dapat bertransformasi. Untuk mencapai transformasi inilah yang disebut dengan sinergi atau kerjasama dengan Allah. Sehingga penyatuan itu dapat dibenarkan. Dalam tradisi gereja tidak sekedar bijaksana dengan Allah tetapi benar-benar dipraktekan dalam hidup. St. Seraphim of Sorov mengatakan tujuan orang Kristen adalah memperoleh Roh Kudus atau energi untuk mengerjakan keselamatan. Ini merupakan perbuatan baik yang akan menghasilkan perbuatan Roh Kudus.

Manusia telah lahir baru kemudian mengalami pertumbuhan yang membutuhkan energi dari Allah supaya menghasilkan karakter orang Kristen atau karakter Kristus yaitu buah-buah roh kudus yang diperoleh dari sinergi manusia dengan Allah.

Ada 6 hal Langkah praktis theosis

  1. Theosis ditujukkan kepada semua orang. Tujuan orang Kristen yang adalah kondisi bukan posisi. Contohnya manusia menjalani ketaatan
    1. Proses theosis bukan berarti membuat manusia bukan menjadi tidak berdosa tetapi sedang diproses untuk menjauhkan diri dari dosa. Seperti melakukan pertobatan yang terus-menerus dikerjakan.
      1. Tidak ada yang luarbiasa untuk menjalani metode yang ilahi. Datang ke gereja akui dan terima Kristus didalam gereja serta menerima sakramen
      1. Theosis merupakan proses sosial. Mengerjakan perbuatan kasih terhadap sesama sama seperti Allah dan tidak ada mengasihi diri sendiri.
      1. Kasih kepada Allah dan manusia bersifat praktis
      1. Berpartisipasi aktif didalam gereja dalam kehidupan liturgi dan sakramen
      1.  

Theosis dapat dikerjakan melalui perbuatan baik. Relagius mengajarkan, manusia membutuhkan kehendak bebas. Sedangkan bapa gereja lain mengatakan bahwa, iman dan anugerah sama-sama harus bekerja. Diawali dengan anugerah yang menyentuh kehendak bebas supaya dapat mengerjakan keselamatan. Anugerah Allah tidak bisa turun ke dalam jiwa manusia jika kehendak bebas tidak mengijinkan. Anugerah Allah tidak bisa turun kepada manusia jika manusia tidak dapat menerima anugerah tersebut. Hal ini menyebabkan manusia memiliki 2 kehendak yaitu kehendak manusia dan Allah.

Pelagius mengatakan bahwa manusia dapat menacapai dengan Kristus namun pandangan ini dibantah oleh Agustinus yang mengatakan bahwa, manusia harus bersinergi dengan Allah supaya mencapai rupa Kristus. John Cassian mengatakan, hubungan manusia dengan anugerah merupakan hubungan yang berelasi. St. Macarios juga mengtakan, kehendak manusia tidak bekerja jika tanpa kehendak Allah. Perbuatan baik yang dikerjakan hanya untuk memperoleh anugerah dari Allah. Kemudian manusia harus memiliki kecenderungan untuk tidak memiliki keinginan daging atau melakukan Askesis yang artinya mematikan segala nafsu duniawi. Manusia menarik diri dari dunia artinya mendekatkan diri kepada Allah. Itulah sebabnya ada istilah namanya monasticsm atau hidup membiara, hal ini merupakan satu tingkat paling tinggi dari tingkat keinginan manusia.

Emosi, pikiran dan kehendak merupakan hal yang harus disentuh oleh anugerah. Nous merupakan yang menentukan manusia kemana dia pergi. Bapa gereja mengatakan, manusia harus hidup menurut roh, maka seluruh hidupnya mencapai keserupaan dengan Kristus. Ketiga hal itu terletak didalam hati. Maka hati itu menjadi esensi dari jiwa. Tanpa roh atau nous hati itu buta karena nous itulah mata hati. Tanpa Latihan rohani maka hati itu akan lemah. Seperti fantasi tanpa aksi maka tidak akan bertahan lama.

Contemplation adalah theori yang diperoleh ketika mengerjakan keselamatan. Kita tidak hanya terbatas untuk menjadi biara tetapi punya kehendak untuk menjadi biara. St. Anthony mengatakan bahwa ada seroang dokter yang belajar medis tetapi dia juga dokter yang selaalu berkontemplasi dengan menyanyikan hymne atau Mazmur “kudus, kudus” didalam hati atau berdoa. Hal ini dilakukan untuk mencapai Diacrisis. Bagaimana kita memiliki diacrisis? Diacrisis akan datang ketika sudah mengerjakan keselamatan. St Isaac Syrian membedakan 3 penintence, purification, dan perfection.

Berikan juga aplikasi praktis yg sedang kalian kerjakan dalam proses purification ini

Aplikasi yang saya kerjakan dalam proses purification ini yaitu saya selalu memanjatkan doa Puja Yesus dalam setiap pekerjaan saya. Misalnya selama satu minggu saya memasak didapur. Saya berdoa terlebih dahulu didalam hati sebelum memasak. Begitu juga ketika saya sedang memasak, menyuci piring, menyipkan makanan. Puji Tuhan, saya dapat merasakan dampaknya, saya dapat mengendalikan emosi saya ketika ada masalah didapur atau saya menjadi fokus kepada apa yang sedang saya kerjakan.

The Economy of Washing; Baptism; Eucharist & Theology of Worship

Seperti yang Rasul Paulus katakan hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Ini bukan sekedar kata-kata tetapi kehidupan rohani yang dijalankan untuk menyucikan diri. Artinya pertumbuhan rohani kita harus mencapai Theoria. Kemudian Paulus mengatakan hidupku ibarat sebuah perlombaan yang mencapai garis akhir dalam perlombaan iman, meskipun kehidupan kelahiran jasmani ku merosot namun kehidupan rohani ku harus bertumbuh kearah Tuhan. sehingga Paulus mengakhirii pertarungan terakhir atau Gnosticos yang telah sampai di garis akhir.

Theology of Worship

The Mystical Cross

Salib bagi kita adalah kuasa ilahi yang mengubah kematian menjadi kehidupan. Artinya iblis terkecoh karena Allah telah menjebaknya dan menghukumnya. Lewat kematian Kristus, iblis dimatikan. Di balik salib ada sebatang kayu dan pohon. Baptisan artinya kita ikut dalam kematian dan memikul salib. Kemudian kita harus bertumbuh baik jiwa dan tubuh memikul salib Kristus. Salib bukan sebuah pajangan atau kutukan melainkan kuasa ilahi yang menyembuhkan kita. Inilah yang disebut dengan Salib Misteri yang terus-menerus menyucikan kita. Baptisan artinya, ikut mati dan bangkit serta memkai kodrat yang baru. Mati artinya menanggalkan kodrat lama, lalu memakai kodrat baru. Lahir baru bukan berarti masuk kembali ke dalam Rahim ibu kita tetapi masuk ke dalam Rahim Allah atau menjadi anak-anak Allah (1 Yohanes 3:9).

Benih ilahi ada ketika kita sudah lahir baru. Kelahiran baru juga di ibaratkan seperti kita menikah dengan Allah. Apa buktinya jika Kristus itu hadir didalam baptisan? Nyssa menjawab Kristus itu ilahi sehingga Ia menjanjikan kehadirannya didalam baptisan. Karena Ia adalah anak Allah jadi Ia bisa menjanjikan. Kristus yang di dalam daging yang menunjukkan mukjizatnya, sehingga Ia memiliki Natur Ilahi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Ketika kita dibaptis yaitu dicelupkan ke air selama tiga kali itu menandakan karya keselamatan dari Kristus dan Bapa. Jadi, Baptisan artinya kita berpartisipasi dalam Kristus atau Imitasi meniru kematian dan kebangkitan Kristus. Melalui daging yang diambil kemudian diilahikan oleh Kristus. Ketika Kristus telah melahirkan daging itu sehingga Kristus juga mengalami kelahiran baru. Kelahiran baru itu seperti keluar dari labirin yang menyesatkan. Didalam baptisan ada yang disebut proses kematian dan kehidupan untuk mencapai lahir baru.

Mengapa pencelupan air ketika dibaptis harus tiga kali? Sama seperti Kristus yang mati kita juga harus mati sekali untuk dosa – dosa kita. Dalam Roma 6:10 mengatakan kita mati untuk sekali bagi dosa. Kita benar-benar meniru kodrat dosa itu yang harus mati dengan air itu selama tiga kali. Tiga kali itu merupakan simbol dari tiga hari Kristus turun dalam kerajaan maut. Saat kita masuk ke dalam air sekali artinya satu hari, dua kali dua hari dan tiga kali berarti tiga hari. Tiga kali juga menandakan 3 hari Kristus tinggal di dalam kubur. Kita juga sama seperti Kristus yang harus mati atau dicelup tiga kali. Selain meniru didalam kematian kita juga dibangkitkan. Jadi kita akhirnya seperti bangkit kembali kepada kehidupan kita dengan kodrat yang sudah dimurnikan sehingga kita tinggal menjalani kehidupan pemurnian itu. Baptisan merupakan awal dari jalan kehidupan pengudusan Theosis.

Ketika kita lahir baru sama seperti bayi yang baru lahir dibersihkan dari air. Kita juga lahir baru juga menggunakan air yang bertujuan untuk membersihkan tubuh kita dan jiwa kita. Iman dan air yang memurnikan kita supaya kita dapat menjalani suatu kehidupan yang penuh dengan kelahiran sehingga kita menjadi manusia baru setelah kematian. Kita akan dibaptis kembali ketika hari akhir atau kebangkitan tubuh. Sedangkan kelahiran yang pertama atau baptisan akan membuat kita lahir baru baik dalam jiwa dan roh. Jiwa yang sudah menyatu dengan iman akhirnya menjadi sarana keselamatan kita. Maka kita harus punya hidup yang menyatu kepada Allah dengan ibadah kepada Allah. Sama seperti tubuh kita yang menerima racun maka tubuh kita akan menolak.

Hal ini di ibaratkan seperti perjamuan seperti roti dan anggur yang membuat kita menyatu dengan Allah sehingga kita dapat mempersembahkan tubuh ini. Waktu kita ikut pejamuan, artinya ikut dipulihkan oleh Kristus. Mengapa Allah menunjukkan perjamuan kudus dalam makanan dan minuman? Karena makanan dan minuman merupakan kebutuhan untuk pertumbuhan. Jika memakan roti dan anggur itu bagaimana dampak yang bekerja dalam tubuh ? Ketika kita makan tubuh dan darah Kristus itu menjadi daging buat jiwa karena Kristus telah dikandung oleh Roh Kudus yang mengubah zat-zat yang terkandung dalam jiwa. Makanan yang kita makan harus roti dan anggur yang diubah oleh Roh Kudus menjadi kuasa ilahi yang dapat menghidupkan roh dan jiwa kita (Yohanes 6:54-58). Iman menjadi dasar dari pengharapan yang dapat kita lihat. Dengan imanlah kita dapat melihat bahwa kematian Kristus menjadi jalan keselamatan sebagai manusia.

iman terdiri dari dua:

  1. Iman dari pendengaran yang muncul ketika baptisan melalui bantuan Roh kudus.
  2. Iman yang diperoleh setelah pendengaran iman yang berasal dari roh kudus

Setelah dibaptis terjadi the Economy of washing artinya hidup bukan selesai di air sungai atau kolam tempat kita dibaptis tetapi juga dibaptis oleh air yang berasal dari tubuh dan jiwa yaitu airmata pertobatan. Karena manusia itu rasional dan memiliki kehendak bebas jadi memiliki kuasa untuk menyatu dengan Allah. Kemudian dengan kehendak bebasnyalah dapat menyatu dengan Allah ataupun tidak. Kehendak bebas menentukan dapat menyatu dengan Allah atau tidak. Manusia diselamatkan berdasarkan partisipasi atau tidak. Seperti perumpamaan tentang pesta perjamuan kawin maka itu tergantung kepada kehendak bebas manusia. Setiap orang harus lahir baru dulu didalam baptisan. Ketika manusia itu lahir kedua maka sebelumnya manusia harus mempelajari kebenaran terlebih dahulu (Efesus 4:13).

Di dalam baptisan Kristus memberikan kodrat yang baru.  Sehigga Dia menjadi jalan bagi manusia untuk menjadi anak-anak Allah dan memperoleh ahli waris. Hal ii diperoleh jika mau dilahirkan kembali atau second birth. Adam pertama tidak lahir dari benih orang tua tetapi adam kedua tidak lahir dari daging melainkan firman. Karena adam kedua itu spiritual atau rohani. Jadi kelahiran kedua itu adalah kelahiran spiritual atau jiwa sedangkan kelahiran pertama adalah kelahiran daging. Dalam Efesus 2:1 mengatakan  inilah yang disebut kematian rohani sehingga duperlukan pencelupan ke air serta memerlukan makanan dari Roh Kudus. Setelah dibaptis tubuh kita berpartisipasi dalam pelayanan atau ibadah.

Kelahiran kedua dilahirkan melalui air dan roh atau air dan roh kudus sedangkan makanan rohani yaitu roti dari surga yaitu tubuh dan darah Kristus. makanan inilah yang cocok dari Kristus. itulah sebab nya ada kelahiran rohani yang berasal dari pencipta dan makanan rohani yang berasal dari tubuh Kristus. ketika Kristus mencuci atau membasuh kaki para mruid yang menandakan kelahiran baru atau baptisan. Jika Allah menciptakan dunia mengapa Allah tidak dapat mengubah roti dan anggur. Roti dan anggur yang kita makan merupakan karya dari Roh Kudus ketika Tuhan menciptakan alam semesta ini Ia berkata-kata dalam dunia ini. Roti dan anggur seperti di cipta dan di hidupkan oleh Roh Kudus. Roti dan anggur itu tidak mati melainkan hidup oleh karena karya Roh kudus.

Di katakan bahwa apapun yang Tuhan ciptakan melalui karya Roh kudus yang menghadirkan semua ini. Dia yang mengubah menjadi sesuatu yang hidup. Cara kerja alam semesta ini sangat luar biasa. Dengan iman itulah kita dapat memandang alam yang merupakan karya roh kudus. Tubuh telah menyatu dengan kodrat ilahi. Jadi ketika kita makan tubuh dan darh Kristus itu Allah telah diam didalam tubuh kita. Oleh karena itu Paulus mengatakan bukan lagi kamu yang hidup melainkan Kristus. Tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Melihat batu yang terbakar itu yang adalah bara menyatu dengan batu. Sama seperti roti perjamuan yang terlihat sperti roti tetapi didalamnya terdapat tubuh Kristus. tubuh dan darah Kristus yang kita makan secara fisik tetapi tubuh dan darah yang menyatu itu adalah fisik dari Kristus yang dapat memurnikan tubuh dan jiwa kita.

Tuhan mengajak kita untuk berpartisipasi dan mengajak kita untuk bersekutu dengan-Nya.Keselamatan kita adalah partisipasi dalam keilahian Kristus. Berarti kita dituntut untuk ikut kepada Bapa melalui tubuh dan darah-Nya. Ketika kita sudah masuk maka kita harus ikut ke dalam dan menyatu dengan Allah. Itulah mengapa kita harus makan tubuh dan darah Kristus. Menyembah berarti kita diajak masuk dalam permainan untuk menjadi satu dengan Allah. St. Theopany mengatakan kita berdiri dihadapan Allah. Kemudian kita berdiri juga dihadapan Allah dengan pikiran di dalam hati siang dan malam atau setiap hari. Yang pertama berdiri dihadapan Allah, yang kedua berdirinya dengan seutuh diri kita dan ketiga tanpa henti dihadapannya. Berdiri dihadapan Allah artinya kita berpartisipasi untuk menyembah Allah.

Karena Allah itu adalah Roh maka kita menyembah Dia didalam Roh. Artinya kita tidak hanya menyembah dalam kata-kata tetapi didalam simbolik sacrament. Berdiri dihadapan Allah artinya ibadah itu menjadi suatu perjumpaan diantara orang-orang. Tujuan worship itu bukan menghasilkan moral yang baik melainkan untuk perjumpaan kita dengan Allah. Seperti seorang teman yang berbicara dengan sesama, demikianlah kita berbicara dengan Allah dengan keteguhan yang maha tinggi dihadapan Allah yang adalah terang tidak terhampiri. Ini merupakan communion kita lewat pujian yang sedang berdiri dihadapan Allah. Ada dua bagaimana kita sebagai manusia yang terbatas bisa menghampiri Allah yang tidak terbatas. Yang kedua bagaimana kita bisa berpartisipasi dengan Allah yang tebatas untuk berkomuni dengan-Nya.

Ini merupakan sebuah misteri bahwa Allah yang transenden merupakan Allah yang berkomuni dengan kita. Di dalam penyembahan kita berdoa merasakan kebaikan dan keadilan Allah. Atau ada harapan dan ketakutan ketika kita berkomuni dengan Allah. Ibadah itu bukan hanya sekedar yang membutuhkan Tuhan atau kebiasaan, tetapi kita dapat menghampiri Allah yang tidak bisa dihampiri. Disatu sisi Dia juga Allah yang penuh kasih. Jadi pada saat yang bersama kita bersukacita dengan kesungguhan hati dan tidak main-main untuk menghidupi keselamatan kita. Ini merupakan sikap kita yang harus dihidupi. Rasa ketakutan yang penuh dengan pertobatan membuat kita merasakan kasih Allah dan keadilan-Nya.

Ketika kita berdiri dengan rasa kagum, kita juga menyadari say adalah orang yang berdosa atau tidak layak untuk mendekati Allah didalam penyembahan kita kepada Allah. Macarios mengatakan ada dua hal yang kita perhatikan ketika kita memuji Allah yaitu rasa takut dan kasih. Bagaimana kita berdiri dihadapan Allah dengan diri kita sesungguhnya atau disebut in mind in the heart atau pikiran didalam hati (Nous). Nous inilah yang berinteraksi dengan Allah. Tetapi nous ini harus ada didalam hati. Maksudnya hati inilah yang berbicara tentang keberadaaan diri kita. Didalam Perjanjian Lama hati disebut Kardia yang menjadi tempat dari batin atau jiwa kita. Ibadah  bukan hanya sekedar kita tahu tentang Allah, tetapi bagaimana jika ibadah itu juga membersihkan hati kita kepada Allah dengan Totalitas (Roma 12:1) ibadah yang sejati artinya ibadah yang memakai nous atau yang hadir didalam hati secara keseluruhan.

Makanya didalam ibadah bukan aspek emosi saja yang ditekankan tetapi pikiran dan juga perasaan serta kehendak. Hati berbicara tentang pikiran, emosi dan kehendak. Menurut Gregory Palamas ibadah yang sejati artinya kedagingan yang juga ikut dipersembahkan. Berdiri dihadapan Allah itu siang dan malam artinya setiap saat atau tanpa henti (1 Tesalonika 5:17). Berarti pikiran dan hati tidak boleh terpecah. Crysostom mengatakan, seorang ibu yang bangun ditengah malam yang menyusui anaknya. Serta seorang imam yang menyiapkan perjamuan kudus itu semua dia sedang berdiri dihadapan Allah. Ketika kita berdoa digereja harus juga dilakukan ketika kita telah dirumah. Liturgi artinya kita berpartisipasi bersama. Hidup yang selalu berkelanjutan untuk mencari Kristus. Untuk menyembah Allah dan melihatnya berarti bersukacita didalamnya. Doa dan pujian bukan sesuatu yang kita kerjakan tetapi merupakan bagian dari kehidupan kita. Itulah sebabnya hidup kita adalah sebuah liturgi yang menyangkut tentang pribadi kita. Ingatlah Allah lebih sering ketika kita bernafas artinya kita selalau mengingat Allah. Doa merupakan kodrat kita tetapi kita adalah pendoa.

Refleksi Paraklesis Small Suplicatory Canon of Theotokos

Tone 2.

A fervent prayer, and wall most unshakable

A merciful spring And shelter of all mankind;

Fervently, we cry to you:

Theotokos, our Lady, Come to us

And from all dangers now deliver us

The only protection who speeds to us.

Doa yang berpusat kepada Kristus melalui Bunda Maria membuat Nous saya semakin aktif untuk berjaga-jaga serta mengendalikan pikiran dari si jahat. Doa yang saya panjatkan ini untuk meminta pengampunan dari Allah sambil menyesali setiap perkataan, perbuatan yang salah baik dimata Tuhan dan sesama. Terkadang saya mengingat kembali pertolongan Tuhan yang tidak terduga dan selalu ada bagi kehidupan saya. Bunda Maria mengajarkan saya untuk selalu menjadi perawan yang artinya menguduskan diri untuk meminta belas kasihan kepada Allah dengan air mata pertobatan yang menandakan penyesalan batin akan segala pikiran yang tidak taat kepada perintah Allah. sehingga kini saya semakin dikuatkan oleh anugerah Allah yag menyatakan saya berharga dimata-Nya dan dapat menjadi anak-Nya.

Source :

Eksegesis  Yesaya 1:4

Sarkic

Teks Ibrani

   ה֣וֹי׀ גּ֣וֹי חֹטֵ֗א עַ֚ם כֶּ֣בֶד עָוֹ֔ן זֶ֣רַע מְרֵעִ֔ים בָּנִ֖ים מַשְׁחִיתִ֑ים עָזְב֣וּ אֶת־יְהוָ֗ה נִֽאֲצ֛וּ אֶת־קְד֥וֹשׁ יִשְׂרָאֵ֖ל נָזֹ֥רוּ אָחֽוֹר׃

Teks Septuaginta

οὐαὶ ἔθνος ἁμαρτωλόν λαὸς πλήρης ἁμαρτιῶν σπέρμα πονηρόν υἱοὶ ἄνομοι ἐγκατελίπατε τὸν κύριον καὶ παρωργίσατε τὸν ἅγιον τοῦ Ισραηλ

Terjemahan RSV

Ah, sinful nation, a people laden with iniquity, offspring of evildoers, sons who deal corruptly! They have forsaken the LORD, they have despised the Holy One of Israel, they are utterly estranged.

Terjemahan Literal

Celakalah bangsa yang berdosa, orang-orang yang penuh dengan dosa, keturunan jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia.

Syntatic Content:

  1. Mereka meninggalkan TUHAN,
  2. Menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan
  3. Berpaling membelakangi Dia.

Semantic Content

  1. Mereka meninggalkan TUHAN,

Bangsa yang berdosa adalah bangsa yang memberontak tidak taat dan tidak mengikuti aturan orang tuanya. Karena diwarisi akhirnya menjadi keturunan.akibat dari pemberontakan banyak sekali dosa. Jika bangsanya berdosa maka bangsanya juga berdosa. Akibat bangsa yang berdosa maka menghasilkan keturunan yang jahat. Keturunan Israel itu menjadi buruk. Akibatnya anak-anaknya tanpa hukum. Anak -anak dari bangsa Israel ini akan mendapat malapetaka (Yesaya 3:11) karena tidak taat akan hukum Allah. Orang yang tidak taat kepada hukum akan menjadi anak yang murtad bebal dan menyesatkan tentang Tuhan sehingga jatuh kedalam ajaran yang sesat. Mereka juga tidak peduli atau tidak memiliki belas kasihan dengan orang lain. Orang anoma itu memiliki pikiran yang jahat dan emmbinasakan orang lain dengan perkataan fitnah. Orang- orang yang murtad diliputi dengan ketakutan (Yesaya 33:14). Mengapa melahirkan anak-anak yang jahat karena sejak kandungan sudah memberontak. Apakah dari bayi sudah berdosa? (Yesaya 48:8). Untuk orang yang tidak taat ini akan ditebus oleh Kristus (Yesaya 53:12 ;lukas 22:37).

Kata ah   ה֣וֹי hôy merupakan kata seru atau interjeksi keheranan dari Allah akan bangsa Israel yang berdosa dan tidak mau bertobat kepada Allah. Kata  גּ֣וֹיGôy atau bangsa, merujuk kepada bangsa Israel. Dalam bentuk jamak digunakan juga untuk merujuk pada orang-orang yang tinggal di dalam dan sekitar Kanaan; ini adalah kelompok etnis, politik, teritorial tertentu, yang harus direbut oleh Israel sebagai bangsa. Kata   חֹטֵ֗אBerdosa kata kerja tersebut memiliki konotasi pelanggaran hukum perdata. Istilah goy dan gôyim semakin dekat kepada  arti “kafir” atau “penyembah berhala,” yang mengacu pada orang-orang non-perjanjian, non-percaya yang dianggap sebagai kelompok nasional. Penyembahan berhala menjadi pelanggaran berat yang membuat Allah murka sehingga Ia memberikan teguran-Nya melalui firman-Nya. Clement of Alexandria mengatakan Koreksi adalah teguran publik atas dosa. Tuhan menggunakannya dengan cara yang sangat penting untuk pengajaran kita karena iman yang lemah dari begitu banyak orang. Misalnya, Dia berkata melalui Yesaya, “Kamu telah meninggalkan Tuhan, kamu telah memprovokasi yang kudus Israel.” Hal ini bermakna bahwa bangsa Israel yang menjadi bangsa pilihan Allah terprovokasi oleh dosa yang telah dilakukannya sehingga Allah murka. Murka Tuhan dilukiskan sebagai murka yang menyala-nyala layaknya api yang  berkobar siap membakar jerami kering dan tanaman-tanaman yang indah tidak tampak keutuhannya dikarenakan api yang menyala menghabisinya (Yesaya5:24). Kata λαὸς  diartikan sebagai orang-orang yang merujuk kepada istilah teknis agama, Israel sebagai umat pilihan Tuhan. Dalam arti religius, komunitas Kristen sebagai umat Allah. Orang-orang inilah yang menjadi subjek untuk Allah murka karena dosa penyembahan berhala yang dilakukannya. Dosa yang dilakukan bangsa Israel membutuhkan penyucian atau pertobatan untuk kembali kepada Allah. Clement of Alexandria mengatakan bahwa dibutuhkan sebuah Eksoriasi bagi mereka yang berdosa. Eksoriasi adalah ekspresi ketidaksetujuan yang paling kuat. Tuhan menggunakan ekskoriasi sebagai obat ketika Dia berkata melalui Yesaya, “Ah, bangsa yang berdosa, bangsa yang penuh dosa, benih yang jahat, anak-anak yang melanggar hukum.”

Kata σπέρμα  seed atau keturunan disini berarti manusia yang sudah memiliki kodrat atau natur berdosa dari manusia pertama yaitu Adam. Bangsa Israel yang telah berdosa dan melakukan kejahatan disebutkan Allah sebagai keturunan Iblis karena tidak mentaati perintah-Nya atau tidak setia kepada Allah. Allah yang awalnya sangat mengasihi bangsa Israel murka karena bangsa ini tidak berlaku setia kepada Allah. Keturunan υἱοὶ ini merupakan sebuah tipologi dari pengikut atau murid-murid Kristus. Artinya orang berosa pun akan diangkat oleh Allah untuk menjadi pengikut serta murid Kristus ketika kodrat itu dapat disucikan melalui pertobatan kepada Allah. Justin Martyr mengatakan bahwa, Orang-orang Yahudi yang memiliki tulisan para nabi tidak memahami hal ini, dan mereka juga tidak mengenali Kristus ketika Dia datang. Mereka bahkan membenci kita yang mengatakan bahwa Dia telah datang, dan, seperti yang telah dinubuatkan, menunjukkan bahwa mereka telah menyalibkan Dia. Tetapi agar hal ini menjadi jelas bagi Anda, kata-kata berikut diucapkan melalui nabi Yesaya yang disebutkan di atas atas nama Bapa: “Sapi mengenal pemiliknya dan keledai mengenal tempat tidur tuannya; tetapi Israel tidak mengenal Aku, dan umat-Ku tidak mengerti. Celakalah, bangsa yang berdosa, orang-orang yang penuh dosa, benih jahat, anak-anak durhaka, kamu telah meninggalkan Tuhan.” Anak -anak yang berlaku buruk  artinya mereka tidak taat akan perintah Allah serta berbuat yang tidak tetulis dalam hukum taurat atau hukum Musa (Yesaya 30:9).

2. Mereka meninggalkan TUHAN

Mereka disini berarti bangsa Israel meninggalkan Tuhan karena lebih percaya kepada penyembahan berhala atau berhenti untuk percaya kepada Allah. Sehingga nabi Yesaya menghimbau agar bangsa Israel datang dan bertobat kepada Allah (Yesaya 31:6). Orang-orang yang meninggalkan Tuhan ἐγκατελίπατε adalah orang-orang yang tidak mentaati Allah akan menjalani kehidupan  yaitu orang-orang yang membelakangi Tuhan akan dibinasakan artinya terpisah dengan hadirat Tuhan (2 Tes.1:8). Roma 2:8 mengatakan orang yang meninggalkan Tuhan  adalah orang yang mencari kepentingan diri sendiri, tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kebenaran. 2 Tesalonika 2:12 orang yang tidak percaya akan dihukum.

Justin Martyr mengatakan, Ini merupakan teguran dari Tuhan sehingga Yesaya menegur bangsa Israel yang telah melakukan dosa. Ini merupakan koreksi yang ditujukan kepada bangsa yang memberontak ini. Namun bangsa ini malah berpaling maka ini suatu nubuat yang akan terjadi yaitu akan ada penyaliban Kristus. Ini suatu nubuat yang sudah dikatakan oleh Yesaya Sapi mengenal pemiliknya dan keledai mengenal tempat tidur tuannya; tetapi Israel tidak mengenal Aku, dan umat-Ku tidak mengerti. Celakalah, bangsa yang berdosa, orang-orang yang penuh dosa, benih jahat, anak-anak durhaka, kamu telah meninggalkan Tuhan.” 

3.Menista Yang Maha kudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia.

Menista atau menghina artinya memancing amarah Allah dan memandang rendah Allah sebagai pencipta dan penguasa dari alam semesta dan ciptaa-Nya. Bangsa Israel dikatakan menista yang maha kudus karena mereka telah meninggalkan Allah, tidak lagi percaya bahkan membuat Allah cemburu dengan menyembah berhala yang mengakibatkan Allah murka dan berfirman dengan demikian. Rasul Paulus menjelaskan bahwa orang yang belum percaya kepada Allah belum memperoleh janji kehidupan kekal dari Allah (Efesus 2:12).

Allah yang kudus diartikan sebagai Allah yang memiliki energi untuk menguduskan orang-orang berdosa untuk dapat percaya kepada-Nya melalui pertobatan dan kehidupan askesis. Sehingga orang yang berdosa dapat dipulihkan kembali untuk dikuduskan oleh Allah. Bangsa Israel menjadi bangsa yang asing bahkan tidak diakui oleh Allah ketika mereka berdosa dan berpaling dari Allah. Παρωργίσατε berarti menista, atau memprovokasi dimaksudkan seperti orang-orang yang menyakiti hati Allah dengan menyembah kepada Allah lain (Yeremia 7:18-19). Kata   נָזֹ֥רוּ  Menyimpang artinya juga mengikuti segala berhala-berhala dan memperhambakannya (Yehezkiel 14:5; Galatia 4:8) Manusia selalu ditipu oleh iblis sehingga ketika manusia hendak taat kepada Allah maka iblis dengan segala tipu muslihatnya menggoda manusia untuk jatuh ke dalam dosa.  

Eksegesis Kitab Yesaya 1:1-3

Eksegesis Kitab Yesaya 1:1

Teks Ibrani

  חֲזוֹן֙ יְשַֽׁעְיָ֣הוּ בֶן־אָמ֔וֹץ אֲשֶׁ֣ר חָזָ֔ה עַל־יְהוּדָ֖ה וִירוּשָׁלִָ֑ם בִּימֵ֙י עֻזִּיָּ֧הוּ יוֹתָ֛ם אָחָ֥ז יְחִזְקִיָּ֖הוּ מַלְכֵ֥י יְהוּדָֽה׃

Teks Septuaginta

ὅρασις ἣν εἶδεν Ησαιας υἱὸς Αμως ἣν εἶδεν κατὰ τῆς Ιουδαίας καὶ κατὰ Ιερουσαλημ ἐν βασιλείᾳ Οζιου καὶ Ιωαθαμ καὶ Αχαζ καὶ Εζεκιου οἳ ἐβασίλευσαν τῆς Ιουδαίας 

Terjemahan RSV

The vision of Isaiah the son of Amoz, which he saw concerning Judah and Jerusalem in the days of Uzziah, Jotham, Ahaz, and Hezekiah, kings of Judah. 

Terjemahan Literal

 Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.

Syntatic Content:

Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.

Semantic content

Salah satu kitab nabi-nabi yang ditulis oleh nabi Yesaya. Menurut tradisi Yesaya merupakan anak Amos.  Arti nama Yesaya yaitu keselamatan dari Allah. Yesaya berasal dari suku Yehuda yang dipimpin oleh seorang raja Nefil di Hamasia. Kitab ini ditulis pada masa pemerintahan raja Yosia 25 tahun sebelum kerjaan israel jatuh ke dalam tangan Raja Asyur (Yesaya1:1). Tema utama kitab ini adalah seruan pertobatan bangsa israel kepada Allah (Yesya 1:4). Allah menghukum bangsa ini yang tidak bertobat tetapi Allah akan menyelamatkannya kembali. Yesaya 7 membahas tentang nubuat Theotokos. Kitab Yesaya merupakan sebuah kitab yang ditulis untuk melihat nubuat kedatangan Yesus Kristus. Tetapi di lain sisi Yesaya seperti menceritakan kembali kedatangan Yesus Kristus. Pentingnya peranan manusia dalam meresponi keselamatan dari Allah seperti iman dan pertobatan. Hal ini muncul dari kepercayaan raja Asyur yang tetap kepada Yesaya melihat yang telah melihat kerajaannya akan hancur jika tidak ada  yang bertobat. Yesaya menceritakan Kristus sangat detail baik dari kelahirannya, kedatangan-Nya sampai kedatangan kerajaan-Nya.

Dalam Yesaya 1:1 mengatakan bahwa Yesaya melihat dengan penglihatan. Apa arti dari kata penglihatan? Penglihatan diterjemahkan Vision yang artinya komunikasi ilahi atau ini merupakan penglihatan ilahi yang secara jelas dinyatakan oleh nabi Yesaya. Yesaya adalah seorang nabi dari keturunan Amos. Ia disebut nabi karena menerima penglihatan dari Tuhan. Inilah tuntunan dari Roh Kudus 2 Tim.3:16. Karena Roh kudus yang mengajarkan segala sesuatu tentang Anak atau Bapa. Ini merupakan pikiran Roh kudus yang bersinergi dengan terang ilahi. Roh Allah membuka penglihatannya apa yang tidak dilihat oleh orang lain artinya hanya nabi Yesaya yang dapat melihat. Istilah penglihatan merupakan sebuah karunia dari Roh kudus. Penglihatan adalah sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang. Karunia roh merupakan sebuah karunia yang diberikan kepada manusia yang sungguh ingin bertobat. Jika telah memperoleh karunia penglihatan maka ia harus bertanggung jawab oleh karena nubuatnya itu. Yesaya harus menerima realita yang pahit karena atas nubuatnya ini membuat dirinya harus dibunuh dengan cara di belah menjadi dua atau mati secara martyr. Ini merupakan sebuah penglihatan yang menjadi kebenaran didalam Kristus.

Pendapat Bapa Gereja

Basil the Great mengatakan, kata penglihatan berarti karunia roh kudus yang mengiluminasi atau mengilhami kepada nabi Yesaya untuk memahami misteri Allah. Sehingga apa yang ditulis benar-benar firman Allah yang di stempel dari imam Yesaya. Kata impress diartikan sebagai  apa yang dia lihat sama seperti pikiran Allah. Hal ini merupakan penampakan surgawi. Sehingga ibadah orang Yehuda merupakan replika dari ibadah yang dilihat dari para nabi di surga kemudian diteruskan dari bangsa Israel atau Yahudi untuk beribadah kepada Tuhan. Cyril mengatakan bahwa penglihatan merupakan sebuah makna yang tersembunyi yang harus digali. Oleh karena itu kita harus melihat simbol-simbol dengan cara melihat konteks historis, sehingga kita memperoleh berkat. Firman Tuhan di ibaratkan seperti sebuah buku yang hanya dibaca tanpa tahu spiritual meaning-nya maka akan berakhir sia-sia. Energi yang disebut sebagi karunia atau anugerah dari Roh Kudus berasal dari spiritual meaning yang telah kita gali dan cari. Penglihatan bukanlah seperti mimpi yang dapat dilihat hanya satu malam melainkan pikiran yang diterangi oleh Roh Kudus selama masa hidup seseorang sampai ia kembali kepada Allah. Jadi, setiap masa pemerintahan raja ada konteksnya masing-masing bagaimana nubuat ini dituliskan.

Eksegesis Kitab PL

Yesaya 1:2

Teks Ibrani

   שִׁמְע֤וּ שָׁמַ֙יִם֙ וְהַאֲזִ֣ינִי אֶ֔רֶץ כִּ֥י יְהוָ֖ה דִּבֵּ֑ר בָּנִים֙ גִּדַּ֣לְתִּי וְרוֹמַ֔מְתִּי וְהֵ֖ם פָּ֥שְׁעוּ בִֽי׃

Teks Septuaginta

ἄκουε οὐρανέ καὶ ἐνωτίζου γῆ ὅτι κύριος ἐλάλησεν υἱοὺς ἐγέννησα καὶ ὕψωσα αὐτοὶ δέ με ἠθέτησαν 

Terjemahan RSV

Hear, O heavens, and give ear, O earth; for the LORD has spoken: “Sons have I reared and brought up, but they have rebelled against me. 

Terjemahan Literal

Dengarlah, hai langit, dan perhatikanlah, hai bumi, sebab TUHAN berfirman: “Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku. 

Syntatic Content

  1. Subjek+Predikat Dengarlah dan perhatikanlah

Firman Tuhan berkata

  • Aku melahirkan
    • Aku membesarkan
    • Mereka memberontak terhadap aku δέ με ἠθέτησαν 

Semantic Content

Ini merupakan murka Allah yang ditujukan kepada bangsa Israel yang berpaling pada dewa-dewa berhala. Kata memberontak artinya berpaling dari Allah yaitu menyembah berhala. Athanasius menyatakan, anak-anak Allah yang dikandung oleh Allah lahir dari anugerah Allah. Sehingga ada anak yang dilahirkan oleh Allah yaitu Kristus. Ada juga anak Allah yang menerima Roh Kudus. Tentu bangsa Israel bukan lahir dari Allah tetapi ini merupakan karunia Roh Kudus. Tapi sayangnya mereka tidak mensyukuri apa yang telah Allah lakukan. Akan ada penghakiman terhadap bangsa Israel atau Yehuda, tetapi ketika mereka bertobat maka Allah akan menerima kembali menjadi anak-anak yang dari sejak semula diberikan anugerah. Mengapa Allah bisa melihat bahwa Kristus merupakan anak-anak Allah yang diangkat oleh anugerah. Anak-anak yang memberontak tidak lagi disebut anak-anak yang tanpa hukum dan disebut orang asing.

Menurut Krisostom dalam perjalanannya menuju tanah perjanjian apa yang dituliskan Yesaya dan Musa adalah benar. Yang menjadi saksi adalah langit dan bumi.

orang yang tidak taat atau anak yang memberontak disebut bangsa atau orang asing di tanah bangsa. Ulangan 32:1 mengatakan bahwa bangsa Israel melakukan dosa yaitu menyembah berhala. Arti kata langit dan bumi  yaitu menjadi saksi bahwa apa yang terjadi pada bangsa ini sungguh menyedihkan. Kata Allah sebagai Bapa bukan dari kodrat melainkan anugerah. Maka jika ada Bapa ingat seperti doa yang diajarkan Tuhan Yesus yaitu Bapa kami yang di surga berarti Bapa yang menghendaki anak-anak-Nya taat dan yang menjadi saksi-Nya adalah langit dan bumi. Ulangan 4:26 mengatakan jika langit dan bumi menjadi saksi maka orang-orang yang memberontak kepada Allah akan dibinasakan. Yesaya 30:9 akibat dari penyembahan berhala karena suka berbohong, menyembah berhala dan tidak mau mendengar firman Allah adalah kematian atau kehancuran.

Eksegesis Yesaya 1:3

Teks Ibrani

 יָדַ֥ע שׁוֹר֙ קֹנֵ֔הוּ וַחֲמ֖וֹר אֵב֣וּס בְּעָלָ֑יו יִשְׂרָאֵל֙ לֹ֣א יָדַ֔ע עַמִּ֖י לֹ֥א הִתְבּוֹנָֽן׃

Teks Septuaginta

 ἔγνω βοῦς τὸν κτησάμενον καὶ ὄνος τὴν φάτνην τοῦ κυρίου αὐτοῦ Ισραηλ δέ με οὐκ ἔγνω καὶ ὁ λαός με οὐ συνῆκεν 

Terjemahan RSV

The ox knows its owner, and the ass its master’s crib; but Israel does not know, my people does not understand.” (Isa. 1:3 RSV)

Terjemahann Literal

 Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.”

Syntatic Content

  1. Lembu mengenal pemiliknya,
  2. tetapi Israel tidak;
  3. keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya,
  4. tetapi umat-Ku tidak memahaminya.”

Semantic Content

Rasa tidak tahu terima kasih manusia kepada Tuhan membuat manusia menjadi menyedihkan. Artinya ironis sekali lembu yang tidak rasional atau tidak memiliki akal tahu pemiliknya tetapi keledai tahu siapa tuannya tidak mungkin manusia tidak mengenal pemiliknya. Israel sendiri adalah orang yang melihat Allah  seharusnya dapat melihat Allah. Hal ini dibandingkan dengan hewan yang tidak memiliki akal seperti lembu dan keledai. Artinya derajat manusia di bawah derajat hewan atau hewan di atas derajat manusia ini menurut Gregory of Theologian. Ambrose of Milan mengatakan ini merupakan penderitaan Tuhan. Keledai di sini binatang yang bodoh tetapi mendengar dan mengikuti suara gembalanya. Jika keledai ini gambaran Kristus, Kristus ini seperti direndahkan atau tidak didengarkan oleh Bapa-Nya. Basil the Great mengatakan bahwa kita harus bersyukur kepada Tuhan kita karena telah membesarkan kita.

Bede mengatakan bahwa lembu itu seperti orang yahudi yang memikul kuk seperti lembu untuk membajak. Kemudian keledai adalah bangsa-bangsa yang bodoh atau tertipu dalam penyembahan berhala. Dari kedua bangsa inilah yang akan lari kepada Injil. Tetapi St. Basil mengatakan Ia lebih rendah dari binatang. Lembu ini simbol dari Kristus artinya hanya melalui Kristus orang-orang ini dapat kembali kepada pencipta kita.

Agustinus of Hippo mengatakan keledai yang mengenali gembalanya atau tuannya ini menunjukkan bahwa bangsa-bangsa lain yang mengenal Kristus. Kemudian Yesus naik kepada seekor keledai yang menjadi pintu masuk supaya bangsa-bangsa dapat masuk dan kembali kepada Tuhan. Palungan tempat makan Kristus berada di palungan. Artinya Kristus adalah makanan kita yaitu lembu dan keledai atau bangsa-bangsa itu. Mengikut Yesus artinya kita dituntun untuk tidak sesat dalam jalan Tuhan. Jangan malu jadi binatang bagi Tuhan. Sebab, jika Tuhan yang menuntun kita maka tidak akan tersesat.

The Deception of Christ; Sin; & Ransom

Saat Tuhan menciptakan Adam dan Hawa bukan untuk mati tetapi supaya dapat menikmati keabadian bersama dengan Allah. Sehingga manusia memiliki gambar Allah di dalam jiwa manusia atau di dalam kehendak bebas manusia  yang hanya mengenal kebaikan. Adam dan Hawa pada saat itu belum mengenal hal yang jahat. Kejahatan sudah muncul di dunia malaikat itulah yang menyebabkan hadirnya pohon yang baik dan jahat. Ular menipu Adam kemudian dengan pilihan yang ada padanya Adam pun memilih ketidaktaatan. Akibatnya, Adam dan Hawa melanggar perintah Allah inilah yang disebut dosa.

Lalu terbukalah mata Adam dan Hawa sehingga mereka mengetahui apa yang jahat. Akhirnya manusia dapat memilih yang baik dan jahat tetapi mereka cenderung memilih yang jahat. Dalam kejadian 3:1 mengatakan bahwa ular merupakan binatang yang paling cerdik Wahyu 12:9 ular tua yang besar atau naga itulah disebut satan atau iblis. Kemudian setelah kejatuhan, manusia ditempatkan yang terdapat terang yaitu kehidupan dan gelap atau kematian. Itulah sebabnya Allah melarang makan buah pengetahuan yang baik dan jahat. Kejadian 2:17 mengatakan secara jelas bahwa ini merupakan perintah dari Tuhan untuk menjauhi pohon yang terlarang itu. Akibatnya ketika manusia memakan buah pengetahuan baik dan jahat itu maka ia tahu perbuatan jahat.

Hal ini semua dikarenakan godaaan dari Iblis yang menipu manusia. Lalu mengapa iblis menipu manusia? Jawabannya karena iblis cemburu melihat manusia yang diberi kewenangan yang bebas dari Allah (Freewill). Gregory of Nyssa mengatakan, malaikat diciptakan memiliki noetic tetapi tidak punya tubuh. Malaikat secara derajat kalah dengan manusia, akibatnya malaikat cemburu dengan manusia dan menipunya. Iblis menipu manusia untuk menjadi se-gambar dan se-rupa Allah. Itulah yang menyebakan manusia ditipu oleh iblis untuk mentaati perintah Allah dengan cepat (Instant) memakan buah yang dilarang oleh Allah. Mengapa manusia jatuh ke dalam dosa? karena memang kita memilih untuk mengikut iblis daripada perintah Allah.

Ketika manusia jatuh ke dalam dosa maka terbukalah mata jasmani dan rohaninya. Iblis menipu manusia yang tujuannya akan mencapai kekekalan dengan menjadi seperti Allah. Tuhan dan iblis berjanji bahwa manusia itu akan menjadi se-gambar dan se-rupa dengan Allah. Iblis merayu manusia dengan cara memutarbalikan fakta bahwa dengan memakan buah itulah manusia dapat langsung menjadi se-gambar dan se-rupa dengan Allah. Manusia lebih memilih manisnya buah itu daripada mentaati perintah Allah. Nyssa juga mengatakan bahwa, dalam karya keselamatan-Nya Allah menjadi manusia dan memancing iblis untuk mencobai Allah. Padahal ini merupakan strategi Allah untuk memancing iblis, supaya iblis dapat dibunuh dengan cara kebnagkitan Kristus.

Ketika iblis ditipu oleh Allah bukan karena Allah tidak bermoral, tetapi berfungsi dalam hikmat-Nya untuk menipu Iblis untuk menjadi manusia, dibunuh dan bangkit. Sehingga ketika Dia turun ke dalam Hades untuk membunuh kematian tersebut. Kematian yang awalnya tidak ada di dalam kodrat dalam diri manusia, kini manusia memilikinya dan menjadi kodrat manusia untuk berdosa. Pada saat manusia jatuh ke dalam dosa, gambarnya tetap gambar Allah hanya saja gambar Allah kabur bukan rusak total. Ketika manusia jatuh, gambarnya terhalang dan manusia cenderung memilih kejahatan karena kodratnya sudah gelap, rusak dan jahat. Iblis bekerja dengan cara menipu manusia supaya natur atau kodrat manusia itu rusak. Allah yang adil, baik dan bijaksana memakai kesempatan ini untuk menjadi manusia. Oleh karena itu Kristus datang menjadi manusia untuk menipu iblis dengan mengembalikan kodrat manusia yang awalnya sudah rusak.

Irenius mengatakan bahwa manusia harus kembali kepada kodratnya  yaitu kepada Allah dengan cara dicipta ulang. Nyssa juga mengatakan bahwa dosa dan kematian adalah luka yang dapat disembuhkan. Meskipun Allah itu adil, baik, bijaksana dan dengan segala kebajikan-Nya Ia berkuasa, tetapi Ia juga dapat menipu iblis untuk membinasaknnya. Antara tubuh dan jiwa tidak dapat disinkronkan atau bertentangan dengan Allah ketika jatuh dalam godaan dan dosa. Kristus datang dan mengambil  semua properti dari natur kodrat kita sebagai manusia untuk dibersihkan dan dipulihkan. Oleh karena itu, kita harus dibaptis untuk mencapai kelahiran baru dengan roh dan air. Nyssa mengatakan, ketika Kristus menjadi manusia Dia memulihkan kodrat manusia dan menyembuhkannya. Mengapa dosa itu tidak hilang ketika sudah dibaptis? Nyssa menjawab, Tuhan mengalahkan dosa itu sama seperti ketika kita membunuh atau mengalahkan kepala ular, ular itu memang mati, tetapi ekornya masih bergerak artinya kuasanya sudah mati tetapi hipostasis atau pribadi iblis itu sendiri masih ada dalam hidup manusia. Jadi kita harus belajar menjadi taat yang dimulai dari nol.

Bagaimana dengan dosa asal terjadi?

Bicara tentang dosa asal, ada pandangan yang mengatakan bahwa dosa asal itu diturunkan oleh manusia pertama yang merupakan perkembangbiakan manusia karena mewarisi dosa asali. Menurut gereja barat dosa asali itu berasal dari ovulasi atau keturunan dari orang tua. Sedangkan gereja timur mengatakan bahwa dosa asal itu memang sudah menjadi kodrat manusia. Seperti Adam yang jatuh ke dalam dosa maka kodratnya rusak. Kejatuhan dosa manusia itu bukan disebabkan karena kehilangan freewill, tetapi karena kehendak bebasnya lebih cenderung untuk melakukan dosa. Apa yang dilakukan Kristus sampai Ia tidak berdaya disebabkan karena kodrat Kristus sudah terbebas dari kerusakan, kesakitan dan kematian. Salib itulah yang membuat iblis takut.

Commentary of John Damascus

Terjadinya The Mystical Cross dimulai dari Dosa èKristus menebusnyaèdengan cara disalib (Cross). Mengapa iblis dapat menguasai manusia? pada awalnya jiwa sangat patuh terhadap tubuh sehingga menguasai tubuh. Tetapi setalah kejatuhannya tubuhlah yang menguasai jiwa. Iblis tidak memiliki kuasa untuk menawan kita karena telah ditebus oleh Kristus. Penyembuhan berarti mengubah kodrat manusia yang awalnya jahat menjadi baik. Setelah jatuh ke dalam dosa freewill itu memilih yang baik dan jahat sehingga muncul moral yang membuat bingung sehingga manusia cenderung berbuat jahat.

The Cross

John Damascus

 Chapter 3

Bersama dengan Allah Bapa dan Roh Kudus kita dipulihkan melalui sang Anak. Sebelum inkarnasi Kristus tidak memili1ki tubuh namun setelah inkarnasi Kristus memiliki tubuh. Dia memiliki 2 kodrat yaitu ilahi dan manusia. Tubuh Kristus dapat juga memuliakan Allah.  kita memang tidak menyembah daging tetapi Allah. Contoh seorang raja dihormati bukan karena pakai jubah tetapi karena pribadinya yang adalah seorang raja. Seperti kita menghormati raja meskipun dia memakai jubah yang mewah. Sama dengan Kristus juga memakai tubuh yang menyerupai daging. Salib merupakan benda yang telah disentuh oleh Kristus yang membuat semua benda itu menjadi ilahi sehingga dapat disentuh. Jadi ketika kita menyembah daging, artinya sama seperti kita ketika pergi ke museum dan melihat benda sakral yang pernah dipakai oleh sorang raja. Kristus yang kita sembah memiliki daging atau tubuh. Ketika Kristus menjadi firman Allah yang dapat kita sembah.

Ketika Kristus menjadi manusia, Dia memakai kedagingan manusia untuk memulihkannya. Hal ini membuat manusia menjadi utuh. Bapa adalah Bapa bukan Putra, Putra adalah Putra dan bukan Roh, begitupula dengan Roh. Ketika Kristus memakai daging atau manusia Ia memiliki tujuan untuk memberikan anugerah-Nya untuk menerangi manusia. Manusia yang terpukul kalah oleh iblis kini telah bebas. Tujuan Kristus datang kepada manusia supaya manusia tidak binasa. Kristus membebaskan manusia dari cengkeraman iblis. Kejadian 3:22 ada pohon kehidupan yang melawan dengan pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Ini merupakan tipologi Kristus yang akan mati diatas kayu salib.

Kejadian itu menunjukkan bahwa akan ada saatnya nanti kita akan memakan pohon kehidupan. Iblis tidak dapat mencengkeram lagi manusia, termasuk kuasanya untuk mengalahkan manusia. Itulah sebabnya ada khotbah yang merupakan kabar gembira bagi semua manusia yang akan diselamatkan dari iblis. Kematian telah dikalahkan dan mereka yang percaya kepada Injil maka akan memperoleh kehidupan. Cerita Nabi Musa yang membelah laut sehingga bangsa Israel dapat keluar dari Mesir. Hal ini menunjukkan sebuah tanda bahwa manusia itu akan dibebaskan dari sijahat atau iblis. Inilah tipologi Kristus yang akan menyelamatkan manusia. Tetapi bukan karena paksaan yang membuat manusia itu bebas dari dosa tetapi menggunakan kehendak bebas manusia.

Sebelum inkarnasi Kristus bersifat simpel dan tidak bertubuh jasmani tetapi ketika Ia mengambil daging kini memiliki tubuh yang terbentuk yang selalu ada menyertai dalam keilahiannya. Sehingga Kristus memiliki 2 kodrat baik kodrat ilahi dan manusia. Kodrat ilahinya invisibel sedangkan tubuhnya visibel. Jadi kodrat Kristus dan kodrat manusia ada didalam Kristus. Dalam kekekalan Dia tercipta namun naturnya tidak dicipta.

Ketika penangkapan serta penyalibannya, kristus merupakan satu-satunya orang yang bangkit dan naik keatas surga. Kodrat tidak bisa mati tetapi tubuh bisa mati. Karena Dia lahir dari Bapa yang sulung maka Dia menjadi ciptaan pertama yang Bapa lahir.

The Economy of the Death dari Nyssa mengajarkan bahwa kita harus hidup secara harmoni bukan takut yang bisa membinasakan tubuh tetapi yang membinasakan jiwa. Jangan takut kepada kematian (Matius 10:39). Segala sesuatu baik yang disurga dan dibumi semuanya bertekuk lutut kepada Kristus oleh karena salib-Nya. Efesus 3:18 mengatakan bahwa yang tidak dapat diukur adalah kasih-Nya. Sehingga semua bangsa akan bertekuk lutut dihadapan-Nya.

Kodrat dan hipostasis Allah itu berbeda. Kristus mati diatas kayu salib untuk memulihkan  dosa.


The Economy of Washing; Baptism; & The Mystical Cross

Kemudian ada yang disebut dengan The Economy of the Washing atau disebut juga dengan pembersihan jiwa. Mulai dari baptisan, lahir baru sampai kita mencapai kekekalan. Dimulai dari baptisan oleh bahtera Nuh, yang kedua baptisan oleh laut dan tiang awan. Awan simbol dari roh dan laut simbol dari adam. Baptisan ketiga dari hukum taurat yang membuat manusia harus membasuh dirinya dengan air. Baptisan yang dilakukan oleh Yohanes adalah baptisan untuk mempersiapkan diri kepada Kristus. Kemudian Kristus membaptis dengan roh kudus supaya dapat mati dan dibangkitkan oleh roh kudus. Pembaptisan bertujuan untuk menyucikan roh dan bukan tubuh manusia. Kemudian ada Baptisan Tuhan Yesus yang merupakan baptisan keenam yaitu dengan tangisan air mata pertobatan. Baptisan ketujuh dengan kematian martir. Baptisan kedelapan yaitu mematikan segala yang jahat didalam diri kita dan berlangung sampai kita kepada Allah atau setelah kita mengalami kematian jasmani.

Refleksi Paraklesis Small Suplicatory Canon of Theotokos

Yang saya peroleh dari doa ini saya mengerti bahwa meminta belas kasihan dari Allah melalaui Theotokos atau Bunda Maria diperlukan hati yang sungguh-sungguh mencari Anugerah Allah. Saya menaikan Pujian atau Doa ini secara terus menerus dan merasakan bahwa nous saya  diperbaharui oleh perkataan doa yang mendalam untuk meminta belas kasihan kepada Allah. Doa ini juga membuat pikiran dan hati saya semakin sedih akan dosa yang terus saya sesali dan ucapan syukur atas pertolongan Allah melalui kelahiran Kristus yang dikandung dari Bunda Maria.

Kenaikan Kristus dan Nubuat di dalam PL

Gereja mula – mula memperingati kenaikan Kristus (Yohanes 3:13). Kristus berasal dari surga dan akan kembali kepada Bapa ketika Dia telah bangkit dan naik kesurga. Kristus adalah firman yang berasal dari Bapa yang lahir ke dunia. Kristus naik ke surga setelah kematian, kelahiran dan kematian-Nya (1 Petrus 3:18). Ketika Kristus naik ke surga maka Ia mengenakan tubuh manusia-Nya. Tubuh yang seperti apa yang digunakan Kristus saat naik ke Surga? Ketika Kristus menikmati makanan-Nya setelah kebangkitan-Nya bukan berarti karena Ia lapar tetapi ia menunjukkan bahwa kodrat manusianya masih melekat pada-Nya. Dengan tunduk pada hukum alam Ia ingin menunjukkan bahwa tubuh kemuliaan yang dikenakan tidak lagi lapuk terhadap kebinasaan atau kekal. Kemudian Ia akan duduk disebelah kanan Allah dan mulai mengerjakan keselamatan bagi kita. Dengan demikian Kristus telah menunjukkan dirinya sebagai kodrat manusia dan Allah. 

Di ibadah vesper ini menolong kita untuk memperingati kenaikan Kristus. Tidak ada seorang pun yang naik kesurga selain anak manusia. Tidak seorang pun yang naik ke surga selain Allah yang adalah anak manusia atau firman Allah yang berinkarnasi. Baik tubuh maupun jiwa-Nya adalah tubuh yang sama baik intelect dan rasionya sama. Kristus naik kesurga dan duduk disebelah kanan Bapa sebagai Allah dan manusia. Sebagai Allah berarti Dia yang memerintah atas dunia ini. Sebagai manusia Dia mengingat semua jerih lelah-Nya. Dan sebagai manusia Dia dimuliakan semua manusia. Secara hipostasis Dia dimuliakan oleh Allah, sehingga ketika Dia naik maupun turun dari Surga maka semua orang akan bersorak dan memuji Kristus (Kisah. 1:11) 

Apa artinya Dia duduk di sebelah kanan Bapa? Karena Bapa adalah Roh yang dapat disembah, berarti Kristus juga menerima kemuliaan dan kehormatan untuk dapat disembah. Karena Kristus sehakikat dengan Bapa maka Ia patut dipuji dan disembah oleh semua ciptaan-Nya. Jadi, bersama dengan Bapa dan Roh Kudus kita memuji sang Allah yaitu Kristus yang bangkit. Damascus juga mengatakan kita tidak menyembah daging tetapi kita menyembah Allah. Oleh sebab itu gereja mengadakan ibadah atau sembayang, berdoa dan penyembahan untuk menyembah sang Anak di dalam Sang Bapa dan Roh Kudus. Oleh karena itu ada perayaan Paskah, ibadah kenaikan dan Pentakosta semua perayaan ini mengingatkan kita untuk mengingat kembali dan menyembah dan memuji sang Anak yaitu Kristus.

Ada tiga macam kelahiran yang dimiliki manusia yaitu kelahiran pertama dari orang tua kita, yang kedua kelahiran dari air dan roh di dalam baptisan, kelahiran ketiga dari kebangkitan tubuh dan jiwa kita yang akhirnya menjadi serupa dengan Kristus. Kapan kita dapat bersekutu dengan Kristus? Ketika kita mencapai kelahiran baru dan konteks ibadah. Kenaikan Kristus ke surga memberikan kita jejak waktu untuk kita bersekutu dengan-Nya. Ketika Kristus naik kesurga berarti ada jalan untuk pergi kesurga. Kristus adalah Tuhan sehingga kita menyembah Tuhan oleh anugerah. Rasul Paulus mengungkapkan Efesus 4:8. Dua malaikat naik juga ke surga ketika Kristus juga naik ke surga.

Hal ini menggenapi Mazmur 47:5 Rasul Paulus digambarkan sebagai kelompok dalam ikon namun secara historis Rasul Paulus tidak mungkin ada didalam ikon. Ikon hanya menceritakan secara Theoris bukan Historis. Bunda Maria atau Theotokos mendapat posisi pertama dalam perayaan pentakosta dalam posisi mengangkat tangan dan berdoa kepada putra-Nya yaitu Kristus. Kristus datang supaya dapat membebaskan kita dari restorasi atau kodrat kita yang rusak secara roh. Tubuh kita akan dikuduskan oleh jiwa kita, sedangkan jiwa kita akan dikuduskan oleh roh kita. Maka ketika kita telah menerima perjamuan kudus sebaiknya kita tidak melakukan dosa lagi.

Didalam vesper ada hymne atau pujian tentang kenaikan misalnya Kristus naik ke surga supaya Roh kudus itu turun dan surga telah menyiapkan takhta-Nya. Jika ada simbol seperti awan-awan maka artinya ada malaikat yang akan mneyambut dan menjemput Dia. Sang malaikat serta roh kudus menyambut Kristus. Menyembah Kristus berarti mengingat kembali pengorbanan-Nya akan keselamatan kita. Ketika Para Rasul melihat Kristus naik maka sangat sedihlah hati para rasul melihat kenaikan Kristus. Tujuan Kristus naik ke surga supaya Roh kudus dapat turun dan menguduskan hipostasis manusia. Kristus menyingkirkan kodrat manusia asal, kemudian memberikan kehendak yang tadinya tidak taat menjadi taat. Dan Roh Kudus turun untuk menuntun dan menerangi jiwa para rasul. Jadi Roh Kudus diminta oleh para rasul supaya menerangi hati dan jiwanya. Manusia akan tertegun dan terkagum luar biasa akan kedatangan Kristus.

Dalam Yesaya 2:2-3 yang merupakan nubuat yang sudah digenapi oleh kenaikan Kristus ke surga di Gunung Zaitun. Gunung merupakan tempat Tuhan berdiri dengan letaknya yang menjulang tinggi (Mikha 4:1). Semua bangsa akan datang dan memuliakan Kristus. Pada ayat 3 naik kegunung Tuhan menggambarkan Kristus yang melambangkan jalan keselamatan. Artinya dari Kristus akan ada jalan keluar atau keselamatan. Jalan yang diajarkan adalah jalan yang diajarkan kepada para rasul yang berasal dari Kristus.

Dalam Yesaya 51:4 Kristus sengaja naik ke atas Gunung Zaitun supaya dapat di lihat semua bangsa atau orang sekitar 500 lebih saksi. Kisah Para Rasul 1:8 mengatakan Kristus ingin menunjukkan bahwa ajarannya untuk semua bangsa. Dalam Lukas 24:47 mulai dari Yerusalem sampai samaria dan sampai keujung bumi berita pertobatan dan pengampunan dosa diajarkan oleh Kristus. Kisah Para Rasul 2:38 berita pertobatan pertama diberitakan dai Rasul Petrus sehingga 3000 orang bertobat oleh sebab itu Rasul Petrus diangkat menjadi pemimpin atas rasul-rasul. Yesaya 62:10-12; 63:1 sampai akhir nanti rasul-rasul bersama dengan Kristus sampai akhir nanti sampai Kristus menjemput mereka. Ini menunjukkan, Kristus naik ke surga bukanlah sebuah akhir tetapi Dia akan datang kembali untuk memberikan upah kepada para rasul atau orang percaya (Wahyu 22:12).

Seperti contoh seorang tuan yang memberikan talenta kepada pekerjanya untuk dikerjakan sehingga yang melakukannya akan diberi upah. Jadi ketika kita melihat Kristus yang naik itulah penebus yang artinya mengambil kembali manusia yang menjadi milik Kristus dari tebusan dosa (Yesaya 62:12). Dalam 1 Petrus 2:9 tebusan artinya menjadi bangsa yang terpilih, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Dia naik kesurga untuk menyediakan tempat tinggal atau kemuliaan dari Tuhan. Yesaya 62:10-12 orang-orang tebusan Tuhan itu adalah tipologi dari gereja, maka disebut bangsa terpilih dan kudus disebut gereja.

Kota yang tidak ditinggalkan itu juga merupakan gambaran gereja atau orang-orang tebusan yang juga termasuk gereja yang menunjukkan karya Kristus itu berhasil. Juga dikatakan Yesaya 63:2 ini merupakan gambaran dari Kristus yang menderita dan menebus manusia untuk menyelamatkan manusia. Ayat 3 menunjukkan bahwa darahnya bertujuan untuk menebus manusia. Kristus benar-benar mencurahkan darahnya dan mati. Ayat 4 menggambarkan bahwa penebusan itu telah datang justru dengan kematian-Nya untuk mengalahkan maut. Di dalam Zakaria 14:4; 8-11 kaki-Nya akan berjejak pada Bukit Zaitun ini (Lukas 21:37; Matius 26:30) dimasa sengsara-Nya Kristus menunjukkan bahwa Bukit Zaitun itu menggambarkan sisi kemuliaan dan sisi penderitaan dan Ia akan datang kembali. Bukit itu akan bergoncang yang artinya semua bangsa akan datang mencari Kristus Yesaya 64:2. Habakuk 3:6 bangsa-bangsa akan datang mencari Tuhan Mikha 1:3. Zakaria 14:8-11 Kristus menjadi air kehidupan dengan Yohanes 4:10-14; Zak.14: 9 Tuhan akan menjadi raja di atas seluruh bumi. Ayat 10 -11 di negeri yang terdapat aliran itulah terdapat keselamatan. Hal ini menunjukkan Taman Eden atau Taman Kehidupan. Nanti di Firdaus akan menjadi tempat bagi keselamatan atau kehidupan. Zakaria 14:10 ini merupakan gambaran kota yang akan dialiri oleh air kehidupan itu. Akan ada kota-kota yang tidak dapat diselamatkan. Orang yang meminum air kehidupan adalah orang yang akan membawa dirinya berada dalam kehidupan.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai